Anda di halaman 1dari 51

INFECTION CONTROL

RISK ASSESMENT
( ICRA )

PENDAHULUAN
community acquired
infection

Healthcare
Associated Infections
(HAIs)

MASALAH DI YANKES

Program PPI

Patient Safety

Infection Control Risk


Assesment ( ICRA )

PENGERTIAN
DEFINISI RISIKO

Adalah potensi terjadinya kerugian yang dapat


ditimbulkan dari proses kegiatan saat sekarang
atau kejadian dimasa datang. (ERM, Risk Management Handbook for
....

Health Care Organization)

MANAJEMEN RISIKO
.... ADALAH PENDEKATAN PROAKTIF UNTUK
MENGIDENTIFIKASI, MENILAI DAN MENYUSUN PRIORITAS
RISIKO, DENGAN TUJUAN UNTUK MENGHILANGKAN ATAU
MEMINIMALKAN DAMPAKNYA.

RISK ASSESMENT
Suatu proses penilaian untuk menguji sebuah proses secara rinci
dan berurutan, baik kejadian yang aktual maupun yang potensial
berisiko ataupun kegagalan dan suatu yang rentan melalui proses
yang logis, dengan memprioritaskan area yang akan di perbaiki
berdasarkan dampak yang akan di timbulkan baik aktual maupun
potensial dari suatu proses perawatan, pengobatan ataupun
service yang diberikan
Proses untuk membantu organisasi menilai tentang luasnya
risiko yg dihadapi, kemampuan mengontrol frekuensi dan dampak
risiko.
** Harus dilakukan oleh seluruh staf dan semua pihak yg terlibat
termasuk Pasien dan Publik dapat terlibat bila memungkinkan**
(TJC 2010)

ICRA
adalah proses multidisiplin yang berfokus pada
pengurangan infeksi, pendokumentasian bahwa
dengan mempertimbangkan populasi pasien,
fasilitas dan program yang berfokus pada :
Pengurangan risiko infeksi,
Tahapan perencanaan fasilitas, desain,
konstruksi,
renovasi, pemeliharaan fasilitas, dan
Pengetahuan tentang infeksi, agen infeksi, dan
lingkungan perawatan, yang memungkinkan
organisasi untuk mengantisipasi dampak
potensial.

TUJUAN
Untuk mencegah dan mengurangi risiko
terjadinya HAIs pada pasien, petugas dan
pengunjung di rumah sakit dengan cara :
1. Mencegah dan mengontrol frekuensi dan
dampak risiko terhadap :
a. Paparan kuman patogen melalui petugas,
pasien dan pengunjung
b. Penularan melalui tindakan /prosedur invasif
yang dilakukan baik melalui peralatan, tehnik
pemasangan, ataupun perawatan terhadap
risiko infeksi (HAIs).
2. Melakukan penilaian terhadap masalah yang
ada agar dapat ditindak lanjuti berdasarkan
hasil penilaian skala prioritas.

Infection Control
Program
Risk Assesment
External
Terkait dengan
komunitas
Terkait dengan
bencana
Persyaratan
peraturan dan
akreditasi

Internal

Terkait pasien
Terkait petugas
Terkait prosedur
Peralatan
Lingkungan
Pengobatan
Sumber daya

RISIKO EXTERNAL
Bencana alam : tornado, banjir,
gempa, dll
Kecelakaan massal : pesawat, bus, dll
Kejadian KLB dikomunitas yg
berhubungan dengan penyakit
menular :
1. Influenza, meningitis
2. Penyakit lain yg berhubungan dengan
kontaminasi pada makanan, air seperti hep A
dan salmonela

RISIKO INTERNAL
1. Pasien
a. Karakteristik pasien
Perempuan, anak-anak
Perawatan akut pada pasien dewasa
Populasi kebutuhan khusus
Perawatan jangka panjang
Rehabilitasi
b. Usia pasien :

- Anak-anak, dewasa dan lansia


status imunologi
penyakit yg berhubungan dengan isu-isu gaya
hidup
manula yang sakit cendrung akan mengalami
perubahan pola pikir dan kemudian sakit-sakitan

2. Risiko terkait peralatan


Pembersihan, desinfektan dan sterilisasi
untuk proses peralatan :
Instrumen bedah
Prostesa
Pemrosesan alat sekali pakai
Pembungkusan kembali alat
Peralatan yang dipakai

3.Risiko terhadap petugas


kesehatan

Kebiasaan kesehatan perorangan.

