Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN
1. Teori Efisiensi Pasar
Teori ini berpendapat bahwa pasar mencapai fungsinya yang terbaik tanpa campur tangan
pemerintah. Dalam teori ini para ekonom pasar bebas berpendapat bahwa pasar dapat
memberikan
fungsi terbaiknya tanpa ada campur tangan dari pemerintah. Namun pemerintah tetap melakukan
intervensi yang bertujuan untuk membantu pengembangan pasar dan mendorong pertumbuhan
ekonomi. Para pendukung teori ini juga berpendapat seperti produk lain, bahwa
ada permintaan informasi akuntansi oleh pengguna dan perusahaan harus menyediakan informasi
akuntansi berupa laporan keuangan. Sehingga menurut teoritis ada harga atau biaya untuk suatu
informasi akuntansi.
Namun ada kritik terhadap teori ini karena dianggap tidak realistis untuk memberikan harga.
Pada dasarnya produk ini merupakan produk umum, saat suatu informasi akuntansi berupa
laporan keuangan di keluarkan maka informasi ini tersedia untuk semua. Kritik lain tehadap teori
ini adalah berpendapat bahwa teori ini tidak dapat bekerja karena mekanisme pasar tidak bisa
mencapai tingkat harga keseimbangan harga yang ideal secara sosial karena alasan informasi
akuntansi tidak sama dengan barang lain karena merupakan barang umum, sekali informasi
akuntansi dikeluarkan oleh perusahaan hal itu tersedia untuk semua.
Oleh karna itu hanya peraturan yang bisa mendesak perusahaan untuk menghasilkan
informasi untuk memenuhi permintaan yang nyata dan menjamin efisiensi pasar modal.
Perusahaan memonopoli penawaran informasi tersebut oleh karena itu kecenderungannya untuk
menghasilkan dan menjual pada harga tinggi. Contohnya adalah pasar modal yaitu adanya
surplus dana dan adanya demand dana. Dalam pasar modal, supply adalah investor sedangkan
demand dari berbagai perusahaan. Sesuatu yang efektif terbentu dengan mekanisme supply
demand.
2. Teori Keagenan
Teori ini berkosentrasi pada kepercayaan pada satu orang. Principal adalah seseorang yg
mempercayakan sesuatu kepada agen agar tujuan dari principal tersebut tercapai. Permintaan

informasi keuangan bisa dikategorikan juga untuk pelayanan atau tujuan pengambilan keputusan.
Permintaan untuk pelayanan informasi tersebut berhubungan dengan keinginan untuk
memotivasi agen/ perwakilan, distribusi resiko secara efisien.
Suatu informasi menjadi bernilai apabila meningkatkan alokasi sumberdaya dan resiko
ekonomi,hal itu terjadi dengan mengurangi ketidakpastian. Aturan menjadi penting apabila setiap
orang mengira bahwa kebijakan A lebih baik dari kebijakan B dan yang lain juga beranggapan
bahwa yang terdahulu adalah yang terbaik, maka itu standard mempunyai peran penting.
Hubungan principal dengan agen agar tidak terjadi permasalahan (kesenjangan informasi) harus
melakukan hal sebagai berikut :
a. Kontrak perjanjian antara principal dengan agen
b. Membuat laporan keuangan
Teori keagenan memberikan kita sebuah kerangka di mana untuk belajar kontrak antara
prinsipal dan agen dan memprediksi konsekuensi ekonomi dari standar. Seharusnya agen
melakukan kegiatan demi kepentingan perusahaan. Maka, diperlukan adanya pihak indipenden
(auditor) untuk meyakinkan pihak luar mengenai kinerja manajemen dan dilaporkan sesuai
dengan standar yang diatur.
3. Teori Regulasi
Perekonomian terpusat adalah alasan dalam melindungi kepentingan umum. Dalam teori ini
legislatif membuat aturan untuk melindungi pengguna lap.keu dengan meningkatkan kinerja
ekonomi. Teori regulasi diperlukan jika terjadi kegagalan, jika informasi tidak dapat disampaikan
dengan demand dan supply. Teori ini berpendapat bahwa dibutuhkan aturan-aturan / ketentuanketntuan dalam akuntansi. Pemerintah dibutuhkan peranannya untuk mengatur ketentuanketentuan tersebut apa yang harus dilakukan perusahaan untuk menentukan informasi. Ketentuan
diperlukan agar semuanya (pemakai dan penyaji) mendapatkan informasi yang sama dan
seimbang. Teori ini muncul karena kegagalan atau ketidak beresan dari teori keagenan. Teori
regulasi terdiri dari :
a. Teori kepentingan kelompok
Dalam kerangka teori ini, regulasi dimaksudkan oleh badan legislatif untuk melindun
gi konsumen. Kegagalan pasar potensial terjadi ketika ada kegagalan salah satu kondisi

