Anda di halaman 1dari 35

KONSEP DASAR

MANUSIA
Kebutuhan Rasa Aman Dan
Nyaman

PENGERTIAN
Keamanan adalah keadaan bebas dari
cedera fisik dan psikologis atau bisa juga
keadaan aman dan tentram (Potter& Perry,
2006).
Perubahan kenyamanan adalah keadaan
dimana individu mengalami sensasi yang
tidak menyenangkan dan berespons
terhadap
suatu
rangsangan
yang
berbahaya (Carpenito, Linda Jual, 2000)

Keamanan
Kebutuhan fisiologis yang terdiri dari
kebutuhan
terhadap
oksigen,
kelembaban yang optimum, nutrisi, dan
suhu yang optimum akan mempengaruhi
kemampuan seseorang.

Oksigen
Bahaya umum yang ditemukan dirumah
adalah sistem pemanasan yang tidak
berfungsi dengan baik dan pembakaran
yang
tidak
mempunyai
sistem
pembuangan
akan
menyebabkan
penumpukan karbondioksida.

Kelembaban
Kelembaban akan mempengaruhi kesehatan dan
keamanan klien, jika kelembaban relatifnya tinggi
maka kelembaban kulit akan terevaporasi dengan
lambat
Nutrisi
Makanan yang tidak disimpan atau disiapkan dengan
tepat atau benda yang dapat menyebabkan kondisi
kondisi yang tidak bersih akan meningkatkan resiko
infeksi dan keracunan makanan.

KEBUTUHAN RASA NYAMAN


(BEBAS NYERI)
PENGERTIAN NYERI

Nyeri merupakan kondisi berupa perasaan yg tidak


menyenangkan bersifat sangat subjektif karena
perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal
skala atau tingkatannya, dan hanya orang tersebutlah
yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri
yang dialaminya.

1.

Wolf
Weisel Feurst (1974), mengatakan
bahwa
nyeri merupakan suatu perasaan
menderita secara
fisik dan mental atau
perasaan yang bisa menimbulkan ketegangan.
2.
Arthur .C. Curton (1983), mengatakan bahwa
nyeri
merupakan suatu mekanisme produksi
bagi tubuh,
timbul ketika jaringan sedang
dirusak dan
menyebabkan individu tersebut
bereaksi untuk menghilangkan rangsangan nyeri.
3.
Scrumum, mengartikan nyeri sebagai suatu
keadaan
yang tidak menyenangkan akibat
terjadinya
rangsangan fisik maupun dari
serabut saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti
oleh reaksi fisik, fisiologi, dan emosional

Fisiologi nyeri

Munculnya nyeri berkaitan erat dgn


reseptor
dan
adanya
rangsangan. Reseptor nyeri yang di
maksud
adalah
nociceptor,
merupakan
ujung-ujung
saraf
sangat bebas dan memiliki sedikit
atau bahkan tidak memiliki myelin
yang tersebar pada kulit dan
mukosa, khususnya pada visera,
persendian, dinding arteri hati dan
kandung empedu.

Lanjutan

Reseptor nyeri dapat memberikan respon


akibat
adanya
stimulasi
atau
rangsangan, stimulasi tersebut dapat
berupa zat kimia seperti : histamin,
bradikinin, prostagladin, dan macammacam asam yang dilepas apabila
terdapat kerusakan pd jaringan akibat
kekurangan oksigenisasi. Stimulasi yg
lain dpt berupa termal, listrik, atau
mekanis.

Lanjutan Fisiologi nyeri


Stimulasi yg diterima oleh reseptor tsb di
transmisikan berupa impuls-impuls nyeri ke
sumsum tlg blkg oleh 2 jenis myelin
rapat/serabut A (delta), dan serabut lamban
(serabut C). Serabut-serabut aferen masuk ke
spinal melalui akar dorsal (dorsal root) serta
sinaps pd dorsal horn. Kemudian, impuls nyeri
menyeberangi sumsum tulang blkg pada
interneuron dan bersambungan ke jalur spinal
asendens yg paling utama, yaitu jalur
spinothalamic tract atau jalur spinothalamus
dan spinoreticular transmisi terdpt 2 jalur
mekanisme terjadinya nyeri, yaitu jalur opiate
dan jalur non opiate.

TABEL PERBEDAAN NYERI AKUT


DAN KRONIS
Nyeri akut:
1. Waktu: kurang dari enam
bulan
2. Daerah nyeri terlokalisir
3. Nyeri terasa tajam seperti
ditusuk, disayat, dicubit, dll.
4. Respons
sistem
saraf
simpatis:
takikardia,
peningkatan
respirasi,
peningkatan tekanan darah,
pucat, lembab, berkeringat,
dan dilatasi pupil.
5. Penampilan klien tampak
cemas, gelisah, dan terjadi
ketegangan otot.

