Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era globalisasi ini, perkembangan anak sangat penting dijadikan
perhatian khusus. Sebab, proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi
kehidupan mereka pada masa mendatang. Jika perkembangan anak luput dari
perhatian orangtua (tanpa arahan dan pendampingan orangtua), maka anak
akan tumbuh seadanya sesuai dengan yang hadir dan menghampiri mereka.
Khususnya perkembangan dalam berprilaku anak akan menjadi tidak
terkontrol karna kurangnya pengawasan serta pemahaman mengenai realita
yang ada.
Berkaitan dengan hal itu, salah satu tokoh psikoanalisis Margaret
Mahler yang berfokus pada perkembangan anak, memaparkan bahwa anak
digambarkan sebagai autis yang tidak tersentuh oleh dunia luar yang
dibedakan berdasarkan simbiotik psikotik. Dalam hal ini, anak yang benarbenar autis sejak lahir tidak dapat menjadikan ibu sebagai ego tambahan yakni
mereka tidak menunjukkan minat yang berkaitan dengan ibu atau orang lain
yang diperlukan sebagai mitra dalam berorientasi ke dalam atau di luar
realitas.

Dengan

demikian,

penting

diketahui

bagaimana

proses

perkemabangan pada anak.


B.
1.
2.
3.
4.
5.

Rumusan Masalah
Sejarah dari Margaret Mahler ?
Struktur Kepribadian Margaret Mahler ?
Dinamika Kepribadian Margaret Mahler?
Teori dasar dari Margaret Mahler ?
Kelebihan dan Kekurangan

C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai teori
psikoanalisis dari Margaret Mahler, Sejarah, struktur kepribadian, dinamika
1

kepribadian menurut Margaret Mahler. Selain itu tim penulis mengharapkan


dengan adanya makalah ini maka pembaca akan lebih memahami tentang apa
yang ditulis dalam makalah ini.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sejarah
Lahir di hungaria Sopron pada tahun 1887, Mahler tumbuh besar
menggunakan dua bahasa, ayahnya, Gustav Schoenberger

menggunakan

bahasa hungaria, seorang fisikiawan praktis dan pegawai kesehatan. Ibu


margareth menggunakan bahasa jerman di rumah.Kebanyakan margareth
dewasa takjub selama psikoanalisis merealisasikan bahwa dia dan masa
mudahnya berbicara dengan bahasa hungaria dengan ayahnya dan
mengakihkan secara otomatis kedalam bahasa jerman ketika ibunya masuk
keruangan (Mahler, 1988, halaman 2).Mahler mengulangi bahwa ayahnya
adalah masyarakat terkemuka dan aktif khususnya dalam bidang politik
dimana ibunya dengan penuh pengabdian menjadi Ahli memasak dan ibu
rumah tangga.
Kemampuan intelektual Mahler sangat luar biasa untuk memberikan suatu
reputasi selama memasuki masa dewasa.Ketika saudara perempuannya
tertarik pada masa mudahnya, margareth membaca ide-ide Einstein mengenai
relativitas. Tidak mengherankan bahwa Mahler memilih berkarier dikesehatan
sebagai bagian untuk menyaingi ayahnya yang telah bekerja keras, jika tidak
tepat memeliharanya dan mengejarnya dengan kelebihan secara intelektual.
Selama persiapan awal dia menghubungi melalui teman-temannya dengan
menggunakan psikoanalisis dan pemerolehannya serta memberikan respon
dengan antusias.Pada tahun 1917 dia melanjutkan sekolah kesehatan di
universitas budapet dan ayahnya memberi dukungan tetapi dia mencoba
membujuk saudara perempuannya untuk menghindari spesialis kesehatan
tertentu yang dia rasa tidak cocok untuk wanita pelopor menurut karier
kesehatan.Dia mencoba meminta sesuatu agar jangan mengerjakan itu kepada
saudara perempuannya untuk berkarir dipsikiater yang mana dia menganggap

