Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

KESIMPULAN
A. Kehamilan ektopik terganggu (KET) adalah kehamilan dengan implantasi
pada tempat yang tidak semestinya, yaitu terjadi di luar uterus.
B. Pasien merupakan seorang G1P0A0, 32 tahun, UK 6 minggu, dengan KET
disertai anemia. Diagnosis KET ditegakkan berdasarkan ditemukan trias KET,
slinger pain (+), halo sign (+), PP tes (+), dan adanya gambaran cairan bebas
di kavum douglas.
C. Etiologi KET pada pasien ini adalah infeksi asenderen dan riwayat suami
perokok.
D. Pada kasus ini terjadi anemia karena kehilangan darah yang masif akibat KET
di mana terjadi ruptur pada pars istmika tuba sinistra.
E. Penegakkan diagnosis KET perlu dilakukan dengan cermat dan segera guna
mencegah perburukan kondisi pasien.
F. Penatalaksanaan KET yang utama adalah dengan melakukan laparotomi
eksplorasi. Pada pasien ini segera dilakukan salphingektomi sinistra untuk
mencegah komplikasi berlanjut.
G. Kondisi pasien pada kasus ini terus mengalami perbaikan. Keluhan pasien
tidak lagi dirasakan. Anemia juga segera diatasi setelah dilakukan operasi dan
transfusi darah.

45