Anda di halaman 1dari 14

Audit Produksi Bersih terhadap Penggunaan Karcis Parkir di Politeknik

Negeri Bandung

TUGAS

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Produksi Bersih yang
diberikan oleh Ir. Emma Hermawati, MT

Oleh
Hesti Diana Wahyuni

NIM 131424012

Wynne Raphaela

NIM 131424027

Kelas 3A Teknik Kimia Produksi Bersih

PROGRAM STUDI D-IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016

TAHAP I
A. Konsep
Mengganti penggunaan karcis parkir di Polban dengan yang lebih ekonomis dan ramah
lingkungan
B. Prioritas
Hal-hal yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan produksi bersih ini adalah melakukan
evaluasi terhadap penggunaan kertas parkir dan mencari opsi pengganti yang lebih
ekonomis dan ramah lingkungan
C. Tujuan
Adapun tujuan dilaksanannya produksi bersih pada system parkir di Politeknik Negeri
Bandung antara lain:
Mengurangi penggunaan kertas parkir di lingkungan Politeknik Negeri Bandung

hingga 80% per tahun


Mempersingkat waktu pengecekan identitas diri dan kendaraan saat keluar dari

area parkir.
D. Ruang Lingkup
Program produksi bersih yang akan dilaksanakan memiliki batasan-batasan sebagai
berikut:
Penerapan produksi bersih akan dilakukan diarea parkir Politeknik Negeri
Bandung dengan cara penggantian karcis parkir dengan yang lebih ekonomis dan

ramah lingkungan.
Melakukan audit dengan mengevaluasi penggunaan karcis parkir di Politeknik
negeri Bandung dan mencari opsi untuk menggantikan penggunaan kertas parkir

tersebut
Hasil audit yang dilakukaan akan diserahkan kepada pihak Manajemen Politeknik

Negeri Bandung sebagai pertimbangan untuk penggantian system parkir


E. Metode
Metode yang dilakukan dalam penerapan produksi bersih di area parkir politeknik Negeri
bandung adalah:
1. Melakukan evaluasi penggunaan kertas parkir dari sisi ekonomi dan penggunaan
kertas
2. Mencari opsi pengganti kertas parkir
3. Membandingkan efisiensi kertas parkir dengan opsi pengganti dari segi ekonomi dan
penggunaan kertas.
4. Menyerahkan hasil audit kepada Manajemen Politeknik Negeri Bandung.

TAHAP II : ASSASMENT
I. Desk Study
1.1 Umum
Dilakukannya audit terhadap system parkir di Politeknik Negeri Bandung dilakukan agar dapat
mengurangi penggunaan kertas hingga 80%. Walaupun audit yang dilakukan termasuk hal kecil
dari sebuah system yang besar. Namun melihat fenomena saat ini di Politeknik Negeri Bandung
mengenai karcis parkir yang dganti setiap hari, bila diakumulasikan jumlah limbah kertas nya
lama-lama akan menumpuk juga dan hal ini tidak berasaskan produksi bersih.
Oleh karena itu berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 31
Tahun 2009 Tentang Pembinaan Dan Pengawasan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan,
Ekolabel, Produksi Bersih, Dan Teknologi Berwawasan Lingkungan Di DaerahHidup tentang
Pembinaan dan Pengawasan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan, Ekolabel, Produksi
Bersih, dan Teknologi Berwawasan Lingkungan di Daerah Pada Pasal 1 Ayat 4 yang berbunyi :
Produksi bersih adalah strategi pengelolaan yang bersifat preventif, terpadu, dan diterapkan
secara terus-menerus pada setiap kegiatan mulai dari hulu ke hilir yang terkait dengan proses
produksi, produk dan jasa untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumberdaya alam,
mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah pada
sumbernya sehingga meminimisasi resiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia serta
kerusakan lingkungan.
Dari peraturan menteri tersebut diatas, audit ini diitikberatkan pada point mengurangi
terbentuknya limbah pada sumbernya karena dengan adanya audit ini diharapkan penggunaan
karcis parkir dapat diganti dengan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Sehingga limbah
kertas yang tadinya dihasilkan setiap hari, dapat dikurangi jumlahnya hingga 80%.

