Anda di halaman 1dari 10

PROTEKSI RADIASI SINAR-X

Nama

: Ni Ketut Lelyana Aresta Santi

NIM

: 1408305038

Tanggal

: 6 April 2015

Kelompok

: 4

Nama Anggota : Anggun Rayi Arimurti (1408305036)


Ida Ayu Putu Sugiantari (1408305037)
Ni Ketut Lelyana Aresta .S (1408305038)
Mega Ayu Septyowati (1408305041)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2015

I.

Tujuan
a. Tujuan eksperimen ini adalah untuk mempelajari sifat sifat interaksi radiasi sinar x
dengan berbagai material dengan energi ikat yang berbeda dan kemampuan tembus
sinar-x.
b. Menentukan bahan untuk tujuan proteksi.

II.

Dasar Teori
2.1. Definisi Radiasi

Radiasi adalah gelombang elektromagnetik dan partikel bermuatan yang karena energi yang
demikiannya mampu mengionisasi media yang dilaluinya(BAPETEN, 2010).Radiasi dapat
didefinisikan sebagai proses dimana energi dilepaskan olehatom-atom. Radiasi ini biasanya
diklasifikasikan menjadi dua kelompok yakni Radiasi korpuskuler (corpuscular radiation),
adalah suatu pancaran atau aliran dariatom-atom dan atau partikel-partikel sub-atom, yang
mempunyai kemampuanuntuk memindahkan energi geraknya atau energi kinetiknya (kinetic
energy)
ke bahanbahan yang mereka tumbuk/bentuk. Radiasi Elektromagnetis adalah suatu pancaran gelomba
ng (gangguan medan elektris dan magnetis) yang bisamenyebabkan perubahan struktur dalam
atom dari bahan-bahan yang dilaluinya(medium) (Amsyari, 1989).Radiasi adalah energi yang
dihantarkan, dipancarkan dan diserap dalam bentuk partikel atau gelombang.Berdasarkan
sumbernya radiasi secara garis besar dapat dibedakan menjadi :
1. Radiasi alam
Radiasi alam berasal dari sinar kosmos, sinar gamma dari kulit
bumi, peluruhan radom dan thorium di udara, serta radionuklida yang adadalam bahan
makanan.
2. Radiasi buatan
Radiasi buatan adalah radiasi yang timbul karena atau berhunbungandengan aktivitas
manusia,
seperti
penyinaran
dengan
sinar-X
di bidang medis (radiodiagnostik dan radioterapi), radiasi diperoleh di pembangkit ten
aga nuklir, radiasi yang diperoleh di bidang industri dan lain lain.
Radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton
adalah jenis radiasi yang tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah
gamma dan sinar-X. (BATAN, 2008).

Gambar 2.1 radiasi , dan


2.2. Jenis jenis Radiasi
Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia, sehingga untuk mengenalinya diperlukan
suatu alat bantu pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi. Radiasi dapat berinteraksi
dengan materi yang dilaluinya melalui proses ionisasi, eksitasi dan lain-lain. Dengan
menggunakan sifat-sifat tersebut, kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat detektor
radiasi. Detektor radiasi juga digunakan sebagai indikator untuk membuat alat proteksi
radiasi, dimana proteksi radiasi adalah pengawasan terhadap bahaya radiasi melalui
peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pemanfaatan radiasi dan bahan-bahan radioaktif.
Beberapa jenis radiasi dari radioaktif, yaitu radiasi alpha, beta dan gamma(Suyatno.2010).
Gambar 2.2 Penyerapan Radiasi Gelombang Elektromagnetik

Radiasi beta ada dua macam, yaitu Beta min dan Beta plus yang keduanya memilki sifat
berlainan. Radiasi beta-minus ()terdiri dari sebuah elektron yang penuh energi, sedangkan
radiasi beta plus (+) adalah emisi positron. Namun, berbeda dengan radiasi partikel
bermuatan (alpha atau beta), daya tembus radiasi gamma dan sinar-X sangat tinggi bahkan

tidak dapat diserap secara keseluruhan. Sedangkan sinar X adalah gelombang


elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang 10-8 -10-12 m dan frekuensi sekitar
1016 -1021 Hz. Sinar ini dapat menembus benda-benda lunak seperti daging dan kulit tetapi
tidak dapat menembus benda-benda keras seperti tulang, gigi, dan logam. Sinar-X dapat
terbentuk apabila partikel bermuatan misalnya elektron oleh pengaruh gaya inti atom bahan
mengalami perlambatan. Sinar-X yang tidak lain adalah gelombang elektromagnetik yang
terbentuk melalui proses ini disebut sinar-X bremsstrahlung. Sinar-X yang terbentuk dengan
cara demikian mempunyai energi paling tinggi sama dengan energi kinetik partikel
bermuatan pada waktu terjadinya perlambatan( Sari.2012).
Hubungan antara intensitas radiasi yang datang (I0) dan intensitas yang diteruskan (Ix)
setelah melalui bahan penyerap setebal x adalah sebagai berikut.
t

