Anda di halaman 1dari 5

Jurnal

e-Dinamis, Volume.10, No.2 September

2014

ISSN

2338-1035

DESAIN DAN PERHITUNGAN TEORITIS POMPA SENTRIFUGAL


DENGAN STUDI KASUS DI PT. CHAROEN POKPHAND
INDONESIA
1

Briyan Oktama , Tulus Burhanudin Sitorus


Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara,
Jl. Almamater Kampus USU Medan 20155,Indonesia
Email : bryan.oktama@cp.co.id

1,2

ABSTRAK
Dalam pelaksanaan ekspansi di PT. Charoen Pokphand Indonesia, baik itu perluasan pabrik,
penambahan mesin atau penambahan instalasi tidak ditemukan data yang akurat secara
perhitungan teoritis sebelum melakukan eksekusi dilapangan, hal ini akan menghasilkan kerja
yang sia-sia dan itu sering terjadi. Hal ini dikarenakan kurangnya sumber data yang berasal dari
pabrik ketika pertama dibangun dan hal ini akan menyulitkan saat akan melakukan ekspansi.
Oleh karena itu disini mencoba untuk membuat suatu perhitungan dalam bentuk simulasi yang
nantinya akan berguna untuk pabrik tersebut. Pompa merupakan salah satu dari perencanaan
ekspansi di PT.Charoen Pokphand Indonesia yang sangat vital fungsinya karena akan
berhubungan dengan proses produksi. Adapun jenis pompa yang banyak digunakan adalah
pompa sentrifugal dengan tipe dan spesifikasi yang berbeda. Permasalahan yang akan
dilakukan dalam penelitian ini adalah mendesain & menganalisa karakteristik pompa sentrifugal
yang bertujuan untuk membandingkan desain dan karakteristik pompa secara teoritis dengan
aktual diharapkan dapat merekomendasikan data dari hasil penelitian sehingga dapat
memberikan informasi tentang pompa sentrifugal.
Kata kunci: Desain, Perhitungan Teoritis, Pompa Sentrifugal

1.

Pendahuluan

Pompa merupakan pesawat


angkut
yang
bertujuan
untuk
memindahkan zat cair melalui saluran
tertutup. Pompa menghasilkan suatu
tekanan yang sifat hanya mengalir dari
suatu tempat ke tempat yang
bertekanan lebih rendah. Atas dasar
kenyataan tersebut maka pompa harus
mampu membangkitkan tekanan fluida
sehingga
dapat
mengalir
atau
berpindah. Fluida yang dipindahkan
adalah fluida inkompresibel atau fluida
yang tidak dapat dimampatkan.
Prinsip kerja pompa adalah
menghisap dan melakukan penekanan
terhadap fluida. Pada sisi hisap
(suction)
elemen
pompa
akan
menurunkan tekanan dalam ruang
pompa
sehingga
akan
terjadi
perbedaan tekanan antara ruang
pompa dengan permukaan fluida yang
dihisap. Akibatnya fluida akan mengalir
ke ruang pompa. Oleh elemen pompa
fluida ini akan didorong atau diberikan

tekanan sehingga fluida akan mengalir


ke dalam saluran tekan (discharge)
melalui lubang tekan. Proses kerja ini
akan berlangsung terus selama pompa
beroperasi.
Pompa yang dipergunakan
sebelumnya
harus
diketahui
karakteristik pada kondisi kerja yang
berbeda, dengan demikian dapat
ditentukan batas-batas kondisi kerja
dimana pompa tersebut bisa mencapai
efisiensi maksimum. Hal ini perlu
dilakukan karena pada kenyataannya
sangat sulit memastikan performansi
pompa pada kondisi kerja yang
sebenarnya.
2.

