Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

TEKNOLOGI BAHAN II
DIAGRAM FASA

Disusun oleh :
Ash Habul Ulum

(02)

Galuh Joko Sugiarto (07)


Imas Faisol Maulidi (09)
Mochamamad Ali S. (11)
Putra Umar Said

(15)

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2015
1

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah hirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang
telah melimpahkan nikmat dan hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
penulisan makalah ini. Makalah ini sedikit membahas mengenai diagram fasa.
Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam memahami
diagram fasa, mulai dari teori, cara pembacaannya, serta penerapannya pada saat kegiatan
belajar mengajar maupun praktek di lapangan.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu
kami harapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan dari makalah Ini.
Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Semarang, 03 Juni 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... 2
DAFTAR ISI ........................................................................................................................3
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................... 4
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...........................................................................................................5
1.2 Tujuan ........................................................................................................................5
1.3 Manfaat ......................................................................................................................5
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Dasar Teori ................................................................................................................. 6
2.2 Diagram Fasa ( Diagram Keseimbangan ) ................................................................. 7
2.3 Tipe Diagram Fasa ..................................................................................................... 9
2.4 Batas Daya Larut Padat Pada Logam ......................................................................9
2.4 Besi Karbon 10
2.5 Komposisi Fasa .......................................................................................................... 12
2.6 Kuantitas Fasa ............................................................................................................ 13
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan .22

DAFTAR GAMBAR
Gb. Diagram Pb Sn
Gb. Diagram Fasa Cu-Ni
Gb. Tipe Diagram Fasa
Gb. Diagram Tekanan - Temperatur
Gb. Diagram paduan Pb-Sn
Gb. Diagram keseimbangan besi karbon
Gb. Kurva pendingin besi murni
Gb. Reaksi eutektik
Gb. Pergeseran titik eutectoid

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pengenalan bahan teknik mempelajari tentang material material, cara
pembuatan, penerapan di lapangan, dan juga teori-teori mengenai bahan teknik. Salah
satunya adalah diagram fasa, dimana kita dapat mengetahui bahan-bahan pada fase liquid
(cair), padat, atau gas.

1.2

Tujuan
Diharapkan mahasiswa memahami diagram fasa, tahu cara membacanya dan
lebih mengenal fase-fase zat yang ada di sekitar kita dan dapat menerapkannya dalam
kehidupan sehari hari.

1.3

Manfaat
Mahasiswa menggetahui dan mengenal fase zat karena telah disusun dalam
sebuah diagram.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1

Dasar Teori
Pada umumnya logam tidak berdiri sendiri atau keadaan murni, tetapi lebih banyak

dalam keadaan dipadu atau logam paduan dengan kandungan unsur-unsur tertentu sehingga
struktur yang terdapat dalam keadaan setimbang pada temperatur dan tekanan tertentu akan
5

berlainan. Kombinasi dua unsur atau lebih yang membentuk paduan logam akan menghasilkan
sifat yang berbeda dari logam asalnya.Tujuan pemaduan adalah untuk memperbaiki sifat logam
Sifat yang diperbaiki adalah kekuatan, keuletan, kekerasan, ketahanan korosi, ketahanan aus,
ketahanan lelah, dll. Komponen-komponen umum diagram fase adalah garis kesetimbangan,
yang merujuk pada garisyang menandakan terjadinya transisi fase. Fasa pada suatu material
didasarkan atas daerah yang berbeda dalam struktur atau komposisi dari daerah lainnya.Fasa
adalah bagian homogen dari suatu sistem yang memiliki sifat fisik dan kimia yang seragam.
(http//:ml.sripbd.com)
Untuk mempelajari paduan dibuatlah kurva yang menghubungkan antara fasa, komposisi
dan temperatur.Diagram fasa adalah suatu grafik yang merupakan representasi tentang fasa-fasa
yang ada dalam suatu material pada variasi temperatur, tekanan dan komposisi.Pada umumnya
diagram fasa dibangun pada keadaan kesetimbangan (kondisinya adalah pendinginan yang
sangat lambat). Diagram ini dipakai untuk mengetahui dan memprediksi banyak aspek terhadap
sifat material.
Informasi penting yang dapat diperoleh dari diagram fasa adalah:
1. Memperlihatkan

fasa-fasa

yang

terjadi

pada

perbedaan

komposisi dan temperatur dibawah kondisi pendinginan yang


sangat lambat.
2. Mengindikasikan kesetimbangan kelarutan padat satu unsur atau
senyawa pada unsur lain.
3. Mengindikasikan pengaruh temperatur dimana suatu

paduan

dibawah kondisi kesetimbangan mulai membeku dan pada


rentang temperatur tertentu pembekuan terjadi.
4. Mengindikasikan temperatur dimana perbedaan fasa-fasa mulai
mencair.

