Anda di halaman 1dari 10

RENCANA KEGIATAN PRAKTIKUM KERJA LAPANGAN I

MANAJEMEN PEMELIHARAAN SAPI POTONG


DI PT CATUR MITRA TARUMA
BOGOR JAWA BARAT

MAULANA SYAHRUL ULUM


SOLIHIN RAGA SUKMANA

J3I113048
J3I213083

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN TERNAK


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2015

Judul Proposal : Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong di PT Catur Mitra Taruma


Bogor Jawa Barat
Nama/NIM

: Maulana Syahrul Ulum


Solihin Raga Sukmana

Diketahui Oleh
Koordinator Program Keahlian

Ir Andi Murfi, MSi


NIP: 196312691989031002

J3I113048
J3I213083

Disetujui
Pembimbing

Ir Komariah, MSi
NIP: 195905151989032001

PRAKATA

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas ridhoNya
kami bisa menyelesaikan proposal praktek kerja lapangan 1 (PKL) proposal ini kami
ajukan dalam rangka kegiatan praktek kerja lapangan 1 yang akan kami laksanakan
dalam penulisan proposal ini kami mendapat bantuan dari berbagai pihak. Tidak lupa
kami ucapkan terimakasih kepada:
1.
2.
3.

Ir Komariah, M.Si selaku dosen pembimbing kami.


Bapak Ir Andi Murfi, M.Si selaku Ketua Program Keahlian Teknologi Dan
Manajemen Ternak.
Serta semua pihak yang telah membantu dalam penulisan proposal.

Kami menyadari masi banyak kekurangan dalam penulisan proposal ini. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan. Semoga
proposal yang kami ajukan in bisa menjadi bahan pertimbangan bagi bapak/ibu
untuk menyetujui kegiatan yang akan kami laksanakan.

Bogor, 24 Juli 2015

Penulis

1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Usaha sapi potong di indonesia merupakan suatu peluang usaha yang
menjanjikan sekaligus menguntungkan. Pasalanya, di Indonesia merupakan Negara
dengan penduduk terbesar keempat setelah China, India, dan Amerika Srikat. Oleh
sebab itu, kebutuhan akan konsumsi daging, sementara jumlah ternak yang tersedia
untuk dipotong dan dikonsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tahun
2010, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 242.4 juta orang dengan konsumsi 2.72
kg/kapita/tahun. Produksi sapi di Indonesia 654.4 ribu ton/tahun dengan pemotongan
sapi sebanyak 3.3 juta ekor/tahun (Rianto dan Purbowati, 2011). Sehingga untuk
memenuhi kebutuhan daging di Indonesia pemerintah melakukan impor dari
Australia. Produk daging yang diimpor berupa sapi bakalan, sapi siap potong, dan
daging beku.
Usaha sapi potong di indonesia belum begitu maju dibandingkan negara-negara
lain dikarenakan masih kurangnya perusahaan besar yang bergerak di bidang
pembibitan. Kendala yang selama ini menyelimuti industri sapi potong di indonesia
adalah keterbatasan jumlah bibit yang diproduksi. Sehingga untuk menutupi
kekurangan bibit dilakukan pengimporan bibit dari berbagai Negara yang
peternakannya maju, terutama Australia. Apabila diteliti lebih jauh kondisi industri
sapi potong di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Terjadinya penurunan populasi
sapi potong sebesar 4.10% atau dari 11.137.000 ekor pada tahun 2001 dan menjadi
10.680.000 ekor pada tahun 2005 (Dirjen Peternakan, 2008). Selain penurunan
populasi, produktivitas yang rendah juga merupakan kendala peningkatatan produksi
daging terutama pada usaha sapi potong rakyat. Keterbatasan modal, rendahnya
wawasan agribisnis, serta tatalaksana pemeliharaan yang masih tradisional
merupakan penyebab rendah produktivitas sapi potong (Rianto dan Purbowati,
2011).
Mengatasi hal tersebut, perlu adanya tenaga kerja yang memiliki ilmu dan
pengetahuan di bidang Manajemen Peternakan serta dapat memberikan ilmu yang
dimiliki kepada peternak-peternak tradisional untuk meningkatkan usahanya. Usaha
sapi potong sangat menguntungkan karena semua hasil yang diperoleh dari budidaya
mulai dari ternak sapinya sampai limbahnya dapat dimanfaatkan. Limbah yang
dihasilkan dari usaha sapi potong adalah feses dan urine. Limbah feses dan urine
mampu diolah menjadi produk yang bernialai ekonomis berupa biogas, pupuk padat,
dan pupuk cair.
1.2 Tujuan
Tujuan dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini adalah sebagai tempat berlatih,
mendapatkan pengalaman dan wawasan mengenai peternakan sapi potong skala
industri, serta dapat mempelajari da menyelesaikan persoalan yang ada dalam
pemeliharaan sapi potong. Selain itu, PKL juaga dapat melatih disiplin dalam
pekerjaan dan siap untuk terjun ke dalam dunia kerja.