Budaya keyakinan tentang penyakit menular

Pemahaman tentang pencegahan dan penularan


penyakit

Tingkat kepatuhan dalam mencegah infeksi (HH,


pemakaian APD, penanganan peralatan pasien,
tehnik isolasi, dll)

Skrening yg tidak adekuat terhadap penyakit menular

Kejadian Nedle Stik Injury

4. Risiko yg terkait pelaksanaan


prosedur
Prosedur invasif yang dilakukan
Peralatan yang dipakai
Pengetahuan dan pengalaman dalam
melakukan suatu tindakan
Persiapan pasien yang memadai
Kepatuhan terhadap tehnik pencegahan yang
direkomendasikan

5 lingkungan
Pembangunan
Kelengkapan peralatan
Pembersihan

Informasi yang berkaitan dg risiko harus diinformasikan


kepihak terkait

Identifikasi risiko
Apa penyebab terjadinya infeksi?
Bagainama cara transmisi?
Siapa saja yg berisiko?
(pasien, petugas atau
lingkungan)?

Perlakuan risiko

Analisa risiko

Mengapa bisa terjadi


(activitas, prosedur)?
Hal2 apa saja yg bs
meminimalkan risiko
Evaluasi risiko Berapa sering
terjadi/konsekuensi apa?
Hal2 apa saja penyebab
risiko
rendah/meminimalkan
risiko atau risiko penularan

Hindari risiko
Kurangi risiko ( langkah
pencegahan, ada sistem dan
kontrol

Monitor dan review

Communicate and consult

-Kebijakan/Standar prosedur
-- tugas yg jelas

Pastikan risiko teridentifkasi, dianalisa dan


dilakukan tindakan

The risk management flowchart as it is


applied
HAI
Hindaritorisiko

METODE DASAR MANEJEMEN RISIKO


OBSERVASI
LAPORAN KEJADIAN
DOKUMEN REVIEW
PENGUKURAN MASALAH :

- Tingkat kesalahan >> kemungkinan


bahaya dan tingkat bahaya
- Risiko sampingan

RISK ASSESSMENT TOOLS


Risk Matrix Grading
Root Cause Analysis ( RCA )
Failure Mode and Effect Analysis
( FMEA )

RISK MATRIX
Sering digunakan : untuk memetakan
risiko, Probabilitas dan Dampak
Risk Matrix efektif :
Mudah digunakan dan dimengerti
Mempunyai deskripsi detil dan defnitif
Menerangkan bagaimana risiko dapat
dimitigasi pada tingkat yang bisa ditolerir

EVALUASI RISIKO
1.Rangking masalah
2.Prioritas masalah
3.Analisa manfaat biaya yang dikeluarkan (setelah
diranking, biaya untuk mengurangi resiko
dibandingkan dengan biaya kalau terjadi resiko)
4. Pastikan risiko yang ditimbulkan bisa diterima atau
tidak

Keputusan untuk menerima risiko dan


pengelolaannya berdasarkan
pertimbangan :
kriteria klinis, operasional, teknis,
kemanusian
kebijakan, tujuan ,
sasaran dan kepentingan stakeholder
keuangan, hukum, sosial

Kajian risiko Pencegahan dan Pengendalian Infeksi


Potential
Risks/
Problems

Probability
4
Expect
it

Standard Precaution
Lack of Hand
Hygiene
Lack of
respiratory
Hygiene/coug
h Etiquette
Lack of
safety
injection

Risk/Impact (Health, Financial,


Legal, Regulatory)

Current
Systems/Preparedness

Lik
ely

Ma
ybe

Ra
re

Ne
ver

Loss of
life/
limb
Functio
n/
financi
al

Serio
us
Loss
(functi
on/
financ
ial/
legal

Prolon
ged
Length
of
stay

Moderat
e
Clinical/
financia
l

Mini
mal
Clini
cal/
finan
cial

no
ne

Po
or

Fair

Go
od

Sol
id

Sc
ore

Kajian risiko Pencegahan dan Pengendalian Infeksi


Potential
Risks/
Problems

Probability
4
Expect
it

Lack of
Droplet
Precaution
Lack of
Contact
Precaution

Current
Systems/Preparedness

Lik
ely

Ma
ybe

Ra
re

Ne
ver

Loss of
life/
limb
Functio
n/
financi
al

Serio
us
Loss
(functi
on/
financ
ial/
legal

Prolon
ged
Length
of
stay

Moderat
e
Clinical/
financia
l

Mini
mal
Clini
cal/
finan
cial

no
ne

Po
or

Fair

Go
od

Sol
id

Transmission Based Precaution


Lack of
Airborne
Precaution

Risk/Impact (Health, Financial,


Legal, Regulatory)

