Anda di halaman 1dari 4

Metode Latihan Dasar Atletik

Jumat, 20 Januari 2012 by Sunarno's Blog | 0 komentar

Metode merupakan suatu rangkaian latihan yang tidak saja dibuat untuk menggambarkan kemampuan
tubuh si atlit tetapi merupakan suatu alat bantu yang dibutuhkan bagi latihan-latihan yang bersifat khusus.
Latihan adalah proses yang dilakukan secara sistematik dan berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja
olaragawan dalam mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Latihan Teknik :
Latihan teknis mencakup semua struktur teknis, unsur-unsur dan pola gerakan
Teknis yg sempurna = efisiensi tinggi
Teknis yg sempurna adalah teknik yg secara biomekanik benar dan secara fisiologis efisien.
I. Lari Jarak Pendek
A. Teknik Lari Jarak Pendek (Sprint)
Tujuan dari dari semua perlombaan lari adalah untuk memaksimalkan kecepatan lari rata-rata di atas jalur
lari. Dalam lari jarak pendek atau sprint, untuk mencapai tujuan tersebut, atlet harus mempertahankan
kecepatan lari maksimal dengan menggunakan teknik-teknik gerakan lari yang sesuai. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam melakukan lari sprint antara lain sebagai berikut.
Kemiringan tubuh sewaktu lari 60
Berat badan dipusatkan pada pinggang
Pandangan ke depan.
Gerakan kaki cepat dan posisi lutut diangkat tinggi
Tangan dan siku ditekuk, diayunkan ke depan dan ke belakang bergantian sebatas hidung untuk
mengimbangi gerakan kaki.
Tumpuan kaki dipusatkan pada telapak kaki bagian depan
B. Posisi Tubuh Ketika Berlari
Dalam melakukan lari jarak pendek (sprint), posisi tubuh ketika berlari sangat menentukan kecepatan lari.
Posisi tubuh ketika berlari sprint yang baik dan benar adalah sebagai berikut:
Tolakan kaki 180
Sudut kaki angkat 90
Kemiringan tubuh 60
Ayunan tangan belakang membentuk sudut 90 di atas bahu

Ayunan tangan depan membentuk sudut 60


Pandangan ke depan
C. Teknik Memasuki Garis Finish
Setelah menempuh lari jarak 100 meter dengan kecepatan maksimal dan saat memasuki garis finish,
yang harus dilakukan pelari adalah dengan merebahkan badan ke depan, bersamaan dengan itu kedua
lengan diayun ke belakang.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pelari yang akan memasuki garis finish.
1. Jangan mengurangi kecepatan berlari sebelum masuk finish.
2. Pusatkan perhatian untuk mencapai finish.
3. Jangan melakukan gerakan melompat untuk mencapai finish.
4. Jangan menoleh ke kanan-kiri.
5. Jangan berhenti mendadak setelah melewati finish.

D. Kegiatan Inti Pembelajaran Lari Jarak Pendek


Eksplorasi (menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar
dan
memfasilitasi terjadinya interaksi peserta didik dg guru, lingkungan serta sumber belajara lainnya)
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Melakukan teknik dasar lari jarak pendek 50 m dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

Melakukan teknik dasar gerakan pengangkatan paha di tempat dilanjutkan dengan berjalan
(berkelompok/berpasangan)
Melakukan teknik dasar gerakan tangan di tempat dilanjutkan dengan berjalan
(berkelompok/berpasangan)
Melakukan teknik dasar gerakkan hop (berkelompok/berpasangan)
Melakukan teknik dasar gerakan lari langkah panjang (berkelompok/berpasangan
memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.
Elaborasi (memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak
tanpa rasa takut; kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik)
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan
guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya
siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar
siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri
bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka
diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu.
bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka
diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.
Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik
guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan
guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap
pasangan
siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya
siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat
siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan
gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan
Lomba lari jarak pendek dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai disiplin, percaya
diri dan kejujuran

memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri
peserta didik.
Konfirmasi (melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan)
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan