Anda di halaman 1dari 45

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Profil Kabupaten Pangkep


Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (dahulu bernama Pangkajene

Kepulauan,

biasa

disingkat

satu kabupaten di Provinsi Sulawesi

Pangkep)

adalah

Selatan, Indonesia.

salah
Ibukotanya

adalah Pangkajene. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.112,29 km, tetapi
setelah

diadakan

analisa

bersama

Bakosurtanal,

luas

wilayah

tersebut

direvisimenjadi 12.362,73 km2dengan luas wilayah daratan 898,29 km2 dan


wilayah laut 11.464,44 km2. Kabupaten Pangkep berpenduduk sebanyak
250.000 jiwa.
Asal kata Pangkajene dipercaya berasal dari sungai besar yang membelah
kota Pangkep. Pangka berarti cabang dan Je'neberarti air. Ini mengacu pada
sungai yang membelah kota Pangkep yang membentuk cabang.

Gambar 1.1 Lambang Kabupaten Pangkep


VISI
" Pangkep Sebagai Penghasil Produk Pertanian
Produk Pertanian,Perkebunan,Perikanan dan Kelautan Terbesar di Indonesia
tahun 2015 "

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

MISI
Misi yang diemban untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten
Pangkep,ditetapkan 5(lima) pilar pembangunan sebagai berikut :
1. Penguatan

kelembagaan

dan

peningkatan

mutu

Sumber

Daya

Manusia(SDM)
2. Peningkatan produktifitas dan daya saing produk dan pengembangan
kawasan strategis cepat tumbuh
3. Membangun infrastruktur pendukung sektor ekonomi dan sosial
4. Memperluas akses pasar domestik, internasional dan jaringan sosial
5. Peningkatan pelayanan dan percepat terciptanya pemerintahan yang
baik,bersih dan berwibawa.

PRINSIP
Prinsip yang dianut dalam pengelolaan pembangunan Kabupaten
Pangkajene

dan

Kepulauan

meliputi

Getteng, Lempu,

dan Ada

Tongeng merupakan perwujudan dari nilai-nilai budaya untuk memberi motivasi


dalam mendukung program pembangunan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
ke depan
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan terletak di bagian barat dari
Provinsi Sulawesi Selatan, dengan Ibukota Pangkajene dan sebagai pusat
pelayanan wilayah bagi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, selain itu karena
letaknya yang sangat strategis dekat dengan Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan letak astronomi, Kabupaten pangkajene dan kepulauan berada pada
1100 Bujur Timur dan 040 40 - 080. 00 Lintang Selatan.

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Secara Administratif Luas wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan


untuk wilayah laut seluas 11.564,44 Km2, dengan daratan seluas 898,29 Km2, dan
panjang garis pantai di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yaitu 250 Km, yang
membentang dari barat ke timur. Dimana Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
terdiri dari 13 (Tiga Belas) kecamatan, dimana 9 kecamatan terletak pada wilayah
daratan dan 4 (empat) kecamatan terletak di wilayah kepulauan.
Batas administrasi dan batas fisik Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Barru.
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Maros.
Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bone.
Sebelah Barat berbatasan dengan Pulau Kalimantan, Pulau Jawa dan
Madura, Pulau Nusa Tenggara dan Pulau Bali.
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan merupakan kabupaten yang struktur
wilayah terdiri atas 2 bagian utama yang membentuk kabupaten ini yaitu :
1.

Wilayah Daratan

Secara garis besar wilayah daratan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan


ditandai dengan bentang alam wilayah dari daerah dataran rendah sampai
pegunungan, dimana potensi cukup besar juga terdapat pada wilayah daratan
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yaitu ditandai dengan terdapatnya sumber
daya alam berupa hasil tambang, seperti batu bara, marmer, dan semen.
Disamping itu potensi pariwisata alam yang mampu menembah pendapatan
daerah.
Kecamatan yang terletak pada wilayah daratan Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan yaitu terdiri dari : Kecamatan Pangkajene, Kecamatan Balocci,
Kecamatan Bungoro, Kecamatan Labakkang, Kecamatan Marang, Kecamatan

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Segeri, Kecamatan Minasa Tene, Kecamatan Tondong Tallasa dan Kecamatan


Mandalle.
2.

Wilayah Kepulauan

Wilayah kepulauan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan merupakan


wilayah yang memiliki kompleksitas wilayah yang sangat urgen untuk dibahas,
wilayah kepulauan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan memiliki potensi
wilayah yang sangat besar untuk dikembangkan secara lebih optimal, untuk
mendukung

perkembangan

Kepulauan. Kecamatan

yang

wilayah
terletak

Kabupaten
di

wilayah

Pangkajene

Kepulauan

dan

Kabupaten

Pangkajene dan Kepulauan yaitu : Kecamatan Liukang Tupabiring, Kecamatan


Liukang Tupabiring Utara, Kecamatan Liukang Kalmas, dan Kecamatan Liukang
Tangaya

B.

Potensi Alam Kabupaten Pangkep


1.

Perikanan dan Hasil Laut :


Potensi perikanan darat (tambak udang/bandeng) seluas 9.556
ha, dengan produksi sebanyak 10.592,2 ton, terdiri diri :
a. Ikan bandeng : 9.023,7 ton
b. Udang windu : 846,7 ton
c. Udang putih dan campuran : 722,4 ton
d. Rumput laut : 7.174,2 ton
Potensi perikanan laut/tangkap mencapai 10.040,7 ton

2.

Pertanian Tanaman Pangan


Luas areal pertanian (sawah) seluas 16.007 ha, terdiri dari :
a. Sawah berpengairan teknis : 5.870 Ha
b. Setengah teknis : 1.408 Ha
c. Irigasi sederhana / desa : 443 Ha
d. Pengairan non PU : 1.873 Ha
e. Sawah tadah hujan : 6.413 Ha
Produksi panen :

3.

a. Padi sawah : 104.630 Ha


b. Kacang tanah : 2.067 Ha
Potensi SDM Sektor Pertanian :

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

a. Tenaga Penyuluh sebanyak 89 orang , yang terdiri dari :


- penyuluh terampil sebanyak 36 orang,
- penyuluh pertanian ahli sebanyak 34 orang
- penyuluh kontrak sebanyak 19 orang serta

- jumlah BPP (Balai Penyuluh Pertanian) sebanyak 10 Unit.


b. Kelompok tani sebanyak 840 kelompok yang tergabung dalam
Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) sebanyak 59 kelompok
yang terdiri dari :
- kelompok petani pemula sebanyak 379 kelompok,
- lanjut sebanyak 416 kelompok,
- madya sebanyak 44 kelompok dan
4.