sebagai akademi yang kurang lebih dan sebagai cabang kesehatan.Tetapi


ketika dia belajar kepada saudara perempuannya dia tertarik pada proud, dia
membaca proud.
Pada tahun 1919, Mahler masuk ke universitas di munich. Dia
menjadi bintang pelajar dan beberapa pemuda menjadi tertarik dengan
romanticanya.Tetapi dia menyebutnya bahwa dia masih di bawah pengaruh
ayahnya yang mencela berinteraksi denga lawan jenisnya dan tidak percaya
bahwa dia sungguh tertarik pada laki-laki. Seperti yang dia sebut saya
dengan efektif merangkul makna devaluasi ayahku terhadap kerja keras
sebagau wanita: bahwa saya netral
Dengan konsisten sejarah personal analisis diri, Mahler memilih spesialis
kesehatan

anak-anak.ilmu

kesehatan

anak-anak,

saya

barang

kali

menjelaskan, merepresentasikan bagian yang dapat disetujui bersama: yang


membolehkan saya menjadi apa yang menjadi keinginan ayahku, sementara
secara simultan keingina-keinginanku adalah memahami sifat-sifat wanita
untuk bekerja dengan anak-anak. Kondisi terburuk di munich untuk
margareth dan anak-anaknya. Anti terhadap bahasa smith lebih mencolok dan
menganjurkan jews meninggalkan munich. Mahler dan anak-anaknya
menemukan dirinya dalam penjara.
Sebagai asisten peneliti kesehatan anak-anak yang ulung di jena, Mahler
menerima atau memperoleh pembukaan pertama kali penyakit dan psikometik
pada masa anak-anak. Satu kasus khusus meninggalkan tekanan secara kekal.
Penebang kayu membawa anaknya untuk melakukan dengan gejala yang
tumbuh subur namun bebannya hilang, tetapi tidak ada pengobatan yang
tampak kacau di tempat lain. Ayah dan anak-anak Mahler kemudian
menginsyafi sebagai hubungan simbiotik.
Pada tahun 1926, Mahler masuk pelatihan analisis yang terkenal dengan
analisis Helene dalam bahasa jerman, tetapi Mahler menandingi pasien dan
ahli terapi tidak dibuat menjadi mujur.Pada waktu itu Mahler secara finansial
4

mengembangkan dan menyusun suatu modifikasi pendapatan dengan analisis


ulung. Apakah Mahler tidak mengetahui bahwa helene tidak diperlakukan
marah terhadapnya melebihi penghasilan biasanya. Pada waktu itu, Mahler
menerjemahkan kedalam bahasa jerman dengan sikap arogan sebagai
penolakan pribadi dan menabraknya. Dia kemudian menghabiskan lima puluh
atau enam puluh sesi untuk mencoba membuktikan analisis yang berharga.
B. Dasar Teori
Margaret Mahler teorinya berfokus pada kelahiran psikologi manusia yang
terjadi dalam tiga than pertama dalam kehidupannya, yang dimana secara
berangsur anak melepaskan rasa amannya dan menggantikan dengan
autonomi. Kelahiran psikologis merupakan proses seorang anal untuk menjadi
individu, yang terlepas dari ibunya (primary care giver), yakni suatu
pencapaian yang pada akhirnya akan memberikannya identitas pribadi (sense
of identity)
C. Dinamika
Psychotic dan Ego Sehat: Simbiosis dan Separation Themes
( Tema Simbiosis dan Pemisahan)
Margareth Mahler mulai mengerjakan pengamatannya mengenai ego yang
rusak parah pada anak secara cardinal karena kurangnnya pemahaman
mengenai manusia. Menurutnya, anak digambarkan sebagai autis yang tidak
tersentuh oleh dunia luar yang dibedakan berdasarkan simbiotik psikotik.
Dalam hal ini, anak yang benar-benar autis sejak lahir tidak dapat menjadikan
ibu sebagai ego tambahan yakni mereka tidak menunjukkan minat yang
berkaitan dengan ibu atau orang lain yang diperlukan sebagai mitra dalam
berorientasi ke dalam atau di luar realitas.
Anak autis dibedakan sebagai berikut :
Pola perilaku dari anak autis adalah keinginan obsesif untuk keasyikan
stereotip terhadap benda mati yang menunjukkan ikatan emosionalnya dan
ia menunjukkan respon terhadap setiap perubahan pada lingkungannya.
Menurut Mahler, anak auitis telah mundur ke tahap primitive dalam

