Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA DASAR I
I. NOMOR PERCOBAAN : II
II. NAMA PERCOBAAN
: Rumus Empiris Senyawa
III.
TUJUAN PERCOBAAN
:
1. Mencari rumus empiris dari suatu senyawa dan menetapkan rumus molekul
senyawa tersebut.
2. Mempelajari cara mendapatkan data percobaan dan cara memakai data untuk
IV.

menghitung rumus empiris.


DASAR TEORI
Rumus molekul hidrogen peroksida, suatu zat yang digunakan sebagai zat

antiseptik dan zat pemutih untuk tekstil dan rambut, adalah H2O2. Rumus ini
menandakan bahwa setiap molekul hidrogen peroksida terdiri atas dua atom hidrogen
dan dua atom oksigen. Perbandingan atom hidrogen dan atom oksigen dalam molekul
ini adalah 2:2 atau 1:1. Rumus empiris hidrogen peroksida adalah HO. Jadi rumus
empiris menunjukkan kepada kita unsur-unsur yang ada dan perbandingan bilangan
bulat paling sederhana dari atom-atomnya, tetapi tidak selalu harus menunjukkan
jumlah atom sebenarnya dalam suatu molekul. Contoh lainnya, perhatikan senyawa
hidrazin (N2H4) yang digunakan sebagai bahan bakar roket . Rumus empiris hidrazin
adalah NH2. Meskipun perbandingan nitrogen dan hidrogennya adalah 1:2 dalam
rumus molekulnya (N2H2) maupun rumus empirisnya (NH 2) hanya rumus molekul
sajalah yang menunjukkan jumlah atom N (dua) dan atom hidrogen (empat) yang
sebenarnya ada dalam sebuah molekul hidrazin.
Rumus empiris adalah rumus kimia yang paling sederhana, rumus ini ditulis
dengan memperkecil subskrip dalam rumus molekul menjadi bilangan bulat terkecil
yang mungkin. Rumus molekul adalah rumus yang sebenarnya untuk molekul. Untuk
kebanyakan molekul, rumus molekul dan rumus empirisnya satu dan sama. Beberapa
contohnya adalah air (H2O), ammonia (NH3), karbon dioksida (CO2), dan metana
(CH4) (Chang, 2003).

Rumus empiris (Empirical Formula) adalah rumus paling sederhana untuk suatu
senyawa.Rumus ini menunjukkan jenis atom-atom yang ada dari jumlah
relatifnya.Subskrip pada rumus empiris direduksi menjadi rasio bilangan bulat yang
paling sederhana.Umumnya rumus empiris tidak banyak menjelaskan tentang suatu
senyawa.Sedangkan Rumus Molekul (Molecular Formula) didasarkan pada molekul
senyawa yang sebenarnya.Dalam bebrapa kasus,rumus empiris sama dengan rumus
molekul.Dalam kasus lain,rumus molekul adalah kelipatan dari rumus empiris.Rumus
molekul dan rumus empiris menyatakan rasio-rasio atom yang bergabung dalam
senyawa,namun tidak menunjukkan bagaimana atom-atom tadi saling melekat
(Petrucci,2011)
Untuk menyatakan komposisi zat-zat dan menggambarkan perubahan-perubahan
kualitatif yang terjadi selama reaksi kimia secara tepat, singkat dan langsung, kita
gunakan lambang-lambang kimia dan rumus-rumus kimia. Secara umum dikenal
rumus empiris dan rumus molekul.
Rumus empiris adalah suatu senyawa yang menyatakan nisbah (jumlah) terkecil
jumlah atom yang terdapat dalam senyawa tersebut, sedangkan rumus yang
sebenarnya untuk semua unsur dalam senyawa dinamakan rumus molekul. Sebagai
contoh karbon dioksida terdiri dari 1 atom C dan 2 atom O , maka rumus empirisnya
CO2. Hidrogen peroksida yang mempunyai 2 atom H dan 2 atom O memiliki rumus
molekul H2O2 rumus empirisnya HO.
Untuk penulisan rumus empiris walau tak ada aturan yang ketat, tetapi umumnya
untuk zat anorganik, unsur

logam atau hidrogen ditulis terlebih dahulu, diikuti

dengan non logam atau metalloid dan akhirnya oksigen, sedangkan untuk zat-zat
organik aturan yang umum berlaku adalah C, H, O, N, S, dan P.
Berdasarkan beberapa percobaan yang dilakukan disimpulkan rumus empiris
ditentukan lewat penggabungan nisbah bobot dari unsur-unsurnya. Ini merupakan
langkah yang penting untuk memperlihatkan sifat berkala dan unsur-unsur. Secara
sederhana penentuan rumus empiris suatu senyawa dapat dilakukan dengan
eksperimen, dengan menentukan persentase jumlah unsur-unsur yang terdapat dalam