- utama 1 kelompok.
Perkebunan :
Luas areal perkebunan 18.179 ha, dengan komoditi unggulan
seperti :
a. Jambu mete : 7.868 Ha
b. Kelapa : 4.684 Ha
Produksi thn 2006 :

a. Jambu mete : 3.039 Ha


b. Kelapa : 4.309 Ha
5. Pertambangan :
Batu Bara : 13.500.000 M3
Batu Kromik : 10.000.000 M3
Marmer : 12.625.000 Ha
Pasir Silika/Kuarsa : 28.500.000 Ha
Tanah Liat : 72.863 M3
Batu Gamping : 1.432.341 M3
Sirtu : 2.500.000 Ha
Kristal Kuarsa : 600.000 M3
Trakit : 13.000.000 Ha
6. Pariwisata
wisata bahari : Pulau .kapoposang
Pulau langkadea
permandian :
- mattampa
- tombolo
- leang surukang
taman purbakala : sumpang bita
prasejarah :
- leang elle
5

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

7.

leang kajuara
leang cammingkana
gua batanglamara

Perdagangan / Industri :
Pertumbuhan sektor industri di Kab. Pangkep dari tahun ke
tahun cukup menggembirakan, hal ini di tandai dengan semakin
maraknya perkembangan kegiatan di beberapa sektor industri. Sekor
industri yang paling menonjol adalah industri pengolahan semen dan
marmer, seperti :
pabrik semen tonasa :
- tonasa II : 510.000 ton
- tonasa III : 500.000 ton
- tonasa IV : 2.300.000 ton
pabrik marmer : 1.200.000 m3/tahun ( 29 perusahaan, & 16 telah
berproduksi)

C.

Identifikasi Jenis Produk yang Dibuatkan SKB


Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit.

Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi


pemerintahan atau swasta, tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal
ini mengakibatkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi
ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena
manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu, calon tenaga
kerja kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif dan mampu membaca
peluang serta mampu memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan
yang dimliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya
jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagian besar

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi


kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu bisnis Keripik Pisang.
Sebenarnya ada banyak peluang untuk mendirikan usaha namun pemilik
memilih usaha membuat Keripik Pisang dengan Merk Dagang CAHAYA
NABIL karena usaha ini selain memiliki peluang pasar yang besar, usaha ini juga
tidak membutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak. Usaha ini
juga memiliki prospek yang cerah dengan resiko kegagalan yang relatif kecil.
IKM ini juga merupakan binaan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Pangkep.
Untuk

itu

pemilik

berusaha

agar

membantu

masyarakat

yang

membutuhkan Oleh-oleh (buah tangan) khas Pangkep maupun sebagai camilan


dan snack saat bersantai supaya dapat membantu kami dalam mengembangkan
IKM kedepannya dan eksistensi IKM pada khususnya.

D.

Profil UD. Cahaya Nabil


Perkembangan industri di Indonesia mulai terasa keliatan sedikit demi

sedikit, baik itu usaha besar maupun usaha kecil. Perkembangan dan pergerakan
sektor usaha ini dapat pula dilihat oleh UD. Cahaya Nabil yang mana volume
permintaan dari tahun ke tahun terus meningkat. Sehingga kami bermaksud
mendirikan usaha Keripik Pisang.
Berikut Biodata Pemilik/Pengurus:
a. Nama

: Nurhaedah

b. Tempat dan tanggal lahir

: Timporongan, 5 Juli 1977

c. Alamat rumah

: Timporongan, Kelurahan Segeri

d. Pendidikan terakhir

: SLTP
7

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

e. Nomor Telepon

: 085 255 531 836

Legalitas Usaha yang dimiliki:


1. Surat keterangan domisili IKM yang dikeluarkan oleh Kantor
Kecamatan Segeri.
2. Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)
berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan
Makanan Republik Indonesia No. HK.00.05.5.1640 Tanggal 30 April
2003 yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkajene
dan Kepulauan Tanggal 28 Mei 2007.

BAB II
ASPEK PEMASARAN
A.

Profil Keripik Pisang UD. Cahaya Nabil


Produk yang dihasilkan dari UD. Cahaya Nabil ini adalah keripik pisang
yang bahan dasar pembuataannya adalah pisang. Berikut adalah spesifikasi
dari produk UD. Cahaya Nabil
Nama Produk
: Keripik Pisang
Bentuk Produk
: Lonjong dan Pipih
Tekstur Produk
: Keras
Bahan Baku
: Pisang
Warna Produk
: Kuning Keemasan
Daya Tahan
: 3 hari
Umur Ekonomis
: 3 hari
Ukuran
:
Kualitas
: Baik
8

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Kemasan

: Plastik putih

Gambar 2.1 Keripik Pisang UD. Cahaya Nabil


B.

Wilayah Pemasaran
UD. Cahaya Nabil hanya memasarkan produknya ke Kabupaten Barru

disebabkan karena peluang pasar dalam Kabupaten Pangkep telah diraup oleh
pesaingnya yang mempunyai usaha sejenis lalu kemudian UD. Cahaya Nabil
melihat adanya peluang pasar yang besar di Kabupaten Barru sehingga pada
akhirnya melirik Kabupaten Barru sebagai sasaran pasar yang tepat.

C.

Segmentasi Pasar
Target pelanggan UD. Cahaya Nabil yakni semua umur diatas Balita

sampai yang tua, baik itu laki-laki maupun perempuan. Diperuntukkan bagi
kegiatan ekonomi menengah ke bawah sampai menengah ke atas. Yakni penduduk
yang tinggal di Kabupaten Pangkep dan Barru dengan pekerjaan beragam mulai
dari petani, dokter, penjual makanan dan minuman sampai dengan camat. Yang
mana mereka pada umumnya berbelanja bahan kebutuhan sehari-hari di pasar
maupun kios-kios pedagang di Kabupaten Pangkep atau Barru. Jumlah pelanggan

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

potensial sekitar kurang lebih 250.000 orang. Rata-rata mereka membeli Keripik
Pisang untuk cemilan dan snack yang enak dimakan saat bersantai bersama
keluarga maupun untuk oleh-oleh khas Kabupaten Pangkep.
D.

Permintaan Pasar
Sebuah riset menyebutkan jumlah prmintaan tahu dari tahun ke tahun terus

meningkat, salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu kegemaran masyarakat


Indonesia terhadap tahu dan karena kandungan gizi keripik pisang dan
ekonomisnya. Namun seiring dengan meningkatnya persaingan dalam usaha
keripik pisang menjadikan permintaan keripik pisang UD. Cahaya Nabil
mengalami penurunan.

Tabel 2.1. Jumlah Permintaan Keripik Pisang


No
1
2
3

Tahun
2006
2007
2008

Jumlah Permintaan Pisang


2.860 kg
3.540 kg
3.950 kg

4
5

2009
2010

4.480 kg
5.380 kg

Sumber : UD. Cahaya Nabil

E.

