Anda di halaman 1dari 8

Nama : Aprilia Larasati Dumbi

Kelas : 2.A DIV Keperawatan

ANSIETAS
1. Saran Pengguna
Apaliba ansietas bersumber dari rasa khawatir atau rasa takut yang berhubungan
dengan kematian atau sekarat, gunakan diagnosis yang lebih spesifik. Ansietas Kematia
Ansietas harus dibedakan dari Ketakutan karena tindakan keperawatannya mungkin
berbeda. Ketika pasien merasa takut, perawat berusah memindahkan suber ketakutan atau
membantu pasien mengatasiketakutan tertentu. Ketika pasien ansietas, perawat membantu
mengidentifikasi penyebab ansietas; namun, ketika sumber ketika sumber kecemasn tidak
diidentifikasi, perawat membantu pasien untuk menggali dan mengekspresikan perasaan
ansietas serta mencari cara untuk menghadapi ansietas tersebut.
Ketakutan dan Ansietas memberi kesulitan dalam diagnostic karena tidak dapat
saling dipisahkan. Individu yang merasa takut biasanya juga merasa cemas. Pembedahan
yang akn dijalani dapat menjadi etiologi untuk Ketakutan, tetapi hampir seluruh perasaan
tentang pembedahan berkaitan dengan Ansietas. Karena etiologi ( pembedahan ) tidak dapat
diubah, intervensi keperawatan harus berfokus pada dukungan mekanisme koping pasien
untuk mengatasi Ansietas ( Carpetino Moyet, 2006, hlm, 99 )
Banyak tanda dan gejala sama yang tampak pada Ketakutan dan Ansietas :
peningkatan frekuensi pernapasan dan jantung, dilatasi pupil, diaforesis, ketegangan otot, dan
keletihan.
Tingkat ansietas memengaruhi aktivitas keperawatan sehingga perlu di sebutkan
dalam pernyataan diagnosis, apakah ansietas pasien berbeda pada tingkat sedang, berat, atau
panik, Panik mungkin membutuhkan intervensi kolaborasi, seperti pemberian obat. Ansietas
ringan bukan merupakan masalah karenak merupakan kondisi yang umum terjadi pada
manusia. Diagnosis Ansietas hanya ditujukan kepada pasien yang membuituhkan intervensi
keperawatan khusus. Ansietas ringan sebelum pembedahan merupakan respon normal dan
sehat dan haru ditangani dengan pendidikan kesehatan yang rutin serta dukungan emosi.
Ansietas ringan : Terjadi dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kewaspadaan dan
lapang persepsi; memotivasi untuk belajar dan pertumbuhan
Ansietas sedang : Penyempitan lapang persepsi; berfokus pada perhatian segera, dengan
tidak memerhatikan komunikasi dn detail yang lain.

Tabel 2

Maniefestasi Fisiologis

Jenis Ancaman

Perasaan

Sumber Perasaan

Ansietas

Ketakutan

Stimulasi sistem saraf


parasimpatis dengan
peningkatan aktivitas
gastrointestina

Hanya respons simpatis


penurunan aktivitas
gastrointestinal

Biasanya psikologis
(misalnya, terhadap citra
diri); tidak spesifik

Sering kali fisik (misalnya,


terhadap keamanan);spesifik,
dapat diidentifkasi

Tidak jelas, perasaan tidak


menentu

Perasaan ketakutan,
kekhawatiran

Tidak diketahui oleh individ;


tidak sadar

Diketahui oleh individu

Ansietas berat : Fokus sangat sempit, hanya pada detail yang spesifik; semua perilaku
ditujuan untuk memperoleh peredaan
Panik : Induvidu kehilangan kontrol dan merasakan ketakutan serta teror. Suatu
keadaan disorganisasi yang menyebabkan peningkatan aktivitas fisik, distorsi, persepsi dan
hubungan, serta kehilangan cara berfikir yang rasional. Panik dapat menyebabkan keletihan
dan kematian (Stuart dan Sundeen, 1995)

2. Batasan Karakteristik
Batasan Karakteristik
Perilaku

Penurunan produktivitas
Gerakan yang trelevan
Gelisah
Melihat sepintas
Insomia
Kontak mata yang buruk
Mengekspresikan kekhawatiran krena perubahan dalam peristiwa hidup
Angitasi
Mengintai
Tampak waspada

Afektif

Gelisah, Distres

Kesedihan yang mendalam


Ketakutan
Perasaan tidak adekuat
Berfokus pada diri sendiri
Peningkatan kewaspadaan
Iribilitas
Gugup
Senang berlebihan
Rasa nyeri yang meningkatkan ketidakberdayaan
Peningkatan rasa ketidakberdayaan yang persisten
Bingung
Menyesal
Ragu / tidak percaya diri
Khawatir

Fisiologi

Wajah tegang
Tremor tangan
Peningkatan keringat
Peningkatan ketegangan
Gemetar
Tremor
Suara bergetar

Simpatik

Anoreksia
Eksitensi kardiovaskuler
Diare
Mulut kering
Wajah merah
Jantung berdebar-debar
Peningkatan tekanan darah
Peningkatan denyut nadi
Peningkatan refleks
Peningkatan frekuensi pernapasan
Pupil melebar
Kesulitan bernapas
Vasokontriksi superficial
Lemah, kedutan pada otot

Para simpatik

Nyeri abdomen
Penurunan tekanan darah
Penurunan denyut nadi
Diare
Vertigo

Letih
Mual
Ganguan tidur
Kesemutan pada exstremitas
Sering berkemih
Dorongan segera berkemih