1.2 Proses/Teknis
Pencetakan karcis parkir

Distribusi ke Mahasiswa

Pengumpulan
Penyimpanan
Pengembaliandan
oleh
Karcis
penyortiran
Mahasiswa
parkir
Gambar 1. Diagram Alir Proses Distribusi Karcis Parkir di Area Politeknik Negeri
Bandung

1.2.1 Deskripsi Proses


1.2.1.1 Pencetakan Karcis Parkir
Karcis parkir yang berlaku di Polban dicetak di unit Sarana Prasarana Polban. Karcis
parkir berukuran 7,5 cm x 5 cm tersebut dicetak minimal setiap 3 hari sekali dengan
bahan baku kertas HVS F4 sebanyak 1 rim/bulan, dalam satu lembar F4 akan dihasilkan
16 karcis parkir atau 8000 karcis parkir/bulan . Setelah proses pencetakan di Sarana
Prasarana Polban, selanjutnya kertas parkir diserahkan ke unit Satpam untuk dilakukan
pengguntingan Kertas parkir menjadi ukuran 7,5 cm x 5 cm.
1.2.1.2 Distribusi ke Mahasiswa
Distribusi kertas parkir ke mahasiswa dilakukan ketika motor mahasiswa memasuki area
parkir Polban. Di gerbang masuk menuju area parkir karcis parkir dibagikan oleh Satpam
yang bertugas menjaga area parkir. Karcis parkir ini berguna sebagai tiket akses masukkeluar polban untuk motor mahasiswa.
1.2.1.3 Penyimpanan oleh Mahasiswa
Selama motor mahasiswa berada di area parkir, tiket disimpan oleh mahasiswa untuk
selanjutnya diserahkan kembali ke Unit Satpam Polban ketika hendak meninggalkan area
Parkir Polban. Pada proses ini resiko kerusakan dan kehilangan karcis parkir sangat besar
terjadi yang diakibatkan kelalaian mahasiswa dalam menyimpan karcis parkir tersebut.
1.2.1.4 Pengembalian Kertas Parkir
Apabila mahasiswa hendak keluar Polban menggunakan motor, di gerbang keluar
mahasiswa harus mengembalikan kertas parkir dan menunjukkan STNK motor untuk
pemeriksaan identitas motor dan mencegah terjadinya pencurian. Pada tahap ini rata-rata
1% kertas parkir rusak dan hilang setiap harinya.

1.2.1.5 Pengumpulan dan Penyortiran


Pengumpulan dan penyortiran dilakukan sesaat setelah mahasiswa mengembalikan karcis
parkir dan menunjukkan STNK motornya. Di tahap ini karcis parkir yang masih bagus
akan disimpan rapih dalam wadah kayu berbentuk persegi sedangkan karcis parkir yang
sudah tidak layak langsung dikumpulkan dan dibakar.
Karcis parkir berlaku setiap 3 -5 hari. Karcis parkir akan diganti apabila karcis
sudah rusak sebagian besarnya atau maksimal digunakan selama 5 hari perkuliahan (1
minggu). Karcis parkir yang sudah tidak berlaku biasanya langsung dibakar.
1.2.2

Produk dan Bahan


Bahan baku

Jenis
Ukuran
Volume pemakaian
Produk

Kertas HVS berwarna 70 gr


21,5 cm x 33 cm
1 rim kertas/bulan

Jenis
Ukuran
Volume pemakaian

Kertas HVS berwarna 70 gr


7,5 cm x 5 cm
8000 kertas parkir/ bulan

II. Kunjungan Lapangan


Metoda pelaksanaan survey lapangan yaitu dengan melakukan pengamatan visual dan
melakukan wawancara kepada salah satu Satpam di Polban yang dilakukan pada:
Hari, Tanggal : Senin, 04 Januari 2016
Waktu
: 10.00 WIB selesai
Lokasi
: Pos Satpam Politeknik Negeri Bandung
Jl. Gegerkalong Hilir desa Ciwaruga, Bandung 40012
Narasumber : Bapak Asep Edi Cahyono
Secara umum hal-hal yang harus dibahas dalam kunjungan lapangan meliputi aspek
proses/teknis, produk dan bahan, ekonomi, dan lingkungan hidup. Hasil kunjungan lapangan
secara rinci berdasarkan aspek yang telah disebutkan adalah, sebagai berikut:

