Anda di halaman 1dari 24

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Di Indonesia penyakit TBC marupakan penyakit utama anak yang kelima.
Berturut-turut penyakit utama anak di Indonesia adalah : 1. Infeksi saluran
pernafasan, 2. Penyakit saluran pencernaan, 3. Malnutrisi, energi protein, 4.
Defisiensi vitamin A, 5. Tuberkulosis.
Indeks tuberkulin positif pada anak Indonesiasangat tinggi, yaitu umur 1 6 tahun : 25,9 %, 7 - 9 tahun : 42,4 %, 15 tahun atau lebih : 58,6 %. Angkaangka ini diperoleh berdasarkan penelitian selama 10 tahun yang dilakukan
dengan bantuan WHO sebagai perbandingan di negeri yang sudah maju, indeks
tuberkulin positif untuk anak yang berumur 1 6 tahuntidak lebih dari 2 %.
Morbiditas dan mortalitas tuberkulosis sebenarnya dapat turun sendiri bila
keadaan sosial ekonomi penduduk meningkat. Hal ini terbukti di negara Belanda
dimana morbiditas pada tahun 1949 ialah 17.508 dari 11 juta penduduk dan
kemudian menurun sampai 7.457 pada tahun 1956.
Di negara yang sedang berkembang tidaklah tepat bila hanya
mengharapkan perbaikan sosial ekonomi penduduk untuk dapat menurunkan
morbiditas dan mortalitas tuberkulosis. Perlu dilakukan pengontrolan atas
penyakit ini. Salah satunya untuk mendapatkan hal tersebut ialah dengan
vaksinasi. Bacillus Calmete Guerin (BCG) ialah kuman tuberkulosis yang sejak
tahun 1920 selama 13 tahun dibiakkan sampai 320 kali oleh Calmette dan Guerin
sehingga manghasilkan basil yang attenuated.
Dari fenomena diatas penulis merasa tertarik untuk melakukan Asuhan
Kebidanan pada Pada Bayi B dengan Imunisasi BCG di Puskesmas Pule
Kabupaten Trenggalek.

1.2

TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah melakukan Asuhan Kebidanan, diharapkan Mahasiswa mampu
melaksanakan asuhan kebidanan yang komprehensif pada bayi dengan
imunisasi BCG.

1.2.2 Tujuan Khusus


Setelah melakukan asuhan kebidanan mahasiswa diharapkan mampu :
1. Melaksanakan pengkajian data pada bayi dengan imunisasi BCG.
2. Mengidentifikasi diagnosa atau

masalah yang terjadi pada bayi

dengan imunisasi BCG.


3. Merencanakan tindakan pada bayi dengan imunisasi BCG.
4. Melaksanakan rencana tindakan pada bayi dengan imunisasi BCG.
5. Mengevaluasi intervensi yang telah dilakukan terhadap bayi dengan
imunisasi BCG
1.3

TEKNIK PENGUMPULAN DATA


1. Wawancara
Mengadakan tanya jawab langsung keluarga klien, untuk mengetahui ada
keluhan atau tidak.
2. Observasi
Melakukan pengamatan langsung pada klien.
3. Studi Dokumentasi
Membaca dan mempelajari sumber buku, status pasien, catatan medis, dan
catatan

yang

dapat

mendukung

terlaksananya

asuhan

dan

dapat

membandingkan antara teori dan praktek.


4. Studi Pustaka
Penulis mempelajari literatur atau sumber buku yang ada guna mendukung
terlaksananya asuhan dan membandingkan antar teori dan praktek serta
sebagai pedoman dalam melaksanakan asuhan kebidanan.
1.4

SITEMATIKA PENULISAN
BAB 1 PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, tujuan, teknik pengumpulan data, dan
sistematika penulisan.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Berisi tentang konsep imunisasi, konsep imunisasi BCG dan konsep
manajemen asuhan kebidanan imunisasi BCG.
BAB 3 TINJAUAN KASUS
Berisi tentang pengkajian, identifikasi diagnosa dan masalah,
intervensi, implementasi, dan evaluasi.

