Anda di halaman 1dari 11

Nama Peserta: dr.

Yurike Aprina
Nama Wahana: RSUD Cengkareng
Topik: Visum et Repertum
Tanggal (Kasus): 28-06-2015
Nama Pasien: Tn.R

No RM: 182745

Tanggal Presentasi:

Nama Pendamping: dr. Indah Kurniawigati

Tempat Presentasi: Komite Medik RSUD Cengkareng


Obyektif Presentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Diagnostik

Manajemen

Masalah

Istimewa

Neonatus

Bayi

Anak

Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi: Tn.R, 16 tahun, laki-laki, datang dengan surat pengantar dari kepolisian untuk
dibuatkan Visum et Repertum karena mendapatkan perlakuan kasar dari tetangganya 4
jam SMRS. OS mengaku dipukul dengan tangan kosong dan sempat diinjak kepalanya
sehingga kepala dan tangan kiri pasien mengalami nyeri.
Tujuan: untuk mempelajari pembuatan visum et repertum
Bahan Bahasan: Tinjauan Pustaka
Cara

Diskusi

Riset

Kasus

Presentasi dan Diskusi

Email

Audit
Pos

Membahas:
Data Pasien

Nama: Tn.R

Nama Klinik: IGD

No Registrasi:
Telpon:

Terdaftar Sejak: 28-06-2015

Data Utama dan Bahan Diskusi


1. Diagnosis / Gambaran Klinis
Luka lecet dan luka memar
2. Riwayat Pengobatan
Pasien belum diberikan pengobatan untuk luka lecet dan luka memar
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit
Riwayat perlakuan seperti ini sebelumnya (-)
Riwayat penyakit paru (-)
Riwayat penyakit jantung (-)
Riwayat alergi (-)

4. Riwayat Keluarga
Tidak ada riwayat penyakit kronis dalam keluarga

Daftar Pustaka
1.

Syamsuhidayat R, de Jong Wim. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran. EGC,2004.

2.

Karakata S, Bachsinar B. Bedah Minor. Jakarta: Hipokrates, 1996.

3.

Visum Et Repertum. Available at : https://forensikbsti.wordpress.com/category/visumetrepertum/Budiyanto. Access on September, 01.

4.

Staf Pengajar Bagian Kedokteran Forensik. Teknik Autopsi Forensik. Bagian


Kedokteran Forensik FK-UI, Jakarta. 2000.

5.

Peraturan Perundang-undangan Bidang Kedokteran edisi 1. Bagian Kedokteran


Forensik FK-UI, Jakarta. 1994.

Hasil Pembelajaran
1.

Kronologis terjadinya luka memar

2.

Pembuatan visum et repertum

1. Subyektif

Datang dengan surat pengantar dari kepolisian untuk dibuatkan Visum et Repertum

Os diantar oleh ayahnya ke IGD RSUD Cengkareng untuk dibuatkan Visum et


Repertum. Os mendapat perlakuan kasar dari tetangganya 4 jam SMRS. Berawal ketika pasien
menegur tetangganya untuk memarkirkan motor dengan benar tetapi tetangganya tersebut
tidak senang lalu mengeroyok pasien dibantu oleh 2 orang dimana 2 orang memukuli pasien
dan 1 orang memegang tubuh pasien. Pada saat itu wajah pasien ditonjok dengan tangan
kosong dan ada yang menarik rambut pasien ketika terjatuh pasien diinjak kepalanya dengan
sandal yang masih digunakan oleh tetangga. Pasien melindungi kepalanya dengan tangan kiri.
Pasien mengalami nyeri kepala terutama daerah yang mengalami luka seperti tertekan, terus
menerus sejak kepalanya diinjak dan nyeri pada tangan kiri yang mengalami luka tetapi masih
dapat digerakkan, pasien tidak mengalami muntah dan pingsan ataupun keluar cairan dari
hidung dan telinga. Pasien juga belum diberikan pengobatan untuk lukanya. Tidak ada
tindakan kekerasan seksual, Sebelumnya pasien belum pernah mengalami hal serupa.