Sc
ore

Kajian risiko Pencegahan dan Pengendalian Infeksi


Potential
Risks/
Problems

Probability
4
Expect
it

HAIs
SSI
ISK
ILI
VAP

Risk/Impact (Health, Financial,


Legal, Regulatory)

Current
Systems/Preparedness

Lik
ely

Ma
ybe

Ra
re

Ne
ver

Loss of
life/
limb
Functio
n/
financi
al

Serio
us
Loss
(functi
on/
financ
ial/
legal

Prolon
ged
Length
of
stay

Moderat
e
Clinical/
financia
l

Mini
mal
Clini
cal/
finan
cial

no
ne

Po
or

Fair

Go
od

Sol
id

Sc
ore

Kajian risiko Pencegahan dan Pengendalian Infeksi


Potential
Risks/
Problems

Probability
4
Expect
it

Environment
Infection related
to
Construction/
Renovation
Problem with
Cleaning/Disinfe
ction
Policy and
Procedure
Lack of current
policies
Or procedures
(specify)

Risk/Impact (Health, Financial,


Legal, Regulatory)

Current
Systems/Preparedness

Lik
ely

Ma
ybe

Ra
re

Ne
ver

Loss of
life/
limb
Functio
n/
financi
al

Serio
us
Loss
(functi
on/
financ
ial/
legal

Prolon
ged
Length
of
stay

Moderat
e
Clinical/
financia
l

Mini
mal
Clini
cal/
finan
cial

no
ne

Po
or

Fair

Go
od

Sol
id

Sc
ore

TK Risk

Deskripsi

kejadian

Never

Tidak pernah

Rare

Jarang (Frekuensi 1-2 x /tahun)

Maybe

likely

Agak sering (Frekuensi 4-6


x/tahun)

Expect it

Sering (Frekuensi > 6 12 x


/tahun

Kadang (Frekuensi 3- 4 x/tahun)

TK RIKS

Deskripsi

Dampak

Minimal
clinical

Tidak ada cedera

Moderate
clinical

Prolonged
length of
stay

Cedera sedang, mis : luka robek


Berkurangnya fungsi
motorik/sensorik/psikologis atau
intelektual (reversibel. Tdk
berhubungan dng penyakit
Setiap kasus yg meperpanjang
perawatan

Temporer
loss of
function

Cedera luas/berat, mis : cacat, lumpuh


Kehilangan fungsi motorik/sensorik/
psikologis atau intelektual
(ireversibel), tdk berhubungan dng
penyakit

Katatropik

Kematian yg tdk berhubungan dng


perjalanan penyakit

Cedera ringan , mis luka lecet


Dapat diatasi dng P3K

TK RIKS

Deskripsi

Kegiatan

Solid

Peraturan ada, fasilitas ada,


dilaksanakan

Good

Peraturan ada, fasilitas ada, tidak


selalu dilaksanakan

Fair

Peraturan ada, fasilitas ada, tidak


dilaksanakan

Poor

Peraturan ada, fasilitas tidak ada, tidak


dilaksanakan

None

Tidak ada peraturan

SKOR =
Nilai Probabilitas X Nilai
Risiko/Dampak X Nilai Sistem
yang ada

Program prioritas berdasarkan nilai terbesar

No JENIS
SKO PRIORIT TUJUA TUJUA STRATE EVALUA PROGRE
KELOMPOK R
AS
N
N
GI
SI
SS/
RISIKO
UMUM KHUSU
ANALISIS
S

LEVEL/BAND
S

TINDAKAN

EKSTREM
(SANGAT
TINGGI)

Risiko ekstrem, dilakukan RCA paling


lama 45 hari, membutuhkan tindakan
segera, perhatian sampai ke Direktur
RS : perlu pengkajian yang sangat
dalam

HIGH
(TINGGI)

Risiko tinggi, dilakukan RCA paling


lama 45 hari, kaji dng detail & perlu
tindakan segera, serta membutuhkan
tindakan top manajemen : perlu
penanganan segera