Tinjauan Pustaka

Sistem kerja Pompa sentrifugal


adalah pompa digerakkan oleh motor,
daya dari motor diberikan kepada poros
pompa untuk memutar impeller yang
dipasangkan pada poros tersebut. Zat
cair yang ada dalam impeller akan ikut
berputar karena dorongan sudu sudu.
149

Jurnal

e-Dinamis, Volume.10, No.2 September

Karena timbulnya gaya sentrifugal,


maka zat cair mengalir dari tengah
impeller keluar melalui saluran diantara
sudu dan meninggalkan impeller
dengan kecepatan yang tinggi. Zat cair
yang keluar dari impeller dengan
kecepatan tinggi ini kemudian mengalir
melalui saluran yang penampangnya
makin
membesar
(volute/diffuser),
sehingga terjadi perubahan dari head
kecepatan menjadi head tekanan. Maka
zat cair yang keluar dari flens keluar
pompa head totalnya bertambah besar.
Pengisapan terjadi karena setelah zat
cair dilemparkan oleh impeller, ruang
diantara sudu sudu menjadi vakum
sehingga zat cair akan terisap masuk.

Gambar 1.Diagram alir kerja pompa [2]

2014

ISSN

2338-1035

katup yang dipasang didalam sistem


pipa saluran dengan meningkatkan
besarnya kerugian arus aliran fluida
maka akan mengakibatkan perubahan
dari karakteristik instalasi sehingga
didapatkan titik potong yang baru
dengan karakteristik pompa, gambar
diatas pengaturan atau pencekikan
(dengan cara memperbesar atau
memperkecil pembukaan katup ) ini
mudah dilaksanakan, tetapi karena
caranya dengan memperbesar kerugian
arus aliran fluida akibatnya biaya
bekerjanya adalah tinggi.
3.

Metode Penelitian

Langkah
yang
dilakukan
pertama adalah
Menginput data
pompa sentrifugal
yang terdapat
dilapangan, diperoleh ;
- Size
: 65 - 26
- Serial no
: 96
- Impeller diameter : 108 mm
- Daya
: 22 Kw
- putaran
:
1450
rpm

Pompa tidak terlepas dari pembahasan


pipa isap (suction pipe) dan pipa tekan
(discharge) yang secara keseluruhan
juga tentang pemompaan (pumping
system).Hal ini dapat dijelaskan seperti
gambar berikut :

Gambar 3. Pompa sentrifugal

4. Hasil Analisa dan


Pembahasan
Karakteristis pompa hasil uji
lapangan
Gambar 2. Keterangan Pompa
sentrifugal [3]
Perubahan
karakteristik
instalasi
melalui
pengaturan
pembukaan katup) karakteristik diubah
dengan melalui atau menggunakan
150

Jurnal

e-Dinamis, Volume.10,, No.2


No. September

2014

ISSN

2338
2338-1035

perancangan pompa ;


Gambar 4.

Perencanaan perhitungan Poros


pompa

Layout instalasi pompa

Dari gambar layout diatas merupakan


data yang sebenarnya terdapat di
lapangan. Dimana,diperoleh kapasitas
actual nya adalah sebesar 11 gpm dan
Setelah melakukan uji dilapangan maka
untuk head pada pompa tersebut
diperoleh 130 ft. Dari hasil pengujian
dilapangan tersebut dapat ditampilkan
grafik seperti berikut :

Gambar 6. Simulasi Poros pompa

Pemeriksaan Terhadap Tegangan


Torsi dan Aksial

Gambar 7. Simulasi Pemeriksaan


Tegangan Torsi

Gambar 5. Grafik pengaruh kapasitas


terhadap head

Karakteristik pompa hasil


rancangan
Untuk memudahkan rancangan ini,
maka
sebaiknya
menggunakan
beberapa program yang salah satunya
adalah program excel. Berikut ini
tahapan
yang
dilakukan
dalam

Gambar 8. Simulasi Pemeriksaan


Tegangan Aksial
151

Jurnal

e-Dinamis, Volume.10, No.2 September

2014

ISSN

2338-1035

Perencanaan Impeller

Gambar 9. Simulasi perhitungan


Impeller

Dari data yang diperoleh di


PT. Charoen Pokphand Indonesia,
bahwa pompa yang akan di simulasi
adalah pompa yang bentuk rumahnya
berjenis rumah keong/siput (volute),
sehingga dapat menggunakan tipe
single volute. Hal ini dikarenakan
mengingat dari data dilapangan bahwa
pompa tersebut memiliki putaran
sebesar 1450 rpm dimana, rumah
pompa tipe single volute
dapat
digunakan untuk pompa besar atau
pompa kecil dengan putaran spesifik
tak terbatas.