2. Objektif
Hasil pemeriksaan fisik didapatkan:
Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda Vital

Keadaan Umum : tampak sakit ringan


Kesadaran

: compos mentis (GCS 15)

Tekanan Darah : 120/80 mmHg


Nadi

: 90 kali/menit

Pernapasan

: 20 kali/menit

Suhu

: 36 oC

Status Generalis
Kepala

:
: dalam batas normal

Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat, isokor (3mm/3mm), refleks
cahaya +/+
THT

: dalam batas normal

Thorax

: pergerakan dada simetris

Paru

: bunyi napas vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-

Jantung

: bunyi jantung I dan II reguler, murmur (-), gallop (-)


Abdomen

: supel, nyeri tekan (-), bising usus (+) normal

Ekstremitas
: akral hangat, CRT < 3 detik, edema (-)

Status Lokalis
1. Regio Kepala
Terdapat dua buah luka lecet disertai memar sekitarnya yaitu luka lecet di pelipis
kanan sekitar rambut dengan jarak 13 Cm dari garis tengah tubuh berbentuk garis
melebar berukuran 1,5 Cm disertai luka memar berwarna merah pada sekitarnya Luka
lecet di pelipis kiri dengan jarak 10 Cm dari garis tengah tubuh berbentuk persegi
panjang berukuran 1 Cm x 0,2 Cm disertai luka memar pada sekitarnya
2. Regio Punggung
Terdapat dua buah luka memar yaitu luka memar berwarna merah dipunggung kanan
dengan jarak 6 Cm dari garis tengah tubuh dengan bentuk tidak beraturan berukuran 2
Cm x 1 Cm. Luka memar berwarna merah dipunggung kanan dengan jarak 12 Cm
dari garis tengah tubuh dengan bentuk tidak beraturan berukuran 2 Cm x 1 Cm
3. Regio Pinggang
Terdapat satu buah luka memar yaitu Luka memar dipinggang kiri dengan jarak 12
Cm dari garis tengah tubuh dengan ukuran 2 Cm x 1 Cm
4. Regio Anggota gerak atas
Terdapat dua buah luka memar dan dua buah luka lecet yaitu luka memar berwarna
merah dibagian dalam siku kiri berbentuk persegi panjang berukuran 0,5cmx0,5 cm
Luka memar berwarna merah di bagian bawah siku kiri berbentuk lingkaran dengan
diameter 2 cm
Luka lecet dipergelangan tangan kanan berbentuk garis masing-masing berukuran 3 cm
dan 1 cm
3. Assessment
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diagnosis pasien ini adalah multiple vulnus
contossum dan multiple vulnus ekskoriasi.
Luka atau hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan
oleh trauma tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, atau
gigitan hewan. Bentuk luka bermacam-macam bergantung penyebabnya, misalnya luka
sayat atau vulnus scissum disebabkan oleh benda tajam, sedangkan luka tusuk yang
disebut vulnus punctum akibat benda runcing. Luka robek, laserasi atau vulnus laceratum
merupakan luka yang tepinya tidak rata disebabkan oleh benda yang permukaannya tidak
rata. Luka lecet pada permukaan kulit akibat gesekan disebut ekskoriasi. Adapun tipe-tipe
vulnus.1

Tipe vulnus : 2
a)

Vulnus Laceratum (laserasi/robek)


Disebabkan karena benturan dengan benda tumpul, dengan ciri tepi luka tidak rata dan
perdarahan sedikit karena mudah terbentuk cincin thrombosis akibat pembuluh darah
yang hancur dan memar.

b)

Vulnus Excoriasi (luka lecet)


Merupakan luka yang paling ringan dan paling mudah sembuh. Terjadi karena

gesekan tubuh dengan benda-benda rata misalnya semen, aspal atau tanah. c) Vulnus
Punctum
Penyebabnya adalah benda runcing tajam atau sesuatu yang masuk ke dalam kulit.
Merupakan luka terbuka yang dari luar nampak kecil tapi dalamnya mungklin rusak
berat, jika yang mengenai abdomen atau thorax disebut vulnus penetrosum (luka
tembus)
d)

Vulnus Contossum (luka memar)


Disini kulit tidak apa-apa, pembuluh darah subkutan dapat rusak sehingga terjadi
hematom. Bila hematom kecil, maka ia akan diserap oleh jaringan sekitarnya, bila
hematom besar, maka penyembuhan akan berjalan lama.

e)

Vulnus Scissum/Insivum (luka sayat)


Tepi luka tajam dan licin. Bila luka sejajar dengan garis lipatan kulit, maka luka tidak
terlalu terbuka. Bila memotong pembuluh darah, maka darah sukar berhenti karena
sukar terbentuk cincin thrombosis (trombose ring)

f)

Vulnus Sclopetrum (luka tembak)


Penyebabnya adalah tembakan, granat, dsb. Pada pinggiran luka tampak kehitaman,
bisa tidak teratur kadang ditemukan corpus alienum. Kemungkinan infeksi dengan
bakteri anerob dan ganggren gas lebih besar.

g)

Vulnus Morsum (luka gigitan)


Disebabkan oleh gigitan binatang, kemungkinan terjadinya infeksi tergantung dari
bentuk gigi.

h)

Vulnus Perforatum (luka tembus)