I =I 0 e

(1)

adalah koefisien serap linier bahan terhadap radiasi gamma dan sinar-X. sangat
dipengaruhi oleh jenis bahan penyerap, nomor atom (Z) dan densitas (r) serta energi
radiasi yang mengenainya. Nilai tebal bahan penyerap dapat dalam satuan panjang (mm
; cm) ataupun dalam satuan massa persatuan luas (gr/cm2).
Bila di peluruhan radioaktif dikenal istilah waktu paro, disini terdapat istilah tebal paro
(HVL = half value layer) yaitu tebal bahan yang dapat menyerap separo dari intensitas
mula-mula atau intensitas yang diteruskan tinggal separonya. Istilah lain adalah TVL
(tenth value layer) yaitu tebal bahan yang dapat menyerap 90% intensitas mula-mula
atau intensitas yang diteruskan tinggal sepersepuluh (10%) nya. Nilai HVL dan TVL
suatu bahan ditentukan dari koefisien serap linier () nya dengan persamaan berikut.
0,693
2,303
HVL=
; TVL=
(2)

Perhitungan intensitas radiasi yang masih diteruskan setelah melalui suatu bahan
penyerap (penahan radiasi) lebih mudah bila menggunakan konsep HVL dan TVL ini
dibandingkan harus menggunakan persamaan dasarnya
1 n
1 m
I x=
I ;I =
I0
2 0 x 10

()

( )

(3)

Dimana n adalah jumlah HVL (x / HVL) sedangkan m adalah jumlah TVL (x / TVL)
(Sutapa.2015)

2.3.

Radiasi Ionisasi dan Non-Ionisasi

Radiasi Ionisasi
Beberapa jenis radiasi memiliki energi yang cukup untuk mengionisasi partikel. Secara
umum, hal ini melibatkan sebuah elektron yang 'terlempar' dari
1. cangkang atom elektron, yang akan memberikan muatan (positif). Hal ini
seringmengganggu
dalam
sistem
biologi,
dan
dapat
menyebabkan mutasidan kanker. Jenis
radiasi
umumnya
terjadi
di
limbahradioaktif peluruhan radioaktifdansampah. Tiga jenis utama radiasi ditemukan
oleh Ernest Rutherford, Alfa, Beta, dan sinar gamma. Radiasi tersebut ditemukan
melalui percobaan sederhana,Rutherford menggunakan sumber radioaktif dan
menemukan bahwa sinarmenghasilkan memukul tiga daerah yang berbeda. Salah satu
dari
mereka
menjadi positif, salah satu dari mereka bersikap netral, dan salah satu dari mereka yan
gnegatif. Dengan data ini, Rutherford menyimpulkan radiasi yang terdiri dari
tigasinar. Beliau memberi nama yang diambil dari tiga huruf pertama dari
abjadYunani yaitu alfa, beta, dan gamma. Radiasi pengion dapat dibagi menjadi dua
bagian menurut jenisnya
2. Radiasi Eksterna adalah sumber radiasi yang terletak diluar tubuh pasien atau
pasienmendapat pajanan radiasi dari luar tubuhnya yang dapat mengenaiseluruh tubuh
(penyinaran total) ataupun mengenai sebagian tubuhsaja (penyinaran parsial). Radiasi
eksterna ada yang dimanfaatkanuntuk keperluan diagnosa biasanya digunakan sumber
radiasi sinar-Xyang dibangkitkan pada tegangan 40 kV-150 kV, sedangkan
untukkeperluan terapi selain digunakan sinar gamma dari radioisotopeCobalt dan
Cessium.
3. Radiasi Interna adalah sumber radiasi yang dimasukkan ke dalam tubuh
pasien.Sumber radiasi yang diperlukan adalah radioisotope non toksik
yangmempunyai waktu paruh pendek dan aktivitas rendah, misalnya Tc 99atau I-131.
Radiasi interna kebanyakan untuk keperluan diagnosa.
Radiasi Non-Ionisasi
Radiasi non-ionisasi, sebaliknya, mengacu pada jenis radiasi yang tidakmembawa energi
yang cukup per fotonuntuk mengionisasi atomatau molekul. Initerutama mengacu pada
bentuk energi yang lebih rendah dari radiasielektromagnetik (yaitu, gelombang radio,
gelombang mikro, radiasi terahertz, cahaya inframerah, dan cahaya yang tampak).
Dampak dari bentuk radiasi pada jaringan hidup hanya baru-baru ini telah dipelajari. Alih
alih membentuk
ion berenergi ketika melewati materi, radiasi elektromagnetik memiliki energi yang cukup
hanya untuk mengubah rotasi, getaran atau elektronik konfigurasi valensimolekul dan
atom.
1. Radiasi Neutron Radiasi
Neutron adalah jenis radiasi non-ion yang terdiri dari neutron bebas. Neutron ini bisa
mengeluarkan selama baik spontan atau induksi fisi nuklir, prosesfusi nuklir, atau dari