kehidupannya. Yang dimana anak autis tersebut menutup dunia


interpersonal yang merupakan bagian dari realitas yang menuntup respon
emosional dan sosial.
Symbiosis Psychotic yakni mereka yang melekat pada ibunya

tetapi

dibalik itu melibatkan pelebran global dengan dia, sehingga mereka tidak
bisa mengatakan di mana mereka mulai dan berkahir. Gangguan mereka
sangat jelas secara bertahap yang pada saat bersamaan pengembangan
kepribadian dimana pematangan ego biasanya mempengaruhi pemisahan
dari ibu dan akan memungkinkan meningkatnya anak mengusai segmen
realitas secara independen dari dirinya. Sesegera mungkin anak
menghadapi proses kematangan ego (diferensisasi) dan perkembangan
psikoseksual. Dengan demikian, menantang anak dalam pemisahannya
terhadap kemandrianya dari ibu, sehingga ilusi simbiosis terancam dan
reaksi panic yang parah terjadi.
Anak psikotik simiosis yang mendalam terjadi sekitar tahun ketiga atau
keempat. Pada saat ini, penigkatan koordinasi motorik mereka mengarah ke
jarak fisik dengan ibu mereka. Tuntutan masa oedipal memaksa mereka
mengahadapi rasa jarak psikologis. Mereka merasa terancam terhadap
kemungkinan mereka menjadi mandiri. Dalam hal ini mereka gagal dalam
menciptakan jarak antara mereka dan ibu mereka.
Anak autis gagal keluar dari cangkang perlindungan mereka atau primitive
isolatioan. Anak autis, gangguan potensi realitas manusia luar adalah hal yang
terpikirkan dan tak tertahankan sedangkan anak-anak simbiosis psikopatik
menganggap satu bagian dari realitas manusia luar bergabung.
D. Struktur
Mahler memiliki hipotesis (1968, pp. 32ff) bahwa isu sentral dalam
fragmentasi ego anak-anak yang terganggu adalah kegagalan mereka untuk

mengembangkan hubungan simbiosis normal dengan ibu mereka dari mana


bisa muncul secara kuat,terpadu, ego independen mampu untuk mengobati
diri sendiri dan orang lain: fitur menonjol dalam psikosis masa kanak-kanak
adalah individuasi, rasa identitas individu tidak tercapai
Dari studinya ank sangat terganggu, Mahler beralih kepenyelidikan anak
normal dan ibu merek di Masters Children Center di New York. Pada 1939,
Mahler dan rekan-rekannya mendirikan sebuah ruang obervasi yang berisi
stan pengamatan area bermain dan tempat duduk terpisah dengan ibu.
Kelompok anak-anak dan ibu meraka bisa saling menyaksikan mereka
berinteraksi satu dengan yang lainnya, bermain dengan mainan tau
bereksperimen dengan kesempatan mereka untuk pemisahan dari ibu. Anakanak dari empat bulan sampai empat tahun , pada satu waktu tau yang lain,
peserta dengan ibu mereka dalam studi. Dengan meningkatnya pengalaman
dalam pengamatan alam, Mahler menemukan sejumlah teknik pengumpulan
data yang dikumpulkan selam bertahun-tahun.
Mahler mempelajari fenomena kelahiran psikologis. Dia menemukan
bhwa proses pemisahan-individuasi diperlukan untuk fungsi ego yang normal.
Proses ini dimulai sekitar bulan keempat dan klimaks atau dekat akhir tahun
ketikga kehidupan. Sebelum pemisahan-individuasi dimulai, ada dua
forerunner fase yakni autisme normal dan simbiosis normal, dimana ibu da
anak saling meletakkan dasar untuk anak berikutnya hatching dalam
kelahiran psikologis sebagai orang yang potensial. Oleh karena itu, enam fase
saling bergantung diperlukan sama sekali untuk pengembangan ego normal.
Dua tahap pelopor dan empat tahap berikutnya dari proses individuasipemisahan dirangkum dengan rentang usia perkiraan mereka pada table
sebagai berikut:
The two forerunners

1. Normal Autism (bulan pertama)


2. Normal Simbiosis ( 2-4 bulan)
a. Penghalang stimulus yang kuat a. Pengakuan ibu sebagai objek
(strong stimulus barrier)
b. Narsisme
primer
mutlak
(absolute primary narcissism)
c. Halusinasi kemahakuasaan
bersyarat (conditional

redup (dim recognition of mother


b.