MODERATE
(SEDANG)

Risiko sedang dilakukan investigasi


sederhana paling lama 2 minggu.
Manajer/pimpinan klinis sebaiknya
menilai dampak terhadap bahaya &
kelola risiko : menggunakan monitoring
/ audit spesifik

Infection Control Risk Assessment


(ICRA)

RENOVASI

LATAR BELAKANG

RENOVASI
MELALUI UDARA

DEBU PLAFON/TANAH

Infection Control
Risk Assesment
( ICRA )

ASPERGILLUS SP,
FUSARIUM SP,
ZYGOMYCETES, DLL
AIR, LEMBAB MENINGKATKAN
PERTUMBUHAN JAMUR, SPORA
KECIL YG MUDAH TERHIRUP
(2-3MICRON)

PENYEBAB KEMATIAN
Aspergillosis invasif memiliki 30 - 95% angka
kematian
Amfoterisin B ginjal (ginjal) toksisitas
spesies yang resistan terhadap obat
Aspergillus Lentulus
Aspergillosis adalah penyakit yang
mengancam jiwa terkait dengan konstruksi
yang tidak terkendali

SIAPA YANG BERISIKO DARI INFEKSI


1. Transplantasi
Sel induk (Stem
cells)
organ Padat

4. Bayi prematur

2. Cystic fbrosis

7. TBC

3. Onkologi
Leukemia
Kemoterapi &
radiasi
Corticosteriods
dosis tinggi

5. Penyakit
granulomatosa kronis
6. Luka bakar
8. Diabetes mellitus
dan HD
9. Tahap akhir AIDS /
HIV
10. Kasus Bedah

31

1. Pre Renovasi
1. Sebelum renovasi ada rapat koordinasi
antara bagian Tehnik, Komite PPIRS,
K3RS dan Unit Sanitasi dan vendor
2. Komite PPIRS melakukan pengkajian
resiko dan membuat izin renovasi
3. Sebelum pelaksanaan pembangunan dan
renovasi bangunan Komite PPIRS, K3RS
dan Unit Sanitasi Lingkungan
memberikan edukasi kepada pihak
perencana dan pelaksana proyek.

lanjutan
1.Sebelum pelaksanaan
pembangunan/renovasi dan
pembongkaran bangunan, pihak
pelaksana proyek harus menutup area
kerja, Komite PPIRS akan memastikan
dengan cek list Renovasi bagunan dan
memastikan kontraktor memasang
informasi bahwa area tersebut sedang
ada pembangunan/renovasi dan
pembongkaran bangunan sesuai standar
K3RS dan PPI
2.Selama proses pembangunan pelaksana
proyek wajib mengenakan APD sesuai K3.
3.Setelah pembangunan selesai Komite
PPIRS melakukan evaluasi kembali
melalui cek list renovasi bangunan

Selama Renovasi
Selama dalam proses pembangunan, Tim
pengawas proyek (Bagian Tehnik, Komite
PPIRS, K3RS dan Unit Sanitasi
Lingkungan) melakukan monitoring
terhadap pelaksanaan pekerjaan sesuai
surat kesepakatan bersama antara lain :
- Pengumuman adanya proses renovasi
- Pemantauan aliran udara
- Pemantauan area sekitar renovasi ( bebas debu,
puing, dll )
- Pembersihan rutin
- Pembersihan akhir secara keseluruhan

2. Aktivitas Konstruksi
berdasarkan Tipe
Tipe aktivitas ditentukan
dengan :
Banyaknya debu yang
ditimbulkan
Potensial terjadinya
pencemaran udara
Lama pekerjaan konstruksi
Jumlah sistem pendingin
ruangan dan ventilasi yang
terpadu

TIPE A :
PEMERIKSAAN DAN KEGIATAN PEMELIHARAAN UMUM

Pengangkatan plafon untuk inspeksi visual


(terbatas untuk 1 ubin per 5m2);
pengecatan (tetapi bukan pengamplasan);
Instalasi penutup dinding
Pekerjaan listrik; Pekerjaan pipa saluran air
yang ringan;
Kegiatan apa saja yang tidak menghasilkan
debu atau perlu memotong dinding atau
akses ke langit-langit, selain untuk
pemeriksaan visual.