2.1 Proses/teknis

Dari diagram alir proses yang telah disajikan pada poin 1.2 terdapat 5 tahap dalam alur
system penggunaan karcis parkIr di area parkir Polban yaitu pencetakan karcis parkir,
pembagian karcis parkir ketika motor mahasiswa masuk ke area parker, peyimpanan karcis
oleh mahasiswa selama perkuliahan, pengembalian karcis parkir ketika hendak keluar
kampus, serta pengumpulan dan penyortiran karcis oleh Satpam Polban yang bertugas di
area parkir. Hasil kunjungan lapangan terhadap lima hal tersebut adalah, sebagai berikut:
No
.

Deskripsi

Penanganan yang

Kunjungan Lapangan

telah dilakukan

Dalam proses pencetakan dan


1.

Pencetakan

karcis pengguntingan karcis parkir

parkir

akan terbuang sedikit bagian


kertas HVS

Pembagian
2.

3.

Parkir

karcis
kepada

setiap motor yang


masuk
Penyimpanan

dikumpulkan

dan

langsung dibuang

Kertas parkir dibagikan kepada


setiap motor mahasiswa yang memasuki area parkir Polban
Penyimpanan

karcis parkir oleh seringkali


mahasiswa

Sisa kertas tersebut

karcis

membuat

parkir
banyak

kertas parkir menjadi rusak


dan hilang.
karcis

parkir

Penyimpanan
kebanyakan -

disimpan di saku celana, saku


jacket, di dalam stnk, dan
dimasukkan ke dalam tas.
Ketika hujan banyak sekali Karcis yang rusak
karcis parkir yang rusak karena dibuang ke kardus
basah akibat kertas disimpan di karena tidak bisa
tempat yang mudah terkena digunakan lagi
hujan.

Sumber
Pengamatan
visual

dan

wawancara

Pengamatan
visual
Pengamatan
visual

Ukuran karcis yang kecil dan


ringan

membuat

beberapa

orang lupa menyimpan atau

karcis tersebut jatuh

karcis
5.

Pengumpulan

dan

penyortiran

yang

masih

bagus

dikumpulkan lalu dirapihkan

Pengamatan

sebelum disimpan di wadah, -

visual

sedangkan karcis yang rusak

wawancara

dan

langsung dibuang ke kardus


2.2 Produk dan Bahan
Menurut hasil wawancara kepada Narasumber, Proses pencetakan karcis dilakukan di unit sarana
dan Prasarana Politeknik Negeri Bandung dengan cara melakukan penggandaan (fotocopy).
Proses pencetakan karcis parkir ni membutuhkan 1 rim kertas HVS berwarna setiap bulan
sebagai bahan baku. Anggaran yang digunakan berasal dari Polban. karcis parkir di Polban
terdiri dari warna biru, merah muda, hijau dan kuning yang dibagikan kepada mahasiswa urutan
warnanya secara acak setiap 3-5 hari sekali.
Satu lembar F4 dapat menghasilkan 16 karcis parkir, dan dilakukan pencetakan 1 rim
sekaligus untuk keperluan selama satu bulan.

2.3 Ekonomi

Pengeluaran
Biaya pembelian karcis HVS/bulan
1 rim/bulan x Rp. 42.000= Rp.42.000/bulan
Biaya Pencetakan karcis (dengan mesin fotocopy milik unit Sarana Prasana
Polban)
500 lembar/bulan x Rp.125= Rp. Rp. 62.500/bulan
Total biaya/bulan=Rp.104.500/bulan
Total biaya/tahun= Rp.104.500/bulan x 6 bulan (masa aktif perkuliahan)=
Rp. 627.000/tahun

*keterangan: 1 rim=500 lembar


1 bulan20 hari efektif perkuliahan
1 tahun182 hari efektif perkuliahan 6 bulan
Dari perhitungan tersebut biaya yang dibutuhkan untuk mencetak karcis parkir di polteknik
negeri bandung adalah sebesar Rp. 627.000/tahun dengan asumsi jumlah motor yang parkir di
Polban sebesar 2000 motor.
2.3 Penanganan Limbah Kertas Parkir yang Sudah Tidak Terpakai
Selama ini penanganan limbah kertas parkir yang sudah rusak atau tidak terpakai langsung
dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar.

