Anda di halaman 1dari 3

JURNAL

Judul
Penulis
Tahun Terbit

: Pengaruh Terapi Diet Pisang Ambon (Musa Paradisiaca var. Sapientum Linn)
Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Di Kota Bitung
: Lizel Rachel Tangkilisan, Sonny Kalangi, dan Gresty Masi (Program Studi Ilmu
Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi )
: Agustus 2013

a. Latar Belakang Masalah


Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi
adalah suatu keadaan tekanan darah seseorang berada di atas batas normal atau
optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik (Agrina, et al.,
2011). Hipertensi merupakan penyebab utama stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal
(Corwin, 2001).
Kematian akibat penyakit kardiovaskular secara global adalah sekitar 17 juta
kematian per tahun, dan dari jumlah tersebut sekitar 9,4 juta kematian di seluruh dunia
per tahun disebabkan oleh komplikasi akibat hipertensi. Hipertensi bertanggungjawab
untuk setidaknya 45% kematian akibat penyakit jantung dan 51% akibat stroke.
Pada tahun 2008, di seluruh dunia sekitar 40% dari total orang dewasa berusia
25 tahun ke atas telah didiagnosis dengan hipertensi. Kondisi tersebut meningkat
dari 600 juta orang pada tahun 1980 menjadi satu miliar orang pada tahun 2008
(WHO, 2013).
Di Indonesia, hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah
stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua
umur. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2007
menunjukan prevalensi hipertensi secara nasional mencapai 31,7% dan sebagian
besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdeteksi.
b. Desain
Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan
menggunakan metode One Group Pre Test-Post Test.
c. Tujuan
Untuk menganalisa pengaruh terapi diet pisang ambon (Musa Paradisiaca var.
Sapientum Linn) dalam menurunkan tekanan darah karena hipertensi setelah 7 hari
intervensi.
d. Metode
Penelitian dilakukan pada juni 2013 di kelurahan Manembo-nembo Atas
Kecamatan Matuari Kota Bitung. Populasi yang digunakan adalah seluruh penderita
hipertensi yang ada di kelurahan Manembo-nembo Atas Kecamatan Matuari Kota
Bitung. Tehnik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Sample yang
memenuhi kriteria sebanyak 22 orang.
Sample dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut :
1. Penderita hipertensi primer,
2. Usia antara 25-55 tahun,
3. Tekanan darah sistolik 130-160 mmHg dan diastole 80-120 mmHg,
4. Tidak sedang menjalani pengobatan hipertensi
5. Kooperatif.
Prosedur penelitian yang dilakukan antara lain :
1. Identifikasi penderita hipertensi dengan dilakukan screening selama 2 hari.
2. Calon responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi.

3. Calon responden diberikan informasi mengenai hipertensi dan terapi non


farmakologis diet pisang ambon.
4. Calon responden diberikan informasi tentang tujuan, manfaat, keuntungan
dan procedure terapi farmakologis diet pisang ambon
5. Penandatanganan informed consent bagi responden yang bersedia
mengikuti peneitian
6. Responden diberikan buah pisang ambon sejumlah 1 sisir (12-16 buah) yang
dikonsumsi selama 3 hari.
7. Pada hari keempat, dilakukan follow up tekanan darah kembali. (TD diukur
dan ditanyakan mengenai waktu konsumsi dan jumlah pisang yang telah
dikonsumsi sambil check list responden diisi dan diperiksa)
8. Kemudian responden diberikan kembali buah pisang ambon (12-16 buah)
disertai penjelasan agar responden mengingat cara dan waktunya.
9. Dilakukan follow up kembali dihari ketujuh, periksa kembali tekanan darah
apakah ada penurunan atau tidak.
e. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian, dari 22 responden terdapat 1 orang responden
yang memiliki tekanan darah normal sebelum terapi, 7 orang responden pre hipertensi,
9 orang responden hipertensi I dan 5 orang responden hipertensi II, namun setelah
dilakukan intervensi tekanan darah sistolik responden normal menjadi 3 orang, pre
hipertensi 11 orang, hipertensi I 7 orang dan hipertensi II sebanyak 1 orang.
Sedangkan responden yang memiliki tekanan diastole normal tidak ada, pre
hipertensi 4 orang, hipertensi I 11 orang responden dan hipertensi II sebanyak 7 orang
responden, setalah dilakukan intervensi didapat 3 orang responden yang memiliki
tekanan diastole normal, 10 orang responden pre hipertensi, 5 orang responden
hipertensi I dan 4 orang responden hipertensi II.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan tekanan darah setelah
responden diberikan diet pisang ambon sebanyak 3 buah selama satu minggu. Masingmasing rerata tekanan darah sistolik dan diastolic sebesar 9,545 mmHg dan 9,091
mmHg.
f. Pembahasan
Hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang mengungkapkan bahwa terapi diet
diet pisang ambon secara bermakna menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic
pada klien hipertensi di kota Bitung. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian
sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa diet pisang ambon dapat menurunkan tekanan
darah pada klien hipertensi.
g. Aplikasi Jurnal
Jurnal ini dapat diaplikasikan di puskesmas bareng karena jenis diet yang
digunakan sangat mudah dan memiliki manfaat serta tidak perlu mengeluarkan banyak
biaya. Pada pelaksanaannya dapat dilakukan dirumah dengan mematuhi jadwal
mengkonsumsi pisang ambon sehingga keluarga dan responden dapat saling
mengingatkan untuk mematuhi jadwal konsumsi pisang ambon.

TELAAH JURNAL
Pengaruh Terapi Diet Pisang Ambon (Musa Paradisiaca var. Sapientum Linn) Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Di Kota Bitung

Departemen Gerontik
Puskesmas Bareng

Disusun Oleh :
EKA FITRI CAHYANI
115070201111001
KELOMPOK 1
REGULER

Program Studi Ilmu Keperawatan


Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya
Malang
2015