Anda di halaman 1dari 2

HOMEOSTASIS

Homeostasis atau termoregulasi merupakan suatu istilah yang digunakan ahli fisiologi
untuk menyatakan suatu usaha pertahanan keadaan static atau konstan dalam suatu
lingkungan interna. Misal, Paru-paru menyediakan oksigen sesuai kebutuhan sel, Ginjal
mempertahankan keadaan konsentrasi ion-ion yang konstan.Homeostasis mempelajari semua
proses yang terjadi dalam organisme hidup untuk mempertahankan lingkungan interna
didalam kondisi agar optimal bagi kehidupan organisme yang bersangkutan. Mekanisme ini
diatur oleh otak terutama hipotalamus, yang bila terangsang akan merangsang koordinasi
tubuh. Proses ini akan terjadi terus menerus hingga lingkungan dinamis dalam tubuh akan
berada pada jumlah yang normal. Organ-organ yang terlibat dalam pengaturan homeostasis
antara lain hati, ginjal dan kulit.
Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang menyejukkan badan.
Melalui evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. dan modifikasi sistim
sirkulasi di bagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dancountercurrent heat
exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Mausia
menggunakan baju merupakan salah satu perilaku unik dalam termoregulasi
Tubuh manusia mempunyai banyak sistem organ tubuh. Sistem tersebut masingmasing melaksanakan fungsi faal tertentu. Agar dapat melaksanakan fungsinya dan tidak
terjadi benturan, maka di dalam tubuh itu dilengkapi dengan sistem pengatur yang dikenal
dengan sistem regulasi. Sistem regulasi pada manusia dilakukan oleh sistem saraf, sistem
endokrin, dan sistem indra. Ketiganya bertugas mengatur keserasian kerja organ tubuh.
Sistem saraf menanggapin adanya perubahan lingkungan yang merangsangnya. Sistem
hormon mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal, reproduksi, serta tingkah laku. Alat
indra merupakan penerima rangsang dari luar tubuh.
Mekanisme homeostasis ini diatur oleh otak terutama hipotalamus, yang bila
terangsang akan merangsang koordinasi tubuh. Proses ini akan terjadi terus menerus hingga
lingkungan dinamis dalam tubuh akan berada pada jumlah yang normal.2 koordinasi badan
yang terlibat ialah: Kordinasi kimia - Seperti hormon dan Kordinasi saraf - Seperti impuls
sarafBeberapa proses-proses yang terlibat ialah: Umpan balik positif - Contoh demam, badan
akan bertambah panas untuk membunuh bakteridan virus. Umpan balik negatif - Contoh
keadaan panas, badan akan diatur untuk mengurangi panasbadan.
Contoh homeostasis yang ringkas ialah Apabila cuaca panas, sistem kulit akan
merespon dengan mengeluarkan peluh melaluikelenjar keringat pada epidermis kulit untuk
mencegah suhu darahnya meningkat,pembuluh darah akan mengembang untuk mengeluarkan
panas ke sekitarnya, hal ini juga menyebabkan kulit berwarna merah. Apabila kadar glukosa
dalam darah telah habis atau berkurang dari jumlah tertentu, hatiakan dirangsang oleh insulin
untuk mengubah glikogen menjadi glukosa supaya dapat digunakan sebagai tenaga untuk
kontraksi otot.

Kelainan pada termoregulasi adalah demam dan hipotermia. Demam merupakanearly


warning system pada tubuh terhadap penyakit. Apabila terjadi pelepasan toksin oleh
mikroorganisme patogen maka sel fagositosis pada sumsum tulang, leukosit
polimorfonukleus, monosit, makrofag, dan sel Kupffer akan membentuk pirogen endogen
(EP), yakni suatu protein dengan berat molekul 13.000-15.000. pembentukannya pada darah
perifer memerlukan energidan dihambat oleh inhibitor-inhibitor sintesis protein. EP
selanjutnya akan memasuki daerah preoptik hipotalamus pada otak. Masuknya EP akan
menyebabkan pelepasan prostaglandin lokal. Prostaglandin akan meningkatkan set
point termoregulasi di hipotalamus sehingga suhu tubuh naik dan menyebabkan demam.
Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapt membahayakan dan dapat menimbulkan heat stroke yang
dapat menyebabkan kematian. Salah satu sifat demam adalah menggigil. Menggigil
terjadikarena penempatan set point termoregulasi mendadak berubah dari titik normal ke
tinggi. Karena suhu daarh lebih rendah daripada set poin yang terdapat pada hipotalamus
maka terjadi respon autonom dengan peningkatan suhu tubuh. Pada kasus ini, orang tersebut
akan merasa kedinginan walaupun suhu tubuh tinggi