Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PRAKTIKUM

PROYEKSI PETA
( GKP 0103 )

Disusun Oleh:
Nama

: Kusuma Wardani Laksitaningrum

NIM

: 12/330894/GE/07285

LABORATORIUM KARTOGRAFI DIGITAL


FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GAJAH MADA
YOGYAKARTA
2013

BENTUK-BENTUK BUMI
A. SPHEROID
Sheroid adalah bentuk bumi yang hampir bundar sempurna. Bumi agak flat di
Kutub Utara dan Selatan, dan agak teregang di sekitar Khatulistiwa.
> Bumi agak flat lantaran rotasinya.
> Bukti bentuk bundar Bumi datang dari foto-foto yang diambil dari ruang angkasa dan
fakta bahwa kapal terlihat tenggelam/terbenam sewaktu menempuh melampaui horizon.

Tujuan penggunaan bentuk bumi spheroid untun mempermudah perhitungan


matematik menjadi lebih mudah diimplementasikan. Pengandaian bahwa permukaan bumi
itu bulat seperti permukaan bola maka dimungkinkan untuk dibuat pemetaan berskala
kecil (lebih kecil dari skala 1:5.000.000. Pada skala ini maka perbedaan antara permukaan
bola dengan elipsoid tidak terdeteksi di peta. Bagaimanapun juga untuk menjaga akurasi
peta berskala besar (skala 1:1.000.000 atau lebih) maka elipsoid dibutuhkan untuk
merepresentasikan bentuk permukaan bumi. Diantara skala-skala tersebut, pemilihan
sphere akan bergantung pada tujuan peta dan akurasi datanya.
http://sainstory.wordpress.com/2010/07/05/ukuran-bentuk-dan-struktur-bumi/

B. ELLIPSOID
Ellipsoid adalah ellips yang diputar pada sumbu pendeknya. Perbedaan antara geoid
dan ellipsoid tidak lebih dari 200 m. Jari-jari ke arah ekuator lebih panjang dari jari-jari
ke arah kutub. Bentuk bumi yang dimaksud bukan berarti bentuk bumi fisik yang sangat
tidak teratur, tetapi dari rata-rata ketinggian air laut(geoid).
Refensi ellipsoid adalah acuan dalam menentukan koordinat, jarak, arah dari unsur
spasial di permukaan bumi, yang konsisten. Hal ini tidak mungkin didasarkan pada
permukaan fisik bumi yang tidak teratur, untuk itu diganti dengan bentuk dan ukuran yang
menyerupai geoid yaitu geometri ellipsoid. Perhitungan yang didasarkan pada geometri
ellipsoid selanjutnya dikenal dengan referensi ellipsoid.
Sesuai dengan teori Newton, bahwa gaya sentrifugal menyebabkan Bumi
mengalamai pemampatan, jari-jari kutub pada ellipsoid lebih pendek daripada jari-jari
ekuatornya. Pemampatan ini dinyatakan dengan:
f = (a-b)/a
a adalah sumbu panjang ellipsoid, b adalah sumbu pendek ellipsoid, dan f adalah
pegepengannya. Ellipsoid yang mempunyai ukuran dan bentuk tertentu untuk hitungan
geodesi dan sebagai permukaan rujukan dinamakan ellipsoid referensi. Perbedaan tinggi
dari geoid dengan tinggi dari ellipsoid disebut undulasi geoid. Jika H adalah
tinggi ortometrik, h adalah tinggi geodetik, dan N adalah undulasi geoid, maka:

Sumber: http://www.esri.com/news/arcuser/0703/geoid1of3.html

Selain itu, ada juga yang dinamakan defleksi vertikal, yaitu defleksi antara garis
unting-unting (yang merupakan referensi pengukuran) dengan garis normal ellipsoid.
http://tujuhmei.wordpress.com/2012/09/10/geometri-bumi/

Tipe-tipe ellipsoid :
Ellipsoid Lokal : referensi ellipsoid yg digunakan dipilih hanya berdasarkan
kesesuaiannya (sedekat mungkin) dengan permukaan geoid yang relatif tidak luas.
Ellipsoid Regional : referensi ellipsoid yg digunakan sesuai dengan geoid
untuk daerah yang relatif luas.
Ellipsoid global : referensi ellipsoid yg digunakan sesuai dengan geoid
keseluruhan permukaan bumi.
http://galih.staff.umm.ac.id/files/2012/12/Pertemuan-6.pptx

C. GEOID
Salah satu tujuan ilmu geodesi adalah menentukan bentuk dan ukuran bumi
termasuk pula didalamnya menentukan medan gaya berat bumi dalam dimensi ruang dan
waktu. Bentuk bumi didekati melalui beberapa model diantaranya ellipsoida yang
merupakan bentuk ideal dengan asumsi bahwa densitas ( kerapatan ) bumi homogen.
Sementara itu kenyataan sebenarnya, densitas massa bumi yang heterogen dengan adanya
gunung, lautan, cekungan,dataran akan membuat ellipsoid berubah menjadi bentuk yang
baru yaitu Geoid.
Geoid disebut sebagai model bumi yang mendekati sesungguhnya. Lebih jauh
geoid dapat didefinisikan sebagai bidang ekipotensial yang berimpit dengan permukaan
laut pada saat keadaan tenang dan tanpa gangguan , karena itu secara praktis geoid
dianggap berhimpit dengan permukaan laut rata-rata (Mean sea level-MSL). Jarak geoid
terhadap ellipsoid disebut Undulasi geoid (N). Nilai dari undulasi geoid tidak sama di
semua tempat, hal ini disebabkan ketidakseragaman sebaran densitas massa bumi. Untuk
keperluan aplikasi geodesi, geofisika dan oseanografi dibutuhkan geoid dengan ketelitian
yang cukup tinggi. Contoh untuk bidang geodesi yaitu penggunaan teknologi GPS dalam
penentuan tinggi orthometrik untuk berbagai keperluan praktis seperti rekayasa, survei,
dan pemetaan membutuhkan infomasi geoid teliti.

http://johnnytinglioy.blogspot.com/2013/01/v-behaviorurldefaultvmlo_23.html