Anda di halaman 1dari 8

Mengapa Funraising?

Pertama; setiap komunitas membutuhkan dana untuk membiayai operasional


lembaganya agar dapat terus menerus hidup. Dana sangat penting bagi lembaga,
ibarat tanpa dana lembaga akan mati (tanpa aktifitas). Karena seluruh kegiatan
yang ada dalam sebuah lembaga tidak bisa dinamis kalau tidak ada dana.
Perawatan lembaga, gaji karyawan, pembelian peralatan kantor dan masih banyak
kebutuhan lain yang semuanya membutuhkan biaya yang disebut dana.
Kedua; lembaga pendamping UMKM membutuhkan dana untuk melakukan
pengembangan dan memperbesar skala organisasi dan programnya. Lembaga yang
bermutu adalah lembaga yang senantiasa ingin menangkap tantangan-tantangan
masa depan, sehingga perlu memperluas dan senantiasa mengembangkan
kegiatan, misalnya meningkatkan layanan-layanan yang bermutu, memperluas
aktifitas secara territorial ke daerah-daerah lain, melakukan riset-riset, kampanye,
mengadakan eksperimen dan mencari terobosan-terobosan, semua ini
membutuhkan suku cadang dana yang sangat besar.
Ketiga; membangun landasan pendukung dan mengurangi hidup tergantung.
Mengadakan program fundraising bukanlah semata-mata mencari dana (uang),
tetapi juga untuk mendapatkan sumber daya nondana, menggalang dukungan
publik, menciptakan image, dan mencari simpati dari masyarakat. Sehingga yang
kita dapatkan dari sumber donor tidak hanya uang, tetapi bisa jadi relawan,
mengajak seseorang untuk ikut mensuport kegiatan organisasi kita. Banyak juga
organisasi yang dibiayai oleh donor besar, tetapi ini menciptakan ketergantungan
kepada sumber donor tesebut. Apabila terjadi pemberhentian bantuan dari sumber
donor, maka hal ini akan menimbulkan krisis keuangan. Sehingga lembaga akan
kesulitan melakukan agenda kegiatannya. Oleh karena itu landasan untuk
menggalang dana (fundraising) dengan cara mencari donor-donor lain dan
menciptakan sumber penghasilan lain dapat mengurangi ketergantungan kepada
satu pihak.
Keempat; dana bagi lembaga pendamping UMKM sangat penting karena untuk
memperkuat posisi tawar, menciptakan organisasi / lembaga yang efektif dan kokoh
yang mampu hidup terus menerus dari tahun ke tahun di masa depan. Lembaga
pendamping UMKM akan berdiri kokoh apabila bisa membangun jaringan,
menciptakan kelompok donor yang besar dan aktif, mencari mitra kerjasama
sebanyak mungkin untuk bersedia memberi dukungan selama jangka waktu yang
panjang. Misalnya mengadakan malam dana, menghimpun modal organisasi,
menciptakan dana abadi (corpus fund), serta menyusun program-program kegiatan
dalam rangka penggalangan dana


Event/ Kegiatan. Event atau pelaksanaan kegiatan di masyarakat merupakan
ajang yang sering digunakan dermawan untuk bersosialisasi dan menyumbang.
Tidak mengherangkan bahwa di negara-negara yang penggalangan sumberdaya
mereka telah terorganisir dengan baik, secara rutin menggelar event, dalam
berbagai bentuknya untuk menggalang dana. Acara-acara tersebut bisa berupa
lelang, ramah tamah, lomba, konser musik dan sebagainya.
Dipotong langsung dari pembelian/pembayaran jasa. Metode memotong
langsung dari pembelian atau pembayaran jasa nampaknya salah satu metode
yang paling familiar bagi masyarakat Indonesia. Di mal-mal atau restaurant, oleh
produsen, para pelanggan selalu diberi informasi sekaligus ditawari tentang uang
kembalian mereka. Kembalian tersebut untuk Pada masa lalu, sering ditemui mall,
pusat perbelanjaan, retailer atau jasa lain memberian uang kembalian atas
pembayaran barang atau jasa dalam bentuk permen atau barang lain. Konsep ini
kemudian banyak menuai protes pelanggan. Hak-hak konsumen secara sepihak
dilanggar oleh produsen/penyedia jasa. Sebaliknya, apa kita juga membeli
barang/jasa dengan permen ditempat Anda? begitu protes konsumen sering
terdengar.
Kotak amal atau charity box merupakan salah satu cara orang menyalurkan
sumbangan mereka untuk program keagamaan, sosial dan kemasyarakatan
umumnya. Pada masa kini, kotak amal tidak hanya dikemas semenarik mungkin,
namun juga diberi julukan yang unik, dengan bahasa asing atau istilah khusus,
namun sebetulnya fungsinya sama. Secara dampak, pengemasan dan pemberian
nama yang unik menjadikan kotak amal naik kelas dan diterima untuk dipajang
atau digunakan dibanyak tempat dan kegiatan. Orang pun tidak segan dan merasa
rendah ketika menyumbang dalam kotak amal yang telah dikemas dan direbranding
tersebut. Alhasil berpikir diluar kebiasaan adalah penting dalam menemukan dan
menggalang sumber daya dan dana di masyarakat.
Teman, kerabat atau sosok yang dikenal biasanya menjadi metode
penyaluran sumbangan individu atau masyarakat terhadap progam atau kegiatan
kemanusiaan. Melalui sosok-sosok ini, biasanya masyarakat merasa nyaman dan
dapat mempercayai bahwa sumbangan yang mereka salurkan akan dimanfaatkan
dan digunakan dengan baik dan tepat.
Direct debit atau pemotongan langsung. Dengan menggunakan metode ini,
penyumbang atau donatur memberikan otorisasi kepada pihak bank atau
penyelenggara lain untuk secara langsung memotong sejumlah uang dengan tujuan
sosial secara regular dan terencana