TIPE B
SKALA KECIL, KEGIATAN JANGKA PENDEK, YANG
MENGHASILKAN DEBU SEDIKIT

Skala kecil, durasi aktivitas


pendek yang dapat menghasilkan
debu minimal
Termasuk, tapi tidak terbatas pada
:
instalasi telepon dan kabel
computer
akses untuk ke ruangan
memotong dinding atau langit-

TIPE C:
KERJA APAPUN YANG MENGHASILKAN DEBU
SEDANG ATAU TINGKAT TINGGI

Pembongkaran atau pengangkatan


komponen bangunan built-in atau
rakitan,
Pengamplasan dinding untuk
mengecat atau memasang lapisan
dinding
Pengangkatan lapisan
lantai/wallpaper, plafon, dan
casework
Konstruksi dinding baru,

TIPE D:
PENGHANCURAN BESAR DAN PROYEK
KONSTRUKSI
Penghancuran mayor dan proyek bangunan
Termasuk, tapi tidak terbatas pada :
aktivitas yang membutuhkan kerja shift
yang berkelanjutan
membutuhkan penghancuran besar atau
pengangkatan system kabel yang lengkap
konstruksi baru

3. Berdasarkan Kelompok
Risiko
Berdasarkan kelompok risiko yang
telah
ditetapkan oleh tim pengendalian
infeksi, maka renovasi bangunan
dibagi menjadi :
Risiko rendah
Risiko sedang
Risiko tinggi
Risiko sangat tinggi

EFINISI AREA PENGENDALIAN RISIKO INFEKSI / LOKAS


KELOMPOK 1

KELOMPOK 2

KELOMPOK 3

KELOMPOK 4

RENDAH

SEDANG

SEDANG TINGGI

TINGGI

- Area kantor
- Tanpa pasien/
area resiko
rendah yang
tidak terdaftar
dimanapun

- Perawatan pasien
dan tidak tercakup
dalam Grup 3 / 4

- UGD

- Unit Onkologi

- Radiology

- Terapi Radiasi

- Laundry

- Recovery Rooms

- Area klinis

- Cafeteria

- Ruang Maternitas /
VK

- Chemo Infusion

- Dietary

- Transplant

- Manajemen Material

- High Dependency
Unit

- PT/OT/Speech

- Kamar bayi

Penerimaan/Pemulang
an

- Pediatrics (kecuali
yang tertulis di Grup - Departemen Proses
Sterilisasi
4)
- Kateterisasi Jantung
- Lab Microbiologi

- MRI
- Obat-obatan nuklir
- Echocardiography
- Laboratorium tidak
spesifk seperti Grup 3

- Pharmacy Admixture Ruang bersih


- Kamar Operasi

- Long term subacute units

- Kamar prosedur invasif


pasien rawat jalan

- Farmasi

- Area Anastessi & pompa


jantung

- Dialisis

- Koridor Umum (yang - Endoskopi


dilewati pasien, suplai,
- Area Bronchoskopi
dan linen)

- Newborn Intensive Care


Unit (NICU)
- Semua Intensive Care Unit
(kecuali yang tertulis di

4. LEVEL ICRA
Ditentukan berdasarkan tabel antara Tipe
Pekerjaan Konstrusi dan Kelompok Risiko
Bangunan

Level
risiko
konstruks
i

TIPE A

TIPE B

TIPE C

TIPE D

Kel risiko
rendah

Kelas I

Kelas II

Kelas II

Kelas III/IV

Kelompok
risiko
medium

Kelas I

Kelas II

Kelas II

Kelas IV

Kel risiko
tinggi

Kelas I

Kelas II

Kelas III/IV

Kelas IV

Kelompok
risiko
tertinggi

Kelas II

Kelas III/IV

Kelas III/IV

Kelas IV

PEDOMAN KONTROL INFEKSI KONSTRUKSI


KELAS
I

KELAS
II

Melaksanakan
pekerjaan
dengan
metode
meminimalkan debu dari lokasi konstruksi.

Mengganti plafon yang dilepaskan untuk inspeksi


visual sesegera mungkin.
Menyediakan sarana aktif untuk mencegah debu
terbang ke dalam atmosfer.

yang

Segel pintu yang tidak terpakai dengan lakban.

Tempatkan sampah konstruksi dalam


tertutup rapat sebelum dipindahkan.

Pel basah dan/atau vakum dengan alat vacuum dengan


filter HEPA.

Tempatkan keset di pintu masuk dan keluar dari area


kerja, dan diganti atau dibersihkan ketika sudah tidak
efektif.