Kondisi Pesaing
Pemilik selalu mendengarkan kemauan pelanggan sehingga dapat dengan

mudah kita mengetahui apa yang pelanggan inginkan, hal ini merupakan sifat UD.
Cahaya Nabil yang juga bertujuan membina hubungan baik dengan pelanggan
demi lancarnya tali silaturahmi. Memberikan kepuasan kepada pelanggan

10

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

sepenuhnya merupakan misi perusahaan kami dalam hal mempertahankan


langganan.
Pesaing kami yakni UD. Abadi Jaya, usaha tersebut menawarkan keripik pisang
yang lebih variatif dari yang kami tawarkan akan tetapi dalam segi kualitas usaha
kami jelas lebih baik karena menghasilkan keripik pisang yang renyah
dibandingkan dengan yang mereka jual. Akan tetapi kami juga berusaha untuk
bersaing soal harga tanpa meniadakan aspek pengendalian kualitas keripik pisang
yang di jual.
UD. Cahaya Nabil telah melakukan kerjasama dengan berbagai kios-kios
pedagang yang ada di Kabupaten Barru jadi dengan salah satu strategi ini akan
membantu memperlancar pemasaran mereka dan juga akan meningkatkan
efisiensi perusahaan baik itu dalam pengiriman barang, control barang dan
sebagainya sehingga dapat menghambat perkembangan competitor. Disamping itu
usaha ini tetap memperhatikan beberapa masalah yang dapat menghambat
perkembangan perusahaan dan juga menjaga hubungan baik dengan customer
(pelanggan). Melihat persaingan yang terus meningkat di dalam pemasaran, maka
untuk mengantisipasi persoalan yang akan timbul, perlu adanya peningkatan
kualitas berupa bahan baku pisang yang segar serta siap untuk dipasarkan.

F.

Strategi Pemasaran (Marketing Mix)


1. Produk
Produk yang dihasilkan dari UD. Cahaya Nabil ini adalah keripik
pisang yang bahan dasar pembuataannya adalah pisang. Berikut adalah
spesifikasi dari produk UD. Cahaya Nabil

Nama Produk
Bentuk Produk
Tekstur Produk
Bahan Baku
Warna Produk
Daya Tahan
Umur Ekonomis

: Keripik Pisang
: Lonjong dan Pipih
: Keras
: Pisang
: Kuning Keemasan
: 3 hari
: 3 hari

11

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Ukuran
Kualitas
Kemasan
2.

: 1 kotak ( 60 cm = 32 bungkus tahu)


: Baik
: Plastik putih

Harga
Dalam

penetapan

harga,

UD.

Cahaya

Nabil

ini

mempertimbangkan beberapa hal diantaranya harga bahan baku. Jika


harga bahan baku naik maka produk ini juga akan naik atau memperkecil
ukuran produk dari sebelumnya, tetapi jika kenaikan bahan baku masih
kecil produk ini tidak menaikan harganya atau mengubah ukuran produk.
Selain itu dipertimbangkan juga biaya-biaya lain yang dipergunakan
dalam produksi keripik pisang. Harga yang ditetapkan oleh perusahaan
ini yaitu Rp. 1000,- / bungkus
Jadi langkah-langkah lain yang perlu ditempuh oleh UD. Cahaya
Nabil dalam penetapan harga yang tepat terhadap produknya yaitu
a. Menentukan tujuan penetapan Harga
b. Memperkirakan permintaan, biaya dan laba
c. Memilih strategi harga untuk membantu menentukan harga dasar
d. Menyesuaikan harga dasar dengan taktik penetapan harga
3.

Distribusi
UD. Cahaya Nabil dalam melakukan pendistribusian produk,
perusahaan ini mendistribusikannya secara tidak langsung yaitu melalui
perantara. Jadi UD. Cahaya Nabil tidak langsung menyalurkan
produknya kepada konsumen tetapi disalurkan kepada pedagang eceran
yang kemudian disalurkan lagi kepada konsumen. Jadi saluran distribusi

4.

UD. Cahaya Nabil yaitu


produsen
pengecer
konsumen.
Promosi
Promosi yang dilakukan perusahaan UD. Cahaya Nabil ini untuk
memperkenalkan produknya yaitu promosi langsung. Promosi langsung
yang dilakukan perusahaan ini dengan memperkenalkan produknya
langsung kepada pengecer, sehingga produk yang dihasilkan dapat
dikenal.
UD. Cahaya Nabil tidak pernah melakukan promosi melalui
media media karena pemilik perusahaan ini beranggapan bahwa tanpa

12

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

melakukan promosi besar-besaran seperti melalui media produknya akan


tetap laku dipasaran karena produknya digemari hampir semua kalangan
lagi pula jika menggunakan media untuk promosi memerlukan lagi biaya
menurutnya.

BAB III
ASPEK TEKNIS
A.

Spesifikasi Teknis dan Kegunaan Produk


Menurut sejarah, pisang berasal dari Asia tenggara yang oleh para

penyebar agam islam disebarkan ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan Amerika
Tengah. Selanjutnya pisang menyebar ke seluruh dunia, meliputi daerah tropis dan
sub tropis. Negara negara penghasil pisang yang terkenal diantaranya Brasil,
Filipina, Panama, Honduras, India, Ekuador, Thailand, Karibia, Colombia,
Meksiko, Venezuala dan Hawai. Indonesia merupakan negara penghasil pisang
nomor empat di dunia (Suyanti Satuhu, Achmad Supriyadi, 2000).Pohon pisang
selalu melakukan regenerasi sebelum berbuah dan mati, yaitu melalui tunas-tunas
yang

tumbuh

pada

bonggolnya.

Dengan

cara

itulah

pohon

pisang

mempertahankan eksistensinya untuk memberikan manfaat kepada manusia.


Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut:
Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledonae

13

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Keluarga

: Musaceae

Genus

: Musa

Spesies

: Musa spp

Jenis pisang dibagi menjadi empat :


1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M.paradisiaca var
Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis.
Misalnya pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan dan pisang mas.
2) Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma
typica atau disebut juga M.paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka,
tanduk dan kepok.
3) Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan
daunnya. Misalnya pisang batu dan klutuk.
4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca).
Pisang juga dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
1) Pisang yang dimakan dalam bentuk segar, misalnya : pisang ambon, raja sere,
raja bulu, susu, seribu, dan emas.
2) Pisang yang dimakan setelah diolah terlebih dahulu, misalnya : pisang kepok,
nangka, raja siam, raja bandung, kapas, rotan, gajah, dan tanduk.
Manfaat pisang
Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber
vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang,
pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat
cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dapat
digunakan sebagai pembungkus berbagai macam makanan tradisional. Batang
pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang
14

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (
domba, kambing ) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak / kurang
tersedia. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai
obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan
sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.
Pisang banyak mengandung protein yang kadarnya lebih tinggi daripada
buahbuahan lainnya, namun buah pisang mudah busuk. Untuk mencegah
pembusukan dapat dilakukan pengawetan, misalnya dalam bentuk keripik, dodol,
sale, anggur, dan lain-lain. Keripik pisang sudah sejak lama diproduksi
masyarakat. Hasil olahan keripik pisang mempunyai rasa yang berbeda-beda,
yaitu : asin, manis, manis pedas, dan lain-lain. Pembuatan keripik pisang sangat
sederhana dan membutuhkan modal yang tidak terlalu besar. Pisang yang baik
dibuat keripik adalah pisang ambon, kapas, tanduk, dan kepok.