reaksi nuklir lainnya. Ia tidak mengionisasi atom dengan carayang sama bahwa
partikel bermuatan seperti proton dan elektron tidak (menarikelektron), karena
neutron tidak memiliki muatan. Namun, neutron mudah bereaksidengan inti atom dari
berbagai elemen, membuat isotop yang tidak stabil dankarena itu mendorong
radioaktivitas dalam materi yang sebelumnya non-radioaktif. Proses ini dikenal
sebagai aktivasi neutron.
2. Radiasi elektromagnetik
Radiasi elektromagnetik mengambil bentuk gelombang yang menyebar dalamudara
kosong atau dalam materi. Radiasi EM memiliki komponen medanlistrikdan magnetik
yang berosilasi pada fase saling tegak lurus dan ke arah propagasi energi.Radiasi
elektromagnetikdiklasifikasikan ke dalam jenis menurutfrekuensigelombang, jenis ini
termasuk (dalam rangka peningkatan frekuensi): gelombangradio, gelombang
mikro, radiasi
terahertz,
radiasiinframerah, cahaya
yangterlihat,
radiasiultraviolet, sinar-Xdansinar
gamma. Dari
jumlah
tersebut,gelombang
radiomemiliki panjang gelombangterpanjang dansinar gammamemiliki gelombang
terpendek. Sebuah jendela kecilfrekuensi, yang disebut spektrumyang dapat dilihat
atau cahaya, yang dilihat dengan mata berbagaiorganisme, dengan variasi
batas spektrumsempit ini. EM radiasi membawa energidan momentum, yang dapat
disampaikan ketika berinteraksi dengan materi.
3. Cahaya
Cahaya adalah radiasi elektromagnetikdari panjang gelombangyang terlihatoleh mata
manusia (sekitar 400-700 nm), atau sampai 380-750 nm. Lebih luaslagi, fisikawan
menganggapcahayasebagairadiasi
elektromagnetikdari
semua panjang
gelombang, baik yang terlihat maupun tidak.CahayaCahaya adalah radiasi
elektromagnetikdari panjang gelombangyang terlihatoleh mata manusia (sekitar 400700
nm),
atau
sampai
380-750
nm.
Lebih
luaslagi,
fisikawan
menganggapcahayasebagairadiasi
elektromagnetikdari
semua panjang
gelombang, baik yang terlihat maupun tidak.
4. Radiasi termal
Radiasi termal adalah proses dimana permukaan benda memancarkan
energi panas dalam bentuk gelombang

elektromagnetik. radiasi infra

merahdari

radiatorrumah tangga biasa atau pemanas listrik adalah contoh radiasi termal,
seperti panasdan cahayayang
bercahaya.Radiasi

dikeluarkan
termal

oleh

sebuah

bola

dihasilkan

lampu

pijar

ketika panasdari

pergerakan partikel bermuatandalam atom diubah menjadi radiasi elektromagnetik


(Blog Pelita).
III.

Alat dan bahan


1. Pembangkit sinar X
2. Pencacah, Counter P
3. End window counter untuk sinar X
4. Material absorber dari material bilangan atomik Z yang berbeda
5. Pencatatan waktu

55490/94
57545
55905

6. Volt meter
IV.

Hasil Pengamatan
Data 1
Absorbsi Sinar-X dengan Aluminium (LEVEL 2)

No

Tabel,d (mm)

.
1
2
3
4
5
6

0,5
1,0
1,5
2,0
2,5
3,0

V.