diperlukan untuk operasi terbaik dari pasar yang kompetitif. Contoh kegagalan potensial
meliputi :

kurangnya kompetisi (monopoli, oligopoli)


hambatan masuk
kesenjangan informasi yang tidak sempurna antara pembeli dan penjual
Teori kepentingan umum didasarkan pada asumsi bahwa pasar ekonomi tunduk seran

gkaian ketidaksempurnaan pasar atau kegagalan transaksi yang jika dibiarkan dan
tidak dikoreksi,akan menghasilkan baik hasil yang tidak efisien dan tidak adil. Teori ini
juga didasarkan pada tiga asumsi yaitu kepentingan konsumen, agen, dan pemerintah.
b. Teori pembuatan peraturan
Meskipun pada faktanya peraturan dibuat untuk menjaga kepentingan umum
pengguna,tujuan ini tidak bisa dicapai karena dalam proses pembuatannya pembuat
peraturan mendominasi peraturan tersebut karena dibuat dari beberapa sudut pandang
entitas yang paling banyak mempengaruhi legistif.

Asumsi I : teori pembuatan peraturan : masyarakat mempengaruhi peraturan yang

mempengaruhi kemakmuran mereka.


Asumsi II : bahwa pemerintah tidak independen dalam proses pembuatan peraturan
maka dari itu kelompok berkepentingan melawan kendali pemerintah dari
kekuatan

koersif

pemerintah

untuk

mencapai

distribusi

kesejahteraan

yang mereka inginkan.


Alasan utama pada teori ini berfokus pada fakta bahwa keputusan penetapan
peraturan biasanya cenderung mempengaruhi peraturan berbagai industri. Masukan bagi
teori ini adalah profesional bidang akuntansi atau sektor perusahaan akan mencari kendali
sebanyak mungkin pada semua susunan standard akuntansi yang mengatur pelaporan
yang dilakukan oleh anggotanya.
c.

Teori kepentingan pribadi/individu


Teori ini disampaikan george stigler tahun 1971 yang mengatakan bahwa aktivitas
seputar peraturan menggambarkan persaudaraan diantara kekuatan politik dari kelompok
berkepentingan. Kelompok berkepentingan (eksekutif/industri) sebagai sisi sang
permintaan/demand dan legislatif sebagai supply.

Ada 2 alasan dalam kelompok berkepentingan memberi tawaran harga tertinggi agar
dapat memanfaatkan kekuasaan dari pemerintah :

terdapat industri yang lebih sedikit dari pada industri diluarnya (minor) jadi
mereka meminta pengaruh politik melalui peraturan untuk melindungi dan menata
bisnis mereka, contohnya adalah keterbatasan bagi suatu bisnis industri untuk

dimasuki (peraturan yang berbelit).


pejabat pemerintah, menyukai eksekutif

bisnis

konsumen

adalah

suatu

kepentingan yang rasional. Mereka mencari untuk memeksimalkan pendapat


mereka atau kesejahteraan mereka atau keduanya. Kelompok kepentingan bisa
memberi kontribusi pada pejabat yang berpolitik.
4. Penerapan teori-teori Regulasi dalam Akuntansi dan Audit
a. Penerapan teori kepentingan umum
Sarbox (sarbanes-oxley action) dibuat untuk kepentingan umum,proteksi yang
terbaik pada pasar uang sehubungan perilaku masa lalu perusahaan. Pemerintah
australia
dipandang

yang

membuat

sebagai

standars

kesalahan

yang

ASRB

(accounting

ditunjukan

pada

standard
pasar

review
untuk

board)

informasi

akuntansi,sebagai buktinya banyak perusahaan jatuh/merugi dalam jumlah yang signifikan


