Anda di halaman 1dari 44

ACNE VULGARIS

ANATOMI KELENJAR SEBASEA


Terdapat pd seluruh tubuh, kec. telapak tangan & kaki
ukuran terbesar : di muka, punggung atas
Kepadatan di muka 400-900/cm2 ,bag lain <100/cm2

Kelenjar Sebacea

TIGA MACAM FOLIKEL PILO-SEBASEA

FISIOLOGI KELENJAR SEBASEA


Sekresi kelenjar sebasea: sebum diekskresikan
melalui duktus pilo-sebasea ke permukaan kulit

HISTOLOGI KELENJAR SEBASEA

Sel yang belum


berdiferensiasi

EPITEL INFUNDIBULUM

Melanosit

Inklusi Lipid

Penumpukan lipid pd epitel infrainfundibulum ok permukaan > kasar

PERBEDAAN KOMPOSISI SEBUM


(Leyden, 1995)
KOMPOSISI

DALAM
KELENJAR (%)

PERMUKAAN
KULIT
(%)

Trigliserida

57

42

Asam lemak
bebas

15

Ester wax

25

25

Skualen

15

15

Ester kholesterol

Kholesterol

FUNGSI SEBUM
Sebagai sawar kulit, yaitu
* mempertahankan pH (keasaman) permukaan kulit
* mengatur hidrasi sel stratum korneum
* mempertahankan lapisan lemak kulit
FAKTOR PENGARUH
* Hormon
* Keringat

* Obat obatan
* Suhu

TIPE KULIT

Kulit normal
Kulit berminyak - Simple greasy skin
- Clinically greasy skin
Kulit kering

- didapat
- konstitusional

~ non patologis
~ patologis

AKNE VULGARIS
DEFINISI
Radang kronik folikel
pilosebasea akibat
sumbatan keratin
Predileksi : di daerah
seboroik yi. muka, leher,
punggung, dada, bahu,
lengan atas

INSIDENS
* Usia pubertas 11-20 th
* Jumlah Pria > wanita
* Ras oriental < ras kaukasia

ETIOLOGI
* Pubertas
* Genetik : kulit berminyak
* Hormonal : 7 hr pra haid, kehamilan
* Kosmetik : bahan berminyak
* Trauma mekanik
* Iklim : panas, lembab
* Diet : coklat, kacang, gorengan
* Stres

HASIL PENELITIAN
Cunliffe (1975): penyakit genetik
Kurniadjaya (1989): 81% familial
Hoehn (1996) makanan lemak jenuh sebum > padat
Peneliti lain: gangguan pola tidur dan stres
gangguan hormonal as lemak bebas >
Diana (1995): kebersihan tidak menjamin tdk akne

PATOGENESIS

1. Meningkatnya produksi sebum


(ok faktor herediter & androgen)

2. Penyumbatan saluran pilosebaseous


(ok hiperkeratinisasi infundibulum)

3. Kolonisasi mikroorganisme P. acnes

4. Reaksi inflamasi
(ok as lemak > )

PATOGENESIS
Androgen
Keratinosit

Sebosit
Seborrhea

Keratinasi
folikuler
Penyumbatan di
infrainfundibulum
Kolonisasi P.
acnes
Peradangan

PEMBENTUKAN KOMEDO

PEMBENTUKAN KOMEDO

KLASIFIKASI
1. Akne vulgaris
a. Akne tropikalis

b. Akne fulminan

c. Pioderma fasialis

d. Akne mekanika

2. Akne venenata akibat kontaktan eksternal


a. Akne kosmetika

d. Akne akibat kerja

b. Pomade acne

e. Akne deterjen

c. Akne Klor/tar
3. Akne fisik akibat bahan fisik
a. Solar comedones akibat sinar matahari
b. Akne radiasi akibat sinar x, kobalt

KLASIFIKASI BERAT RINGAN AKNE


(Pediatric Dermatology vol 25 June 2008)
RINGAN
Komedo <20

/papulopustul<15

/lesi total <30

SEDANG
Komedo 20-100/papulopustul 15-50/lesi total 30-125
BERAT
Nodul >5

/papulopustul >50 /lesi total >125

GEJALA KLINIS
Subyektif : berminyak, gatal,nyeri
Obyektif : Polimorfi ( komedo, papul, pustul,
nodul, kista, skar )
Empat Bentuk Klinis
* Akne komedonal
* Akne papulopustular
* Akne nodulokistik
* Akne konglobata