6. SMS. SMS merupakan salah satu metode baru yang berkembang pesat sejak
jaman ledakan informasi mendunia. Dalam model SMS ini ada beberapa metode
yang biasa digunakan orang menyumbang atau menggalang dana. Para
penyumbang biasanya menggunakan SMS Donation, Ring Back Tone, SMS Vote dan
sebagainya untuk memberikan sumbangan dalam bentuk uang, cause related

marketing atau sumbangan berupa dukungan. Sedanng dari sisi penggalang, SMS
center merupakan cara yang efekif untuk memberikan informasi mengenai program
kemaanusiaan yang dijalankan oleh lembaga dan bisa digunakan secara langsung
untuk sumbangan sumberdaya dan dana.

7. Kegiatan agama / tempat ibadah.


Bangsa Indonesia bisa dikatakan sebagai bangsa pemurah dan juga saleh. Hal
tersebut tercermin dari berbagai survei (2000, 2004, dan 2007) yang dilakukan
PIRAC. Sebagian besar para penyumbang termotivasi untuk memberikan
sumbangannya untuk alasan agama atau kegiatan yang terkait dengan keagamaan.
Mereka menyumbang tidak hanya dihari-hari khusus ibadah tetapi juga diberbagai
tempat yang menggalang sumbedaya dan dana untuk keperluan agama. Namun
tempat ibadah dan dalam kegiatan ibadah lah kebanyakan, para dermawan
Indonesia tersebut memberikan sumbangannya. Maka tidaklah mengherankan jika
sumbangan kedermawanan terbesar yang bisa digalang di Indonesia bersumber
dari agama. Sebut saja misalnya dari Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) dan Wakaf. Untuk
potensi ZIS saja setidaknya telah mencapai 7,5 Trilyun, namun hanya 1-3.6 Trilyun
yang telah digalang oleh lembaga kemanusian di Indonesia. Artinya pasar untuk
kedermawanan bidang ini masih luas untuk digalang.
8. Kanvasing oor-to-door. Para donatur memiliki kecenderungan untuk
memberikan sumbangannya melalui metode ini, mereka didatangi secara langsung
secara langsung, terjadwal atau melalui perjanjian pertemuan tertentu. Selain
dimotivasi karena permintaan, orang menyumbang melalui metode ini juga
dimotivasi karena merasa dibutuhkan dukungannya.
9. Permintaan via surat / e-mail/ sms broadcasting. Permintaan langsung
melalui surat cetak atau surat elektronik merupakan salah satu metode
menggalang sumber daya dan dana tertua. Permintaan melalui surat ini selain
untuk melanggengkan hubungan dengan donatur yang telah menyumbang,
menjaga jaringan tetapi juga bisa menggalang donor baru. Seperti metode-metode
menggalang dana yang lain, harus dipikirkan pengemasa dan kapan surat ini
sebaiknya disampaikan pada donor atau calon donor yang ada. Ada pepatah,
sentuhlah hatinya, maka pikiran dan dukungannya menjadi milik anda.
10. Kanvasing publik. Metode ini oleh penyumbang sering dijadikan sebagai
penyaluran kedermawanan mereka. Biasanya dalam acara-acara penggalangan
sumber daya dan dana yang dilakukan di tempat umum dengan sasaran
masyarakat, para donatur bisa mengerti dan mengenal berbagai kegiatan yang bisa
mereka dukung atau bantu intervensinya. Bentuknya dukungan sumber daya dan
dana bisa berupa uang, pembelian barang atau kerelawanan.
11. Kegiatan amal. Kegiatan amal yang dilakukan oleh individu, lembaga sosial
dan lembaga agama merupakan salah satu metode masayrakat memberikan
sumbangannya. Selain bentuk sosialita, mereka juga terketuk untuk memberi

komitmen kehidupan yang lebih baik untuk semua orang. Kegiatan amal yang biasa
diadakan misalnya adalah bazaar, bhakti sosial dan sebagainya.