BAB 4 PEMBAHASAN
Berisi tentang kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjauan
kasus.
BAB 5 PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 KONSEP IMUNISASI
2.1.1

Pengertian
Imunisasi adalah pemberian kekebalan agar bayi tidak mudah tertular
penyakit seperti penyakit Hepatitis B, TBC, Difteri, Pertusis Tetanus, Polio,
Campak (Depkes RI, 2002 : 27).
Imunisasi adalah upaya memberikan kekebalan kepada seseorang
dengan harapan dapat menurunkan morbiditas rate, mortalitas rate dan
mencegah akibat lanjutan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Imunisasi adalah imunologi atau imunitas untuk menimbulkan
kekebalan pada seseorang dengan cara memberikan vaksin tertentu sehingga
dapat terlindung dari penyakit-penyakit tertentu (Satgas Imunisasi-IDAI, 2005
: 2-7).
Imunisasi adalah pemberian vaksin terhadap seseorang sehingga
terbentuk antibody untuk melawan antigen yang rusak (Markum, 2000 : 55).

2.1.2

Manfaat Imunisasi
Untuk menurunkan morbiditas, mortalitis dan cacat serta bila mungkin
didapatkan eradikasi suatu penyakit dari suatu daerah atau nyeri.
(FK UI, 1985 :23)

2.1.3

Reaksi Antigen Antibody


Dalam bidang imunologi dan antigen merupakan kuman atau racun.
Kuman (toksin) yang khususnya merupakan bagian protein kuman atau
protein racunnya. Jika antigen masuk kedalam tubuh manusia, tubuh akan
bereaksi membentuk zat anti yang memproduksi oleh hati, limpa, kelenjar
getah bening, zat anti yang tersebut bisa berupa antibodi jika yang masuk
adalah kumannya. Antitoksin jika yang masuk itu kumannya. Kejadian itu
disebut reaksi antigen antibodi yang merupakan

mekanisme perlawanan

tubuh terhadap penyakit. Jika antigen kuat yang masuk, misalnya kuman
penyakit. Jika antigen kuat yang masuk, misalnya kuman ganas maka akan
menimbulkan sakit karena pada umumnya anak tidak mampu melawan kuman
yang kuat. Untuk bisa melawannya dibutuhkan

zat antibodi yang tinggi

dalam darah yang dibentuk oleh tubuh. Untuk mendapatkan kadar antibodi

yang tinggi bisa diperoleh dengan pemberian imunisasi dan mempertahannya


dengan imunisasi ulang.
(Satgas Imunisasi IDAI, 2005 : 8)
2.1.4

Macam - Macam Vaksin


1) Pada dasarnya vaksin yang dibuat dari :

Kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan

Zat racun kuman (toksin) yang telah dilemahkan

Bagian kuman tertentu atau komponen kuman yang biasanya berupa


protein khusus

2) Macam-macam vaksin, yaitu :

Vaksin terbuat dari kuman yang dimatikan


Contoh : vaksin batuk rejan, vaksin polio jenis salk

Vaksin terbuat dari kuman hidup yang dilemahkan


Contoh : vaksin BCG, vaksin polio jenis sabir, vaksin campak

Vaksin terbuat dari racun atau toksin kuman yang dilemahkan


(toksioid)
Contoh : toksoid tetanus dan toksoid difteria

Vaksin terbuat dari protein khusus kuman


Contoh : vaksin hepatitis B

3) Suhu penyimpanan vaksin

Untuk tingkat Puskesmas semua vaksin disimpan pada suhu 2-3C

Untuk tingkat Kabupaten, Propinsi dan pusat, vaksin polio dan


campak disimpan pada suhu - 20 C s/d - 25C

Vaksin khusus dihindarkan dari sinar matahari

Vaksin BCG, TT dan hepatitis B tidak boleh membeku (akan rusak)