Gambar 3.1 Bahan Baku Keripik Pisang

15

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Lokasi usaha UD. Cahaya Nabil dekat dengan area pemasaran


keripik pisang yaitu berdekatan dengan pasar tradisional, tapi lokasi usaha
ini sangat jauh dari tempat perolehan bahan bakunya yaitu sekitar 80 km
dari Kabupaten Pangkep. Berikut rincian lokasi UD. Cahaya Nabil
Alamat
: Jl. Timporongan Kel. Segeri
Kec Segeri Kab. Pangkep
Jarak dengan ibu kota Provinsi(Sul-Sel)

Jarak dengan ibu kota Kabupaten (Pangkep):


Jarak dari ibu kota kabupaten sekelilingnya
-

Maros

Bone

Barru

Secara umum pertimbangan dalam menentukan letak suatu lokasi adalah


sebagai berikut :
a. Jenis usaha yang dijalankan
b. Apakah dekat dengan pasar atau konsumen
c. Apakah dekat dengan bahan baku
d. Apakah tersedia tenaga kerja
e. Tersedia sarana dan prasarana (transportasi, listrik, dan air)
f. Apakah dekat dengan pusat pemerintahan
g. Apakah dekat lembaga keuangan
h. Apakah berada dikawasan industri
i. Kemudahan untuk melakukan ekspansi/perluasan
j. Kondisi adat istiadat/budaya/sikap masyarakat setempat
k. Hukum yang berlaku diwilayah setempat

B.

Alur Proses Produksi


Cara Pembuatan:
1) Jemur pisang selama 5~7 jam, lalu kupas;
2) Iris pisang tipis-tipis 1~2 mm menurut panjang pisang;
3) Siapkan minyak yang telah dibubuhi garam kemudian panaskan.
Goreng irisan pisang tersebut sedikit demi sedikit agar tidak melengket
satu dengan yang lainnya. Penggorengan dilakukan selama 5~7 menit

16

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

tergantung jumlah minyak dan besar kecilnya api kompor;


4) Angkat keripik setelah berubah warna dari kuning menjadi kuning
kecoklatan;
5) Saring minyak setelah lima (5) kali penggorengan, kemudian
tambahkan minyak baru dan garam;
6) Masukkan dalam kantong plastik atau stoples setelah keripik pisang
cukup dingin.

Gambar 3.2 Alur Proses Produksi Keripik Pisang

C.

Jumlah dan Jenis Peralatan


Bahan :
1.
2.
3.
4.

Pisang Tua (mengkal) 20 Kg


Minyak Goreng 1 Kg
Gula secukupnya
Garam Secukupnya

Alat:

17

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

1) Baskom
2) Alas perajang (talenan)
3) Pisau
4) Ember plastik
5) Penggorengan (Wajan)
6) Lilin (untuk kantong plastik)
7) Tungku atau kompor
8) Tampah (nyiru)
9) Keranjang bambu
10) Kantong plastik (sebagai pembungkus)

18

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

BAB IV
ASPEK PRODUKSI
A.

Sumber dan Jenis Bahan Baku serta Bahan Penolong

Bahan baku yang akan digunakan UD. Cahaya Nabil dalam membuat
keripik pisang adalah buah pisang yang sudah matang (mengkal). Buah pisang ini
didatangkan dari daerah di Kabupaten Pinrang atau Kabupaten Wajo sebanyak
500 Kg. Biasanya perusahaan mendatangkan bahan baku dari Kabupaten Pinrang,
namun apabila pada tempat ini kebutuhan bahan baku pisang sedang sulit maka
perusahaan biasanya mengambil tindakan dengan mendatangkan buah pisang dari
Kabupaten Pinrang begitu pula sebaliknya sehingga dapat saling mensubtitusi
yang kekurangan agar produksi dapat terus berjalan.
Mesin dan teknologi yang dipergunakan
Bill of Material (BOM)
1. Komponen utama
Komponen Utama Pengolahan Keripik Pisang
No Nama Komponen Type
Jumlah (kg) Keterangan
1
Pisang
Padat
5.380
Beli
Jumlah bahan baku keripik pisang ini berdasarkan asumsi bahwa dalam
500 bungkus/ hari yang membutuhkan 10 tandan pisang atau setara dengan
12 Kg.
2. Komponen tambahan
Komponen Tambahan Pengolahan Keripik Pisang
No

Nama
Komponen

Type

Jumlah

Keterangan

19

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

1.

Minyak Goreng

Cair

18.000 ltr

Beli

2.

air

cair

108.00 0ltr

Beli

3.

Lilin

padat

1.800 kg

Beli

3. Komponen penolong
Komponen Penolong Pengolahan Keripik Pisang
No Nama Komponen
1. Plastik Pembungkus

Type
Plastik

Jumlah
18.000 mtr

Keterang
Beli

4. Mesin/peralatan
Jenis mesin dan peralatan yang digunakan dalam menunjang proses
produksi Keripik Pisang yaitu sebagai berikut :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

B.

Nama Komponen
Baskom
Alat Perajang (talenan)
Pisau
Ember Plastik
Penggorengan (wajan)
Tungku atau kompor
Tampah (nyiru)
Bak air
Keranjang Bambu
Sendok wajan
Besi pengaduk
Besi gantungan kain
Kantong Plastik

Type
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat
Padat

Jumlah
2
4
1
7
2
1
1
1
6
1
1
1
6

Keterangan
Beli
rancangan
Beli
Beli
Beli
Rancangan
Rancangan
Rancangan
Beli
Rancangan
Rancangan
Rancangan
Beli

Jumlah Yang Dibutuhkan Setiap Tahun


Sebuah riset menyebutkan jumlah permintaan Keripik Pisang dari tahun ke

tahun terus meningkat, salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu kegemaran
masyarakat Indonesia terhadap Keripik Pisang dan karena kandungan gizi
Keripik Pisang dan ekonomisnya. Namun seiring dengan meningkatnya

20

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

persaingan dalam usaha keripik pisang menjadikan permintaan keripik pisang UD.
Cahaya Nabil mengalami penurunan.