Gambar 10. Simulasi perhitungan


Impeller
Setelah diketahui diameter
impeller dan menentukan jumlah sudu
maka
untuk
Selanjutnya
menggambarkan impeller, hal ini dapat
dilakukan di program Auto Cad.
Kemudian
gambarkan
diameter
impeller pada gambar
kerja
dan
selanjutnya memberikan garis dengan
sudut 25 sebanyak 8 garis. Hal
ini
dapat dilihat seperti berikut ;

Gambar 12. Simulasi perhitungan


Rumah pompa
Dari hasil simulasi diatas maka
nilai nilai yang diperoleh dapat di
gambarkan pada sebuah gambar kerja
dengan menggunakan Auto Cad.
Dimana untuk memulainya terlebih
dahulu mengetahui diameter impeller
pada pompa. Data yang diperoleh dari
lapangan dan data yang didapat
secara teoritis, maka dapat tentukan
diameter impeller sebesar 107mm.
Adapun
tahap
tahap
dalam
melakukan pembentukan volute pada
Auto Cad adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.

Gambar 11. Layout Impeller

Perencanaan Rumah pompa

konversikan diameter impeller


dari (mm) ke (in).
Gambarkan diameter impeller
yang telah dikonversi pada layout.
Buat garis dengan sudut 45
sebanyak 8 garis dengan titik
center pada diameter impeller
dengan tujuan agar mudah untuk

152

Jurnal

4.

e-Dinamis, Volume.10, No.2 September

mendapatkan titik disetiap sudut


pada impeller.
Bagilah hasil pada volute area
sebanyak 8 kali sesuai dengan
jumlah
garis
yang
telah
ditentukan, dan dapat dibuat
seperti
tabel
dibawah
ini.
Masukkan
nilai-nilai
tersebut
sesuai dengan section yang
telah ditentukan
Tabel 1.

Throat area

Gambar 13. Layout single volute

2014

ISSN

2338-1035

Nilai Head pompa (H) adalah


10 ft
Diameter poros adalah 47,5
mm
Daya pompa adalah 4,13
bhp
Lebar impeller adalah
8,6 mm
Lebar volute 15,1 mm







Dengan hasil yang didapat


dari hasil perancangan diatas, dapat
disimpulkan bahwa perbandingan
Section

Area (sq in)

0.97

0.84

0.72

0.6

0.48

0.36

0.24

0.12

antara karakteristik pompa dilapangan


dengan karakteristik pompa hasil
rancangan sangat berbeda.
Pada
perhitungan
teoritis
dengan
diameter impeller 108 mm diperoleh
Head sebesar 10 ft dan Q sebesar 30
gpm. Sedangkan dilapangan ternyata
pompa dapat melebihi dari hasil
perhitungan. Hal ini dapat dilihat pada
gambar berikut ;

Gambar 14. Grafik pengaruh kapasitas


terhadap head hasil rancangan
5.

Kesimpulan

Setelah dilakukan analisa


dengan
menggunakan
simulasi
hitungan teoritis dan didapat :
 Nilai kapasitas pompa (Q)
adalah 30 gpm

Daftar Pustaka
[1] Lobanoff, Val S., Centrifugal pumps:
design & application, 1910.
[2] Michael Volk, Volk and Associates,
Pump
Characteristic
and
Applications,Second Edition, Inc.
Oakland, California, U.S.A.
[3] Sri Utami Handayani, ST, MT,
Pompa dan Kompresor, 2012.

153