Isolasi
sistem
HVAC
berlangsungnya pekerjaan.

Pembersihan area kerja dan permukaan horizontal


pada penyelesaian proyek.

pada

wadah

lokasi

yang

tempat

KELAS
III

Isolasi sistem HVAC pada lokasi tempat berlangsungnya


pekerjaan untuk mencegah kontaminasi sistem saluran.

Lengkapi semua barier konstruksi sebelum konstruksi dimulai.

Pertahankan tekanan udara negatif di lokasi kerja menggunakan


unit ventilasi dengan flter HEPA atau metode lain untuk
mempertahankan tekanan negatif. Keamanan publik akan
memonitor tekanan udara.

Jangan menghilangkan barier dari area kerja sampai proyek


selesai dibersihkan secara menyeluruh.

Pel basah atau vakum dua kali per 8 jam pada kegiatan
konstruksi, atau sebagaimana diharuskan untuk meminimalkan
pelacakan.

Buang material barier dengan hati-hati untuk


meminimalkanpenyebaran kotoran & debris yg terkait
dengan konstruksi. Material barier harus diseka basah, divacum
dengan HEPA atau disemprot air sebelum dibuang.

Tempatkan sampah konstruksi dalam wadah yang tertutup rapat


sebelum dipindahkan

Tempatkan keset di pintu masuk dan keluar dari area kerja, dan
diganti atau dibersihkan ketika sudah tidak efektif.

Bersihkan area kerja dan permukaan horizontal pada

Isolasi sistem HVAC pd lokasi tempat berlangsungnya pekerjaan untuk


mencegah kontaminasi sistem saluran.
Lengkapi semua barier konstruksi sebelum konstruksi dimulai.
Pertahankan tekanan udara negatif di lokasi kerja menggunakan unit ventilasi
dengan flter HEPA / metode lain u/ mempertahankan tek neg. Keselamatan
publik a/ memonitor tek udara.
Segel lubang, pipa, saluran, atau tusukan untuk mencegah migrasi debu
Buat ruang serambi/anteroom & pastikan semua personil u/ melewati
ruangan ini. Pel basah /vacuum dg HEPA setiap hari.

KELAS
IV
Selama pembongkaran, u/ kerja yg menghasilkan debu / pekerjaan di langitlangit, sepatu sekali pakai & baju harus dipakai dan dibuang di
Serambi/anteroom ketika meninggalkan area kerja.
Jangan menghilangkan barier dr area kerja sampai proyek selesai dibersihkan
scr menyeluruh.
Buang material barier dg hati2 u/ meminimalkan penyebaran kotoran &
debris yg terkait dg konstruksi
Material barier harus diseka, divacum dengan HEPA atau disemprot air
sebelum dibuang.
Tempatkan sampah konstruksi dalam wadah yang tertutup rapat sebelum
dipindahkan
Tempatkan keset di pintu masuk & keluar dr area kerja & diganti /dibersihkan
ketika sdh tdk efektif.
45
Pertahankan lokasi kerja tetap bersih dengan menyapu dan membersihkan

KULTUR UDARA
Kultur Jamur udara
Disarankan kriteria :
- 0-2 CFU / m3
: OK
- > 2-4 CFU / m3 : reclean & tes
ulang
- > 4-10 CFU / m3 : menyelidiki,
reclean
& tes ulang

46

Melakukan penilaian risiko


Pengembangan berbasis risiko pencegahan dan
pengendalian infeksi, ada rencana tertulis dengan tujuan
dan sasaran terukur, strategi dan metode evaluasi
Merancang program survailens :
- Sistem untuk mendapatkan, mengelola dan pelaporan
data dan informasi penting
- Penggunaan temuan dalam kegiatan penilaian dan
perbaikan
Membangun sistem komunikasi internal dan external
Mengembangkan kebijakan dan prosedur tertulis
berdasarkan praktek berbasis bukti
Menjaga kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku,
standar, pedoman dan akreditasi.

ICRA harus ditinjau & diidentifkasi


setidaknya setiap tahun
Memperioritaskan risiko :
Tidak membuat semuanya menjadi prioritas
Jangan menggunakan beberapa jenis tools
untuk diprioritaskan
Lakukan pendokumentasian prioritas risiko
dan diseleksi secara rasional
Sertakan saat pasien rawat jalan

COVER RENOVASI

50

TERIMA KASIH