Anda di halaman 1dari 16

REFERAT

ENSEFALITIS

OLEH:
ANNISA FADHILAH
PEMBIMBING:
DR. PERWITASARI BUSTAMI SP.S
DR. ENY WAENINGSIH SP.S, M,KES
KEPANITERAAN KLINIK BAG. DEPARTEMENT SARAF
PERIODE NOVEMBER-DESEMBER 2015
RS DR. DRAJAT PRAWIRANEGARA

Definisi Ensefalitis

ETIOLOGI
Bakteri
Tabel Etiologi Ensefalitis virus
Mycobacterium
tuberculosis,
pneumoniae, Listeria monocytogenes,
Virus Herpes simpleks
(HSV-1,Mycoplasma
HSV-2)
Borrelia
burdgorferi,
Tropheryma
whippeli,
lepstospira,
brucella, legionella, Salmonella
varicella zoster virus (VZV), cytomegalovirus
typhii
(demam
tifoid), virus
nocardia,
pallidum dan seluruh
(CMV),
Epstein-Barr
(EBV),actinomyces,
human herpesTreponema
virus 6 (HHV6)
penyebab
meningitis
bakterial
(piogenik)
Adenovirus, Enterovirus
Jamur
Rubella
Kriptokokus, Aspergillus, koksidiomikosis, histoplasmosis, North
Arbovirus: Japanese B encephalitis, St Louis
Blastomycosis,kandidiasis.
encephalitis virus, West Nile encephalitis virus, Eastern, Western, and

American

Venezuelan equine encephalitis virus, tick borne encephalitis viruses


Parasit
Human
Trypanosomiasis,
Toxoplasma gonsii, Nagleria fowleri, Echinococcus
Virus African
Influenza
dan Rabies
granulosus,
schistosomiasis
dan
lain-lain
Bunyaviridae, Reoviridae dan Arenaviridae

Epidemiologi

Patogenesis
Penyebaran virus ke sistem saraf pusat melalui 2 mekanisme

Patogenesis
Penyebaran bakteri ke sistem saraf pusat melalui 2 mekanisme

Manifestasi Klinis
TRIAS ENSEFALITIS

1. Demam*
2. Kejang
3. Penurunan Kesadaran
* Tanda infeksi

Tanda Peningkatan TIK

1. Nyeri kepala kronik progresif


2. Muntah
3. Penglihatan kabur
4. Kejang
5. Penurunan Kesadaran

Diagnosis
Anamnesis
1.
2.
3.

Onset
Tanda infeksi, peningkatan
TIK
Faktor resiko: umur, pasien
imunokompremais,
kunjungan ke daerah
endemik

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Neurologi
a) Hiperrefleksia
b) Ataksia
c) Defisit fokal hemiparese
d) Gangguan kognitif

Pemeriksaan Penunjang

CT Scan pada
A.Virus Herpes
simpleks
B.Virus Varisela Zoster
C.D-E enterovirus

Penatalaksanaan

Komplikasi
Gejala sisa yang sering muncul berupa gangguan daya ingat
(69%), perubahan kepribadian dan tingkah laku (45%),
epilepsi (25%).

Prognosis
Prognosis tergantung pada keparahan gejala klinis, etiologi spesifik,
umur anak, keterlibatan parenkim otak dan susunan saraf spinal, adanya
edema otak, adanya gangguan vaskularisasi dan perfusi pada otak,
komplikasi yang timbul serta respon terhadap pengobatan.
Keterlambatan pengobatan memberikan prognosis buruk Gejala sisa
lebih sering ditemukan dan lebih berat pada kasus yang tidak diobati.
Pasien yang mengalami koma memiliki angka mortalitas
yang tinggi atau sembuh dengan gejala sisa yang berat.

DAFTAR PUSTAKA

Lewis P, Glacor C, 2011. Encephalitis. American Academic of Pediatrics: Pediatrics in Review. Vol.26, pp 353-363.
Howes DS, 2015. Encephalitis. Diunduh tanggal 30 November 2015. Dikutip dari http://emedicine.medscape.com/article/791896-overview.
Ferrari S et al, 2009. Viral Encephalitis : Etiology, Clinical Features, Diagnosis and Management. The Open Infectious Diseases Journal, Vol 3, pp 1-12.
Kennedy et al, 2015. Viral encephalitis: causes, differential diagnosis, and management. Neurology in Practice, Vol 75, pp i10-i15.
Anonymous. Encephalitis. Diunduh tanggal 30 November 2015. Dikutip dari http:// www.mayoclinic.com/health/encephalitis/DS00226.
Prober Charles G, 2007. Infeksi Sistem Saraf Pusat. Nelson Textbook of Pediatrics 18th Edition, USA: Elsevier, pp 169
Faust SN, 2015. Pediatric Meningitis and Encephalitis. Diunduh tanggal 1 Desember 2015. Dikutip dari http://emedicine.medscape.com/article/802760
Basuki A et al, 2009. Encephalitis Pada Anak.: Kegawatdaruratan Neurologi. Bandung:Bagian/UPF Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran UNPAD pp. 172173.
Eva A and Michel B, 2012. Management of Suspected Viral Encephalitis in Adults. Association of British Neurologists and British Infection Association National
Guidelines, 64(4):347-73.
Bonetti M.G, Ciritella P, Valle G et al, 2006. Nuclear Medicine in Neurologi Emergency. In: Scarabino T, Salvolini U, Jinkins R. Emergrncy Neuroadiology.
Berlin: Springer, pp389-91
Gilden DH et al, 2007. Herpesvirus infections of the nervous system.Nature Clinical Practice Neurology, Vol.3, No.2, pp 82-94.
Thunkel et al, 2015. The Management of Encephalitis: Clinical Practice Guidelines by the Infectious Diseases Society of America. IDSA Guidline, vol 47,
pp:303-27
Behrman,R., Kliegman, R., Arvin, A., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Nelson (Nelson Textbook of Pediatrics) . 15th Edition. EGC.2007 ; p880-881
Ebaugh and Franklin G, 2007. Neuropsychiatric Sequelae of Acute Epidemic Encephalitis in children. Journal of Attention Disorders. SAGE publication.
Falcheck, Stephen J, 2012. Encephalitis in The Pediatric Population.Diunduh tanggal 1 Desember 2015. Dikutip dari
http://pedsinreview.aapublications.org.

Anda mungkin juga menyukai