TAHAP 3
PENYUSUNAN TAHAP KESETIMBANGAN MATERIAL DAN ENERGI
3.1 Diagram Alir Proses Produksi
Pencetakan karcis parkir

Distribusi ke Mahasiswa

Penyimpanan oleh Mahasiswa

Pengembalian karcis parkir

Pengumpulan dan penyortiran

Karcis masih layak pakai

Limbah karcis yang tidak layak


pakai

Gambar 2. Diagram Alir Proses Distribusi karcis Parkir di Area Politeknik Negeri Bandung
yang berlaku setiap 3-5 hari

3.2 Input-output
3.2.1 Proses Pencetakan dan pengguntingan
Proses pencetakan dan pengguntingan
Karcis parkir ukuran
7,5 x 5 cm

Kertas F4

Gambar 3. Neraca input-otput proses pencetakan karcis parkir yang berlaku setiap 3-5 hari

3.2.2 Proses Pengumpulan dan penyortiran

Proses pengumpulan dan penyortiran

Karcis parkir layak pakai

Karcis parkir

Karcis parkir tidak layak


pakai
Gambar 3. Neraca input-otput proses pengumpulan dan penyortiran karcis parkir yang
berlaku setiap 3-5 hari

3.3 Perhitungan Neraca ditinjau dari Input-output proses pengumpulan dan Penyortiran
Karcis parkir awal= karcis parkir layak pakai+karcis parkir tidak layak pakai dan hilang
2000 lembar karcis/5 hari pemakaian=kertas parkir layak pakai + 100 lembar karcis/5hari
pemakaian
Kertas parkir layak pakai= 1900 lembar/5 hari pemakaian
Keterangan : karcis parkir layak pakai ini setiap 5 hari langsung dibakar atau langsung menjadi
limbah
3.4 Identifikasi terjadinya limbah
Limbah dari penggunaan karcis parkir di polban

adalah 1900 lembar karcis setiap 5 hari

pemakaian

Dalam satu bulan limbah yang dihasilkan= 1900 lembar karcis x 4 minggu =7600
lembar/bulan
Konversi ke lembar F4
7600 lembar/bulan /16 =475 lembar F4=0,95 rim/bulan
Konversi ke tahun
0,95 rim/bulan x 6 bulan=5,7 rim/tahun

3.5 Opsi Pengurangan Limbah


Penggunaan karcis hanya bisa digunakan untuk 5 hari pemakaian. Selain itu karcis parkir yang
akan berlaku di minggu berikutnya akan berganti warna dan kode.
Upaya pengurangan limbah dengan system karcis sulit dilakukan. Sehingga, yang dapat
dilakukan adalah menganti karcis parkir dengan bahan yang lebih ekonomis, lebih tahan lama
dan lebih ramah lingkungan dari sisi penggunaan kertas. Opsi yang dapat dilakukan adalah
sebagai berikut:

Karcis parkir menggunakan kertas bekas


Karcis parkir menggunakan stiker
Karcis parkir menggunakan kartu permanen

TAHAP IV
Evaluasi Kelayakan dan Rekomendasi Opsi
4.1

Evaluasi Ekonomis
Dilihat dari sisi ekonomi dengan menggunakan karcis parkir yang selama ini

berlaku, Pihak manajemen Polban mengeluarkan biaya Rp. 627.000/tahun untuk pencetakan
karcis parkir. Dilihat dari sisi limbah yang dihasilkan, volume kertas sisa parkir yang dihasilkan
juga banyak. Sehingga dari sisi penerapan produksi bersih perlu dilakukan evaluasi untuk
penggunaan karcis parkir ini. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan terdapat 3 opsi peluang
produksi bersih, seperti dalam table dibawah ini:
No
1