setelah auditor memiliki sertifikasi.
Jatuhnya perusahaan tersebut karena adanya informasi yang tidak seimbang antara
supplier/profesional

akuntan

dan

pengguna

laporan

keuanganteori

ini

menghiraukan studi penelitian yang mengindikasikan bahwa manajer suatu entitas


bisnis memiliki dorongan yang kuat untuk membenarkan anggapan pasar yang salah
mengenai aktivitas bisnis mereka.
b. Penerapan teori pembuatan peraturan
Dalam hal ini pada daasrnya profesi akuntansi membutuhkan pengesahan standard
akutansi yang bisa dicapai hanya dengan standard yang dimilikinya mempunyai kekuatan
hukum yang didukung oleh legislative. Bagaimanapun juga profesi akutansi dapat berjalan
dengan kedua hal ini yaitu : pengesahan standard akuntansi, dan menjaga kepentingan
ekonomisnya. Pada hal ini dapat dilihat bahwa campur tangan dalam perturan dalam
penetapan susunan standard akuntansi di desain sama dengan kerangka teori kepentingan
umum.

c. Penerapan Teori Kepentingan Individu.


Batasan pada teori peraturan ini adalah tidak terdapat hubungan mutual secara ekslusif,
suatu kejadian yang diterangkan dengan satu teori mungkin bisa diterangkan sama baiknya
menggunakan teori yang lain. Pada hal ini tidak jelas satu penjelasan dapat di pertahankan.
Cotoh Sarbox yang muncul karena tindakan pemerintah amerika mengikuti bangkrutnya
enron yang dimaksudkan untuk menjamin tingkat pengusaan perusahaan dalam supervise dan
audit laporan keuangan. Teori ini menjadi seimbang ketika di obserbasi dengan suatu
kejadian. Dalam hal ini sangat sesuai jika dilihat dari segi pandang proses politik.
Penyusunan Standard sebagai Proses Politik
Penyusunan standard dipandang sebagai proses politik karena berpotensi secara signifikan
menjadi sangat mempengaruhi dari berbagai kelompok berkepentingan. Oleh karena itu berbagai
kelompok kepentingan berusahan mempengaruhi pengenalan peraturan. Atau secara singkatnya
beda kelompok maka akan beda mempengaruhi peraturan akuntansi. Pemerintah di berbagai
Negara membentuk pembuat peraturan yang bekerja secara independent yang berusaha untuk
menghasilkan standard dengan kualitas yang tinggi dimana memenuhi kebutuhan para pengguna
laporan keuangan dalam membuat suatu keputusan.
Beberapa masalah / kasus yang akuntansi yang terkait dengan hal ini ( lobby secara politik )
diantaranya yaitu :

Financial Instrument / Instrument keuangan


Menyangut IAS 39 Instrument Keuangan pengakuan dan pengakuan, pada awal tahun 2002

dimana eropa akan mengadopsi IAS, banyak sekali perhatian berfokus pada standard yang ada
pada IAS. Perusahaan yang tercatat pada bursa di eropa sebelumnya yang menggunakan standard
nasional mereka sekarang mensyaratkan penggunaan IAS untuk laporan keuangan Konsolidasi.
Pada area instrument keuangan terjadi potensi perubahan dramatis yang potensial.
Secara umum perusahaan menggunakan historical cost untuk instrument keuangan yang
ditunukan dari amortisasi biaya, dan pemasukan keuntungan pada laporan keuangan hanya pada
disadari. Sedangkan pada IAS 39 diatur bahwa perusahaan harus memasukan keuntungan yang
belum direalisasi dan kerugian pada instrument keuangan tertentu dalam pendataan ketika terjadi
( tidak pada saat disadari ).