Nyeri kronis:
1. Waktu: lebih dari enam bulan
2. Daerah nyeri menyebar
3. Nyeri terasa tumpul seperti
ngilu, linu, dll.
4. Respon
sistem
saraf
parasimpatis:
penurunan
tekanan darah, bradikardia,
kulit kering, panas, dan pupil
konstriksi
5. Penampilan klien tampak
depresi dan menarik diri.

Perbedaan nyeri somatis dan


viseral

Karakteristik

Nyeri somatis Superfisial

1. Kualitas

1. Tajam,menusuk,membaka

r
2. Tidak
3. Stimulasi
3. Torehan,abrasi terlalu
4. Reaksi otonom
panas dan dingin
5. Refleks kontraksi
4. Tidak
otot
5. Tidak
2. Menjalar

Perbedaan nyeri somatis dan


Viseral
Karakteristik
Nyeri Viseral
1. Kualitas

1. Tajam,tumpul,nyeri

terus,kejang
2. Ya
2. Menjalar
3. Distensi,iskemia,spasmu
3. Stimulasi
s
4. Reaksi otonom
4. Ya
5. Refleks kontraksi
5. Ya
otot

Jenis stimulus Nyeri


1.

2.

3.

Trauma pd jaringan tubuh, misalnya


krn
bedah
akibat
terjadinya
kerusakan jaringan dan iritasi secara
langsung pd reseptor.
Gangguan pd jaringan tubuh, misalnya
karena
edema
akibat
terjadinya
penekanan pd reseptor nyeri.
Tumor dpt juga menekan pd reseptor
nyeri

LANJUTAN
4.

5.

Iskemia pd jaringan, misalnya


terjadi blokade pd arteria koronaria
yg menstimulasi
nyeri akibat
tertumpuknya asam laktat.
Spasme otot, dpt menstimulasi
mekanik

Faktor-faktor yg
mempengaruhi nyeri
Pengalaman nyeri pd seseorang dpt
dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya
adalah :
1. Arti Nyeri. Di pengaruhi oleh berbagai
faktor, seperti usia, jenis kelamin, latar
belakang sosial budaya, lingkungan, dan
pengalaman.
2. Persepsi Nyeri. Dipengaruhi oleh
faktor yg dpt memicu stimulasi nociceptor.

LANJUTAN
3.

4.

Toleransi Nyeri. Sdgkn yg menurunkan


Peningkatan nyeri
dipengaruhi
oleh
alkohol,obat-obatan,hipnotis,gesekan atau
garukan,
pengalihan
perhatian,
dll.
Toleransi dipengaruhi oleh kelelahan, rasa
marah, bosan, cemas, nyeri yg tidak
kunjung hilang, dll.
Reaksi terhadap Nyeri. Respon seseorg
terhdp nyeri, seperti ketakutan ,gelisah,
cemas, menangis, dan menjerit.

Asuhan Keperawatan Nyeri


A. Pengkajian
Pengkajian dapat dilakukan dgn cara PQRST :
P (pemacu), yaitu faktor yg mempengaruhi
gawat/ringannya nyeri
Q (quality) dr nyeri, spti apakah rasa tajam, tumpul,
atau tersayat
R (region), daerah perjalanan nyeri
S (severity) ad/ keparahan/intensitas nyeri
T (time) ad/ waktu serangan atau frekuensi nyeri

Mengkaji persepsi nyeri


Deskripsi Verbal ttg nyeri :
Intensitas nyeri (skala nyeri)
Karakteristik
nyeri,
termsk
letak,
durasi,kualitas..
Faktor-faktor yg meredakan nyeri
(mis;gerakan,krg bergerak,istirahat,obatobatan bebas,dsbnya)
Efek nyeri terhdp aktivitas kehidupan seharihari (mis: tidur,nafsu makan,konsentrasi,
interaksi dgn org lain)
Kekhawatiran individu ttg nyeri (mis; beban
ekonomi, prognosis, pengaruh terhdp
peran,dll)

Skala Nyeri
Skala intensitas nyeri
deskriptif sederhana
0 = tdk ada nyeri
1 = Nyeri ringan
2 = Nyeri sedang
3 = Nyeri hebat
4 = Nyeri sangat hebat
5 = Nyeri paling hebat

Skala intensitas nyeri


numerik 0-10
Tdk ada nyeri
Nyeri sedang
Nyeri paling hebat

Lanjutan (Skala Peringkat


Wajah Wong Baker) 3
Tahun / Lebih

Respons perilaku terhadap nyeri


Pernyataan verbal, perilaku vokal,
ekspresi wajah, gerakan tubuh, kontak
fisik dgn org, atau perubahan respon
terhadap lingkungan.
Individu yg mengalami nyeri akut dpt
menangis, merintih, merengut, tdk
menggerakkan
bagian
tubuh,
mengepal, atau menarik diri.

