Anda di halaman 1dari 2

Perkembangan komoditi buah-buahan di Indonesia berjalan cukup pesat.

Apalagi
dilengkapi dengan introduksi buah-buahan subtropik dari luar negeri yang
ternyata dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik dalam kondisi iklim di
Indonesia khususnya dataran tinggi. Stroberi yang beredar di Indonesia ada
puluhan varietas, bahkan semakin menyebar dan buahnya mudah ditemui. Dalam
upaya perbaikan kultivar/varietas yang sudah ada, kegiatan pengkoleksian
tanaman stroberi melalui eksplorasi, karakterisasi, pra evaluasi dan seleksi
kultivar/varietas koleksi plasmanutfah sangat dibutuhkan. Balitjestro mengkoleksi
dan mengevaluasi koleksi yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali
untuk dipilih varietas terbaik dan dikembangkan. Saat ini setidaknya terdapat 21
aksesi stroberi yang berkembang di Indonesia dan menjadi koleksi plasma nutfah
Balitjestro, beberapa diantaranya adalah Dorit, Chandler, Rosa Linda, Earlibrite,
Aerut, California, dan Sweet Charlie. Daerah penyebaran stroberi masih terbatas
di dataran tinggi yang ada di Jawa, Bali dan Sumatera.
Transformasi gen adalah proses dimana DNA asing dimasukkan
kedalam sel tanaman, baik secara langsung maupun tak langsung tanpa
merujuk kepada tingkat hubungan genetik atau kompatibelilitas suatu jenis.
Dari banyak teknik transfer gen yang berkembang, teknik melalui media
vektor A. tumefaciens paling sering digunakan untuk metransformasi
tanaman, terutama tanaman kelompok dikotil. Gen yang ditransfer terletak
pada plasmid Ti (tumor inducing ). Segmen spesifik DNA plasmid Ti disebut
T-DNA (transfer DNA ) yang berpindah dari bakteri ke inti sel tanaman dan
berintegrasi kedalam genom tanamn. Karena A. tumefaciens merupakan
patogen tanaman maka Agrobacterium sebagai vektor yang digunakan untuk
transformasi tanaman adalah bakteri dari jenis plasmid Ti yang dilucuti
virulensinya (disarmed), sehingga sel tanaman yang ditransformasi
oleh Agrobacterium dan yang mampu beregenerasi akan membentuk suatu
tanaman sehat hasil rekayasa genetik.

Dasar dari transformasi genetik

oleh Agrobacterium adalah transfer dan integrasi T-DNA ke dalam genom di


dalam inti sel tanaman.Proses transformasi dimulai dengan melekatnya
Agrobacterium pada sel tanaman. Langkah berikutnya adalah

terinduksinya gen-gen pada vir-region oleh suatu signal yang spesifik


didalam sel bakteri sehingga dihasilkan produk dari expresi gen-gen virulen untuk
memproses T-DNA dan mentransfernya dari dalam sel bakteri. rosesing dan
transfer T-DNA dimediasi oleh berbagai protein yang dikode
pembentukannya oleh gen-gen virulen. Prosesing T-DNA dimulai dari suatu
kejadian memproduksi T-DNA untai tunggal yang disebut T-strand yang
ditransfer ke dalam sel tanaman. Kejadian ini dimediasi oleh produk dari
genvirD1 dan virD2 yang berfungsi memotong T-DNA di bagian left border
dan right border.Tahap akhir dari transformasi genetik oleh Agrobacterium
adalah integrasi T-DNA ke dalam genom sel tanaman inang.
Agrobacterium tumefaciens adalah bakteri tanah yang dapat menyebabkan
penyakit tumor pada beberapa tanaman. Penyebab pembentukan tumor
bukan berasal dari bakteri itu sendiri tetapi dari plasmid yang dikenal
dengan plasmid Ti. Bakteri menginfeksi melalui bagian yang luka pada
batang tanaman dan mengakibatkan tumor pada daerah sekitar akar dan
batang tanaman. Selama menginfeksi, sebagian kecil dari DNA plasmid Ti
(15-30 kb), disebut T-DNA, ditransfer kedalam inti sel tanaman dan tersisipi
kedalam DNA inti sel tanaman.T-DNA membawa gen yang bertangung
jawab terhadap pembentukan tumor dan sintesa asam amino yang dikenal
sebagai opine. Gen-gen yang bertanggungjawab untuk transfer T-DNA juga
terdapat dalam plasmid Ti yang disebut gen-gen virulen (gen vir). Infeksi
Agrobakterium memerlukan jaringan tanaman yang luka karena gen vir
dapat terinduksi oleh senyawa fenolik yang dilepaskan ole sel-sel tanaman
yang terluka. Daerah ini merupakan potongan DNA berukuran relatif
pendek berisi urutan 25 pasang basa yang berulang. Setiap potongan DNA
yang tersisipi diantara kedua batas T-DNA akan ditransfer dan
diintegrasikan kedalam genom tanaman. Oleh karena itu plasmid Ti
merupakan vektor yang sangat cocok untuk mengintroduksi gen-gen asing
ke dalam sel tanaman.