(nyeri) dibedakan.
c. Tidak ada pemisahan yang nyata

halluscinatory omnipotence)
d. Prestasi: keseimbangan
homeostatic mekanisme

as object)
Baik (kesenangan) dan buruk

dari diri dan ibu (no real


d.

separation of self from mother)


Prestasi: pembentukan inti diri

fisiologis (Achievement:

estabilasi melalui penanganan

keseimbangan homeostatic

ibu dari kebutuhan bayi

mekanisme fisiologis)
The four subphase
1. Diferensiasi dan pengembangan
3. Rapprochement (14-24 bulan)
a. Peningkatan kesadaran terhadap
citra tubuh (5-9 bulan)
a. Proses penetasan diferensiasi
keterpisahan dari ibu (increasd
tentative diri dari ibu (hatching
process of tentative
differentiation of self from
mother)
b. Memeriksa kembali ke pola ibu
(checking back to mother
pattern)
c. Asing kecemasan (stranger
anxiety)
d. Prestasi: gerakan menunju
berfungsi aktif dan terpisah
(movement toward active and
separate functioning)
2. Practicing (10-14 bulan)
a. Ketertarikan pada tahap awal

awareness of separateness from


mother)
b. Membayangi ibu (shadowin of
mother)
c. Darting-away games
d. Krisis pemulihan hubungan,
kehilangan ibu dan konflik
antara dorongan untuk
memisahkan dan takut
kehilangan.
e. Prestasi: ego akhirnya
mengintegrasikan dewa dan
gambar yang buruk mulai dari
identitas gender
4. Consolidation of individuality (2-3

pada benda mati yang


diberikan oleh ibu (interst in
early pahse in inanimate
object supplie by mother)
b. Kapasiatas alat gerak

tahun)
a. Betuk verbal komunikasi yag
dominan ( verbl form of
communication dominant)
b. Konsep waktu (time concept)
c. Emosional-objek keteguahan

diperluas (expanded

(Emotional-object constancy)
locomotor diperluas)
d. Prestasi: pembentukan konsep diri
c. Low-keyed rendah apabila ibu
yang stabil gagasan aku yang
tidak hadir; ibu pencitraan
terpisah dari objek cinta
(low-kyed behavior when
(formation of astable self-concept
mother is absent: imaging
a nation of me separate from
mother)
love object
d. Prestasi: membangun
ketahanan, takut untuk
pemisahan dari ibu dan
penigkatan eksplorasi dunia.
( building fear resistance to
separation from mother and
increased exploration of
world)

a) First Forerunner of Separation-Individuation: Normal Autism


Selama bulan pertama kehidupan, irama fisiologis dan kebutuhan bayi
lebih besar daripada semua proses psikologis. Merek menghabiska sebagain
besar waktu tidurnya, terjaga penuh pada saat kelaparan atau sakit. Dalam
Freud (1895;19201) mengemukakan bahwa hambatan stimulus bayi sangat
dipentingkan, menegakkan absen yang relative dari objek-objek eksternal.
Mengguanakan konsep lain Freud, Mahler dan rekan-rekannya cirri fase autis