Faktor-faktor yang mempengaruhi


respons Nyeri
Pengalaman masa lalu dgn nyeri. (Cara seseorg
berespon terhdp nyeri adalah akibat dari byk
kejadian nyeri selama rentang kehidupannya)
Anxietas dan nyeri (Umumnya diyakini bahwa
anxietas akan meningkatkan nyeri, mgkn tdk slrhnya
benar dlm keadaan)
Budaya dan nyeri (Budaya dan etnik mempunyai
pengaruh ps bgmn seseorg berespon terhdp nyeri)
Usia dan nyeri
Efek plasebo

PERTEMUAN KEDUA

Diagnosis Keperawatan
yg mungkin muncul
Nyeri Akut berhubungan dgn cedera fisik
( fraktur panggul )
Nyeri kronis berhubungan dgn arthritis
Kerusakan mobilitas fisik berhubungan
dgn nyeri pd ekstremitas
Defisit perawatan diri berhubungan dgn
nyeri
Ansietas berhubungan dgn stress
(ancaman peningkatan nyeri)

Perencanaan Keperawatan

Mengurangi dan membatasi faktor-faktor


yg menambah nyeri

Menggunakan

berbagai teknik noninvasif


untuk memodifikasi nyeri yg dialami

Menggunakan

cara-cara untuk
mengurangi nyeri yg optimal, seperti
memberikan analgesik sesuai dgn
program yg ditentukan

Tindakan keperawatan
1. Mengurangi faktor yg dpt menambah nyeri, mis :

Ketidakpercayaan (pengakuan perawat akan rasa nyeri


yg diderita psn dpt mengurangi nyeri)
Kesalahpahaman.(Dgn memberitahu psn bahwa nyeri
yg dialaminya sgt individual & hanya psn yg tahu secara
pasti ttg nyerinya
Ketakutan (memberi informasi yg tepat dpt mengurangi
ketakutan psn)
Kelelahan (kelelahan dpt memperberat nyeri)
Kebosanan (dpt meningktkn rasa nyeri),dpt digunakan
pengalih perhatian yg terapeutik. Mis: aktif mendgrkn
musik,membayangkan hal-hal yg menyenangkan,dll.

Lanjutan tindakan keperawatan


2. Memodifikasi stimulus nyeri dgn
menggunakan teknik seperti :
Teknik latihan pengalihan : menonton tv,
berbincang-bincang dgn org lain, mendengarkan
musik
Teknik relaksasi : menganjurkan psn utk menarik
nafas dlm dan mengisi paru-paru dgn udara,
menghembuskan secara perlahan, melemaskan
otot2 sambil terus berkonsentrasi hingga didpt
rasa nyaman, tenang dan rileks
Stimulasi kulit : menggosok dgn halus pd daerah
nyeri,menggunakan air hangat dan dingin.

Lanjutan tindakan keperawatan


3.Pemberian obat analgetik, yg dpt dilakukan untuk
memblok
transmisi
stimulus
agar
terjadi
perubahan persepsi dgn cara mengurangi kortikal
terhdp nyeri. Jenis obat analgetik yg paling byk di
kenal masyarakat ad/ aspirin, asetaminofen,.
Golongan aspirin digunakan utk memblok
rangsangan pd sentral dan perifer, kemungkinan
menghambat sintesis prostagladin yg memiliki
khasiat 15-20 menit dgn efek puncak obat sekitar
1-2 jam.

lanjutan
Hipnotis:
suatu
teknik
yang
menghasilkan suatu keadaan tidak sadar
diri yang dicapai melalui gagasangagasan
yang
disampaikan
oleh
pehipnotisan.
Pemijatan ( Untuk menstimulus sirkulasi
darah)

lanjutan
Kompres
Metode kompres ada 2 cara, yaitu:
a.Kompres panas (kompres panas basah,
kompres panas kering/buli2)
b.Kompres dingin ( Kompres dingin kering /
kirbat)

Kesimpulan Management
Nyeri
1. Intervensi farmakologis
2. Intervensi non-farmakologis
a. Distraksi : nonton TV, musik,
b. Relaksasi : meditasi, yoga, nafas dalam.
c. Guided Imagery
d. Massage
e. Therapeutik touch
f. Aromatherapy
g. Acupunctur
h. TENS : stimulasi saraf elektrik transkutan
i. Hypnosis

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi terhadap masalah nyeri


dilakukan dgn menilai kemampuan
dlm merespons rangsangan nyeri,
diantaranya hilangnya perasaan
nyeri, menurunnya intensitas nyeri,
adanya respons fisiologis yg baik,
dan mampu melakukan aktivitas
sehari-hari tanpa keluhan nyeri.

Referensi

Ali mulhidayat, Aziz. 1997. Kebutuhan


Dasar Manusia. EGC: Jakarta
Brunner&Suddarth, Suzanne C. Smeltzer,
Brenola G. Bare. 2001. Keperawatan
Medikal Bedah. EGC: Jakarta
Docterman
dan
Bullechek.
Nursing
Invention Classifications (NIC), Edition 4,
United States Of America: Mosby Elseveir
Acadamic Press, 2004.