(FK-UI, 2002 : 592)

2.1.5

Syarat pemberian Imunisasi


1. Imunisasi hanya dilakukan pada tubuh yang sehat
2. Keadaan yang tidak boleh memperoleh imunisasi adalah

Sakit keras

Keadaan fisik lemah

Dalam masa tunas suatu penyakit

Sedang mendapatkan pengobatan dengan sediaan kortikosteroid atau


obat imunosupresif lainnya (terutama untuk vaksin hidup) karena
tubuh mampu membentuk zat anti yang cukup banyak

2.1.6

Jenis Jenis Vaksin Dalam Program Imunisasi


1. Vaksin BCG
2. Vaksin DPT
3. Vaksin TT
4. Vaksin DDT
5. Vaksin Polio
6. Vaksin Campak
7. Vaksin Hepatitis B (Unijek)
8. Vaksin DPT - HB

2.1.7

Jadwal Pemberian Imunisasi

Vaksin
BCG

Pemberian

Selang Waktu

Imunisasi
1x

Pemberian

Umur

Keterangan

0 11

Untuk bayi yang


lahir di RS /
Puskesmas / RB /
Rumah oleh Nakes,
BCG, Polio
diberikan sebelum
bayi pulang kerumah

DPT HB

3x

4 minggu

(DPT HB
1,2,3,4)
Polio

4x
(Polio 1,2,3,4)

Campak

1x

Hb Unijek

1x

4 minggu

2.2 . KONSEP IMUNISASI BCG


2.2.1

Pengertian
Vaksin BCG adalah vaksin bentuk baku kering yang mengandung
mikrobakterium bavis hidup yang sudah dilemahkan (DEPKES, 2005 : 6).

2.2.2

Kemasan Vaksin

Kemasan dalam ampul, beku kering, 1 box berisi 10 ampul vaksin

Setiap 1 ampul vaksin dengan 4 ml pelarut NaCl 0,9 % = 80 dosis, namun


efektivitas pemakaian dilapangan 2 3 dosis
(DEPKES, 2005 : 6)

2.2.3

Cara Pemberian Dan Dosis

Sebelum disuntikkan vaksin BCG harus dilarutkan terlebih dahulu dengan


4 ml pelarut NaCl 0,9 %. Melarutkan dengan menggunakan alat suntik
steril dengan jarum panjang

2.2.4

Dosis pemberian 0,05 ml, sebanyak 1 kali, untuk bayi

Cara Penyimpanan

Vaksin disimpan pada suhu + 2 C s/d + 8 C, kadaluarsa selam 1 tahun

Pendistribusian dalam keadaan dingin dengan kotak vaksin beku (Cold


Pack) dan hindari sinar matahari langsung atau tidak langsung. Panas
dapat merusak vaksin. Pembekuan tidak merusak vaksin

2.2.5

Pelarut disimpan pada suhu kamar, jangan difreser

Indikasi
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tuberkulosa, diberikan pada
bayi usia 0 1 bulan

2.2.6

Kontraindikasi
Adanya penyakit kulit yang berat atau menahun, seperti eksim,
furunkulosis, dan sebagainya. Mereka yang sedang menderita penyakit TBC.

2.2.7

Efek Samping
Imunisasi BCG tidak menyebabkan reaksi yang bersifat umum seperti
demam. 1 2 minggu kemudian akan timbul indurasi dan kemerahan di
tempat suntikan yang berubah menjadi pustula, kemudian pecah menjadi luka.
Luka tidak perlu pengobatan, akan sembuh secara spontan dan akan
meninggalkan tanda parut. Kadang-kadang terjadi pembesaran kelenjar
regional di ketiak dan atau leher, terasa padat, tidak sakit dan tidak

menimbulkan demam. Reaksi ini normal, tidak memerlukan pengobatan dan


akan menghilang dengan sendirinya.
2.3 KONSEP MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN
IMUNISASI BCG
2.3.1

