Anda di halaman 1dari 8

JENIS FUNGSI MAKNA TAMAN JEPANG

Oleh :
Mariyana, S.S
Alvy Mawaddah, S.S
Laraiba Nasution, S.S
Abstract :
Makalah ini berkaitan tentang jenis, fungsi dan makna taman Jpeng. Hal yang
menarik perhatian para wisatawan ketika datang ke Jepang adalah pemandangannya yang
betul-betul indah. Dalam bahasa Jepang, taman disebut sebagai tei-en berupa gabungan
dari dua buah kanji, yaitu tei yang jika berdiri sendiri dibaca Niwa yang berarti
pekarangan, dan en yang apabila berdiri sendiri dibaca sono yang artinya kebun atau
taman.
Taman di Jepang ditata dalam sebidang tanah kecil pada umumnya, dan di dekorasi
dengan kesederhanaan dan keanggunan yang disesuaikan dengan ukuran, selera, dan material
yang tersedia. Ada banyak jenis taman di Jepang baik dari segi fungsi maupun tempat di
buatnya taman tersebut. Taman merupakan hal yang sangat penting dihadirkan dalam
kehidupan orang Jepang, bentuk dan fungsinya akan berada sesuai dengan dibuatnya taman
tersebut, selain itu unsur-unsur pokok seperti pepohonan, batu, air, dan juga pasir memiliki
makna-makna yang khusus bagi mereka, taman menjadi tradisi dalam kehidupan masyarakat
Jepang sehingga jenisnya pun beraneka ragam.

Introduction:
Hal yang menarik perhatian para wisatawan ketika datang ke Jepang adalah
pemandangannya yang betul-betul indah. Hubugan antara alam dan bangunan Taman yang
dibuat oleh manusia menjadi sangat dekat dan berkembang menjadi satu pada era
Buddhisme, sekitar abad ke 19 dan 12. Ini adalah masa dimana pengaruh alam terasa sekali
dalam agama.

Dalam bahasa Jepang, taman disebut sebagai tei-en berupa gabungan dari dua buah
kanji, yaitu tei yang jika berdiri sendiri dibaca Niwa yang berarti pekarangan, dan en
yang apabila berdiri sendiri dibaca sono yang artinya kebun atau taman. Sulit dikatakan
taman yang bagaimana yang benar-benar khas taman Jepang, karena taman Jepang
merupakan hasil dari perkembangan sejarah yang dipengaruhi dari luar (China) dan estetis.
Prinsip kepercayaan (unsur) Shintois dan Buddhis), pengaruh alam lokal, kehendak arsitektur
dan lain-lain
Ketika berjalan melewati taman yang dengan sukses meniru konsep alam, kita akan
terpesona dengan keindahannya. Taman yang terlihat alami meskipun sebenarnya buatan
sangat mengesankan bagi manusia karena usaha dan keyakinan untuk memenangkan
pertarungan dengan alam. Taman di Jepang ditata dalam sebidang tanah kecil pada umumnya,
dan di dekorasi dengan kesederhanaan dan keanggunan yang disesuaikan dengan ukuran,
selera, dan material yang tersedia. Keindahan taman ini juga ditambah lagi dengan nilai
estetika yang dianut oleh bangsa Jepang yaitu harmonisasi dengan alam yang turut menjadi
inspirasi utama untuk berkreasi menciptakan tempat yang teduh dan tenang dengan
membawa konsepsi alam di dalam penataan tamannya.

Problem and Purpose


Ada banyak jenis taman di Jepang baik dari segi fungsi maupun tempat di buatnya
taman tersebut. Taman merupakan hal yang sangat penting dihadirkan dalam kehidupan
orang Jepang, bentuk dan fungsinya akan berada sesuai dengan dibuatnya taman tersebut,
selain itu unsur-unsur pokok seperti pepohonan, batu, air, dan juga pasir memiliki maknamakna yang khusus bagi mereka, taman menjadi tradisi dalam kehidupan masyarakat Jepang
sehingga jenisnya pun beraneka ragam, dengan alasan inilah penulis mengajukan masalah
untuk dibahas dalam penelitian ini, yaitu :
1. Bagaimana jenis-jenis taman di Jepang
2. Apa fungsi taman-taman di Jepang
3. Apa makna simbolik pada elemen-elemen yang di gunakan di dalam taman
Jepang
Berdasarkan pembahasan di atas, penelitian ini mempunyai tujuan sebagai
berikut :
1. Untuk mengetahui jenis-jenis taman di Jepang