12. Tempat kerja. Tempat kerja merupakan salah satu tempat favorit para
penyumbang untuk menyalurkan sumber daya dan dana mereka. Maka tidak
mengherankan bila beberapa lembaga sosial dan kemanusian seperti YDSF
merekrut para karyawan atau orang tertentu untuk menggalang sumbangan daya
dan dana dari para pekerja kantoran. Hasilnya ternyata tidak mengecewakan,
bahkan secara rutin tiap bulan atau tiap kegiatan sejumlah dukungan mengalir rutin
dengan jumlah yang cenderung meningkat.
13. Payroll Giving. Metode menyumbang dengan memberikan otorisasi kepada
perusahaan untuk memberikan sekian sekian ratus, sekian ribu rupiah atau jumlah
tertentu per bulan atau jangka waktu tertentu. Di banyak perusahaan dan
organisasi, skema ini berhasil menjadi alat penggalangan sumberdana.
14. Telepon. Banyak donatur potensial kemudian memutuskan menyumbang
setelah mendapatkan kontak telepon dari lembaga sosial atau penyelenggara
penggalangan dana kemanusiaan. Penggunaan telepon dalam fundraising
merupakan cara tua namun efektif dalam menggalang sumber daya dan dana.
Metode telepon ini meminta dukungan kepada para pendukung atau donor lama,
mencari donatur baru. Biasa via telephone, berbagai dukungan dalam bentuk dana,
kerelawanan atau penjual barang untuk sosial tersebut digalang. Rata-rata anak
muda, lebih senang dikontak via telepon untuk memberikan sumber daya dan
dananya ketimbang via surat.
15. Jejaring Sosial/ situs internet. Pertumbuhan teknologi informasi dan
komunikasi sumber daya dan dana merubah secar drastis metode menyumbang
masyarakat. Seluas mungkin, kapanpun, dimanapun semua orang bisa memberikan
sumbangan dan dukungannya, meski dalam bentuk klik, donasi uang, kerelawanan
dan sebagainya. Bahkan pada masa kini, menggalang sumberdaya di internet
merupakan tambang emas baru yang luarbiasa.
16. Media /TV/Radio. Media seperti televisi, radio, koran merupakan saluran
penyaluran sumber daya dan dana yang luar biasa di Indonesia. Bahkan data
menunjukan, mobilisasi sumber daya dan dana melalui media mencapai jumlah
tertinggi di Indonesia. Dukungan tidak hanya berupa uang, natura tetapi juga
kerelawanan. Dukungan besar masyarakat via media, begitu tercermin dalam aksiaksi kemanusian untuk bencana, dukungan Bilqis, Darsem dan sebagainya.
17. Datang langsung. Jemput bola langsung memang salah satu metode
penggalangan sumber daya dan dana dari masyarakat yang luar biasa. Namun
jangan lupa, bangsa Indonesia adalah bangsa pemurah, dengan melihat,
mendengar, diajak via media, teman atau kabar tersiar, banyak sekali donor yang
datang langsung memberikan dukungan sumber dana dan daya terhadap berbagai
kasus kemanusian atau bencana. Contoh kasus paling tampak mata adalah dalam
bencana Tsunami Aceh, Gempa Jogja atau Koin Prita.

"Menggalang dana adalah sebuah ilmu, tetapi aturanya lebih seperti pelangi dari
pada sebuah rumus. Anda harus melukis dengan paduan warna dan perasaan yang
halus. Dan anda pasti sukses bila melukis dengan rasa kasih sayang dan
persahabatan". (Ekaterine Kim, Contacts-I, Moskow)