2 METODE
2.1 Waktu Pelaksanaan dan Tempat Pelaksanaan
Praktik Kerja Lapangan ini akan dilaksanakan selama 1 bulan yang dimulai
tanggal 27 Juli sampai 28 Agustus 2015. Lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan
PKL adalah perusahaan peternakan sapi potong PT Catur Mitra Terma, Bogor, Jawa
Barat, Indonesia.
2.2 Prosedur Pelaksanaan
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pkl antara lain melaksanaan
praktik kerja secara langsung sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pembimbing
lapangan perusahaan, melaksanakan kegiatan harian pemeliharaan, dan
mengumpulkan data-data yang didapat untuk pembuatan laporan. Selian itu,
melakukan diskusi dengan pembimbing lapangan untuk mendapatkan data yang
belum didapatkan dan untuk menambah wawasan penulis tentang pemeliharaan sapi
potong.
2.2.1

Sarana Produksi
Mengumpulkan data-data yang ada di perusahaan yaitu, luas lahan dan
penggunaannya, jumlah ternak dan komposisi sapi yang dipelihara, sumber air dan
penggunaannya, suhu, kondisi lingkungan, peralatan produksi yang digunakan,
gudang penyimpanan, tempat penampungan limbah serta kebun rumpt yang
digunakan.

2.2.2

Sistem Perkandangan
Kandang berfungsi sebagai pelidung bagi ternak dan penunjang
produktifitasnya. Sebagai pelindung ternak, kandang melindungi ternak dari kondisi
lingkungan yang kurang menguntungkan seperti hujan, banjir, angin kencang, udara
dingin, terik matahari, maupun terhadap ancaman binatang buas atau predator dan
gangguan pencuri. Sementara sebagai penunjang produktivitas, kandang
memudahakan dalam pemeliharaan ternak sehari-hari, khususnya penanganan
pengemsan terhadap ternak dapat dilakukan lebih teliti, baik menyangkut masalah
kesehatan, produksi (termasuk laju pertumbuhan dan perkembangan), dan reproduksi
ternak. Manfaat kandang yang berkaitan dengan fungsi diatas adalah memudahkan
pada waktu pengambilan, pengumpulan, dan pembersihan kotoran ternak berupa
campuran antara feses, urine, dan sisa pakan yang berguna bagi lahan pertanian.

2.2.3

Pemeliharaan
Mengumpulkan data-data yang meliputi pemeliharaan harian :
a. Pemeliharaan Pedet
Menurut santosa (2011), anak sapi (pedet) dapat berdiri kurang lebih 30 menit
setelah dilahirkan. Anak sapi yang sudah berdiri hendaknya diarahakan untuk segera
mencari puting susu induknya agar segera dapat memperoleh kolostrum. Kolostrum
adalah susu pertama yang dikeluarkan oleh induk sapi yang baru melahirkan.
Kolostrum terdiri atas plasma darah dan susu yang sangat berguna bagi anak sapi
yang baru lahir karena mengandung immunoglobulin. Anak sapi umumnya tidak

dapat menghasilkan immunoglobulin sendiri sampai umur 2 minggu.