2.2 Diagram Fasa ( Diagram Keseimbangan )


Seperti pada diagram Pb Sn adalah diagram fasa yang digunakan sebagai peta yang
menunjukkan

fasa yang ada

pada

suhu tertentu

dan komposisi paduan pada keadaan

keseimbangan, yaitu semua reaksi yang mungkin terjadi telah selesai.

Gb. Diagram Pb Sn
Pada diagram tersebut pada komposisi 50% Sn dan suhu 100 o C, menunjukkan bahwa
terdapat dua fasa padat yaitu fasa dan fasa .
Pada komposisi yang sama pada suhu 200 o C terdapat fasa dan cairan. |Dan pada
suhu 250 o C seluruh larutan berupa cairan. Sebaliknya pada komposisi 80% Sn dan suhu 200
o

C terdapat fasa dan cairan. Dan pada komposisi 10% Sn dan suhu 200 o C hanya terdapat

fasa saja.
Daerah fasa dalam diagram keseimbangan tergantung pada system paduannya. Untuk
diagram keseimbangan tembaga dan nikel bentuk diagramnya sederhana karena hanya ada satu
macam fasa dari kedua logam tersebut.

Gb. Diagram Fasa Cu-Ni


Pada bagian bawah dari diagram, semua paduan membentuk satu larutan padat yang
terdiri dari satu struktur kristal yaitu kps. Karena tembaga dan nikel mempunyai struktur
kristal kps dan ukuran kedua atom hampir sama sehingga tembaga dapat saling menggantikan
dalam kristal dengan segala perbandingan pada suhu 1000 o C.
Jenis pemaduan:
1. Unsur logam + unsur logam
Contoh: Cu + Zn; Cu + Al; Cu + Sn.
2. Unsur logam + unsur non logam
Contoh: Fe + C.

2.3 Tipe Diagram Fasa

Gb. Tipe Diagram Fasa


(sumber: Sri harmanto ST, Joko Ti W ST. 2011; 33-36 )

2.4 Batas Daya Larut Padat Pada Logam

Gb. Diagram paduan Pb-Sn


Pada diagram
kps. (Berbeda

bahan padat yang kaya

Pb terdapat atom Sn yang larut dalam struktur

pada NaCl tidak larut dalam struktur kristal Es dalam jumlah yang berarti)
9

Pada suhu 183 o C batas daya larut Sn sekitar 29% atom ( 19% berat) dalam bahan padat yang
kaya Pb. Semakin tinggi suhu larutan padat batas daya larutnya semakin rendah Contoh : Pada
300 o C ada 10% atom ( 6% berat ) Sn yang larut pada Pb.
Demikian halnya pada 183 o C bahan padat yang kaya Sn dapat mengandung 2.5% berat
Pb yang larut pada struktur tpr ( Sn). Sesuai perjanjian kedua fasa disebut ( dengan struktur
kristal kps) dan ( dengan struktur kristal tpr) dari system Pb Sn.
Batas daya larut padat mempunyai harga maksimum pada suhu eutektik. Baik diatas
maupun dibawah 183 o C jumlah Sn yang dapat larut dalam kps yang kaya Pb menurun. Hal
yang serupa terjadi pada Pb pada 183 o C, maksimum 2,5% berat Pb larut dalam tpr yang
kaya Sn.
Pada Sistem Besi Karbon
Baja merupakan paduan dari besi dan karbon. Besi murni berubah strukturnya pada
912 o C dari kpr menjadi kps. Pada 1394 o C berubah lagi dari kps menjadi kpr lagi dan kpr ini
stabil sampai besi mencair pada 1538 o C.

Gb. Diagram keseimbangan besi karbon

10

Gb. Kurva pendingin besi murni

11

Ferit atau besi


Struktur besi murni pada suhu ruangan disebut ferit atau besi . Ferit mempunyai
struktur kpr, ruangan antar atom kecil dan rapat sehingga sulit menampung atom karbon
sekalipun kecil. Oleh sebab itu daya larut karbon dalam ferit rendah ( < 1 karbon per 1000
atom besi ).
Austenit atau besi - .
Besi dengan struktur kps disebut Austenit atau besi - . Besi ini stabil pada suhu
antara 912 o C dan 1394 o C. Austenit mempunyai sifat yang lunak dan ulet sehingga mudah
dibentuk. Besi austenit
dibanding ferit.
menampung

berstruktur kps yang mempunyai jarak atom

Meskipun demikian

lubang

atom karbon dan penyisipan ini

pada strtuktur kps


menyebabkan

yang lebih

besar

hampir tidak dapat

regangan dalam struktur.

Akibatnya tidak semua lobang dapat diisi atom karbon (~ 6% pada 912 o C). Daya larut
maksimum 2.11% ( 9%atom)

karbon.