Pengkajian
Tanggal ...... Jam .....
a. Data Subjektif
1. Biodata
Usia 0 1 bulan
2. Alasan datang
Keterangan dari pihak keluarga datang untuk imunisasi
3. Riwayat kesehatan yang lalu
Penyakit (ISPA, diare, dan lain-lain), pernah MRS atau tidak
4. Riwayat kesehatan sekarang
Anak dalam keadaan sehat
5. Riwayat kehamilan dan persalinan
1. Kehamilan

Jumlah kehamilan

Normal atau ada masalah

2. Persalinan

Spontan atau SC

Aterm atau premature

Penolong persalinan

Masalah yang dialami

6. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan
Memakai ASI atau tidak, memakai PASI atau tidak, mengukur TB
dan menimbang BB

Perkembangan
Usia 0 1 bulan : belum bisa mengangkat kepala, pengamatan
belum terarah, mengeluarkan suara sederhana, ada reaksi terhadap
masa waktu bapak dan ibu

7. Riwayat Psikososial

Bayi diasuh oleh siapa dan bagaimana kalau digendong oleh orang lain
selain orang tuanya, rewel atau tidak

8. Riwayat Imunisasi

Hepatitis B
Efek lokal (nyeri di tempat suntikan) dan sistemis (demam ringan,
lesu, perasaan tidak enak pada saluran cerna) hilang setelah
beberapa hari

Polio 1
Kemungkinan lumpuh dan kejang-kejang

b. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
KU

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

TD

: 86/54 - 90/60 mmHg

: 120 - 140x/menit

Respirasi

: 30 60x/menit

: 36,50C 37,50C

Pemeriksaan Antropometri
BBL

: 2500 gr

TB

: 45 50 cm

Lila

: 11 cm atau lebih

Lika

: 36 44 cm

2. Pemeriksaan Khusus
Inspeksi :
Kepala

: rambut hitam, UUB sudah menutup atau belum

Muka

: simetris / tidak, odema / tidak, pucat / tidak

Mata

: simetris / tidak, konjungtiva anemis / tidak, skera


ikterus / tidak

Hidung

: bentuk hidung, adakah polip, adakah sekret,


adakah pernapasan cuping hidung

10

Mulut

: bibir

kering / lembab, lidah kotor / tidak,

adakah strismus (kesukaran membuka mulut)


Telinga

: simetris / tidak, serumen ada / tidak

Leher

: adakah pembesaran kelenjar thyroid

Dada

: adanya tarikan dada / tidak

Abdomen

: normal, ada asites / tidak, pusar bersih / tidak

Genetalia

: - perempuan : labia mayora dan labia minora


lengkap, ada klitoris, ada ostium uretra, ada
introitus vagina
- Laki-laki

: ada penis, 2 testis lengkap

berada di skrotum
Anus

: ada

Extremitas : atas

: simetris, lengkap dan normal, bergerak aktif

Bawah : simetris, lengkap dan normal, bergerak aktif


Palpasi
Leher

: pembesaran kelenjar tyroid ada / tidak

Abdomen

: nyeri tekan ada / tidak

Perkusi
Kembung / tidak
Auskultasi
Bising usus normal / tidak
2.3.2

Identifikasi Diagnosa / Masalah


DX : Bayi sehat dengan imunisasi BCG
DS : Keterangan dari pihak keluarga datang untuk imunisasi
DO : KU

