Anda di halaman 1dari 8

Laporan Walkthrough Survey

Keselamatan Kerja pada


Pembuatan Kosmetik di PT.
Martina Berto
(Jakarta, 15 Januari 2015)

Daftar Isi

Pendahuluan
Latar Belakang
Profil Perusahaan
Alur Produksi
Landasan Teori
Penerapan SMK3/ISO 18001/OSHAS pada perusahaan kosmetik secara
umum
Jenis Kecelakaan Kerja yang sering ditemukan pada perusahaan
kosmetik

Hasil Survey
Deskripsi Fasilitas
PT. Martina Berto berlokasi di Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Jakarta.
Fasilitas utama terdiri dari satu gedung dengan 4 lantai. Lantai pertama
dipergunakan untuk perkantoran, administrasi dan ruang pertemuan. Lantai ke-2,
-3, dan -4 dipergunakan untuk produksi dan penyimpanan bahan serta material,
dimana produksi terfokus di lantai 2. Di lantai ini terdapat ruang development,
ruang produksi dan ruang pengepakan. Seluruh produksi kosmetik padat dan cair
dilakukan di lantai ini. Informasi lengkap mengenai kelayakan gedung, instalasi
listrik, serta pemeliharaan tidak didapatkan.

Profil Keselamatan Kerja di Perusahaan


Organisasi Keselamatan Kerja
Adapun struktur P2K3 di PT. Martina Berto adalah sebagai berikut :
Ketua
:
Wakil Ketua
: Heri Januari
Sekretaris
: Sutiyoso
Struktur P2K3 tersebut terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
- Pembinaan dan Pelatihan
- P3K dan Tanggap Darurat
- K3

Adapun jumlah anggota dari SP2K3 tersebut berjumlah 56 orang.


Profil Kecelakaan Kerja
1. KEJADIAN KECELAKAAN KERJA
Berdasarkan sumber yang diperoleh dari Bapak Heri Januari, sebagai wakil
ketua SP2K3 di PT. Martina Berto, angka kejadian kecelakaan kerja sebanyak
0,3 % yang didominasi oleh kecelakaan kerja yang disebabkan perjalanan
pekerja dari tempat tinggalnya ke perusahaan.
Sementara itu, kecelakaan kerja yang disebabkan oleh pekerjaan tidak terjadi.

2. Personil Keselamatan Kerja

Keselamatan Kerja dalam Proses Produksi


Keselamatan Kerja dalam Penggunaan Mesin dan Alat Kerja lainnya
Keselamatan Kerja dalam Penanganan Bahan dan Material
Penggunaan APD dalam Lingkungan Kerja

Pengelolaan Kedaruratan dalam Lingkungan Kerja


Pembentukan Tim Tanggap Darurat
Menurut keterangan dari pengurus P2K3, PT. Martina Berto telah membentuk tim
tanggap darurat yang beranggotakan karyawan internal affair, HRD dan karyawan
keamanan (Satpam). Karyawan keamanan telah dilatih sebagai pemandu dalam
kondisi kedaruratan.

Pelaksanaan Induksi Keselamatan Kerja


Induksi keselamatan kerja dilakukan kepada karyawan yang sedang mengikuti
Training. Induksi ini pun dilakukan pada pengunjung atau tamu perusahaan.

Penyediaan APAR
Tim P2K3 menyediakan berbagai jenis APAR di setiap lantai, disertai Hydrant. APAR
yang digunakan adalah jenis CO2, Halotron dan BCF. Setiap APAR dan Hydrant dapat
diakses dengan mudah, namun tidak diberikan petunjuk pemakaian.

Penyediaan Jalur Evakuasi


Pada setiap lantai, dipasang sebuah peta jalur evakuasi menuju titik bertemu dan
pintu keluar. Peta tidak diberikan penjelasan, dan membingungkan pembaca. Pada
dinding gedung tidak ditemukan panah arah evakuasi. Selain itu, pada titik temu
yang ditetapkan, tidak ada penanda titik temu.

Penyediaan AED
Tidak ditemukan AED pada fasilitas pabrik ini.

Diskusi
Masalah yang ditemukan dalam pengamatan
Upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengatasi masalah
Saran pemecahan masalah

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
Saran

Referensi

Anda mungkin juga menyukai