Immunoglobulin dapat dihasilkan setelah berumur 8 minggu. Anak sapi akan
berhenti menyusu (penyapihan) pada umur 2.5 bulan.
b. Pemeliharaan Sapi Dara
Sapi betina muda mencapai umur 1 tahun dan belum pernah melahirkan. Sapi
dara hendaknya dipisahakan dalam kelompoknya sendiri. Tujuannya untuk
menghindarkan terjadinya perkawinan yang terlalu dini. Perkawinan yang terlalu
muda akan merugikan produktivitas karena organ reproduksi dan organ tubuh sapi
belum siap untuk bunting (santoso, 2011).
c. Pemeliharaan Sapi Dewasa
1) Pemeliharaan Induk
Sapi induk harus dipelihara dengan baik agar penamplan produksinya
meningkat. Sebaiknya sapi induk digembalakan secara teratur. Tujuannya agar
pemberian pakan lebih ekonomis, ternak dapat memilih sendiri pakan yang
disukainya, serta melatih otot, dan menjaga kondisi tubuh.
2) Pemeliharaan Sapi Jantan
Umumnya sapi jantan akan mencapai kedewasaan pada umur 12 bulan.
Tempramen sapi jantan biasanya agresif, apalagi terhadap orang yang tidak dikenal.
Oleh karena itu, sapi jantan harus didekati dan dipegang setiap hari untuk
meminimalisir tingkat agresifnya. Perkawinan pertama pada sapi jantan bisa
dilakukan pada saat umurnya 18 bulan (Rianto dan Purbowati, 2011).
2.2.4 Reproduksi dan Kesehatan
a. Perkawinan dan pencatatan reproduksi
Sapi betina dewasa umumnya dikawinkan pertama pada umur 18-24 bulan.
Dengan nilai servis/conception rete (S/C) 1.5-2. Servis/conception rate adalah jumlah
perkawinan untuk menghasilkan kebuntingan. Dengan rumus:
S
Jumlah Perkawinan
=
C Jumlah Ternak Bunting
Dengan Calving Interval (CI) atau jarak beranak dari kelahiran yang pertama
ke kelahiran berikutnya. Selang beranak dengan yang ideal pada sapi perah adalah 12
bulan termasuk selang antara beranak dengan perkawinan pertama setelah beranak
(Sudono, 1983).
b. Penyakit
Penyakit pada ternak dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Penyakit
yang paling sering menyerang ternak sapi potong adalah Bloat (kembung) yang
disebabkan oleh banyak faktor. Namun, dari kasus kembung yang peling sering
terjadi disebabkan adanya akumulasi gas yang berlebihan didalam rumen. Gas
tersebut berasal dari gas mikroba rumen terhadap pakan yang masuk. Akibat rumput
yang dipanen dipagi hari yang masih banyak mengandung embun serta leguminosa
yang mengandung protein tinggi dan diberikan dalam jumlah banyak (Rianto dan
Purbowati, 2011).
c. Program Pengendalian dan Pencegahan

Untuk mencegah penyakit pada ternak, harus mengutamakan kebersihan


kandang, kualitas pakan yang diberikan, pencegahan penyakit seperti vaksin dan
pemberian obat sesuai dosis ketentuan dan penyakitnya.
2.2.5 Penyediaan Pakan
a. Kosentrat
Kosentrat adalah pakan ternak yang mengandung serat kasar kurang dari 18%
dan TDN nya lebih dari 60%. Jenis-jenis kosentrat adalah kosentrat sumber energi
dan kosentrat sumber protein.
b. Hijauan
Hijauan terbagi menjadi dua, yaitu hiajaun kering dan hijauan segar. Hijauan
kering meliputi semua hijauan, jerami, dan produk lain dengan serat kasar lebih dari
18% dan kadar dinding selnya lebih dari 35%. Contohnya hijauan kering adalah hay,
jerami, pucuk tebu kering, dan stover (bagian arial tanpa biji dari tanaman jagung
dan sorgum setelah dipanen). Hijauan segar adalah hijauan yang diberikan dalam
keadaan segar baik yang telah dipotong oleh peternak maupun yang tersedia di
padang penggembalaan.
c. Lokasi Lahan
Lokasi penanaman rumput sebaiknya disesuaikan dengan lingkungan tumbuh
tanaman tersebut agar produktivitasnya maksimal. Hal yang harus diperhatikan yaitu
sumber air, kesuburan tanah, dan topografi.
d. Perawatan
Perawatan dapat dikukan dengan pendangiran dan pemupukan. Pendangiran
dilakukan setiap kali pemangkasan atau tergantung dari kondisi daerah masingmasing.
e. Panen
Pemanenan rumput bisa dilakukan berulang kali dengan cara pemotongan.
Pemotongan pertama bisa dilakukan pada umur 60 hari dari penanaman. Pemotongan
selanjutnya dilakukan setiap 40 hari pada musim hujan dan 60 hari sekali pada
musim kemarau.
2.2.6

Penanganan Limbah
Menurut Rianto dan Purbowati, (2011). Limbah peternakan dapat berupa feses,
urine, air membersihkan kandang, dan sisa pakan. Limbah peternakan tersebut masih
dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Seperti pupuk
kandang, biogas, pupuk cair, dan bioarang.