Tabel 4.1. Jumlah Permintaan Keripik Pisang

C.

No
1
2
3

Tahun
2006
2007
2008

Jumlah Permintaan Pisang


28.600 kg
35.400 kg
39.500 kg

4
5

2009
2010

44.800 kg
53.800 kg

Sumber : UD. Cahaya Nabil


Tahun Data Permintaan
2006
2007
2008
2009
2010

(Y)
28.600 kg
35.400 kg
39.500 kg
44.800 kg
53.800 kg
202.100 kg

X2

XY

1
2
3
4
5
15

1
4
9
16
25
55

28600
70800
118500
179200
269000
666700

Rencana Produksi Selama 5 Tahun


Tabel 4.2. Proyeksi Permintaan

21

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Melihat permintaan konsumen dari tahun 2006-2010, maka dapat


diproyeksikan atau diramalkan jumlah permintaan untuk tahun 20112015 sebagai berikut :
Dengan menggunakan alat peramalan metode linier, dimana tahun
2006 sebagai tahun dasar proyeksi permintaan tahu di Kabupaten
Pangkep diperkirakan adalah sebagai berikut:
Dimana :
Yx = a + b (x)
Nilai b diperoleh dari :
b= n(

)(
n(

)(

)
)2

)(

= 5 (666.700) (15) (202.100)


5 (55) (15)2
= 3.333.500 3.031.500
275 - 225
=

302.000
50

= 6.040
Nilai a diperoleh dari :

a =
=

= 40.420 18.120
= 22.300

Besarnya tingkat kebutuhan 5 tahun yang akan datang adalah :


22

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Diketahui : a = 22.300
b = 6.040
Yx = a + b ( x )
Untuk tahun 2011 (6) : Y = 22.300 + 6.040 ( 6 )
Y = 22.300 + 36.240
Y = 58.540 kg

Untuk tahun 2012 (7) : Y = 22.300 + 6.040 ( 7 )


Y = 22.300 + 42.280
Y = 64.580 kg
Untuk tahun 2013 (8) : Y = 22.300 + 6.040 ( 8 )
Y = 22.300 + 48.320
Y = 70.620 kg
Untuk tahun 2014 (9) : Y = 22.300 + 6.040 ( 9 )
Y = 22.300 + 54.360
Y = 76.660 kg
Untuk tahun 2015 (10) :Y = 22.300 + 6.040 ( 10 )
Y = 22.300 + 60.400
Y = 82.700 kg

23

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Tabel 4.3 Peramalan Permintaan Keripik Pisang UD. Cahaya Nabil


dengan menggunakan metode regresi linear
Tahun
2011
2012
2013
2014
2015
Jumlah
Sumber : Data diolah
D.

Permintaan
58.540 kg
64.580 kg
70.620 kg
76.660 kg
82.700 kg
353.100 kg

Besarnya Kapasitas Produksi dan Market Share


Tahapan yang harus dilewati sebelumnya adalah menghitung

rencana produksi atau rata-rata kebutuhan:


Rata rata kebutuhan :
= Total Produksi
N
=

353.100
5

= 70.620 kg / tahun

Analisis Peluang
Setelah melihat permintaan, dan peramalan permintaan keripik
pisang, maka analis dapat menyusun dan menganalisis peluang pasar
yang dilakukan dengan menentukan market share sebagai berikut :
Market Share

24

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Tabel 4.4 Kapasitas Produksi dan Market Share


Tahun

Kapasitas Produksi

Kebutuhan

Market Share

2011
2012
2013

100

2014
2015
Sumber: Data Diolah 2011

85,39

BAB V
ASPEK MANAJEMEN DAN SDM

25

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Aspek manajemen dan SDM merupakan aspek yang cukup penting untuk
di analisis agar usaha bisa berjalan sesuai dengan tujuan usaha.masalah SDM
maupun menyangkut rencana perusahaan secara keseluruhan haruslah disusun
sesuai dengan tujuan perusahan. Tujuan akan lebih mudah tercapai jika memenuhi
kaidah-kaidah atau tahapan dalam proses manajemen. Proses manajemen atau
kaidah ini akan tergambar dari masing-masing fungsi yang ada dalam manajemen.
Masing-masing fungsi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, akan tetapi
dilaksanakan secara berkesinambungan, karena kaitan antara satu fungsi dengan
fungsi lainya sangat erat apabila salah satu fungsi tidak dapat dijalankan secara
baik, maka jangan diharapkan tujuan perusahaan dapat tercapai.
Adapun fungsi-fungsi manajemen tersebut dapat diuraikan sebagai
berikut:

Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah proses menentukan arah yang akan ditempuh

dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah


ditetapkan.dalam proses ini ditentukan

tentang apa yang

harus

dilakukan,kapan dan bagaiman melakukanya serta dengan cara apa hal


tersebut dilaksanakan

Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah proses

mengelompokan

kegiatan-

kegiatan atau pekerjaan-pekerjaan dalam unit-unit. Tujuanya adalah


supaya tertata dengan jelas antara tugas, wewenang dan tanggung jawab
serta hubungan kerja dengan sebaik mungkin dalam bidangnya masingmasing.

Pelaksanaan (actuating)
Menggerakan atau melksanakan adalah proses untuk menjalankan
kegiatan/pekerjaan dalam organisasi.dalam menjalankan organisasi para
pimpinan/manajer haru menggerakan bawahanya (para kariawanya) untuk
mengerjakan pekerjaan yang telah ditentukan dengan cara memimpin,
memberi perintah, memberi petunjuk, dan memberi motivasi.

Pengawasan (kontrolling)

26

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Pengawasan adalah proses untuk mengukur untuk menilai


pelaksanaan tugas apakah telah sesuai dengan rencana. Jika dalm proses
tersebut terjadi penyimpangan, maka akan segera dikendalikan.

Digram fungsi-fungsi manajemen

Perencanaan
Manajemen

Pengorganisasian
Pelaksanaan

Tujuan organisasi
Atau perusahan

Manajemen Sumber Daya Manusia


Selanjutnya adalah kesiapan perusahaan yang berkaitan dengan dengan
manajemen sumber daya manusia mulai dari pengadaan samapai pada
penempatannya dijabatan tertentu untuk menjalankan kegiatan perusahaan.
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu konsep yang bertalian dengan
kenijaksanaan, prosedur, dan praktik bagaimana mengelola atau mengatur orang
dalam perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen sumber daya manusia dapat dalam fungsi manajerial yang
meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, dan fungsi
operatif yang meliputi pengadaan, kompensasi, pengembangan, integrasi,
pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja.