Intangible Asset
Pada saat australia mengadopsi IAS, dimana didalamnya terdapat IAS 38 yaitu Intangible

Asset. Disana berbeda dengan standard yang diadopsi oleh perusahaan perusahaan di Australia.
Contohnya intangible asset tidak dapat diakui oleh internal dan intangible asset tidak dapat
direvaluasi tanpa adanya suatu pasar yang aktif. Perusahaan perusahaan di Australia bersama
Federasi akuntan mereka dan Pemerintah mencoba meminta keringanan dari standard ini namun
ditolak oleh IAS.
5. Kerangka Peraturan Untuk Pelaporan Keuangan

Ada banyak pihak yang berperan aktif dalam laporan keuangan, mereka adalah pembuat
laporan keuangan dan auditor eksternal serta pembuat peraturan seperti pemerintah dan
departemennya. Kegiatan dari berbagai pihak akan terpengaruh oleh dimana laporan keuangan
dibuat; yaitu hukum, politik social dan ekonomi. Di berbagai negara, terdapat banyak perbedaan
mengenai kerangka peraturan akuntansi keuangan, tetapi ada beberapa unsur yang sama; yaitu
a. Persyaratan Wajib

Persyaratan wajib berperan sebagai insentif untuk menghasilkan laporan keuangan untuk
diaudit. Di berbagai negara, peraturan perusahaan menyatakan bahwa direktur harus
menyediakan akun yang diauit. Dengan demikian maka direktur dan auditor harus memenuhi
persyaratan wajib pelaporan seperti yang terkandung dalam peraturan perusahaan. Di satu
sisi, peraturan perusahaan akan mirip dengan persyaratan dasar yang berkaitan dengan apa
laporan yang harus disiapkan dan frekuensi persiapannya.
b. Tata Pengelolaan Perusahaan

Tata pengelolaan perusahaan mengacu pada struktur, proses dan lembaga-lembaga dalam
dan di sekitar organisasi yang mengalokasikan kekuasaan dan kontrol sumber daya di antara
mereka. Tetapi sebuah kerangka peraturan dapat berisi tambahan pedoman tata kelola
perusahaan dan peraturan yang timbul dari rekomendasi sukarela sektor swasta dan aturan
pencatatan di bursa saham.
c. Auditor dan Pengawasan

Auditor berperan penting dalam menjamin kualitas informasi yang terkandung dalam
laporan keuangan perusahaan. Auditor adalah orang dengan kualifikasi tertentu, pengalaman
dan ijin untuk berpraktek. Mereka berkomitmen terhadap kode etik mereka, dan harus rela

menanggung sanksi jika melanggar peraturan. Peraturan dikenakan karena profesi auditor
harus menyetujui sebuah aturan umum mereka untuk mempertahankan hak istimewa dan
melindungi hak mereka untuk berpraktek sebagai profesi. Pengawasan diperlukan agar
kinerja auditor dapat dipertanggungjawabkan dengan badan hukum daripada mengijinkan
peraturan diri oleh auditor sendiri.
d. Badan Pelaksana Independen

Badan pelaksana independen adalah bagian dari keseluruhan system untuk pelaksanaan
persyaratan pelaporan keuangan. Badan pelaksana independen berperan untuk meningkatkan
kepatuhan terhadap peraturan yang mengatur pembuatan laporan keuamgan, sebagaimana
yang terkandung dalam hokum dan standar akuntansi. Badan Pelaksana independen
merupakan perpanjangan dari pengajuan pengawasan yang merupakan dasar dari kerangka
peraturan. Contoh dari badan/pihak independen adalah tim implementasi IFRS IAI.
6. Struktur kelembagaan untuk menetapkan standar akuntansi dan audit
IOSCO (International Organization of securities Commissions) mendukung adanya
standar akiuntansi internasional. Program konvergensi pada tahun 2002 membutuhkan IASB
(International accounting Standard Board) dan FASB untuk mengidentifikasi perbedaan
diantara standar mereka masing masing untuk mereview solusi yang ada dan mengambil
penanganan yang lebih baik. Konvergensi merupakan proses yang rumit, karena terdapat
perbedaan yang muncul karena perbedaan pokok dari dua standar.
IASB dibentuk tahun 1973 oleh IASC di London. 9 negara pelopor IASC yaitu AS,
Australia, Inggris, Kanada, Belanda, Jerman, Perancis, Jepang, dan Mexico. memiliki
kebijakan kerja dengan pembuat standar nasional tentang proyek-proyek dimana mereka
dapat berkontribusi dalam proses pengaturan standar. Awalnya IASB digunakan pada tahun
2001 untuk menetpakan standar akuntansi dan audit internasional. Setelah konvergensi IASB
dan FASB digunakan, pada tahun 2005 penerapan standar akuntansi dan audit European
Commission mengadopsi IFRS yang digunakan sampai saat ini.