Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM KERJA

KOMITE PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


RSUD dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO KAB. WONOGIRI
TAHUN 2011
A. PENDAHULUAN
Rumah Sakit dalam fungsinya sebagai institusi penyedia sarana kesehatan dalam
proses penyembuhan dan pemulihan terhadap pasien, juga mengandung unsur upaya
penanggulangan dan pencegahan penyakit. Fungsi utama rumah sakit adalah memberi
pelayanan kepada pasien melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif.
Pelayanan ini sangat berpengaruh terhadap citra dan kinerja rumah sakit. Upaya
pencegahan dan pengendalian infeksi selalu dihadapkan pada kondisi yang komplek,
disamping jumlah kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi sendiri juga sangat
banyak dan luas. Pengendalian infeksi mempunyai banyak variabel yang perlu
ditimbangkan.
Pencegahan dan pengendalian infeksi yang kompleks dengan banyaknya
permasalahan yang terjadi dalam praktek kemungkinan dapat menimbulkan perbedaan
tingkat mutu dalam pelayanan yang dihasilkan. Dipihak lain adanya tuntutan kebutuhan
pelayanan kesehatan yang harus berkembang disesuaikan dengan perkembangan ilmu
kesehatan dan teknologi kedokteran, menuntut penatalaksanaan pengendalian infeksi
nosokomial secara profesional agar dapat berdaya guna dan berhasil guna bagi kesehatan
pasien. Data kejadian infeksi nosokomial studi prevalensi 10 rumah sakit di Indonesia
menunjukan angka sebesar 8,1%. Salah satu indikator keberhasilan dalam pelayanan
Rumah Sakit adalah rendahnya angka infeksi nosokomial. Untuk mencapai keberhasilan
tersebut perlu dilakukan pengendalian mutu dalam pengendalian infeksi nosokomial di
Rumah Sakit. Saat ini RSUD Kabupaten Wonogiri telah melaksanakan pencegahan dan
pengendalian infeksi nosokomial.
B. LATAR BELAKANG
Kejadian infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat atau timbul pada waktu
pasien dirawat di rumah sakit. Penyebabnya oleh kuman yang berada di lingkungan rumah
sakit atau oleh kuman yang sudah dibawa oleh pasien sendiri, yaitu kuman endogen. Dari
batasan ini dapat disimpulkan bahwa kejadian infeksi nosokomial adalah infeksi yang
secara potensial dapat dicegah atau sebaliknya ia juga merupakan infeksi yang tidak dapat
dicegah.

Bagi pasien di rumah sakit ia merupakan persoalan serius yang dapat menjadi

penyebab langsung atau tidak dapat langsung kematian pasien. Beberapa kejadian infeksi
nosokomial mungkin tidak menyebabkan kematian pasien akan tetapi ia menjadi penyebab
penting pasien dirawat lebih lama dirumah sakit. Ini berarti pasien membayar lebih mahal

dan dalam kondisi tidak produktif, disamping pihak rumah sakit juga akan mengeluarkan
biaya lebih besar.
Pentingnya upaya pengendalian infeksi tidak saja berpengaruh pada angka
morbiditas tetapi juga berpengaruh terhadap perawatan pasien yang lebih lama,
meningkatnya beban pasien dan dapat juga menganggu pasien yang memerlukan
perawatan. Disamping itu kerugian bagi rumah sakit yaitu bertambahnya biaya operasional
dan menurunnya mutu pelayanan.
Kegiatan pengendalian infeksi nosokomial cukup kompleks dan menyangkut berbagai
sasaran antara lain : personal Rumah Sakit, pasien, peralatan medis, ruang perawatan, kamar
bedah dan lingkungan. Oleh karena itu kegiatan tersebut harus dilaksanakan secara terpadu oleh
semua petugas Rumah Sakit baik Dokter, Perawat, Petugas kesehatan lainya, petugas kebersihan
dan juga petugas pemeliharaan sarana Rumah Sakit.

Untuk itu setiap rumah sakit sebaiknya memiliki komite pencegahan dan pengendalian
infeksi dan memiliki program kerja yang dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit
dan menurunkan kejadian infeksi nosokomial di Rumah Sakit.
C. TUJUAN
a. Tujuan Umum.
Terciptanya rumah sakit yang

memenuhi persyaratan

untuk

menjamin

pengendalian dan pencegahan infeksi.


b. Tujuan Khusus.
1. Memantau dan menilai penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi
2. Mencegah terjadinya infeksi silang baik bagi pasien maupun petugas Rumah Sakit.
3. Meningkatkan komunikasi antar unit kerja dalam pencegahan dan pengendalian
infeksi.
4. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas dalam pencegahan dan
pengendalian infeksi.
5. Terpenuhinya standar dan parameter pada Akreditasi Rumah Sakit.
C. SASARAN
Sasaran program merupakan target pertahun yang spesifik dan terukur untuk
mencapai tujuan-tujuan tertentu, yaitu :
a. Meningkatkan kualitas pelayanan dalam pencegahan dan pengendalian infeksi RSUD
dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
b. Meningkatkan perilaku petugas RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten
Wonogiri terhadap upaya pencegahan dan pengendalian infeksi.

c. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas RSUD dr. Soediran Mangun


Sumarso Kabupaten Wonogiri upaya pencegahan dan pengendalian infeksi..
d. Menurunkan angka kejadian infeksi nosokomial di RSUD dr. Soediran Mangun
Sumarso Kabupaten Wonogiri.
D.

KEGIATAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


N

KEGIATAN

JADWAL PELAKSANAAN

1.
2.
3.

Menyusun pedoman
Pengelolaan linen rumah sakit
Sterilisasi

Maret 2011
Tiap hari
Dilakukan setiap
dipakai

4.

Desinfeksi

Dilakukan
dipakai

5.

Pemantauan sumber air secara berkala

6 bulan sekali

6.
7.

Melaksanakan pemantauan sanitasi rumah sakit


Tiap hari
Pemantauan dan Evaluasi Kejadian Infeksi di Dihitung setiap bulan dan
Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
direkapitulasi di akhir tahun dan
a. Menghitung Angka Kejadian Phlebitis
dilaporkan
kepada
direktur
b. Menghitung Angka Kejadian Pasien dengan rumah sakit

setiap

alat

habis

alat

habis

Dekubitus
c. Menghitung Angka Kejadian Infeksi Luka Operasi
d. Menghitung Angka Kejadian Infeksi Nosokomial

8.
9.

10

Meningkatkan pengetahuan petugas dalam bidang Juni 2011 ( atau setiap tahun)
pencegahan dan pengendalian Infeksi infeksi
melalui kegiatan : seminar, pelatihan
Penggunaan Antibiotika
Kegiatan pemberian antibiotika
diberikan kepada pasien rawat
jalan maupun rawat inap sesuaii
kebutuhan dan dosis yang
dianjurkan
Program Pengembangan Sumber Daya
a. In House Training (Pelatihan pengelolaan Desember 2011
linen)
b. Sosialisasi Cuci tangan yang benar
c.

Orientasi pegawai baru/mahasiswa praktek

Dilakukan pada hari pertama


masa orientasi pegawai baru
11. Melengkapi kebutuhan untuk sarana Kebersihan Desember 2011
tangan ( handrub / kelengkapan wastafel)

Mengetahui:
Ketua Komite Pencegahan & PengendalianInfeksi
RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso
Kabupaten Wonogiri

Dr. Sudaryono, Sp.PD