Opsi
Karcis

Biaya
/tahun
parkir Rp. 375.000

Penghematan

Efisiensi

/tahun
Rp. 252.000

(%)
100

Rp. 881.000

97,2

Rp.-

96,3

kertas

menggunakn
2

kertas bekas
Sticker Parkir

Rp.
1.000.000

Kartu

(per 3 tahun)
Parkir 20.000.000

Permanent

(per 3 tahun)

18.119.000

4.1.1 Karcis parkir menggunakn kertas bekas


Biaya fotokopi =Rp. 125/lembar
Kertas bekas = 500 lembar/bulan
500 lembar/bulan x Rp.125= Rp. Rp. 62.500/bulan
Total biaya/tahun= Rp.62.5000/bulan x 6 bulan (masa aktif perkuliahan)=
Rp. 375.000/tahun
( 180 ) rim
=100
Efisiensi kertas =
18 rim
Kertas bekas yang digunakan berasal dari kertas yang sudah tidak terpakai dari
setiap jurusan. Kertas ini nantinya akan dikolektifkan dan dikumpulkan pada unit
satpam, untuk selanjutnya dilakukan pencetakan karcis parkir.

Penggunaan kertas bekas ini sekaligus memanfaatkan kembali limbah kertas dari
setiap jurusan. Sehingga pencetakan karcis ini tidak mengeluarkan biaya untuk
pembelian kertas dan efisiensinya 100% karena bahan bakunya merupakan kertas
yang masih layak namun sudah tidak terpakai lagi.
4.1.2 Sticker Parkir
Harga sticker= Rp. 500/buah
Pengguna motor= 2000
Total biaya/tahun= Rp. 500/buah x 2000 motor= Rp. 1.000.000
Efisiensi kertas =

( 180 .5 ) rim
=97,2
18 rim

Setiap mahasiswa yang memakai motor wajib menggunakan sticker yang


ditempel pada bagian depan motor. Sticker berlaku selama menjadi mahasiswa
Polban.
Dengan penggunaan sticker maka tidak ada limbah yang dihasilkan dari system
parkir di Polban.
4.1.3 Kartu Parkir Permanent
Harga pembuatan kartu parkir= Rp. 1.000.000/ buah
Pengguna motor = 2000
Total biaya/tahun = Rp. 1.000.000/buah x 2000 motor = Rp. 20.000.000
Efisiensi kertas =

( 180 , 66 ) rim
=96,3
18 rim

Penggunaan kartu parkir permanent dengan dilengkapi dengan data identitas


mahasiswa, seperti foto dan data kendaraan memudahkan saat pengecekan dan
lebih meminimalisasi kehilangan STNK yang diakibatkan dari system yang
sekarang berlaku di Polban. Sehinga waktu pengecekan saat keluar parkir lebih
singkat karena tidak perlu dilakukan pemeriksaan STNK lagi. Namun opsi ini
memerlukan biaya yang sangat besar. Kartu parkir ini berlaku selama menjadi
mahasiswa Polban.
4.2 Rekomendasi
Komitmen dan kebijakan

Penggantian karcis parkir Polban

Tujuan

-Mengurangi penggunaan karcis parkir di lingkungan


Politeknik Negeri Bandung hingga 80%.
-Mempersingkat waktu pengecekan identitas diri dan
kendaraan saat keluar dari area parkir.

Program Produksi Bersih


Tindakan

Penggantian Karcis parkir


Mengganti karcis parkir dengan sticker parkir

Berdasarkan rekomendasi yang telah diusulkan ternyata dengan mengganti karcis parkir menjadi
stiker parkir tidak menjawab tujuan pada poin kedua yaitu Mempersingkat waktu pengecekan
identitas diri dan kendaraan saat keluar dari area parkir. Hal itu disebabkan, dengan
menggunakan stiker parkir, pengecekan identitas motor saat keluar tetap harus dilakukan.