Kognitif

Menyadari gejala fisiologis


Bloking fikiran, Konfusi
Penurunan lapang, persepsi
Kesulitan berkonsentrasi
Penurunan kemampuan untuk belajar
Penurunan kemampuan untuk memecahkan masalah
Ketakutan terhadap konsekwensi yang tidak spesifik
Lupa, Gangguan perhatian
Khawatir
Melamun
Cenderung menyalahkan orang lain

3. Rencana Keperawatan

DIAGNOSA
Ansietas
Domain 9 : Koping /
Toleransi Stres
Kelas 2 : Respons Koping
Definisi :
Perasaan tidak nyaman
atau kekhawatiran yang samar
disertai respon autonom
( suber sering kali tidak
spesifik atau tidak dketahui
oleh individu ); perasaan takut
yang disebabkan oleh
antisipasi terhadap bahaya.
Hal ini merupakan isyarat
kewaspadaan yang
memperingatkan individu
akan adanya bahaya dan

NOC
NOC

NIC
NIC

Anxiety control
Coping
Impulse control
Kriteria Hasil :

Anxicty Reduction
(Penurunan Kecemasan )

Gunakan pendekatan

yang menenangkan
Nyalakan dengan jelas

Klien mampu
mengidentifikasi dan
mengungkapkan gejala

harapan terhadap

prosedur dan apa yang

cemas
Mengidentifikasi,

dirasakan selama

mengungkapkan dan
menunjukan tehnik

pelaku pasien
Jelaskan semua

prosedur
Pahami prespektif
npasien terhadap

untuk mengontril cemas


Vital sign dalam batas

situasi stres
Temani pasien untuk

memampukan imdividu untuk


bertindak menghadapi
ancaman.

normal
Postur tubuh, ekspresi
wajah, bahasa tubuh

Ditandai dengan
Gelisah
Insomnia
Resah
Ketakutan
Sedih
Fokus pada diri
Kekhawatiran
Cemas
Batasan Karakteristik
Perilaku
Penurunan produktivitas
Gerakan yang trelevan
Gelisah
Melihat sepintas
Insomia
Kontak mata yang buruk
Mengekspresikan
kekhawatiran krena
perubahan dalam
peristiwa hidup
Angitasi
Mengintai
Tampak waspada
Afektif
Gelisah, Distres
Kesedihan yang
mendalam
Ketakutan
Perasaan tidak adekuat
Berfokus pada diri
sendiri
Peningkatan
kewaspadaan
Iribilitas
Gugup
Senang berlebihan
Rasa nyeri yang
meningkatkan
ketidakberdayaan

memberikan keamanan

dan mengurangi takut


Berikan informasi

dan tingkat aktifitas

faktual mengenai

menunjkan

diagnosis, tindakan

berkurangnya

prognosis
Dorong keluarga untuk

menemani anak
Lakukan back / neck

rub
Denagrkan dengan

penuh perhatian
Identifikasi tingkat

kecemasan
Bantu pasien

kecemasan

mengenal situasi yang


menimbulkan

kecemasan
Dorong pasien
mengungkapkan
perasaan, kelakuan,

persepsi
Instruksikan pasien
menggunakan teknik

relaksasi
Berikan obat untuk
mengurangikecemasan

Peningkatan rasa
ketidakberdayaan yang
persisten
Bingung
Menyesal
Ragu / tidak percaya diri
Khawatir
Fisiologi
Wajah tegang
Tremor tangan
Peningkatan keringat
Peningkatan ketegangan
Gemetar
Tremor
Suara bergetar
Simpatik
Anoreksia
Eksitensi kardiovaskuler
Diare
Mulut kering
Wajah merah
Jantung berdebar-debar
Peningkatan tekanan
darah
Peningkatan denyut nadi
Peningkatan refleks
Peningkatan frekuensi
pernapasan
Pupil melebar
Kesulitan bernapas
Vasokontriksi superficial
Lemah, kedutan pada
otot
Para simpatik
Nyeri abdomen
Penurunan tekanan darah
Penurunan denyut nadi
Diare
Vertigo
Letih
Mual
Ganguan tidur
Kesemutan pada
exstremitas
Sering berkemih
Dorongan segera
berkemih
Kognitif

Menyadari gejala
fisiologis
Bloking fikiran, Konfusi
Penurunan lapang,
persepsi
Kesulitan berkonsentrasi
Penurunan kemampuan
untuk belajar
Penurunan kemampuan
untuk memecahkan
masalah
Ketakutan terhadap
konsekwensi yang tidak
spesifik
Lupa, Gangguan
perhatian
Khawatir
Melamun
Cenderung menyalahkan
orang lain

Faktor yang berhubungan


Perubahan dalam ( status
ekonomi, lingkungan,
status ksesehatan pola
interaksi, fungsi peran
status peran )
Pemajanan toksin
Terkait keluarga
Herediter
Infeksi / kontaminan
interpersonal
Penularan penyakit
interpersonal
Krisis maturasi
Krisis situasional
Steres, Ancaman
kematian
Penyalahgunaan zat
Ancaman pada ( status
ekonomi, lingkungan,
status kesehatan, pola
interaksi, fungsi peran,
status peran, konsep diri)
Konflik tidak disadari
mengenai tujuan penting
hidup
Konflik tidak disadari

mengenai nilai yang


esensial / penting
Kebutuhan yang tidak
dipenuhi