zat tersebut, memakai metode analisis kimia kuantitatif. Disamping itu ditentukan
pula massa molekul relatif senyawa tersebut. Untuk menyatakan rumus empiris
senyawa telah diketahui dapat disimpulkan sifat-sifat fisik dan kimia dari zat tersebut,
yaitu pertama, dari rumus empiris ini dapat dilihat unsur apa yang terkandung
senyawa tersebut, dan berapa banyak atom dari masing-masing unsur membentuk
molekul senyawa tersebut. Kedua, massa molekul relatif dapat ditentukan dengan
menjumlahkan massa atom relatif dari unsur-unsur yang membentuk senyawa.
Ketiga, berdasarkan rumus empiris dapat dihitung jumlah relatif unsur-unsur yang
terdapat dalam senyawa atau komposisi persentase zat tersebut.
Rumus suatu zat menyatakan jenis dan banyaknya atom yang bersenyawa
secara kimia dalam suatu satuan zat. Terdapat beberapa jenis rumus, diantaranya ialah
rumus molekul dan rumus empiris.
Rumus paling sederhana dari suatu molekul dinamakan rumus empiris, yaitu
rumus molekul yang menunjukkan perbandingan atom-atom penyusun molekul
paling sederhana dan merupakan bilangan bulat. Rumus empiris merupakan rumus
yang diperoleh dari percobaan. Contoh, rumus molekul benzena adalah C6H6, rumus
empirisnya adalah CH. Rumus molekul hidrogen peroksida adalah H 2O2, rumus
empirisnya HO.
Rumus empiris dapat juga menunjukkan rumus molekul apabila tidak ada
informasi tentang massa molekul relatif dari senyawa itu. Misalnya, NO 2 dapat
dikatakan sebagai rumus molekul jika tidak ada informasi massa molekul relatifnya,
tetapi jika massa molekulnya diketahui, misalnya 92 maka NO 2 merupakan rumus
empiris karena rumus molekul senyawa tersebut adalah N2O4.
Untuk menentukan rumus empiris perlu terlebih dahulu menentukan komposisi
massa. Selanjutnya, data tersebut bersama-sama dengan massa atom relatif unsur
penyusun senyawa digunakan untuk menghitung nilai perbandingan yang paling
sederhana dari atom-atom penyusun cuplikan senyawa itu.
Sebaliknya, rumus empiris suatu senyawa ialah rumus paling sederhana yang
memberikan jumlah atom relatif yang betul untuk setiap jenis atom yang ada di
dalam senyawa itu. Misalnya rumus empiris glukosa ialah CH2O, ini menyatakan

bahwa jumlah atom karbon, hidrogen, dan oksigen memiliki nisbah 1:2:1 . Bila rumus
molekul diketahui, jelas akan lebih baik , karena lebih banyak informasi yang
didapatkan. Namun demikian, dalam beberapa padatan dan cairan, tidak ada molekul
kecil yang benar-benar unik, sehingga rumus kimia yang bermakna hanyalah rumus
empiris. Rumus empiris H2O menyatakan bahwa untuk setiap atom oksigen dalam
air, ada dua atom hidrogen. Demikian pula, satu mol H2O mengandung dua mol atom
hidrogen dan satu mol atom oksigen. Jumlah atom dan jumlah mol setiap unsur
mempunyai nisbah yang sama, yaitu 2:1.Rumus empiris dari suatu senyawa dan
persentase komposisi berdasar massa dari unsur-unsur penyusunnya hanya
dihubungkan oleh konsep mol semata (Adela,2013).

V. ALAT dan BAHAN


A. Alat
- Cawan
- Gelas arloji
- Timbangan
- Gelas ukur
- Pipet tetes
B. Bahan
- Logam tebaga
- Asam nitrat

VI. PROSEDUR PERCOBAAN


cawan
ditimbang, ditambah

0,5 gr tembaga
ditambah

10 ml HNO3
dipanaskan

Larutan CuO
terbentuk kristal
hitung RE

VII. Pertanyaan Prapraktek


1. Berilah 5 buah contoh senyawa yang memilki rumus molekul dan rumus
empiris yang sama dan 5 buah senyawa yang memiliki rumus molekul dan
rumus empiris yang berbeda!
Jawaban : Senyawa yang memiliki rumus empiris yang sama dengan rumus
molekulnya antara lain : H 2O, NaCl, CO2, dan NaOH. Senyawa yang
memiliki rumus empiris dan rumus molekul yang berbeda antara lain :
Rumus Molekul

Rumus Empiris

C6 O12 H6

CH2O

C2 H4

CH

C2 H8

CH4

C2 H6

CH3

C2 H2

HO

2. Pembakaran senyawa CxHy dalam oksigen berlebih menghasilkan 11 g H2O.


Jika Ar O = 16, C = 12 dan H = 1. Bagaimana rumus empiris senyawa
tersebut.
Jawaban : mol CO2 =

11
44

mol H2O =

9
18

= 0,25 mol

= 0,5 mol

Mol C dalam CO2 = 0,25 mol


Mol H dalam H2O= 2 0,5 = 1 mol
Maka, mol C : mol H
0,25

Jadi, rumus empiris senyawa CH4.