Dengan bermunculannya investor-investor yang siap menanamkan saham di startup


Indonesia, para startup-pun mulai bersiap untuk bekerjasama dengan para investor
ini dan mau tidak mau harus mengerti mengenai proses fundraising ini. Dulu ketika
saya mulai menerima tawaran-tawaran dari investor untuk fundraising DailySocial,
saya pun bingung cara memilih investor yang baik, bagaimana termsheet yang
menguntungkan, bagaimana tips dan trik dalam fundraising yang saya pelajari baik
secara otodidak maupun hasil berdiskusi dengan rekan.
Berdasarkan pengalaman tersebut, saya-pun ingin berbagi sedikit pelajaran yang
saya dapatkan dalam proses fundraising, dan juga pengalaman teman-teman
entrepreneur lain mengenai kesulitan dan kegagalan dalam fundraising. Semoga
mencerahkan bagi teman-teman startup sekalian.
Memilih investor yang tepat
Banyak investor yang tersedia saat ini tentu sangat memudahkan bagi para startup
yang dulu seringkali mengeluhkan kurangnya minat investor terhadap perusahaan
teknologi di Indonesia. Saat ini sudah terdapat paling tidak 10 investor yang telah
siap mengucurkan dana, dan sampai akhir tahun ini bisa berlipat ganda bersamaan
dengan besarnya minat investor asing untuk masuk ke Indonesia.
Namun hati-hati, jangan sampai teman-teman memilih investor yang salah. Gali
informasi sebanyak-banyaknya mengenai investor yang sedang bernegosiasi
dengan teman-teman mulai dari legalisasi perusahaan, keuangan, karyawan.
Carilah di Google mengenai sang Managing Partner yang bersangkutan, asal uang
investasi, tipe-tipe perusahaan portfolio dan lain-lain.
Hal ini akan berguna supaya anda bisa mengenal lebih jauh mengenai investor
anda, hal apa yang mereka suka atau tidak suka, ukuran investasi mereka, berapa
persen yang biasa mereka ambil dan kebiasaan investasi lainnya. Namun dari sisi
lain, saya pernah menemukan sebuah perusahaan investasi yang ternyata pernah
terkait dengan kasus money laundry. Not good.
Elevator pitch dan demo
Ini mungkin tahap yang tidak terlalu untuk dijalankan dalam proses fundraising,
namun ini merupakan tahap yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Ini adalah
proses dimana anda memperkenalkan produk anda kepada investor dalam waktu

yang singkat, karena kebanyakan investor adalah orang yang sibuk dan tidak
memiliki banyak waktu untuk anda.
Dinamakan Elevator Pitch karena anda harus membayangkan anda berada dalam
satu elevator dengan seorang investor dan sebelum dia turun dari elevator anda
harus bisa memulai perbincangan dan memperkenalkan produk anda hingga sang
investor tertarik untuk menjadwalkan pertemuan dengan anda.
Dari sini tentu pembicaraan bisa berlanjut dengan lebih mudah, dan saatnya untuk
anda menunjukkan demo dari startup anda kepada investor. Kalau anda belum
memiliki prototype, lebih baik anda tidak membuang waktu sang investor dan
selesaikan produk anda kecuali anda memang berhadapan dengan investor yang
bersedia mengucurkan dana hanya untuk ide anda.
Business model & business plan
Banyak perdebatan yang terjadi karena masalah business model ini, apakah harus
ada atau nanti saja? Tentunya tidak ada jawaban yang mutlak benar karena kedua
pilihan sudah terbukti berhasil. Twitter, Google dan Facebook adalah salah satu
contoh startup yang business modelnya muncul belakangan, sedangkan startup
seperti Groupon justru telah memiliki business model dari awal.
Investor-pun terpecah, ada tipe investor yang tidak bermasalah dengan businessplan namun ada juga yang hanya ingin investasi di startup yang sudah memiliki
business plan. Tinggal tergantung mana investor yang anda kenal dan tingkat
ketertarikannya, karena pada akhirnya semuanya tetap kembali ke bisnis.
Revenue & valuasi perusahaan
Point ini memang tergantung pada point sebelumnya mengenai business model dan
business plan. Jika startup anda sudah memiliki business model, ada baiknya anda
mencoba menghasilkan revenue (walaupun sedikit) sebelum anda mencari investor
karena jika business model anda sudah terbukti menghasilkan maka valuasi
perusahaan-pun menjadi lebih tinggi dan lebih menarik di mata investor.
Valuasi, faktor paling kritis dalam menghadapi investor. Faktor yang menentukan
apakah investasi akan terjadi atau tidak, apakah terlalu mahal atau terlalu murah,
keduanya bisa membuat investor menarik diri dari negosiasi. Valuasi ini tentunya
bukan sekedar hitungan angan-angan, atau berapa jumlah uang yang anda cari,
melainkan plafon untuk menghargai aset dan perencanaan bisnis anda. Valuasi
kasar adalah aset yang perusahaan anda miliki ditambah dengan estimasi revenue
selama 3 tahun, namun ingat ini hanyalah perhitungan valuasi kasar, tidak bisa
dijadikan acuan untuk investasi.
Term-sheet
Setelah anda dan investor sudah setuju di angka valuasi tertentu, sesuai dengan
aset, revenue dan lain-lain, saatnya anda dan investor membicarakan mengenai
proses-proses dalam investasi ini. Berapa persen yang diberikan oleh startup
kepada investor, berapa uang yang diberikan oleh investor sebagai bagian dari
investasi, bagaimana perjanjian pembayarannya, lalu syarat-syarat lain seperti