Cacahan/Menit
5050
4372
6069
5702
5915
5264

5788
5138
6004
5504
5806
5891

5720
4652
5849
5351
5799
5777

5858
3841
5866
5727
3665
5770

5795
6001
5877
5882
5034
5829

5642,2
4800,8
5933
5633,2
5243,8
5706,2

Data 2
Absorbsi Sinar-X dengan beberapa material, tiap level.

No

Material

1
2
3
4
5
6

Plastik
Aluminium
Besi
Tembaga
Zirkanium
Perak

Bilangan
Atomik, Z
Ps6
Al13
Fe36
Cu29
Zr40
Ag47

Cacahan / menit
Level 4
Level 5
5866
5832
5815
5897
5931
5943
5898
5940
5858
5862
5921
5960

Level 8
5792
5886
5822
5835
5822
5690

Analisis Data dan Pembahasan


5.1 Analisis Data
Absorbsi Sinar-X dengan Aluminium (LEVEL 2)

Cacahan / Menit

5933

Koefisien absorbsi (k)

5830
5866
5898,667
5891
5847,33
5857

5706,2
5642,2
5633,2
5243,8
4800,8
0

Ketebalan

(mm)
0,5

1,0

1,5

2,0

2,5

3,0

Absorbsi Sinar-X dengan beberapa material, tiap level.

Cacahan / Menit
Koefisien absorbsi (k)
5898,667
5891
5866
5857
5847,33
5830
0

Ketebalan

(mm)
Ps

Al

Fe

Cu

Zr

Ag

5.2 Pembahasan
Percobaan ini dilakukan dua kali dengan menggunakan material seperti aluminium
pada percobaan pertama. Percobaan kedua material yang digunakan adalah plastic,

aluminium, besi, tembaga, zirkanium, dan perak dengan bilangan atomic Z. Pada
percobaan ini ketebalan sangat berpengaruh terhadap cacahan yang terjadi, semakin
tebal suatu material maka dalam waktu yang sama cacahan yang dihasilkan semakin
sedikit. Dalam praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil yang berbeda dari teori
yang sebenarnya, yaitu ketebalan dengan hasil cacahan diperoleh tidak beraturan bisa
naik ataupun turun. Banyak factor yang menjadi pemicu kesalahan kesalahan dalam
pratikum ini, diantaranya alat yang digunakan mengalami kerusakan sehingga dapat
mempengaruhi hasil yang didapat. Selain itu ketelitian praktikam juga dapat
mempengaruhi hasil yang didapat, ketelitian merupakan hal yang penting untuk
mendapatka data yang benar. Jika tidak tepat dalam menghitung maka waktu yang
maka hasil cacahan suatu material serta data yang didapatkan tidak akan akurat.
Pratikan juga kurang memahami materi pratikum yang akan dilakukan serta
kekhawatiran dalam penggunaan alat alat pratikum yang menimbulkan efek radiasi.
Untuk pratikum selanjutnya pratikan harus lebih memahami materi yang akan
dipratikumkan sehingga dapat meminimalisir kesalahan serta mendapatkan data yang
akurat. Selain itu, bimbingan dari dosen dan teknisi laboratorium juga sangat penting
dalam membantu mahasiswa memahami pratikum yang akan dilakukan.

VI.

SIMPULAN

Berdasarkan kegiatan praktikum yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:


1. Percobaan absorbsi Sinar-X dengan beberapa ketebalan material didapat semakin
tebal suatu material dalam waktu yang maka sama cacahan yang dihasilkan semakin
sedikit.
2. Percobaan absorbsi sinar-X oleh berbagai macam absorber (material dengan bilangan
atomik Z berbeda), didapat setiap absorber memiliki nilai cacahan yang berbeda untuk
masing masing material, karena memiliki nilai atomik Z yang berbeda.

VII.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.
2008.
Blog
Its
All
Penerapan Radiasi dalam bidang Kesehatan, Pertanian
dan
www.batan.go.id. Diakses tanggal 10 April 2015

About
Physics
;
Peternakan
.
Dalam

Suyatno ,Ferry.2010. Jurnal Aplikasi Radiasi dan Radioisotop dalam Bidang


Kedokteran. Yogyakarta.
Sari, Silvia.2012. Pengembangan Sitem Manajemen Keselamatan Radiasi Sinar-X di
Unit Kerja Radiologi. Universitas Indonesia:Depok
Blog Pelita Penerang Hati ; Tantangan Pengawasan Penggunaan Sumber Radiasi
Pengion di Bidang Kesehatan.
Sutapa, Gusti Ngurah, dkk. 2015. Modul Praktikum Biofisika. Bukit Jimbaran Bali.
FMIPA Universitas Udayana.