Anda di halaman 1dari 2

Prinsip dasar dari proses semi-solid casting adalah proses peleburan untuk membuat

paduan magnesium AZ91D. Paduan Magnesium jenis AZ91D adalah paduan


Magnesium yang secara luas digunakan untuk logam pengecoran (Die Casting
Alloy), karena memiliki sifat tahan korosi, dan sifat mekanik yang baik. Paduan
Magnesium jenis AZ91D memiliki density yang rendah dibandingkan dengan
Alumunium dan seng. Aplikasi dari paduan Magnesium jenis AZ91D dapat
digunakan untuk beberapa komponen struktural seperti Automobile, Aircraft,
Computer, dan lain-lain. Pengembangan karakteristik atau sifat dari paduan
Magnesium AZ91D dapat memberikan informasi dan alternatif mengenai pemilihan
bahan dalam pembuatan komponen-komponen otomotif, pesawat terbang atau
indutri komponen lainnya. Sehingga perlu dilakukan penilitian atau eksperimen
lebih lanjut terhadap paduan Magnesium AZ91D.
Proses pembentukan dalam kondisi semi-solid secara garis besar terbagi
menjadi dua, yaitu thixoforming dan rheoforming. Thixoforming adalah proses
pembentukan material dalam kondisi semi-solid dengan pemanasan ulang ingot yang
berstrukturmikro globular. Thixoforming menggunakan bahan setengah padat pada
temperatur antara temperatur liquidus dan solidius (530C) kemudian dimasukkan ke
dalam tabung (ruang injeksi) untuk didorong masuk ke rongga cetakan dengan
kecepatan dan tekanan injeksi tertentu.
Kondisi struktur logam semi-solid merupakan pertambahan jumlah butir dari
dendrit yang terpecah. Hal ini terjadi karena selama proses pembekuan dibentuk
aliran yang menyebabkan lengan dendrit terputus, sehingga yang terbentuk
selanjutnya adalah partikel inti kedua. Tingginya density partikel yang terbentuk
membuat partikel non dendritik bertambah banyak sehingga dihasilkan kondisi
bahan dengan fraksi semi-solid.
Perbedaan utama proses semi-solid casting dengan proses pengecoran lainnya
adalah kondisi dari bahan yang akan dibentuk. Pada umumnya proses pengecoran
dilakukan dengan mencairkan logam dan kemudian dituangkan ke dalam cetakan
dan dibiarkan membeku. Proses pembekuan yang relatif lama menyebabkan stuktur
mikro yang terbentuk menghasilkan struktur dendrit yang memiliki sifat mekanik
yang rendah.
Baru-baru ini, proses semi-solid dikembangkan untuk paduan aluminium.
Proses ini menggunakan logam cair yang dipadatkan dengan viskositas lebih tinggi
dari logam cair. Akibatnya jumlah cacat pada pengecoran seperti inklusi dan
penyusutan dapat dikurangi. Selain itu proses ini cocok pada paduan magnesium

karena suhu pengolahannya lebih rendah dari proses pengecoran konvensional yang
mengakibatkan paduan manesium mengalami oksidasi. Mekanisme dalam proses
injeksi thixoforming pada paduan magnesium yaitu paduan diaduk dalam container
dan diinjeksi ke dalam cetakan melalui nozzle. Pengadukan berpengaruh pada
morfologi partikel padat dalam proses ini. Di sisi lain, dalam proses thixoforming,
partikel padat yang mengalami tegangan geser hanya pada nozzle. Dengan cara ini,
fase padat terpecah dan tersebar diantara fase cair. Seperti penelitian (Yuichiro, dkk.
2012) menunjukan struktur mikro yang khas pada AZ91D yang diinjeksi dengan
berbagai variasi jumlah fraksi padat. Struktur mikro yang dihasilkan menunjukan
bahwa spesimen memiliki struktur yang homogen dengan pembentukan dispersi
seragam yaitu fasa -Mg dalam matriks (-Mg eutektik dan -Mg17Al12). Ketika
logam semi solid diinjeksikan fasa padat yang terbentuk tersusun atas partikel -Mg
dengan matriks (-Mg eutektik and -Mg17Al12. Dengan meningkatkan kecepatan
injeksi, ukuran partikel fasa padat -Mg menurun dan berubah dari tidak beraturan
menjadi bulat atau spherical.