Akibat panah, tombak atau proses infeksi yang meluas hingga melewati selaput serosa
atau epitel organ jaringan

i)

Vulnus Amputatum (luka terpotong)


Luka potong disebabkan oleh benda tajam ukuran besar/berat, gergaji. Luka

membentuk lingkaran sesuai organ yang dipotong. Perdarahan hebat, risiko infeksi
tinggi, terdapat gejala panthom limb.
j) Vulnus Combustion (luka bakar)
Penyebabnya karena thermal, radiasi, elektrik maupun kimia. Jaringan kulit rusak
dengan berbagai derajat.
Fase peyembuhan luka1
a)

Fase Inflamasi : berlangsung mulai terjadi luka sampai hari ke 5. Terjadi akibat sel
mast dalam jaringan ikat menghasilkan serotonin dan histamin yang meningkatkan
permiabilitas kapiler sehingga terjadi eksudasi cairan, penumpukan sel radang disertai
vasodilatasi setempat yang menyebabkan oedem dan pembengkakan yang ditandai
dengan warna kemerahan karena kapiler melebar (rubor), suhu hangat (kalor), rasa
nyeri (dolor) dan pembengkakan (tumor).

b)

Fase Proliferasi / Fibroplastic / Granulasi : terjadi mulai akhir fase inflamasi sampai
akhir minggu ke 3. Pada fase ini luka dipenuhi sel radang, fibroblast dan kolagen,
membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus
yang disebut jaringan granulasi. Proses ini baru berhenti setelah ephitel saling
menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka.

c)

Fase Remodelling / Reabsorbsi: fase ini berlangsung berbulan bulan dan dinyatakan
berakhir jika semua tanda radang telah hilang. Pada fase ini terjadi proses pematangan
yang terdiri penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan
gaya gravitasi, dan akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru dibentuk.

Warna luka dapat menentukan hari terjadinya luka, apabila luka berwarna merah
merupakan jenis luka baru, apabila berwarna merah kehijauan merupakan jenis luka yang
terjadi 5 hari yang lalu, bila berwarna merah kehitaman merupakan jenis luka yang terjadi 7
hari yang lalu.3
4. Plan

Wound toilet

Pembuatan Visum et Repertum

Visum et Repertum adalah keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter, berisi temuan dan
pendapat berdasarkan keilmuannya tentang hasil pemeriksaan medis terhadap manusia atau
bagian dari tubuh manusia, baik hidup maupun mati, atas permintaan tertulis (resmi) dan

penyidik yang berwenang (atau hakim untuk Visum et Repertum psikiatrik) yang dibuat atas
sumpah atau dikuatkan dengan sumpah untuk kepentingan peradilan.4
Dasar hukum VeR adalah sebagai berikut:
Pasal 133 KUHAP menyebutkan kewajiban dokter membantu peradilan5
(1)Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka,
keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia
berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau
dokter dan atau ahli lainnya.
(2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara
tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau
pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat.
Visum et repertum adalah alat bukti yang sah berupa surat ( Pasal 184 jo, Pasal 187 butir c
KUHP)
Ketentuan

umum

pembuatan

visum

et

repertum

adalah

1.Diketik di atas kertas berkepala surat instansi pemerintah


2.Bernomor, tertanggal dan di bagian kiri atasnya dicantumkan kata Pro Justitia
3.Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tanpa singkatan dan tidak
menggunakan istilah asing.
4.Ditanda tangani dan diberi nama jelas oleh pembuatnya serta dibubuhi stempel instansi
tersebut.
Pada umumnya visum et repertum dibuat mengikuti struktur (anatomi) sebagai berikut :
1. Bagian pendahuluan
Bagian ini sebenarnya tidak diberi judul pendahuluan, melainkan langsung
merupakan uraian tentang identitas dokter pemeriksa, instansi pemeriksa, tempat dan
waktu dilakukannya pemeriksaan, instansi peminta visum et repertum, nama dan
tanggal surat permintaan, serta identitas yang diperiksa sesuai dengan tercantum di
surat permintaan visum et repertum tersebut.
Di bagian ini dicantumkan ada garis miring tidaknya label identifikasi dari
pihak penyidik, bentuk dan bahan label serta isi label identifikasi yang diletakkan pada
tanda bukti, biasanya pada ibu jari kaki kanan mayat.