UD. Cahaya Nabil dijalankan oleh seorang Ibu bernama Nurhaedah yang
merupakan penduduk asli tempat dimana UD. Cahaya Nabil ini didirikan. Beliau
wanita berusia 34 tahun yang menjadi pemilik UD. Cahaya Nabil dengan latar

27

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

belakang pendidikan hanya sampai SLTP, mempekerjakan sebanyak 10 orang


yang rata-rata tamatan SMA.
Manajemen yang dilaksanakan oleh UD. Cahaya Nabil sangat sederhana
sekali mereka tidak mengenal namanya perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan pengawasan, yang jelasnya intinya, mereka bisa membuat Keripik
Pisang dan menjualnya dipasar. Jadi usaha mereka dari dulu sampai sekarang
tidak ada perkembangan.mereka tidak memikirkan bagaimana usaha mereka bisa
berkembang kedepanya dan memiliki pasaran yang luas.
UD. Cahaya Nabil ini apabila digambarkan dalam struktur organisasi
dapat dilihat sebagai berikut:
Pemilik

Pekerja
Gambar 5.1 Struktur Organisasi UD. Cahaya Nabil
Uraian Tugas:
1. Pemilik bertugas mengawasi langsung jalannya produksi atau kadangkadang dapat ikut serta membantu pembuatan keripik pisang.
2. Pekerja tugasnya terbagi-bagi diantaranya mengoreng, mengupas hingga

mengepak keripik pisang yang sudah jadi.


Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa Pekerja bertanggung jawab
langsung kepada Pemilik usaha, atau dengan kata lain usaha ini dijalankan dengan
sistem organisasi yang masih sangat sederhana sekali. Pekerjanya pun berasal dari
warga yang bermukim disekitar tempat usaha beliau.

BAB VI
ASPEK FINANSIAL

28

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Dalam mendanai suatu kegiatan investasi maka biasanya diperlukan dana


yang relatif cukup besar. Perolehan dana yang diperoleh UD. Cahaya Nabil
berasal dari modal sendiri dan modal pinjaman karena jika menggunakan modal
sendiri biaya pengembangan pabriknya tidak mencukupi untuk itu UD. Cahaya
Nabil melakukan pinjaman di Bank kemudian mendapat bantuan pinjaman juga
dari dinas perindustrian setempat.
Untuk menilai layak tidaknya UD. Cahaya Nabil ditinjau dari aspek
keuangan maka ditentukan Pay back Period (PP), Average Rate of Return (ARR),
Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI),
dan Break Even Point (BEP).

Pengumpulan dan Pengolahan Data


Data yang harus dikumpulkan adalah data harga dan bahan yang
digunakan dalam proses produksi.
29

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Tabel 6.1 Daftar Biaya Bangunan Dan Fasilitas kantor


Uraian

Jumlah

Biaya tanah dan bangunan


Fasilitas gudang

10 x15m

20.000.000

3
5
2
8
6
2
1
2
8
4
4
1
2
2
1

2.500.000
1.050.000
200.000
30.000
120.000
210.000
40.000
60.000
20.000
120.000
40.000
60.000
25.000
70.000
60.000
50.000

Perlengkapan produksi
Kompor
Baskom
Alat Perajang
Pisau
Ember Plastik
Sendok wajan
Meja
Kain saring
Ember
Tampah (nyiru)
Gantungan besi
Kursi
Sepatu boots
Timbangan
Keranjang Bambu

Harga/unit (Rp)

350.000
40.000
15.000
15.000
35.000
20.000
60.000
10.000
15.000
40.000
15.000
25.000
35.000
30.000
50.000

Total

Total (Rp)

24.655.000
Tabel T

30

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Tabel 6.2. Daftar gaji karyawan/bulan


Daftar pekerja
Pekerja langsung :
Pekerja pria
Pekerja wanita

Jumlah

Upah/bulan (Rp)

Total upah (Rp)

200.000

600.000

7
Total

150.000

1.050.000
1.650.000

maka jumlah upah yang dibayarkan setiap tahun adalah sebesar Rp.
1.650.000 x 12 = Rp 19.800.000
Table 6.3 Daftar biaya bahan tiap tahun
Daftar bahan
Pisang

Jumlah
1500 tandan

Harga satuan (Rp)


15.000

Total (Rp)
22.500.000

Minyak Goreng

360 ltr

3000

1.080.000

LPG 3Kg

50 Tabung

100.000

5.000.000

Plastik

1.000 mtr
Total

2500

2.500.000
31.080.000

A. Kebutuhan investasi
- Tanah, jalan, bangunan, dan fasilitas gudang
- Pemasangan listrik
- Pemasangan air
- Pembelian 1 buah motor
Total
B. Biaya tetap (fixed cost/bulan)
- Gaji karyawan
- Biaya Pemeliharaan

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

22.500.000
1.500.000
1.500.000
15.000.000

Rp.

40.500.000

Rp.
Rp.

19.800.000
500.000

31

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Biaya PBB

Rp.

500.000

Total

Rp.

20.800.000

C. Biaya variable
- Biaya bahan
- Biaya listrik
- Biaya Air

Rp.
Rp.
Rp.

31.380.000
250.000
500.000

Total

Rp.

32.130.000

D. Penentuan harga pokok penjualan (HPP)


1. Fixed cost (FC)
= Rp. 20.800.000
2. Variable cost (VC)= Rp. 32.130.000
Total biaya produksi /tahun 2011

Harga pokok produksi (HPP)

E. Penentuan harga jual


Keuntungan yang diinginkan 25 %
-

F. Investasi Perusahaan= investasi+biaya produksi

32

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

G. Variabel/unit

H. Perhitngan BEP

1.

BEP (Rp)

2.

BEP (Unit)

33

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

3.
Rp. 13.276.250
Rencana Pengembalian Kredit
Total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah Rp. 75.430.000 dengan
modal sendiri sebesar Rp. 65.430.000 maka pinjaman dari

bank sebesar

Rp.10.000.000

1.

2.