ini normal sebagai tahap narsisme primer mutlak: bayi tidak mengakui ibu
mereka sebagai agen eksternal kepuasan.
Beberapa minggu pertama setelah lahir, narsisme primer ini menunjukkan
pengakuan yang redup bahwa kebutuhannya puas dari suatu tempat dari luar
diri. Sekunder narsisme dari fase autis yang mungkin disebut kemahakuasaan
halusinasi bersyarat karena meskipun bayi mengenali pemuas kebutuhan
eksternal, mereka tetap yakin bahwa keinginan mereka sendiri saja sudah
cukup untuk menjamin kehadiran mereka. Meskipun ada ketidaktertarikan
realtif dalam realitas eksternal, beberapa rangsangan mungkin sekilas
menembus sistem penghalang stimulus autis, membangkitkan taggapan bayi
secara global, tetapi bayi menunjukkan reaksi pada tubuhnya. Dalam hal ini,
apabila stimulus menembus penghalang autis maka, bayi akan menunjukkn
reaksi fisiknya. Penghalang stimulus berfungsi untuk melindungi bayi
terhadap resiko ekstrem.
Pencapaian utama fase autis adalah pencapaian bayi secara bertahap dalam
stabilitas fisiologisnya yang baru, menuntut dunia luar dari tubuh ibu.
Mekanisme balancing murni secara biologis akan dilengkapi dengan
serangkaian proses psikologis yang dirancang untut bayi, agar bayi dapat
beradaptasi dengan dunia mereka, untuk dirirnya

sendiri, dan untuk

memahami makna yang mereka bua sendiri. Pada bulan kedua kehidupan,
kesadaran eksternal terhadap ibu mulai redup, hal tersebut menandai adanya
transisi ke berikutnya, yakni fase simbiosis.
b) Second Forerunner of Separation-Individuation: Normal Symbiosis
Dari bulan kedua dan seterusnya yang dimulai dari bulan ketiga, shell autis
mulai retak dan ego anak mulai bersiap-siap untuk tugas-tugas sensosik
persepsi yang memerlukan kewaspadaan ke dunia luar. Tetapi bayi tidak dapat
membedakan antara ketegangan-mengurangi usaha mereka sendiri

10

Simbiosis normal. Tahap simbiosis normal, mulai tahun ketiga untuk minggu
keempat, hasil dari pematangan proses sensorik. Menunjukkan bayi
peningkatan kesadaran dari dunia luar, seperti yang ditunjukkan oleh bagian
yang tidak aktif peringatan. Bayi yang mengalami ketegangan akan
menguranginya dengan cara buang air kecil, buang air besar, batuk bersin,
meludah, muntah sehingga mendapatkan perhatian dari ibunya. Selama
periode ini ada respon peningkatan ke pengasuh, yang bertindak sebagai ego
tambahan dalam mengatur bagian internal.
Hasil gabungan dari bayi dan tindakan ibu adalah kemapuan secara
bertahap yang berkembang untuk membedakan antara baik (kesenagan) dan
buruk (pain) melalui aspek pengalaman. pada fase simbiosis, bayi benar-benar
bergantug pada pasangan simbiosisnya. Dalam hal ini, kebutuhan bayi bagi
ibu adalah mutlak, dan kebutuhan ibu untuk bayi adalah relative.perbedaan
mentah anatar baik dan buruk, antara kesesangan dan rasa sakit,
memungkinkan anak simbiosis untuk menangani persepsia yang menyakitkan
hanya dengan satu cara bersin, batuk, buang air kecil, muntah dan buang air
besar untuk mengusir rasa sakit dari dunia luar.
Fitur penting dari symbiosis adalah halusinasi atau delusi dengan
reresentasi ibu dan khususnya khayalan dari batas umum dan fisik individu
yang terpisah. Melalui pengalaman, bayi mulai differentatif dengan tubuh
mereka sendiri. Kesenangan berasal dari tubuh mereka sendiri.
Seorang ibu yang tersenyum dan berbicara kepada mereka selama
keintiman, kan mendorong bayi untuk tersenyum dan berbicara.
Berikut 4 subphase proses individuasi pemisahan yang dimulai dari
berhentinya proses simbiosis pada usia empat bulan:
a. Diferensiasi dan Perkembangan Citra Tubuh
Pada tahap ini, perkembangan berlangsung dari 5-9 bulan yang
ditandai oleh bayi yang melepaskan diri dari proses symbiotic ibu-anak.
Bayi memberikan respon senyum terhadap ibu, sebagai tanda ikatan