2. Bagian hasil pemeriksaan


Bagian ini diberikan judul hasil pemeriksaan. Bagian ini memuat semua hasil
pemeriksaan terhadap barang bukti yang dituliskan secara sitematik, jelas dan dapat
dimengerti oleh orang yang tidak berlatar belakang pendidikan kedokteran. Deskripsi
Luka yang merupakan bagian dari hasil pemeriksaan merupakan hal yang penting a.
Jumlah luka = satu, dua, tiga, dst
b. Lokasi luka (berdasar regio anatomi/garis koordinat/bagian2 tertentu dari tubuh) = di
perut kanan atas, di dada kanan atas, di paha kiri, dsb
c. Bentuk luka (sebelum dan sesudah dirapatkan) = teratur/tidak teratur, celah/bulat,
bentuk sebelum dan sesudah dirapatkan
d. Ukuran luka (sebelum dan sesudah dirapatkan) = panjang, lebar, dalam, diameter
ukuran sebelum dan sesudah dirapatkan
e. Sifat luka

3. Kesimpulan
Bagian ini diberi judul kesimpulan. Dalam bagian ini dituliskan kesimpulan
pemeriksa atas seluruh hasil pemeriksaan berdasarkan keilmuannya atau keahliannya.
4. Bagian penutup
Bagian ini tanpa judul, melainkan langsung berupa uraian kalimat penutup
yang menyatakan bahwa visum et repertum ini dibuat dengan sebenarnya, berdasarkan
keilmuan serta mengingat sumpah dan sesuai dengan KUHAP.
Visum et repertum dibuat sesegera mungkin dan diberikan kepada (instansi) penyidik
pemintanya, dengan memperhatikan ketentuan rahasia jabatan bagi dokter serta ketentuan
kearsipan.

PRO JUSTICIA
VISUM ET REPERTUM
No. / RSUDC/VER/ /2015
Yang bertandatangan dibawah ini dr. Avelini, Dokter Umum di RSUD Cengkareng
Jakarta Barat, menerngkan bahwa berdasarkan permintaan tertulis dari surat saudara..
Pangkat.NRP. Jabatan. Tanggal dua puluh enam bulan Juni tahun dua ribu lima
belas, Nomor Polisi:, maka dengan ini menerangkan bahwa pada tanggal dua puluh
enam Juni tahun dua ribu lima belas pukul.. Waktu Indonesia Bagian Barat bertempat di
RSUD Cengkareng Jakarta Barat, telah dilaksanakan pemeriksaan terhadap korban
dengan nomor registrasi 18/27/45 yang menurut surat tersebut adalah
Nama

: Tn. Reynaldi

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Tempat/tanggal lahir : Tanggerang, 08/12/1998


Kewarganegaraan

: Indonesia

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Pelajar

Alamat

: Jalan Bojong Raya Rt.006/Rw.04

HASIL PEMERIKSAAN
Dari hasil pemeriksaan didapatkan
Kepala

: Luka lecet disamping pelipis kanan 1 sentimeter, luka lecet di

pelipis kiri samping alis 0,5 sentimeter.


Leher

: Tidak ada tanda-tanda kekerasan

Dada

: Tidak ada tanda-tanda kekerasan

Punggung

: Luka lecet di punggung kanan 2 sentimeter x 1 sentimeter, luka

lecet di punggung kiri 1 sentimeter bentuk garis, memar


dipunggung kanan dekat ketiak 2 sentimeter x 1 sentimeter
Pinggang

: pada luka lecet di pinggang kiri bagian belakang 2 sentimeter x 1

sentimeter
Perut

: Tidak ada tanda-tanda kekerasan

Dubur

: Tidak ada tanda-tanda kekerasan

Alat kelamin

: Tidak ada tanda-tanda kekerasan

10

Anggota gerak atas

: Luka lecet disamping siku kiri 0,5 sentimeter x 0,5 sentimeter,

luka gores dibawah siku kiri 3 sentimeter, luka lecet di

pergelangan

tangan kanan 2 sentimeter dan 1 sentimeter.


Anggota gerak bawah : Tidak ada tanda-tanda kekerasan
Lain-lain

: Tidak ada tanda-tanda kekerasan

KESIMPULAN
PENUTUP
Demikianlah Visum et Repertum ini saya buat dengan sebenarnya dengan menggunakan
keilmuan yang sebaik-baiknya, mengingat sumpah sesuai kitab Undang-Undang Hukum
Acara Pidana.
Cengkareng, 26 Juni 2015
Dokter yang memeriksa
dr. Avelini

Sebaiknya deskripsi luka mengikuti kaidah yang baku dan kesimpulan diisi oleh dokter yang
memeriksa. Untuk kesimpulan pada pasien ini adalah pada pemeriksaan korban lakilaki
berusia enam belas tahun ditemukan luka memar dan luka lecet di daerah kepala, punggung,
pinggang dan pergelangan tangan kanan dan lengan bawah kiri disebabkan oleh benda
tumpul. Luka tersebut tidak menimbulkan bahaya maut.

11