perwakilan investor yang menjadi board member / komisaris perusahaan startup


anda, apa saja hak-haknya, susunan organisasi yang sudah disepakati, termasuk
syarat-syarat untuk proses fundraising tahap selanjutnya dan banyak hal lainnya.
Term-sheet ini sifatnya sangatlah customized, tidak ada template yang tepat
melainkan disesuaikan untuk setiap kesepakatan yang terjadi antara investorentrepreneur. Jadi semua perjanjian yang menyangkut strategis, teknis dan
operasional perusahaan selama dan setelah berlangsungnya investasi bisa
dituangkan dalam term sheet.
Due diligence
Ini adalah proses verifikasi dimana investor akan mengevaluasi perusahaan anda,
apakah benar sudah dilegalisasi, apakah benar jumlah karyawan beserta gajinya,
kantor, revenue, klien dan semua hal yang telah diperbincangkan di awal dan
dituangkan di term sheet.
Proses ini tidak hanya berlaku ketika fundraising, tetapi juga ketika dalam proses
akuisisi karena proses ini sebagai justifikasi dari valuasi yang anda kemukakan
kepada investor atau calon pembeli. Kalau ternyata yang diverifikasi ini tidak sesuai
dengan penyataan awal, maka tentu term-sheet harus di negosiasikan ulang.
Payments
Hal yang paling menarik dari investasi, payments. Namun jangan pikir bahwa anda
akan langsung ditransfer uang milyaran, tentu ada syarat-syarat yang biasanya
diajukan oleh investors. Ada beberapa kasus dimana investor akan membayarkan
uang investasi secara bertahap selama beberapa tahun, ada juga term-sheet yang
menyatakan bahwa pembayaran akan dibayarkan jika perusahaan mencapai target
tertentu di bulan tertentu.
Hal ini juga nantinya harus dibicarakan antar kedua belah pihak dan dituangkan ke
dalam term sheet. Itu kenapa term-sheet sifatnya custom dan sangat tergantung
pada pembicaraan kedua belah pihak.
tiga hal yang perlu diperhatikan oleh startup dalam membangun hubungan publik:
1. Brand Story
Dalam pengembangan produk, ketika membuat strategi pemasaran, jangan lupa
untuk memasukkan target pasar dan juga bagaimana konsumen
memandang brand atau produk Anda. Pertanyaan seperti Apa yang
membedakan brand atau produk ini di antara kompetitor atau startup lainnya?
menjadi pertanyaaan yang wajib dijawab. Inilah yang akan menjadi brand storyAnda
dan dasar dari segala komunikasi yang dilakukan.
Dengan banyaknya media yang ada, mungkin memang mudah bagi startup dalam
mendapatkan perhatian atau bahkan publikasi. Namun untuk jangka panjang, yang
terpenting adalah kemampuan storytelling yang tidak hanya mengenai produk.
Startup juga harus mengetahui bagaimana cara menyampaikan key message atau
pesan-pesan yang relevan dengan situasi konsumen.

2. Purpose
Purpose di sini adalah tujuan komunikasi dan pemasaran. Setelah Anda
memiliki brand story sebagai dasar, sangat penting bagi Anda untuk memilih tujuan
yang tepat bagi komunikasi atau pemasaran. Apakah untuk lebih menarik banyak
investor atau lebih ingin mendapatkan dukungan dari para influencer?
Pertimbangan tersebut akan menjadi dasar Anda dalam memilih strategi dan taktik
dalam pemasaran atau komunikasi nantinya.
3. Platform
Dengan brand story dan tujuan yang jelas, hal berikutnya yang harus dilakukan
adalah pemilihantool atau platform dalam strategi komunikasi Anda. Untuk
meningkatkan awareness terhadap produk Anda, media massa dan media sosial
dapat menjadi pilihan. Untuk mendapatkan buy-indari pemangku kepentingan, Anda
dapat melakukan pertemuan secara empat mata atau round table dengan mereka
sebagai pilihan. Yang terpenting dalam komunikasi dan pemasaran adalah
konsistensi dalam penyampaian brand story dan overall message dalam jangka
panjang.