Anda di halaman 1dari 3

TEORI DALAM PENELITIAN

Oleh:Joko Widodo

TEORI ?
Merupakan tingkat pengertian tentang sesuatu yang sudah teruji, sehingga dapat dipakai
sebagai titik tolak untuk memahami hal lain
Merupakan abstaraksi intelektual di mana pendekatan rasional digabungkan dengan
pengalaman empiris
Merupakan penjelasan rasional yang berkesesuaian dengan obyek atau gejala tertentu yang
sedang dijelaskan
Merupakan serangkaian konsep-konsep yang dioorganisasikan secara sistematis sehingga
dapat menjelaskan suatu gejala (obyek) tertentu
ILMU

Merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematisasi atau kesatuan pengetahuan yang


terorganisasi
Sebagai pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut
metode tertentu sehingga dapat digunakan untuk menerapkan gejala-gejala tertentu di
bidang pengetahuan tersebut.
Merupakan usaha untuk memecahkan masalah dengan menggabungkan pendekatan
rasional dan pendekatan empiris melalui langkah-langkah metode ilmiah

JIKA PENELITIAN ADALAH PROSES MENGHASILKAN ILMU


Teori harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya
kontradiksi dalam teori yang sedang digunakan
Harus cocok dengan fakta-fakta empiris yang mendukung
CIRI-CIRI ILMU
1. Secara metodologis harus mencapai suatu keseluruhan yang logis secara koheren
2. Tanpa pamrih karen terkait dengan tanggungjawab ilmuwan
3. Universal
4. Obyektivitas
5. Harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti karena ilmu harus dapat dikomunikasikan
6. Progresivitas, artinya suatu jawaban ilmiah baru yang benar-benar bersifat ilmiah
7. Kritis, artinya tidak ada teori yang definitif, karenanya teori harus terbuka bagi suatu
peninjauan kritis
8. Harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertautan antara teori dengan praktik
KARAKTERISTIK TEORI
1. Relevansi, yakni kesesuaian dengan kenyataan sehari-hari (masalah) yang sedang diteliti
2. Pemahaman, artinya dapat diterima secara akal karena teori dimaksudkan untuk
menjelaskan suatu masalah
3. Generalitas, artinya dapat diterapkan pada berbagai konteks yang terkait dengan masalah
penelitian
4. Kontrol, yakni dapat digunakan untuk mengendalikan perlakuan kita terhadap gejala yang
ada

LOGICO-HYPOTHETICO VERIFICATION PROCESS


Merupakan proses metode ilmiah
Proses penyusunan hipotesisnya bersifat deduktif, tetapi proses verifikasi/pengujian
hipotesisnya di mana dikumpulkan fakta-fakta empir dilakukan secara induktif
LANGKAH-LANGKAHNYA
1. Perumusan masalah
2. Perumusan hipotesis
3. Pengujian hipotesis
4. Penarikan kesimpulan
KERANGKA BERPIKIR
Merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang terdapat antara berbagai faktor
yang salin mengkait dan membentuk konstalasi permasalahan penelitian
Menposisikan variabel-variabel penelitian berikut keterkaitannya dalam konteks teori yang
sedang dibahas
Disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya
dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan
POSTULAT
Anggapan dasar konseptual tentang sesuatu wujud yang dilihat dari sudut pandang tertentu
tentang sesuatu,
Contoh : manusia adalah mahluk ekonomi (homo economicus), manusia adalah mahluk
sosial (homo socialist)
Tidak perlu diverifikasi secara empiris karena ditarik berdasarkan pendekatan tertentu
ASUMSI
Kalau postulat merupakan pernyataan yang selalu dianggap benar, maka berbeda dengan
asumsi
Asumsi merupakan pernyataan yang harus diverifikasi kebenarannya, apakah materi yang
dikandung dalam pernyataan tersebut sesuai dengan kenyataan apa tidak
Pernyataan asumtif haruslah berdasarkan penelitian mengenai dunia empiris. Karenanya
menggiring kita untuk menilai benar atau salah berdasar kenyataan empiris
PRINSIP
Merupakan pernyataan yang menghubungkan seperangkat postulat dan asumsi
Contoh : kegiatan ekonomi selalu didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi.
Pernyataan yang dikamdung dalam sebuah prinsip sudah mengacu pada realitas empiris,
karena itu perlu diverifikasi kebenarannya
Dalil adalah teori yang sudah mapan
Teori adalah proposisi hubungan benar sementara, dan telah teruji
Indikator adalah ciri-ciri kebenaran suatu teori

FUNGSI TEORI
1. Menjelaskan kedudukan masalah penelitian
2. Menjelaskan variabel berikut hubungan antar variabel
3. Mengidentifikasikan indikator variabel yang akan dijadikan dasar membuat instrumen
4. Mengontrol kebenaran dan konsistensi penelitian
5. Membangun makna hasil penelitian
YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MEMBANGUN TEORI
1. Teori bukan definisi dan pengertian suatu istilah
2. Teori bukan mengumpulkan pernyataan atau pendapat orang lain
3. Teori bukan kumpulan kutipan dari literatur atau referensi
4. Teori bukan membuat kamus atau ensiklopedia
MEMBANGUN TEORI DALAM PENELITIAN BERARTI
1. Relevans dengan konteks masalahnya sehingga harus ada pilihan teori yang tepat
2. Ada proses mendiskusikan teori sehingga ada kejelasan mana grand theory dan the midle
ring of theory
3. Menggunakan bahasa-nya peneliti sehingga dapat disusun hubungan antar konsep secara
sistematis
4. Pengorganisasian teori untuk menyusun sajian teori bardasarkan permasalahannya
5. Posisi peneliti atau posisi teori untuk menentukan teori mana yang menjadi acuan dalam
menjawab permasalahan penelitian