: Baik

TU

: 86/54 90/60 mmHg

: 120 140x/menit

RR

: 30 60x/menit

: 36,5 37,5C

TB

: Bertambah sesuai dengan umur

BB

: Bertambah sesuai dengan umur

Muka

: Tidak pucat, tidak odema

11

Mata

: Simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus

Mulut

: Bibir lembab, lidah bersih

2.3.3 Intervensi
DX

: Bayi sehat dengan imunisasi BCG

Tujuan : -

Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC


Tidak terjadi efek samping yang berlebihan atau komplikasi

Kriteria hasil : -

Intervensi

KU

: baik

Kesadaran : composmentis

TD

: 86/54 90/60 mmHg

: 120 140 x / menit

: 36,5 37,5 C

RR

: 30 60 x / menit

BB

: bertambah sesuai usia

TB

: bertambah sesuai usia

Bayi tidak terkena penyakit TBC

1. Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan bayi


R : Meningkat kepercayaan pasien kepada petugas
2. Berikan informasi tentang imunisasi BCG
R : Ibu dapat mengerti tentang imunisasi BCG
3. Persiapkan alat dan pasien
R : Mempermudah dalam melakukan tindakan
4. Cuci tangan
R : Mencegah kuman masuk
5. Lakukan tindakan pemberian imunisasi BCG
R : Memenuhi kebutuhan imunisasi BCG dan segera mendapatkan
kekebalan aktif terhadap penyakit TBC
6. Jelaskan efek samping yang mungkin terjadi setelah penyuntikan
R : Agar ibu tidak terlalu cemas dan bisa mengantisipasi bila terjadi efek
samping
7. Beritahu tanda-tanda infeksi
R : Agar ibu mengetahui tanda-tanda infeksi
8. Bereskan alat dan pasien
R : Menjaga kebersihan

12

9. Cuci tangan
R : Mencegah kuman masuk
10. Dokumentasikan tindakan pada buku KMS dan kohort bayi
R : Sebagai bukti pemberian imunisasi
11. Beritahukan rencana imunisasi selanjutnya
R : Dapat mengetahui imunisasi yang harus di dapatkan bayinya
2.3.4

Implementasi
Sesuai dengan intervensi

2.3.5

Evaluasi
Mengacu pada kriteria hasil dengan menggunakan SOAP.

13

BAB 3
TINJAUAN KASUS

3.1 PENGKAJIAN
Tanggal Pengkajian

: 15 November 2007

Jam

: 09.00 WIB

1.

Data Subjektif
1. Biodata
Nama

: By. Bagus

Nama Ibu

: Ny. Sriani

Umur

: 22 hari

Umur

: 28 tahun

No. Reg

: 7891

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: IRT

Alamat

: Jombok RT. 05 RW. 04 Kec. Pule Kab. Trengalek

2. Alasan datang
Ibu mengatakan bahwa ia datang ke Posyandu untuk mengimunisasi
anaknya (imunisasi BCG).
3. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan bayinya pernah sakit ISPA dan diare tetapi tidak
sampai masuk Rumah Sakit.
4. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan bahwa bayinya sehat dan tidak menderita apapun.
5. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas
1. Kehamilan
Kehamilan berjalan normal tanpa ada masalah atau komplikasi.
Selama hamil melakukan ANC sebanyak 6 kali di BPS, tidak ada
keluhan. Selama hamil ibu mendapatkan penyuluhan tentang gizi,
pentingnya ANC rutin serta mendapatkan terapi tablet Fe, Vit B
complex, Vit C, Kalk.
2. Persalinan

14

Umur kehamilan cukup bulan, jenis persalinan normal, tidak ada


penyulit, ditolong oleh bidan di BPS, jenis kelamin laki-laki, BBL:
3000 gr, PB : 48 cm.
3. Nifas (Neonatus)
Bayi diberi ASI 1 jam13setelah lahir ( > 8 x / hari), BAK > 10 x /
hari, BAB 2 x / hari, tidak ada masalah pada masa nifas
6. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan
Tidak terkaji
7. Riwayat Imunisasi
Bayi sudah mendapatkan imunisasi HB1 dengan reaksi demam
8. Riwayat Psikososial
-

Bayi diasuh oleh kedua orang tuanya.

Bayi mau digendong orang lain selain orang tuanya dan tidak
rewel.

15

2.

Data Objektif
a.

b.