2. Mengetahui fungsi taman-taman di Jepang


3. Mengetahui makna simbolik pada elemen-elemen yang di gunakan di dalam
taman Jepang

Research Method
Untuk mendapatkan data tertulis, penulis menggunakan tekhnik pengumpulan data
secara kepustakaan, di mana penulis mencoba beberapa konsep-konsep umum tentang
kebudayaan yang berkaitan dengan pandangan dan konsep khusus tentang taman Jepang. .
Penulis juga menggunakan metode kepustakaan (library research). Dalam hal ini penulis
mengumpulkan buku-buku yang relevan dengan topik permasalahan yang akan diangkat,
khususnya buku-buku yang berhubungan dengan taman Jepang.

Research Outcomes
1. Taman Dalam Kehidupan Masyarakat Jepang
Taman-taman Jepang ini ditata sedemikian rupa sesuai dengan konsep-konsep tradisi
dan nilai-nilai religis yang dianut oleh bangsa Jepang yaitu iki (anggun), tsu (pengalaman
pada duniawi), share (keindahan), dan asobi (memisahkan dari kehidupan sehari-hari beserta
keindahannya).
Jenis taman Jepang yang beraneka ragam seperti di bawah ini :
1. Taman sebagai simbol
Taman ini dibuat hanya untuk dipandangi dan tidak ada hubungannya dengan unsur
alam. Orang akan menyadari bahwa simbol yang digunakan asli tanpa ada unsur alam
seperti tanaman dan rumput. Tidak juga memakai pemandangan pegunungan alam,
karena di taman ini pohon dan batu mewakili hal yang berbeda. Konstruksinya
sederhana hanya berupa garis-garis sebagai bingkai alam. Batu dan pohon merupakan
gambar di dalam bingkainya. Sekalipun batu adalah objek mati dan padat, mereka
tampil seperti benda hidup dalam pandagan mata masyarakat Jepang.
2. Taman untuk dipergunakan

Taman ini terdiri dari susunan batu yang disusun secara berurutan, diselingi dengan
pohon lalu batu lagi dan kadang ada lentera dan penerangan lainnya dan ada jalan
setapak menuju bagian depan beranda rumah. Setiap gambar yang ada memiliki makna
tertentu hanya pohon tunggal dengan lampion merupakan simbol. Taman ini
dipergunakan sebagai tempat mengadakan upacara minum teh. Ditaman ini tidak
dibenarkan menanam pohon atau semak-semak di depan ruangan upacara minum teh,
tidak ada batu, tidak ada pasir, tidak ada kerikil. Semua ini dilakukan agar tidak ada
unsur yang dapat menarik perhatian orang yang sedang melakukan upacara minum teh.
3. Rei-en
Taman ini tidak sepenuhnya dapat dilakatakan sebagai taman, karena taman ini
merupakan objek pemujaan dari himorogi dan iwakura, taman disini ialah taman yang
terdapat pada makam kuno. Taman ini digunakan sebagai satu-satunya cara untuk
menjaga agar tanah makam tetap pada tempatnya dengan kata lain taman digunakan
sebagai penangkal terjadinya erosi.
4. Tsuboniwa (taman kecil)
Tsuboniwa merupakan salah satu taman yang memperhatikan luas lahan. Tsuboniwa
merupakan penciptaan alam dari lahan yang sempit seperti halnya lukisan dalam
keindahan alam yang digambarkan dengan skala kecil untuk setiap subjeknya.
5. Karesanzui (taman kering)
Karesanzui atau taman kering adalah metode yang menandakan air terjun tanpa air.
Mereka menciptakan taman yang materinya terdiri dari batu. Sebuah taman senantiasa
membutuhkan air namun kurangnya persediaan air terkadang muncul sehingga mereka
mencari solusi dan hal yang paling mungkin untuk menangani masalah ini adalah
dengan menciptakan taman dari batu yang tidak memakai air dan tanaman apapun.
2. Ciri-ciri taman Jepang
Dalam kebanyakan taman Jepang, adanya bunga menghiasi hanya sebagai kebetulan
saja. Tumpukan bunga yang kita anggap sebagai bagian penting dari taman hanya dianggap
sebagai kebun bunga yang membudayakan jenisnya saja. Dari semenjak abad lalu, lumut,
batu, air dan bambu juga pasir adalah merupakan elemen utama dari taman Jepang.
Ada terdapat 3 tipe yang berbeda pada taman yang ditemukan di Jepang sekarang ini.
Yang pertama adalah taman dengan (taman kolam), taman ini dapat ditemukan pada tamantaman di villa kerajaan. Tipe yang kedua merupakan taman dengan dominasi tumbuhan
lumut, ada terdapat kuil lukut (Saihoji) di Kyoto barat dengan bentuk daratan China. Tipe