GEJALA KLINIS

PEMERIKSAAN PEMBANTU
- Kulit berminyak
- Ekskohleasi : sebum (+)

MIKROBIOLOGI
- Propionibacterium acnes

PATOLOGI ANATOMI
tidak khas
- Masa sebukan di dalam folikel
- Sebukan sel radang kronis di sekitar folikel
pilosebasea

HISTOPATOLOGIS

DIAGNOSIS BANDING
a. Erupsi akneiformis
b. Rosasea
c. Perioral dermatitis
d. Adenoma sebaseum
e. Folikulitis

KOMPLIKASI
1. Hiperpigmentasi post inflamasi
2. Parut atrofik atau hipertrofik
3. Gangguan psikologis

PRINSIP PENGOBATAN

Perbaiki keratinisasi folikular


Kurangi populasi P.acnes
Kurangi reaksi inflamasi
Kurangi aktivitas kelenjar sebacea

SEJARAH TERAPI AKNE


Jaman Romawi: mandi sulfur
Th. 1800: topikal sulfur mengeringkan akne
Th. 1920: topikal Benzoil Peroksida
Th. 1930: oral laksative
Th. 1950: Oral & topikal Tetrasiklin
Th. 1960: Topikal Tretinoin
Th. 1980: Oral Isotretinoin
Th. 1990: Terapi laser
Th. 2000: Terapi sinar biru 405-420 nm

PENATALAKSANAAN
1. Pengobatan Topikal
a. Bahan pengelupas :
- Sulfur 4-8%
- As. Retinoat 0,05-0,1%
- As. salisilat 2-5 %
- Benzoilperoksida 2,5-10%
- Resorsinol 1-5%
- As.Azeleat 15-20 %
b. Anti bakteri :
- Oksitetrasiklin 1%
- Eritromisin 1%,
- Clindamisin fosfat 1% - Benzoilperoksid 2,5-10%
c. Anti inflamasi :
- Hidrokortison 1-2,5 %,

2. Pengobatan Sistemik
Anti keratinisasi
- Vitamin A 50.000 ui 150.000 UI/ hr
- Isotretinoin 0,5 1 mg/ kg BB/hr
b. Anti bakteri
- Tetrasiklin 250 mg- 1,0 g/hr
- Eritromisin 4x250 mg/hr - Doksisiklin 50 mg/ hr
c. Anti inflamasi
- ibuprofen 600 mg/hr
- Dapson 2x100 mg/hr
- Seng sulfat 2x200 mg/hr - Prednison 7,5 mg/hr
- Deksametason 0,25-0,5 mg/hr
d. Hormonal :
- Estrogen 50 mg/hr
- Siproteron asetat 2 mg/hr
a.

3. Tindakan
1) Ekstraksi komedo
2) Inj. Intralesi
3) Bedah listrik
4) Bedah kimia
5) Bedah Beku

6) Bedah skalpel
7) Punch graft
8) Subsisi
9) Dermal fillers
10) Dermabrasi

PENCEGAHAN
Hindari etiologi dan faktor pencetus

PROGNOSIS
Baik
Umumnya sembuh sebelum usia 30 40 an

TERIMA KASIH

TAHAP AWAL
BENZOIL PEROKSIDA

ASAM RETINOAT

TAHAP AWAL
BENZOIL PEROKSIDA

ASAM RETINOAT

TAHAP M2
BENZOIL PEROKSIDA

ASAM RETINOAT

TAHAP M2
BENZOIL PEROKSIDA

ASAM RETINOAT

TAHAP M4
BENZOIL
PEROKSIDA

ASAM RETINOAT

TAHAP M4
BENZOIL PEROKSIDA

ASAM RETINOAT

KESIMPULAN
- peradangan kronik folikel pilo
sebacea

- pe produksi
sebum

AKNE
VULGARIS

- Hiperkeratinisasi

pengobata
n

- P.acnes
- asam lemak
bebas topika

sistemik

l
Akne komedonal

top + sis

tindakan khusus

S/d berat

-Komedolitik

Asam
Retinoat
-0,025%;0,05%;0,1%

asam retinoat 0,025% salah satu terapi standar RSHS

-1x/hari malam hari

Benzoil
peroksida

- insidensi tinggi

Peradangan
ringan

-Hambat keratinasi

-siang hari (-)

- komedo, papula, pustula, nodul

Uji banding efektivitas


dan efek samping

fotosensitivitas

-2,5%; 5%; 10%


-komedolitik, keratolitik, bakterisid
-siang/malam; harga lebih murah

BP 2,5% sbg, terapi alternatif ??