Pemeriksaan Umum
KU

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

TB

: 58 cm

BB

: 4,5 kg

Lika

: 35 cm

Suhu

: 37 0C

RR

: 155 cm

Pemeriksaan Khusus
1. Inspeksi
Rambut

: rambut hitam, bersih, tidak ada kaput, UUB sudah


menutup, tidak ada kelainan konginetal

Muka

: tidak pucat, tidak odema

Mata

: simetris, konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus.

Hidung

: simetris, Bersih, tidak ada sekret, tidak ada pernapasan


cuping hidung

Telinga

: simetris, tidak ada serumen

Mulut

: bibir lembab, tidak sianosis, lidah bersih, tidak ada


stomatitis

Dada

: simetris, tidak ada tarikan dinding dada

Perut

: normal, tidak kembung

Genetalia

: tidak ada kelainan, bersih, tidak ada kemerahan atau


iritasi

Ekstremitas : Atas

simetris, jumlah jari lengkap, pergerakan


aktif

Bawah simetris, jumlah jari lengkap, pergerakan


Aktif
2. Palpasi

16

Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran


vena jugularis
Abdomen : tidak kembung, tidak ada nyeri tekan
3. Perkusi
Perut kembung tidak ada
4. Auskultasi
Bising usus normal, ronchi tidak ada, wheezhing tidak ada
3.2 IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH
DX

: Bayi sehat dengan imunisasi BCG

DS

: - Ibu mengatakan bahwa ia datang ke Posyandu untuk menimbangkan


bayinya dan untuk imunisasi BCG
-

Ibu mengatakan bayinya dalam keadaan sehat dan tidak sedang


menderita penyakit apapun

DO

Ibu mengatakan usia bayinya sekarang 22 hari

: - KU

: baik

Kesadaran : composmentis

TB

: 58 cm

BB

: 4,5 kg

Lika

: 35 cm

: 37 C

RR

: 45 x / menit

3.3 INTERVENSI
DX

: Bayi sehat dengan imunisasi BCG

Tujuan : -

Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC


Tidak terjadi efek samping yang berlebihan atau komplikasi

Kriteria hasil : -

KU

: baik

Kesadaran : composmentis

TD

: 86/54 90/60 mmHg

: 120 140 x / menit

17

Intervensi

: 36,5 37,5 C

RR

: 30 60 x / menit

BB

: bertambah sesuai usia

TB

: bertambah sesuai usia

1. Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan bayi


R : Meningkat kepercayaan pasien kepada petugas
2. Berikan informasi tentang imunisasi BCG
R : Ibu dapat mengerti tentang imunisasi BCG
3. Persiapkan alat dan pasien
R : Mempermudah dalam melakukan tindakan
4. Cuci tangan
R : Mencegah kuman masuk
5. Lakukan tindakan pemberian imunisasi BCG
R : Memenuhi kebutuhan imunisasi BCG dan segera mendapatkan
kekebalan aktif terhadap penyakit TBC
6. Jelaskan efek samping yang mungkin terjadi setelah penyuntikan
R : Agar ibu tidak terlalu cemas dan bisa mengantisipasi bila terjadi efek
samping
7. Beritahu tanda-tanda infeksi
R : Agar ibu mengetahui tanda-tanda infeksi
8. Bereskan alat dan pasien
R : Menjaga kebersihan
9. Cuci tangan
R : Mencegah kuman masuk
10. Dokumentasikan tindakan pada buku KMS dan kohort bayi
R : Sebagai bukti pemberian imunisasi
11. Beritahukan rencana imunisasi selanjutnya
R : Dapat mengetahui imunisasi yang harus di dapatkan bayinya