ketiga adalah taman minum teh yang dirancang dengan konsep yang sangat hati-hati dan
teliti. Pada taman ini terdapat jalan masuk pondok dan ruang minum teh. Bentuk taman inilah
yang dianggap sebagai taman Jepang oleh orang barat. Ada terdapat pagar bambu yang tidak
terlalu tersusun rapi, batu lumut, lentera batu.

3. Fungsi Taman bagi Masyarakat


Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa waktu yang berjalan cepat juga mempengaruhi
perkembangan taman di Kyoto, hal ini dimulai dari 20 tahun sejak perang dunia II. Gaya
hidup di Jepang mulai berubah dan terjadi pembaharuan di bidang perumahan, Negara lain
menganggap Jepang sebagai Negara yang sukar diprediksikan, persaingan yang ketat antar
Negara juga mempengaruhi bentuk dan fungsi taman di Jepang. Taman Jepang memakai
batu, pasir, bukit buatan, kolam dan air mengalir. Hal yang paling tampak pengaturan pohon
dan batu yang diatur secara geometris pada orang barat. Namun taman Jepang secara
tradisional menciptakan komposisi yang bagus walaupun tidak terlalu berseni, tapi asri alami.
Taman-taman di Jepang menyumbang banyak hal bagi kehidupan sehari-hari penduduknya,
seperti udara yang kita hirup, taman menyediakan satu rasa yang tidak terkatakan dan telah
menjadi bagian dari keberadaan kita. Adapun beberapa fungsi dari taman-taman Jepang
tersebut antara lain adalah:
3.1 Fungsi dalam tata ruang
Taman-taman di Jepang menyumbang fungsi bagi kehidupan dan lingkungan tidak
hanya dalam kehidupan masyarakat Jepang itu sendiri namun juga bagi kehidupan arsitektur
di Negara lain. Dalam kehidupan sehari-hari taman Jepang banyak memberikan manfaat bagi
masyarakatnya, seperti udara yang mereka hirup, kenyamanan lingkungan alam yang
disajikan dan pesona keindahan yang dihadirkan. Bagi mereka taman menyediakan satu rasa
yang tidak dapat yang sudah menjadi satu bagian dari kehidupan pada lokasinya dan
keberadaannya sepanjang masa.
Peran taman kecil (tsuboniwa) Jepang ini berfungsi sebagai penghias dan
pembaharuan dalam ruang atau lahan yang kecil. Banyak saat ini, bisa kita dapati di rumah,
tempat-tempat umum, areal perkantoran ataupun areal pertokoan yang menyediakan taman
kecil pada bagian sisinya. Taman ini dapat digunakan sebagai media sirkulasi udara yang
segar dan diyakini dapat memberikan efek positif dalam membantu menghilangkan
kepenatan dalam beraktifitas sehari-hari. Taman kecil dalam penghias tata ruang ini

keberadaannya berhubungan dengan budaya Jepang dan sejarahnya. Budaya Jepang


menunjukkan bahwa masyarakatnya sangat peduli dan terlatih dengan hal-hal yang kecil,
berbagai kerajinan tangan yang unik dan telah banyak diciptakan. Fungsi taman dalam tata
ruang selain memberikan keteduhan terhadap lingkungan sekitarnya juga membantu
menonjolkan tampilan bangunan secara keseluruhan. Dalam tat ruang taman juga dapat
menjadi wadah untuk memamerkan berbagai jenis tanaman-tanaman hias, pemeliharaan dan
penyelidikan bagi tanaman-tanaman tertentu.
3.2

Fungsi Taman Sebagai Tempat Ibadah


Pada taman Ueno yang berada di Tokyo, di dalamnya terdapat kuil Ueno. Di sini kita
dapat menemukanmakam para satria Shogi-tai yang berjuang sampai titik darah terakhir pada
akhir keshogunan Edo. Untuk menghormati perjuangan para satria ini arena pemanahan
dibangun sebagai bagian ritual keagamaan. Keberadaan taman Jepang juga sebagai tempat
suci dimana ada banyak terdapat dewa didalamnya. Orang Jepang percaya batu dan
pepohonan adalah tempat berkumpulnya para dewa sehingga mereka sangat mensakralkan
benda-benda tersebut. Disini taman memiliki peran bagi jalannya suatu peribadatan religius
masyarakat Jepang.

