Anda di halaman 1dari 7

SOAL KASUS

Kasus 1 (NIM Ganjil)


Pada waktu ditugaskan melakukan audit reguler di
instansi Y di Kabupaten XYZ, anda yang ditugaskan
untuk audit bidang aparatur menjumpai suatu kondisi yang
menarik perhatian. Setelah anda mendapatkan berbagai
dokumen yang mmberikan gambaran mengenai pelaksanaan
pekerjaan di instansi tersebut, anda menemukan bahwah
hampir semua pekerjaan, terlebih bersifat penting dan
stratejik, dilakukan di bawah pimpinan satu orang pegawai
saja, bapak Yanto. Anda memutuskan untuk menelusurinya
lebih jauh. Dari daftar pegawai yang ada pada instansi
tersebut, anda menjumpai bahwa banyak pegawai yang
memiliki pendidikan yang setaraf dengan bapak Yanto,
bahkan beberapa di antaranya jauh lebih berpengalaman.
Setelah anda melakukan wawancara dengan beberapa
pegawai yang anda anggap representatif dan dapat
memberikan masukan, terunkap bahwa bapak Yanto adalah
pengawai yang dinamis, memiliki motivasi tinggi dan selalu
bertindak mengutamakan kepentingan instansi tersebut.
Anda dapatkan pula keluhan-keluhan mereka karena tidak
diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas
yang pentin dan menantanng. Dari pimpinan instansi anda
mendapatkan penjelasan alasan untuk hampir selalu menunjuk
bapak Yanto memimpin setiap kegiatan adalah karena ang
bersangkutan:
Dianggap mampu dan penuh inisiatif dalam menjalankan
tugas
Dapat bekerja sama dengan pimpinan secara baik
Tidak pernah mempertanyakan keputusan pimpinan
Mampu menjabarkan keiginan pimpinan
Mempermudah tugas-tugas pimpinan
Dianggap merupakan pengawai yang memiliki potensi
sebagai calon pimpinan dimasa yang akan datang

Singkat cerita , yang bapak Yanto dianggap sebagai pegawai


yang merupakan motor dari instansi tersebut, sedangkan
pegawai-pengawai yang lain dalam pekerjaan sehari-hari
sering mempertanyakan keputusan pimpinan dan
memberikan pendapat mereka yang di anggap tidak perlu
atau terkadang terlalu maju.
Anda diminta untuk:
1. Mengidentifikasi komponen pengendalian versi COSO
yang terkait dengan permasalahan tersebut.
2. Melakukan analisis terhadap kelemahan-kelemahan sistem
pengendalian interen yang terkait dengan permasalahan
tersebut.
3. Menentukan sasaran Audit Tetap (FAO) yang akan
dilakukan audit rinci.

JAWABAN KASUS !:
1. Mengidentifikasi komponen pengendalian versi COSO
yangg terkait dengan permasalahan tersebut yaitu:
Penilaian resiko, yaitu resiko yang munkin terjadi
di instansi tersebut dengan dilakukannya dibawah
pimpinan satu orang pengawai saja , instansi
tersebut tidak akan pernah maju seperti instansi
lain lainnya.
Imformasi dan komunikasi di instansi tersebut
tidak terjalin dengan baik karna hampir semua
pekerjaan dilakukan dibawah pimpinan satu orang
saja , sedangkan pegawai lainnya tidak diberikan
tanggun jawab untuk melaksanakan tugastugasnya serta pendapat mereka di anggap tidak
perlu atau terkadang terlalu maju.
Aktivitas pengendalian atau pemantauannya adalah
dilakukan dibawah pimpinan satu orang pegawai
saja , yaitu Bapak Yanto.
2. Analisis terhadap kelemahan-kelemahan sistem
pengendalian interen yang terkait dengan
permasalahan tersebut adalah pelaksanaan pekerjaan
di instansi tersebut dilakukan dibawah pimpinan satu
orang saja sehingga pegawai lain mengeluh karna
mereka tidak diberikan tanggung jawab untuk
melaksanakan tugas-tugasnya, selain itu juga instansi
tersebut tidak akan bisa maju seperti instansi yang
lain karna pelaksanaanya dibawah pimpinan satu orang
saja sehingga pegawai lain tidak pernah
mempertanyakan k eputusan pimpinanya juga tidak
pernah memberikan pendapat mereka.
3. Sasaran Audit Tetap (FAO) yang akan dilakukan audit
rinci adalah dari segi pengorganisasian, dalam instansi