3.4 IMPLEMENTASI
Tanggal

: 15 November 2007 Jam : 09.30 WIB

DX

: Bayi sehat dengan imunisasi BCG

18

1. Melakukan pendekatan terapeutik

Memperkenalkan diri

Menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti

2. Memberikan informasi tentang BCG

Imunisasi BCG merupakan imunisasi yang diberikan untuk mencegah


penyakit TBC

Cara pemberiannya disuntikkan pada lengan kanan

3. Menyiapkan alat dan pasien

Alat : spuit 1 cc dan 5 cc, vaksi BCG dan pelarut kapas lembab
1) Ambil ampul vaksin. Pegang lalu gergajilah leher ampul kemudian
patahkan dengan hati-hati
2) Sedot pelarut dengan spuit 5 cc
3) Sebelum ampul dibuka, ketuk-ketuklah agar semua vaksin turun
4) Masukkan pelarut yang berada pada spuit 5 cc kedalam vaksin
5) Hisap vaksin pelan-pelan dan suntikkan kembali kedalam ampul
beberapa kali sampai vaksin tercampur
6) Buka spuit 1 cc dari bungkusnya.
7) Hisap vaksin 0,06 cc dan hilangkan gelembung udara dan sedikit
vaksin sampai 0,05 cc

Pasien :
1) Bayi digendong dan digedong supaya memudahkan dalam
melakukan penyuntikan
2) Membuka pakaian yang menutup lengan kanan bayi

4. Mencuci tangan
5. Memberikan imuinisasi BCG
1) Peganglah lengan kanan atas bayi dengan tangan kiri
2) Tentukan lokasi penyuntikan yaitu 1/3 bagian lengan kanan atas
(insertia musculus deltoideus)
3) Bersihkan lengan dengan kapas lembab
4) Tusukkan jarum ke dalam kulit secara IC samapai terlihat scan
5) Usap bekas suntikan dengan kapas lembab
6. Menjelaskanpada ibu bahwa bekas suntikan tidak boleh dimasase
7. Menjelaskan efek samping yang mungkin terjadi setelah penyuntikan
yaitu : demam, 1 sampai 2 minggu kemudian akan timbul indurasi dan

19

kemerahan di tempat suntikan yang berubah menjadi pustula, kemudian


pecah menjadi luka.
8. Memberitahu tanda-tanda infeksi dan menganjurkan untuk datang ke
petugas kesehatan bila terjadi infeksi yaitu : nyeri, panas, kemerahan, ada
nanah dan gangguan fungsi organ
9. Membereskan alat dan pasien
10. Mencuci tangan
11. Mendokumentasikan tindakan pada buku KMS dan kohort bayi
12. Memberitahukan rencana imunisasi berikutnya yaitu usia 2 bulan
imunisasi HB Combo 1 dan Polio 1
3.5

EVALUASI
Tanggal

: 15 November 2007

Jam

: 09.45 WIB

: Ibu mengatakan bayinya sudah mendapatkan imunisasi BCG.

: - KU

: Baik

- Bayi menangis
- Terlihat bekas suntikan pada daerah lengan kanan atas
- Tercatat di KMS
A

: Bayi sehat dengan imunisasi BCG

: Ingatkan kembali ibu untuk mengimunisasi anaknya HB


Combo 1 dan Polio 2 pada tanggal 15 Desember 2007

20

BAB 4
PEMBAHASAN
Dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi dengan imunisasi BCG,
membandingkan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus yang ada. Pada pengajian
terdapat kesenjangan yaitu pengkajian tidak dilakukan secara lengkap karena
terbatasnya waktu.
Pada interpretasi data antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus yang ada
tidak terdapat kesenjangan dan diagnosa yang didapatkan yaitu bayi sehat dengan
imunisasi BCG.
Pada intervensi antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus yang ada tidak
terdapat kesenjangan. Dan intervensi yang diberikan yaitu melakukan pendekatan
terapeutik pada ibu dan bayi, memberikan informasi tentang vaksin BCG,
mempersiapkan alat dan pasien, mencuci tangan, melakukan tindakan pemberian
imunisasi BCG, membereskan alat dan pasien, mencuci tangan, mendokumentasikan
tindakan pada buku KMS dan kohort bayi serta memberitahukan pada ibu rencana
imunisasi berikutnya.
Pada implementasi antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan dan semua yang direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan
kebutuhan klien karena klien dan keluarga kooperatif pada saat dilakukan imunisasi
dan diberikan konseling.
Pada evaluasi antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan. Evaluasi yang didaptkan yaitu bayi sudah mendapatkan imunisasi BCG.