2.2.7 Pemasaran
a. Bentuk Produk
Peternak atau pengusaha yang telah melakukan kegiatan produksi, selanjutnya
akan melakukan kegiatan pemasaran produk. Kesiatan pemasaran peternak terdiri
dari pengumpulan informasi pasar, penyimpanan, pengangkutan, dan penjualan.
Penjualan ternak sendiri dapat berupa penjualan sapi siap potong atau daging segar.
b. Rantai Tataniaga
Rantai tataniaga merupakan saluran atau jalur yang digunakan baik secara
langsung maupun tidak langsung untuk memudahkan pemilihan suatu produk itu
bergerak dari produsen sampai berada di tangan konsumen (Rianto dan Purbowati,
2011).

3 RENCANA KEGIATAN YANG AKAN DILAKUKAN


Kegiatan yang harus dilaksanakan selama PKL adalah sebagai berikut :
1. Membantu pelaksanaan kegiatan pada perusahaan/instansi yang ditempati di
dalam mengelola usahanya di bawah pembimbing lapangan perusahaan.
2. Melakukan kegiatan harian teknik-teknik pemeliharaan sapi potong.
3. Menganalisis dan menjabarkan kegiatan yang ada dan membandingkan dengan
teori yang pernah diperoleh.
4. Mengumpulkan dan menyusun bahan-bahan/data-data untuk pembuatan laporan.
5. Membuat jurnal harian yang ditanda tangani oleh pembimbing lapangan.

4 TATA TERTIB PKL


Tata tertib pelaksanaan PKL yang paling penting dilakukan oleh mahasiswa
perserta PKL adalah mengikuti tata tertib yang ada di perusahaan atau farm tempat
PKL. Akan tetapi mahasiswa dihimbau untuk melaksanakan hal sebagai berikut :
1. Melaksanakan kefiatan sesuai dengan aturan perusahaan tempat PKL.
2. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang ditugaskan.
3. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diperbolehkan.
4. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan jam kerja yang ditentukan.
5. Melaksanakan kegiatan khusus yang harus diselesaikan meskipun diluar jam
kerja.
6. Meminta izin apabila akan keluar peternakan dan melapor apabila sudah
kembali.
7. Tidak menggunakan, mengambil barang/benda atau merusak meski tampak
tidak berharga tanpa seizin pihak perusahaan.
8. Berpakaian sopan, sesuai yang ditentukan perusahaan.
9. Khusus pria, rambu dipotong rapi.
10. Membawa perlengkapan pribadi.
11. Tidak menuntut imbalan/upah/fasilitas apapun kepada pihak perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jendral Peternakan. 2008. Statistik Peternakan. Direktorat Jendral
Peternakan. Jakarta (ID)
Lembaga Penelitian Universitas Lambung Mangkuran. 2011. Proposal Pembuatan
Portofolio (ID)
Investasi Pembibitan dan Penggemukan Sapi Potong [proposal]. Banjarmasin:
Universitas Lambung Mangkurat. (ID)
Rianto Edy. Purbowati Endang. 2011. Panduan Lengkap Sapi Potong. Jakarta:
Penebar Swadaya. (ID)
Sentosa Undang. 2011. Mengelola Peternakan Sapi Secara Profesional. Jakarta:
Penebar Swadaya. (ID)
Sudono. 1983. Produksi Sapi Perah, Departemen Ilmu Produksi Ternak. Bogor:
Fakultas Peternakan IPB. (ID)

JADWAL KEGIATAN
Kegiatan
Penyusunan proposal
Persiapan keberangkatan
Penyelesaian administrasi dan pengenalan
kepada seluruh staf dan lingkungan
masyarakat
Mempelajari keadaan umum perusahaan
Pelaksanaan PKL
Ikut
berpartisipasi
dalam
kegiatan
pemeliharaan sapi potong
Pengumpulan data
Menganalisis dan menjabarkan kegiatan yang
ada dengan teori yang pernah diperoleh
Konsultasi dengan pembimbing lapangan
Pengolahan data
Studi pustaka dan penyusunan laporan
Penyelesaian administrasi pasca pratik dan
mohon diri
Konsultasi dengan dosen

1
X
X

Minggu
3

X
X
X

X
X

X
X

X
X

X
X

X
X

X
X

X
X

X
X
X

X
X
X

X
X
X
X

X
X
X
X

2
X