11

khusus dengan seseorang yang khuusu. Bayi yang sehat psikis akan
memperluas dunia mereka melampaui dan memiliki rasa ingin mengenal
mereka lebih jauh.
Bayi yang tidak shatpsikis akan takut terhadap orang asing dan
bersembunyi dari orang asing tersebut
b. Pelatihan (Parcticing)
Pada tahap ini berlangsung 10-14 bulanyang ditandai dari bayi yang mulai
membedakan badannya dari badan sang ibu, yang dimana ia tetap
memepertahankan ikatan khusus dengan ibudan mulai mengembangkan
ego autonom. Tetapi dalam hal ini, bayi tetap mengharapkan rasa aman
dengan tetap dapat melihat ibu, mengikuti ibu dengan pandangannya dan
memperlihatkan distress bila ibu meninggalkannya. Ketiak aak mulai
berjalan ia akan menangkap dunia luas, yang dihayatinya sebagai hal yang
menarik dan menggairahkan.
c. Pendekatan (rapprochement)
Tahap ini berlangsung pada 14-24 bulan, yang ditandai dengan
keinginan anak untuk berbagi semua keterampilan baru dan pengalaman
baru pada ibunya. karena usianya ang bertambah, anak makin bebas
bergerak tapi sebenarnya menunjukkan kecemasan pemisahan (separation
anxiety)

dari

tahap

sebelumnya.

Perkembangan

kognitif

anak

menyebabkan ia lebih menyadari keterpisahannya dengan ibu. Dan


menimbulkan perilaku sebagai usaha untuk menjadi satu dengan ibunya
lagi. Karena usahanya tidak berhasil anak mengalami krisis pendekatan
(rapproacement crisis) yang dimana anak akan bertengkar secara dramatis
dengan ibunya.
d. Consoludation of Individuality On The Way to Object Constancy
Pada tahap ini berlangsung 2-3 tahun yang dimana pada tahap ini anak
harus mengembangkan a constant inner representation atau perwakilan
psikis menetap dari ibunya agar anak dapat menanggung keterpisahan
fisik dari ibunya. Apabila pada tahap ini anak gagal membentuk psikis
menetap tersebut, anak akan terus bergantung pada ibunya untuk

12

memperoleh rasa aman. Selai itu, anak juga harus menetapkan


individualitas mereka yang artinya anak harus dapat berfungsi dengan baik
tanpa kehadiran fisik ibu.
o Pernyataan-pernyataan akhir Mahler
Tidak seperti penganut paham teori-teori yang menjadi sumber informasi
yang dimilki secara personal.Mahler telah melakukan kerja dengan kami. Dia
mengidentifikasi tiga tema utama kehidupan awal yang mengarahkan
minatnya pada psikiater anak dan teori pemisahan individu

Kesamaan dari pihak ibu dan penolakan pasangan suami istri dengan kuat,

tidak tepat, dukungan emosi dari ayahnya.


Gender dan identitas personal dibentuk oleh usaha-usaha ayah untuk

melakukannya seperti anak laki-laki yang dia tidak punya


Secara premature menjalankan kecukupan diri berdasarkan kebutuhan
ayahnya terhadap anak laki-laki dan kebutuhan ibuhnya yang jauh terhadap
anak perempuan

13

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Margereth Mahler membuat kesimpulan utama berdasarkan pengamatan klinis dan
teori

Ketidakmampuan menyesuaikan diri mengubur proporsi psikiotik dari mana


ego berasal dalam pengembangan untuk menggagalkan pemisahan dari ibu
sebagai

agen

otonom

atau

pengabaian

untuk

menggunakan

atau

memanfaatkan ibu sebagai bantuan dalam kehidupan yang membuat


pemahaman terhadap kehidupan dunia. Psikiotik simbiotik anak-anak
memberikan contoh pembentuk dan anak-anak autis kemudian mengenai

bentuk ego patologi.


Kelahiran secara psikologi sebagai manusia dapat dikemukakan hanya dengan
dorongan anak-anak secara inheren kepada individu-individu yang tidak
berbahaya dan ibu yang membesarkan hati

14

Puncak ego individu menjelma menjadi kemampuan sintesis yang tidak hanya
agresif dan bernafsu kepada ibu, tetapi juga memiliki kapasitas menarik
makanan secara rerpesntasi darinya.

Daftar Pustaka
Monte, C.F. Sollod, R.N. (2003). Beneath the Mask. An Itroduction to Theories of
Personality. America: John Willey & Sons. Inc

15

Anda mungkin juga menyukai