21

BAB 20
5
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Setelah melakukan asuhan kebidanan mahasiswa tidak dapat melakukan
pengkajian secara lengkap karena terbatanya waktu dan diagnosa yang didaptkan
yaitu bayi sehat dengan imunisasi BCG. Dari diagnosa tersebut perencanaan
sesuai dengan diagnosa yang ada dan melaksanakan rencana tindakan yaitu
melakukan pendekatan

terapeutik, memberikan informasi tentanfg imunisasi

BCG, mempersiapkan alat dan pasien, mencuci tangan, mendokumentasikan


tindakan pada buku KMS dan kohort bayi serta memberitahukan pada ibu
rencana imunisasi berikutnya. Setelah diberikan konseling dan pemberian
imunisas, ibu mengatakan mengerti dari penjelasan yang telah diberikan dan bayi
sudah mendapatkan imunisasi BCG.
5.2 SARAN
1. Petugas Kesehatan

Diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan imunisasi sesuai prosedur


sehingga tidak terjadi komplikasi akibat penyuntikan.

Petugas kesehatan harus bisa memberikan penyuluhan dan informasi


sejelas-jelasnya dan mudah dipahami agar ibu bisa menjaga bayinya
sebaik mungkin.

2. Ibu Bayi dan Keluarga


Ibu bayi dan keluarga diharapkan mau mengikuti anjuran dari petugas
kesehatan demi kelancaran pelayanan dan datang tepat waktu sesuai jadwal
imunisasi yang dianjurkan
3. Untuk Mahasiswa
Peningkatan mutu materi kuliah dan praktek klinik pada lahan yang memadai
dan merata

22

DAFTAR PUSTAKA
21

Direktorat Jendral PP Dan PL DEPKES. 2006. Pedoman Pelaksanaan Pekan


Imunisasi Nasional Thun 2006. Jawa Timur : DEPKES
FK UI. 1985. Ilmu Kesehatan Anak 1. Jakarta : Infomedika
Manjoer, Arief. 2002. Kapita Selekta Kedoteran Jilid 2. Jakarta : Media Aesculapius

23

ASUHAN KEBIDANAN
PADA BAYI B DENGAN IMUNISASI BCG
DI PUSKESMAS PULE KABUPATEN TRENGGALEK

Oleh :
RENIKA PUTRI KASTYANINGRUM
NIM. 05610112

PROGRAM STUDI KEBIDANAN (D-III)


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI

24

2008
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas praktek klinik
yang berjudul Asuhan Kebidanan Pada Bayi B Dengan Imunisasi BCG Di
Puskesmas Pule Kabupaten Trenggalek.
Dalam penyusunan tugas ini tentunya melibatkan berbagai pihak yang secara
langsung maupun tidak langsung turut membantu dalam terselesaikannya Asuhan
Kebidanan ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
1. dr. Piranto T. Barus, S.H selaku Kepala Puskesmas Pule Kabupaten Trenggalek
yang telah memberikan ijin untuk praktek.
2. Lilis Sukarti, Amd. Keb selaku Bidan koordinator KIA di Puskesmas Pule
Kabupaten Trenggalek.
3. Isti Rohmawati, Amd.Keb selaku pembimbing praktik klinik di Puskesmas Pule
Kabupaten Trenggalek.
4. Ediatami, S. SiT selaku Ketua Program Studi Kebidanan D III Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Kadiri
5. Fauziah Laili, S. ST selaku pembimbing institusi Program Studi Kebidanan D III
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri.
6. Semua pihak yang ikut membantu dalam proses penyusunan Asuhan Kebidanan
ini.
Kami menyadari Asuhan Kebidanan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu
kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak
untuk meningkatkan kualitas kebidanan ini.

Kediri, 28 Maret 2008

Penulis

Anda mungkin juga menyukai