= Rp 11.000.000

= Rp 11.000.000 Rp 6.000.000
= Rp 5.000.000

Tabel 6.4 Pengembalian Selama 2 tahun dengan bunga 10 %


TAHUN

BUNGA

POKOK

JUMLAH

ANGSURAN

SISA

34

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

10%

PINJAMAN

1.000.000

5.000.000

500.000

5.000.000

10.000.000

11.000.000

6.000.000

5.000.000

5.500.000

5.500.000

Laporan Perkiraan Rugi Laba Tahun 2011


I. laba kotor

= hasil penjualan total biaya produksi


= Rp

= Rp 13.303.250
II. laba bersih

= laba kotor (laba kotor x PPh 10%)


= Rp 13.303.250 Rp 1.330.325
= Rp. 11.972.925

III. Cash flow

= laba bersih- (laba bersih x bunga bank 10%)


= Rp 11.972.925 Rp 1.197.292,5
= Rp 10.775.632,5
Tabel 6.5 : Perhitungan proyeksi laba - rugi
Tahun

Uraian
1

13.203.250

13.203.250

13.203.250

13.203.250

13.203.250

1.330.325

1.330.325

1.330.325

1.330.325

1.330.325

11.972.925

11.972.925

11.972.925

11.972.925

11.972.925

Hasil
usaha
Biaya
produksi
Laba
kotor
PPH
10%
Laba
bersih

35

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Bunga
bank
Cash
flow

1.000.000

500.000

10.972.925

11.472.925

11.972.925

11.972.925

11.972.925

Tabel 6.6 : Perhitungan Proyeksi Net Cast Flow


Tahun

Uraian
Keuntungan
Kredit bank
Modal sendiri

0
0
10.000.000
65.430.000

1
10.972.925

2
11.472.925

3
11.972.925

4
11.972.925

5
11.972.925

Total in-flow

75.430.000

10.972.925

11.472.925

11.972.925

11.972.925

11.972.925

B. B bangunan
Perlengkapan

20.000.000
2.500.000

2.000.000
250.000

2.000.000
250.000

2.000.000
250.000

2.000.000
250.000

2.000.000
250.000

5.000.000

5.000.000

0
75.430.000

7.250.000

7.250.000

2.250.000

2.250.000

2.250.000

0
0
0

3.722.925
0
3.722.925

4.222.925
3.722.925
7.945.850

9.722.925
7.945.850
17.668.775

9.722.925
17.668.775
27.391.700

9.722.925
27.391.700
37.114.625

kantor
Biaya produksi
Pokok pinjaman
Total out-flow
Inflow outflow
Kas awal
Kas akhir

Sumber data diolah primer tahun 2011

36

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Tabel 6.7: Proyeksi Neraca


URAIAN
Aktiva
Kas
Biaya produksi
Tot. Aktiv lancar
Aktiva tetap
Biaya bangunan
Perlng.kantor
Tot. Aktiva tetap
Tot. Aktiva
Passiva
Utang j.pendek
Utang bank
Tot. Passiva lancar
Passiva tetap
Modal sendiri
Tot. Passiva

TAHUN
0

3.722.925

7.945.850

17.668.775

27.391.700

37.114.625

52.930.000

3.722.925

7.945.850

17.668.775

27.391.700

37.114.625

20.000.000
2.500.000
22.500.000
75.430.000

2.000.000
250.000
2.250.000
5.972.925

2.000.000
250.000
2.250.000
10.195.850

2.000.000
250.000
2.250.000
19.918.775

2.000.000
250.000
2.250.000
29.641.700

2.000.000
250.000
2.250.000
39.364.625

0
10.000.000

6.000.000

5.500.000
0

10.000.000

5.000.000
11.000.000

5.500.000

65.430.000
75.430.000

(-5.027.075)
5.972.925

4.695.850
10.195.850

19.918.775
19.918.775

29.641.700
29.641.700

39.364.625
39.364.625

Sumber data dioleh primer tahun 2011

Tabel 6.8 : Perhitungan pay back periode


TAHUN
0

ALIRAN DANA KAS


-

KOMULATIF
-10.000.000

37

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

1
2
3
4
5

3.722.925
7.945.850
17.668.775
27.391.700
37.114.625

(-6.277.075)
1.668.775
19.337.550
46.729.250
83.843.875

N1
= 1 ; N2
=2
NPV1 = -6.277.075
NPV1 = 1.668.775

APP =

0,79

APP = 1,79 tahun atau 1 tahun 9 bulan 17 hari


Jadi, menurut kriteria apabila APPnya Lebih kecil dari Umur investasi maka
investasi dikatakan layak. Dari UD Cahaya Nabil didapatkan nilai APP nya
1 tahun 9 bulan 17 hari dengan umur ekonomis 5 tahun. Berarti investasinya
layak.

Tabel 6.9 : perhitungan IRR


TAHUN

ALIRAN DANA

P/F.10/N

NPV 10%

P/F.20/N

0
1
2
3
4
5

3.722.925
7.945.850
17.668.775
27.391.700
37.114.625
TOTAL

0,9091
0,8264
0,7513
0,683
0,6209

3.384.511,1
6.566.450,4
13.274.550,6
18.708.531,1
23.044.470,6
64.978.514

0,8621
0,7432
0,6407
0,5523
0,4761

NPV 20%
3.209.533,6
5.905.355,7
11.320.384,1
15.128.438
17.670.273
53.233.982

38

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Untuk I1 = 10 %
NPV 1 = 64.978.514
I2 = 20%
NPV = 53.233.982
Maka IRR

Dari hasil pertimbangan diatas diperoleh nilai IRR 65,3 %, lebih


besar bila dibandingkan dengan tingkat suku bunga bank (MARR)
10% sehingga dapat disimpulkan bahwa IRR > MARR, dengan nilai
65,3% > 10%. Yang berarti bahwa pendirian usaha Keripik Pisang

layak untuk dikembangkan.

BAB VII
ASPEK LINGKUNGAN
Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk
ditelaah sebelum suatu investasi atau usaha dijalankan. Telaah yang dilakukan
untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh sebuah usaha

terhadap

lingkungan hidup , baik dampak negatif maupun yang berdampak positif. Dampak
39

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

yang timbul ada yang langsung mempengaruhi pada saat kegiatan usaha/proyek
dilakukan sekarang atau baru terlihat beberapa waktu kemudian dimasa yang
akan datang. Dampak lingkungan hidup yang terjadi adalah berubahnya suatu
lingkungan dari bentuk aslinya seperti perubahan fisik, kimia, biologi, atau sosial.
Perubahan lingkungan ini jika tidak diantisipasi maka akan merusak tatanan yang
sudah ada, baik terhadap fauna, flora, maupun manusia sendiri.
Oleh karena itu, suatu usaha atau proyek dijalankan maka sebaiknya
dilakukan terlebih dahulu studi tentang dampak lingkungan hidup (AMDAL)
yang bakal timbul, baik dampak sekarang maupun di mendatang. Studi ini
berfungsi untuk mengetahui dampak yang bakal timbul, juga mencarikan jalan
keluar untuk mengatasi dampak tersebut .
Pengutamaan telaah AMDAL secara khusus meliputi dampak lingkungan
di sekitarnya, baik didalam usaha maupun diluar suatu usaha yang akan
dijalankan. Arti keberadaan suatu usaha atau proyek akan mempengaruhi
kegiatan-kegiatan yang berada disekitar rencan lokasi, baik dampak rencana
usaha atau kegiatan terhadap kegiatan-kegiatan yang sudah ada
Pengertian analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) menurut PP
No.27 tahun 1999 pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang
dampak besar dan penting suatu rencana usah dan kegiatan. Arti lain analisis
dampak lingkungan adalah teknik untuk menganalisa apakah usaha yang akan
dijalankan akan mencemarkn lingkungan atau tidak dan jika ya, maka diberikan
jalan alternatif pencegahanya.
Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta
dilestarikan fungsinya, antra lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Hutan lindung
Sumber daya manusia
Keanekaragaman hayati
Kulitas udara
Warisan alam dan warisan budaya
Kenyamanan lingkungan hidup
Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkunga hidup.
40