4. Makna Elemen yang digunakan dalam Taman Jepang


Beberapa makna elemen yang bisa dipakai tersebut dapat kita uraikan sebagai berikut:
acara minum teh yang tamannya dikenal dengan Roji, membuahkan sebuah desain tentang
lentera batu yang berfungsi menyediakan penerangan bagi tamu pada acara minum teh dan
tampak tempat cuci tangan batu secara original dipakai sebagai sarana penyucian diri
sebelum memasuki ruang minum teh dan hal ini menjadi standard pula bagi keberadaan
taman-taman kerajaan sekalipun didalam pembuatannya taman tersebut tidak terdapat ruang
minum teh ; faktanya lentera batu dan tempat cuci tangan batu menyesuaikan diri secara
sempurna dengan taman taman yang ada berikutnya.
Batu merupakan juga benda yang dianggap suci dan dikeramatkan, masyarakat
Jepang juga mempercayai bahwa roh-roh nenek moyang akan tinggal pada batu-batu besar
dan berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh Rikyu, batu pijakan yang digunakan sebaiknya
adalah batu yang besar, yang ini memberikan kemudahan bagi kita ketika melangkah pada
saat berada di taman.

Air memiliki sifat lembut, transparan dan ringan, air dan batu apabila dipadukan
merupakan suatu kontradiksi (kontras) yang sangat aktraktif penuh imajinatif.
Dalam penataan bebatuan ada cara tersendiri yaitu dengan memasang bebatuan alam
mulai dari batu koral sampai batu gunung, tidak semua batu ditata dengan arah yang sama.
Ada yang ditata dengan jalur memanjang, dan ada juga yang ditata dengan jalur melebar.
Batu-batu tersebut diatur secara berkelompok dan masing-masing jumlahnya seimbang satu
dengan yang lain. Nenek moyang bangsa Jepang dalam hal ini mempercayai bahwa daerah di
sekeliling bebatuan tersebut sebagai amatsu iwakura (tempat surgawi) dan dipercaya sebagai
tempat tinggal para dewa/KAMI.
Kelompok-kelompok pohon yang lebat yang ditanam dalam taman jepang juga
dianggap sebagai tempat tinggal Kami dan disebut himoragi (pohon yang disucikan bagi
tempat para dewa). Pohon-pohon ini juga berfungsi untuk memagari tanaman.
Pasir putih yang dipakai melambangkan laut, pasir putih disisir dengan mengikuti
arah air yang sudah ditentukan terlebih dahulu bentuknya. Pasir dan batu yang diarsir
merupakan gambaran dari air terjun tanpa air, namun masih dapat memperdengarkan suara
air terjun tersebut.
Dalam kepercayaan Shinto di Jepang air terjun justru memberikan rasa kesakralan, air
bagi orang Jepang memberikan keseimbangan antara manusia, alam dan dewa.
Lumut atau semak bambu yang rendah ditanami sebagai penutup tanah dan sebagai
pamandangan untuk membangkitkan perasaan kekaguman.

Discussion

Conclusions
Taman Jepang merupakan suatu hal yang sangat dihargai oleh masyarakat Jepang
melebihi apapun, hal ini karena mereka berfikir alam telah memberikan segalanya bagi
kehidupan manusia. Ada tiga tipe taman yang di temukan di Jepang yaitu tipe perbukitan

(taman kolam), taman lumut (taman kering), dan taman teh. Beberapa fungsi dari tamantaman Jepang adalah sebagai tata ruang dan tempat ibadah. Elemen-elemen taman Jepang
yang utama yaitu lumut, batu, air, bambu/pohon dan pasir.

References
Arifin,H.S.Hadi Susilo.1994. Taman Dalam Ruang. Jakarta:PT.Penebar Swadaya
Bellah,Robert N.1992.Religi Tokugawa Akar-akar Budaya Jepang (Tokugawa ReligionThe Values of Pre-Industrial Japan) Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Umum
Happer, J.Nigel.1987.Royal Botani Gardens.London : HMSO
Hiroguschi S.1962.Tradition of Japanese Garden. Tokyo-Japan:Kokusai Bunka Shinkokai
Suharso.1995.Taman Formal.Yogjakarta: Kanisius Jin Cempaka
Sutrisno.1993.Buddhisme.Yogyakarta:Kanisius Cempaka 9