tersebut segala sesuatunya tidak diorganisasikan karna


semua pekerjaan di instansi tersebut dilakukan
dibawah pimpinan satu orang pegawai saja, yaitu
bapak Yanto, sehingga tidak ada perencanaan atau
pelaporan bagi pegawai lain, ini menyangkut tidak
adanya kebijakan dari pimpinan instansi tersebut.

Kasus 3
Pada instansi B di propinsi Maju Bersama anda jumpai
kondisi bahwa dimilikinya .Daerah kami relatif masih baru
berkembang, sehingga sumber daya manusia yang ideal
masih sulit didapatkan. Dalam rangka mengejar kekurangan
pengetahuan dan kemanpuaan pengawai kami yang sedang
menjadi tren saat ini, beliau menjelaskan latar belakang
banyaknya pengawai instansi tersebut yang mengikuti
diklat . Dari pembicaraan selanjutnya , anda mendapatkan
keluhan darinya mengenai banyaknya pegawai yang
dipindahkan ke instansi lainnya sesudah mengikuti diklat.
Sering kami dapatkan pegawai yang ditunjuk ternyata tidak
disiplin dalam mengikuti diklat dari sisi lain , banyak
kemampuannya tidak sesuai dengan yang kmi harapkan,
tambahnya. Dari wawancara dengan beberapa pegawai
diketahui bahwa mereka tidak pernah mendapatkan
penjelasan dari rekan-rekan yang pernah ikut diklat, dan
menggu untuk mengikutinya pada kesempatan berikutnya.
Terungkap pula bahwa beberapa lembaga yang yang
memberikan diklat ternyata baru dibentuk secara
mendadak untuk mengantisipasi anggarang diklat yang
tersedia.
Anda diminta untuk:
1. Memberikan tanggapan terhadap sikap pimpinan
instansi B tersebut di atas dalam konteks sistem
pengendalian manejemen.

2. Mengekplorasi kemunkinan-kemunkinan kelemahan


yang terdapat dalam sistem pengendalian interen
kegiatan-kegiatan pelatihan pada instansi B tersebut
berdasarkan data-data yang tersedia. Anda boleh
mengugnakan asumsi anda sendiri jika tidak tersedia
data pada soal di atas!

JAWABAN KASUS 3:
1. Tanggapan saya terhadap sikap pimpinan instansi B
tersebut adalah kurang mengontrol atau
memperhatikan keadaan karyawanya , sehingga masih
ada karyawan yang tidak pernah mendapatkan
penjelasan dari teman-temannya yang pernah ikut
diklat . Juga sering didapati pegawai yang ditunjuk
ternyata tidak disiplin dalam mengikuti diklat, sehingga
banyak pegawai yang dipindahkan ke intansi lain
sesudah mengikuti diklat sebab kemampuanya tidak
sesuai dengan yang diharapkan.
2. Kelemahan yang terdapat dalam sistem pengendalian
interen adalah:
Masih sulit mendapatkan sumber daya manusia
yang ideal , sebab pegawai yang ditunjuk ternyata
tidak disiplin dalam mengikuti dklat.
Banyak pegawai yang kemampuanya tidak sesuai
dengan yang diharapkan, sehingga dipindahkan ke
instansi lain sesudah mengikuti diklat.
Lembaga yang memberikan diklat ternyata baru
dibentuk secara mendadak hanya untuk
mengantisipasi anggaran diklat yang tersedia

saja, bukan bertujuan untuk mendapatkan sumber


daya manusia yang ideal.

TUGAS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


TENTAN KASUS 1 DAN KASUS 3

O
L
E
H

NAMA:LISNAWATI
NIM:09711041
JURUSAN :AKUNTANSI

UNIVERSITAS SAINS DAN TEHNOLOGI


JAYAPURA
FAKULTAS EKONOMI SASTRA DAN SOSIAL POLITIK