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Adapun dampak yang ditimbulkan oleh IKM yang saya kunjungi yaitu
UD. Cahaya Nabil tidak terlalu membahayakan lingkungan hidup karena IKM
tersebut letaknya dihutan yang jaraknya dengan tempat pemukiman 15 km.
Adapun dampak yang ditimbulkan oleh usaha gula merah latole yaitu :
Terhadap tanah dan hutan tidak terlalu memberikan efek negatif dari
usaha yang dijalankan oleh Ibu Nurhaedah. Karena usaha yang
dijalankannya berskala kecil dimana anggotanya 10 orang. letak
usahanya berada ditengah-tengah pemukiman warga. Adapun sampah
hasil dari pembuatan Keripik Pisang timbul dari kulit Pisang yang ingin
diolah. Adapun kulit pisang ini dianggap tidak menggangu lingkungan
tanah bahkan dapat sangat menguntungkan bagi tanah dan tumbuhtumbuhan sekitar sebab kulit pisang merupakan bahan yang dapat
dengan mudah terurai oleh tanah dan dapat dijadikan pupuk alami atau
kompos yang dapat menyuburkan tanah dan tumbuh-tumbuhan yang ada
di lingkungan sekitar.
Terhadap udara, yakni datang dari Kayu bakar dan LPG yang dipakai
dalam mengolah Keripik Pisang namun tidak terlalu menimbulkan polusi
karena asap yang dihasilkan tidak terlalu banyak dan asap yang
dihasilkan kayu bakar bisa langsung diserap oleh tumbuh-tumbuhan
sekitar jadi kestabilan udara tetap terjaga. Tetapi ada juga mahluk hidup
lain yang terganggu dengan asap tersebut
Terhadap masyarkat tidak ada sama sekali efek negatif yang mereka
rasakan bahkan kadang-kadang warga juga ikut membantu dan biasanya
mereka diberikan Keripik Pisang sebagai rasa terima kasih.
Terhadap pekerja tidak ada hal-hal yang membahayakan selama bekrja
karena mereka menggunakan alat-alat tradisional dan mereka sudah
melakukanya pekerjaan tersebut sudah bertahun-tahun.

41

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab
sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Aspek Hukum
Aspek hukum dari UD. Cahaya Nabil belum dapat dikatakan layak
karena adanya dokumen penunjang usahanya seperti misalnya Surat dari
2.

Dinas Kesehatan, sertifikat label halal dan lain sebagainya.


Aspek Manajemen dan SDM
UD. Cahaya Nabil dalam pendirian usahanya sama sekali tidak
menggunakan sistem manajemen usaha, semua usaha berjalan begitu saja
tanpa adanya aturan, strategi yang jelas, tidak ada bentuk organisasi dan

42

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

lain sebagainya. Sehingga dalam aspek Manajemen dan SDM UD.


Cahaya Nabil dikatakan tidak layak karena tidak sesuai dengan kriteria
3.

aspek manajemen dan SDM yang sebenarnya.


Aspek Pasar dan Pemasaran
Kapasitas produksi setiap tahunnya sebesar

4.

. Kapasitas ini

sudah memenuhi permintaan kebutuhan konsumen dalam satu tahun.


Aspek keuangan
Hasil perhitungan aspek ekonomi dan financial diperoleh nilai BEP
(Rp) yaitu Rp. 40.412.017 dan BEP (unit) yaitu 43.108,8 kg/thn.
Perhitungan pay back period diperoleh dengan lama pengembalian
pinjaman bank selama 1 tahun 9 bulan 17 hari. Sedangkan pada
perhitungan internal rate of return (IRR) diperoleh tingkaat suku
bunga 65,3% lebih besar dari bunga bank (MARR) 10%. Sehingga
ditinjau dari aspek keuangan pendirian usaha pembuatan keripik
pisang layak untuk didirikan dan dikembangkan.

5.

Aspek Teknis dan Produksi

Pada produk yang akan direncanakan menggunakan bahan baku

6.

pisang sebanyak 500 kg/bulan atau 6.000 kg/tahun


Mesin yang digunakan dalam pembuatan Keripik Pisang yaitu

hanya menggunakan mesin penggiling.


Aspek Lingkungan
UD. Cahaya Nabil sangat memperhatikan kondisi lingkungan usahanya
dalam menganalisa mengenai dampak yang ditimbulkan jika usaha
pembuatan Keripik Pisangnya berjalan. Dengan adanya kesadaran
mengenai aspek lingkungan sehingga UD. Cahaya Nabil dapat
memberikan dampak positif bagi masyarakat lain yang dapat membuat
usaha miliknya layak untuk dijalankan karena dianggap tidak mencemari
lingkungan bahkan memberi nilai tambah terhadap limbah yang sebagian
orang menganggap tidak bernilai lagi.

B. Saran

43

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

Sebagai saran sebaiknya dilakukan pembinaan serta pelatihan lebih


banyak lagi untuk para pemilik IKM terutama bagi yang belum mengetahui
bagaimana mendirikan usaha yang baik dan memberikan pemahaman akan
pentingnya dilakukan Analisa Kelayakan Bisnis demi kemajuan dunia
industri kecil dan menengah (IKM) pada khususnya dan industri-industri
lainnya di Indonesia pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Data Dinas Koperasi dan Perindustrian Kab. Pangkep


Kasmir, Jakfar. 2008. Studi Kelayakan Bisnis. Kencana Prenada Media Group :
Jakarta
Paul A. Samuelson & william D. Nordhaus, makroekonomi, erlangga, jakarta,
1994
Tri Radiyati, et. Al. Kerupuk keripik. Subang : BPTTG Puslitbang Fisika TerapanLIPI, 1990. Hal. 15-20

44

TENAGA PENYULUH LAPANGAN

http://bananasrepublik.blogspot.com/2009/01/manfaat-buah-pisang.html diakses 1
September 2011
http://bisnisukm.com/kriuk%E2%80%A6kriuk-keripik-kulit-pisang.html diakses
2 September 2011
www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/ diakses 2 September 2011
www.lestarimandiri.org/id/home.../86.../203-keripik-pisang.html

diakses

20

Agustus 2011
keripikkeripik.com diakses 2 September 2011
petanitangguh.blogspot.com/2010/03/kripik-pisang.html diakses 20 Agustus 2011

45