VIII. Data Hasil Pengamatan


A. Kuantitatif
Benda
Cawan krus kosong tanpa tutup
Logam Cu
Cawan krus tanpa tutup + kristal logam Cu

Massa (gram)
42,78
0,5
44,41

B. Kualitatif
Pengamatan
Bahan

Suhu

Warna

Sebelum

Sesudah

Sebelum

Normal

Panas

Coklat

Kristal

Sesudah

Sebelum

Hijau

Tidak

toska

ada

Sesudah

Loga
m Cu
+
HNO3

Ada

IX. Reaksi dan Perhitungan


a. Reaksi
Cu + O2
2HNO3
Cu + 2NO3

CuxOy
2NO3 + H2O + O2
CuxOy + 2NO3 +H2O

b. Perhitungan
M cawan kosong tanpa tutup
M cawan tanpa tutup + logam Cu
M cawan tanpa tutup + Kristal logam Cu

= 42,78 gram
= 43,28 gram
= 44,41 gram

Mol Cu dan Mol O


Berat CuxOy = (M cawan + Kristal) - (M cawan)
= 44,41 gram - 42,78 gram
= 1,63 gram
W Cu
=
Mol Cu
=
Gr
Cu
O
Gr Cu
x
y
=
Ar Cu
Ar Cu X O y

W CuxOy
Mol CuxOy
0,5
63,5

1,63
16

0,007874
= 0,101875
1
= 13
Maka rumus empirisnya adalah CuO13

X. Pembahasan
Terdapat dua tipe analisa yang digunakan dalam uji coba rumus empiris senyawa.
Pertama menggunakan analisa kualitatif dengan mengamati perubahan fisik yang
terjadi pada bahan yang digunakan, seperti warna coklat pada logam tembaga, warna
kuning kehijauan pada kristal, suhu panas yang dihasilkan pada saat pencampuran
logam tembaga dengan asam nitrat, dan warna hijau toska sebagai hasil dari
pencampuran logam tembaga dan asam nitrat sebelum dipanaskan. Kedua
meggunakan metode analisa kuantitatif dengan cara perhitungan stoikiometri untuk
menghitung perbandingan jumlah mol terkecil, dan massa alat dan bahan yang
digunakan. Kedua hal tersebut sangat penting untuk mengetahui jumlah terkecil suatu

atom dalam senyawa atau rumus empiris dan rumus sebenarnya suatu unsur dalam
senyawa atau yang biasa disebut dengan rumus molekul senyawa.
Pencampuran logam tembaga dengan asam nitrat dalam cawan akan
menghasilkan suhu panas pada dinding cawan saat disentuh dengan indra peraba.
Suhu tersebut dikenal dengan reaksi eksoterm, sebuah reaksi yang terjadi akibat
perpindahan energi atau kalor dari sistem ke lingkungannya, sehingga bagian luar
cawan terasa panas.
Selain itu, logam tembaga yang dicampurkan dengan asam nitrat
menghasilkan warna hijau toska, gelembung, dan uap. Logam tembaga umumnya
bewarna coklat setelah dicampur dengan asam nitrat terjadi perubahan warna menjadi
hijau toska. Perubahan warna ini terjadi disebabkan oleh logam tembaga yang
termasuk ke dalam logam transisi sehingga memiliki kemampuan eksitasi, dengan
memancarkan panjang gelombang tertentu yang menunjukkan klasifikasi warnanya
pada sinar cahaya tampak sehingga membentuk warna hijau toska setelah bereaksi
dengan asam nitrat.
Kemudian, dilakukan pemanasan campuran pada suhu tinggi agar
terbentuklah sebuah kristal. Pemanasan ini berfungsi untuk mempercepat reaksi, di
suhu yang panas partikel-partikel akan bergerak cepat, menguapkan zat, dan
membentuk senyawa baru yang dalam percobaan ini berupa sebuah kristal.\
XI. Kesimpulan
1. Analisa secara kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam percobaan rumus
empiris senyawa.
2. Pada saat pencamuran tembaga dengan asam nitrat terjadi reaksi eksoterm.
3. Logam tembaga yang dicampurkan dengan asam nitrat menghasilkan warna
hijau toska.
4. Proses pemanasan pada suhu tinggi mempercepat terbentuknya kristal.
5. Asam nitrat bersifat korosif, reaktif, dan toksik.

DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymond. 2003. Kimia Dasar Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Lampiran Gambar

Cawan Krus

Gelas Beker

Pipet Tetes

Pemanas Air

Gelas Ukur

Gelas Arloji