Besi- .
Di atas 1394 o C austenit bukan bentuk besi yang paling stabil karena struktur kristal
berubah dari kps menjadi kpr atau besi- . Besi- sama dengan besi kecuali daerah
suhunya. Oleh karena itu biasa disebut ferit . Daya larut karbon dalam ferit kecil, akan
tetapi lebih besar dari pada ferit , karena suhunya lebih tinggi.
Karbida besi
Pada paduan besi karbon, karbon melebihi daya larut membentuk fasa ke dua yang
disebut karbida besi (sementit) yang mempunyai kompsisi kimia Fe 3 C. Hal ini tidak berarti
12

sementit

membentuk

molekul molekul

Fe 3 C, akan tetapi

membentuk kisi kristal

mengandung atom besi dan karbon dalam perbandingan tiga satu. Fe 3 C mempunyai sel
satuan ortorombik ( semua sudut = 90 o C dan a b c )

dengan 12 atom besi dan 4 atom

karbon per sel. Kandungan karbonnya 6.7%(berat) dan berat jenisnya 7,6 Mg/m 3
Diagram fasa Fe-Fe 3 C
Pada gambar bawah terlihat diagram fasa besi (Fe) dan karbida besi(Fe 3 C). Diagram
ini

merupakan

landasan

Komposisi eutektik

untuk

memberikan perlakuan panas (kebanyakan

jenis baja).

terdapat pada 4.3% (berat) karbon atau 17% atom karbon dan suhu

eutektik adalah 1148 o C. Besi - yang kaya Fe dapat menampung sampai 2.11% (berat) atau
9%(atom) karbon. Atom-atom karbon ini larut secara intersisi dalam besi kps.
Reaksi eutektik
Pada gambar bawah

merupakan perbandingan

antara penambahan

karbon pada

austenit dengan penambahan garam pada air. Pada setiap keadaan penambahan bahan yang
dilarutkan menurunkan jangkauan suhu stabil larutan.

Gb. Reaksi eutektik


Pada system es-garam, larutan cairan ada diatas suhu eutektik, sedangkan pada system

13

besi-karbon terdapat larutan padat sehingga reaksi eutektik sungguhan tidak terjadi
sewaktu pendinginan. Akan tetapi karena analogi reaksi ini dengan reaksi eutektik, reaksi ini
disebut eutectoid ( secara harfiah berarti seperti eutektik ).
Eutektik :

L2

didinginkan
S1 + S 3

Dipanaskan

Didinginkan
Euitektoid

S2

S1 + S 3

Dipanaskan

Suhu eutectoid untuk paduan besi karbon adalah 727 o C

Komposisi eutectoid terdiri

sekitar 0.8% karbon.


Reaksi eutectoid untuk paduan Fe C adalah :

(0.77%C )

723 o C
( 0.02% C ) + Fe 3 C ( 6.7% C)

Pergeseran Eutektoid
Pada baja paduan atom karbon dan atom besi saling berkoordinasi dengan atom lain.
Oleh karena itu kadar karbon Euitektoid dan suhu Euitektoid berubah bila ada elemen paduan
lainnya.
Perubahan kadar karbon Euitektoid dan suhu Euitektoid dapat dilihat pada diagram bawah

Gb. Pergeseran titik eutectoid

14

Dekomposisi Austenit
Selama pendinginan terjadi reaksi eutiktoid Fe C yang menyangkut pembentukkan
ferit dan karbida C sebagai hasil dekomposisi austenit berkomposisi eutektoid :

( ~ 0.8% C ) + C
Dalam campuran yang dihasilkan terdapat ~ 12% karbida dan lebih dari 88% ferit.
Karena karbida dan ferit terbentuk bersama-sama, keduanya bercampur dengan baik. Dengan
kata lain ferit adalah campuran khusus terdiri dari dua fasa dan terbentuk sewaktu austenit
dengan komposisi eutectoid bertransformasi menjadi ferit dan karbida. Perlit adalah campuran
khusus

dari dua fasa dan

terbentuk sewaktu austenit

bertransformasi menjadi ferit dan karbid

15

dengan komposisi eutectoid

BAB III
KESIMPULAN
Dalam penyusunan makalah ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Diagram fasa khususnya untuk ilmu logam merupakan suatu pemetaan dari kondisi logam
atau paduan dengan dua variabel utama umumnya ( Konsentrasi dan temperatur). Diagram
fasa secara umum dipakai ada dua jenis :

Diagram fasa tunggal ( Komposisi sama dengan Paduan )

Diagram fasa biner ( 2 komponen unsur dan temperatur)

Diagram fasa Terner ( 3 komponen unsur dan temperatur)

2. Diagram fasa biner dapat dibaca bila terdapat dua paduan unsur sehingga dapat diketahui
kemungkinan-kemungkinan reaksi yang ada pada kesetimbangan tertentu.

16