Anda di halaman 1dari 2

BIMA SAKTI

Oleh : Harun Yahya


Bumi kita berada di dalam galaksi yang bernama Bima Sakti yang ukurannya
sangat besar. Sebagaimana galaksi lainnya, Bima Sakti juga memiliki pusat galaksi.
Bintang-bintang yang terdapat di bagian tengah merupakan bintang-bintang yang
sangat tua dab berwarna merah atau kuning. Sedangkan yang berada di lengan
galaksi masih berusia muda dengan suhu tinggi dan berwarna biru. Selain itu, gas dan
awan debu juga terdapat di lengan ini.
Bima Sakti berbentuk spiral; kenyataannya, bentuk galaksi ini menyerupai Setir
Mobil. Ia memiliki lengan dari pusatnya ke arah luar. Ada empat lengan. Salah
satunya dinamakan Hunter Arm. Kumpulan planet yang disebut Tata Surya berada
di lengan ini, dan bumi kita merupakan salah satu planet yang berada di dalam
kelompok ini.
Sistem Tata Surya kita terletak sedikit lebih jauh dari setengah lengan yang
keluar dari pusat spiral galaksi. Matahari (dan sistem tata surya kita) berevolusi
mengelilingi pusat galaksi, dan menyelesaikan perjalanannya mengelilingi galaksi
setiap 220 milyar tahun lebih.
Bima Sakti yang sangat besar ini telah berbentuk dan bergerak seperti saat ini
selama milyaran tahun. Meskipun semua bintang berevolusi dengan kecepatan luar
biasa, mereka tetap berada di jalurnya masing-masing.
Walaupun demikian, mustahil bintang-bintang itu membentuk diri atas kemauan
mereka sendiri. Juga mustahil bagi mereka untuk mencapai kesepakatan;
menetapkan lintasan yang tepat dan bergerak secara teratur. Juga mustahil jika
aturan yang mengatur bintang-bintang ini terbentuk dengan sendirinya. Bayangkan
batu-batu di tamanmu! Dapatkah batu-batu itu mengambil keputusan dan berkata,
Biarkan sebagian dari kami berada di tengah dan sebagian lagi pada jari-jari, untuk
kemudian berputar mengelilingi taman itu? Apakah kamu akan percaya apabila ada
yang mengatakan bahwa batu-batu itu telah saling bicara tentang hal ini? Tentu saja
tidak. Dengan demikian, mengatakan bahwa Bima Sakti terbentuk secara kebetulan
dan bintang-bintang mulai bergerak menurut kemauan mereka sendiri akan menjadi

sama lucunya dengan cerita batu-batu di taman tadi. Ingatlah bahwa benda langit
adalah benda mati yang tak memiliki kesadaran seperti halnya batu-batu di taman.
Tak ada selain kekuasaan Allah yang mampu menciptakan milyaran bintang
raksasa di alam semesta dengan teratur. Allah menciptakan mereka beserta
aturanNya untuk setiap mereka. Mereka membuktikan Kekuasaan dan Pengawasan
Allah atas alam semesta. Karenanya, setiap informasi yang kita pelajari mengenai
alam semesta ini mengingatkan kita pada keberadaan Allah Yang menciptakan alam
semesta. Demikianlah, Allah pun memperlihatkan kepada kita Kearifan dan Ilmu-Nya
yang tak terhingga..
Dikutip dari Buku Pesona Di Angkasa Raya ( Glory In The Heavens ) karangan Harun
Yahya