Anda di halaman 1dari 57

GAMBARAN RADIOLOGI

PADA OSTEOMIELITIS
TULANG PANJANG

Pembimbing :
dr. Renita Zein, Sp.Rad

Presentan :
1
Cut Aisyah Khumairah

PENDAHULUAN
Infeksi jaringan tulang osteomielitis
Akut atau kronik
Anak-anak komplikasi dari infeksi dari
tempat lain
Dewasa bakteri dalam aliran
darah/kontaminasi jaringan saat cedera
atau operasi
Menyerang tulang panjang

ANATOMI TULANG

Tulang merupakan jaringan yang terdiri dari sel dan


matriks ekstrasel.

Tulang dalam garis besarnya dibagi atas:


1. Tulang panjang
Yang termasuk tulang panjang misalnya, femur, tibia,
fibula, ulna, dan humerus.
2. Tulang pendek
Contoh tulang pendek antara lain tulang vertebra dan
tulang tulang karpal.
3. Tulang pipih
Yang termasuk tulang pipih antara lain tulang iga, tulang
scapula, dan tulang pelvis.

ANATOMI

FISIOLOGI TULANG
Membentuk rangka badan
Sebagai tempat melekat otot.
Sebagai bagian dari tubuh untuk melindungi dan
mempertahankan alat-alat dalam, seperti otak,
sumsum tulang belakang, jantung dan paru-paru.
Sebagai tempat deposit kalsium, fosfor,
magnesium, dan garam.
Sebagai organ yang berfungsi sebagai jaringan
hematopoetik untuk memproduksi sel-sel darah
merah, sel-sel darah putih dan trombosit
5

DEFINISI
Osteomielits adalah infeksi pada tulang dan
medula tulang baik karena infeksi piogenik atau
non piogenik
Penyebab : bakteri, virus, atau proses spesifik (M.
tuberkulosa, jamur )

EPIDEMIOLOGI
Anak 1:5000

Neonatus
1:1000

Negara
berkembang

Anak akut &


hematogen

Dewasa
subakut, kronik
& sekunder dari
fr.

Laki : wanita = 4 : 1

Tulang panjang
femur, tibia,
humerus, radius,
ulna, fibula

Imunitas

Dekade I-II

ETIOLOGI

Akut
Kronik
Spesifik

Staphylococcus aureus (89-90%)


Streptococcus (4-7%)
Haemophillus influenza (2-4%)
Salmonella typhi dan Escherichia coli (1-2%)

Staphylococcus aureus (75%)


Escherichia coli, Proteus atau Pseudomonas
aeruginosa

Tuberkulosis, siphilis, aktinomikosis

KLASIFIKASI

- Waktu
AKUT
<2

minggu

SUB2
AKUT

minggu
3 bln

KRONIK
>

- Waldvogel
- Cierny-Mader
9

3 bulan

Osteomielitis Hematogen Akut


Osteomielitis hematogen akut merupakan
infeksi tulang dan sumsum tulang akut
yang disebabkan oleh bakteri piogen yang
berasal dari fokus ditempat lain dan
beredar melalui sirkulasi darah.
Sering ditemukan pada anak-anak dan
sangat jarang pada dewasa.

10

PATOGENESIS
penyebaran osteomielitis

Umum
Hematogen
Bakteriemia / septikemia

Lokal
Subperiosteal abses
Selulitis
Artritis septik
11

TEORI
Pd metafisis aliran darah berkelokkelok dan aliran darahnya lebih
lambat bakteri lebih mudah
Vaskuler berkembang

Trauma

terjadi hematoma pada daerah


lempeng bakteri mudah
berkembang

12

Proses Osteomielitis
Embolus
infeksi

Pus meluas
di bwh
periosteum

Nekrosis
tulang

Hiperemi,
udem, tbtk
pus

Masuk ke
juxta epifisis

Menjalar
diafisis
korteks

Periosteum
terangkat
Rx periosteal

Involukrum
(Sekuester)

Menembus
tulang

Pus keluar
tulang
13

14

Gejala Klinik
Anak
febris, anoreksia, dan malaise
Gejala lokal : Tidak mau menggunakan salah satu
anggota gerak
Tdk mau disentuh

Dewasa
Nyeri pada punggung vertebra
torakolumbal
Riwayat masalah urologis
15

Pemeriksaan Fisik

Look
Feel
Move

Bengkak di daerah sendi


Kemerahan

Nyeri tekan
Panas
Bengkak

Pergerakan terbatas

16

Laboratorium

LED meningkat
Leukositosis
Kultur darah jenis bakteri
Pemeriksaan titer antibodi anti-stafilokokus
Pemeriksaan biopsi

17

Radiologi
Dalam 10-14 hari pertama belum tampak
kelainan
Di atas 14 hari tampak bercak-bercak di
daerah metafisis

18

19

Gambar 14. Proyeksi AP pada tibia


terlihat gambaran sklerotik di lateral
diametafisis tibia.

20

Gambar 15. Tampak destruksi tulang pada


tibia dengan pembentukan tulang
subperiosteal

21

Penatalaksanaan

Istirahat dan analgetik


Cairan intravena, transfusi ( jika perlu )
Istirahat ( bidai, traksi )
Antibiotik di berikan 3-6 minggu,
evaluasi keadaan umum dan LED
Antibiotik diberikan 2 minggu hingga
LED normal
Bor mengurangi tekanan
intraoseusdiperiksa biakan kuman.

22

Drainase bedah
Jika 24 jam tidak menghasilkan
perbaikan umumdrainese bedah
(chirurgis).
Pus subperiosteal di evakuasi untuk
mengurangi tekanan
intraoseusdiperiksa biakan kuman.

23

Skematis drainase bedah. Sebuah kateter


dimasukkan kedalam tabung pengisap ( suction )
yang lebih besar. Antibiotik dimasukkan melalui
kateter dan diisap melalui suction.

Osteomielitis Hematogen
Subakut

Bentuk lain
dari
osteomielitis
Abses
Brodie

bulat atau
lonjong dengan
pinggiran
sklerotik

spongiosa
tulang dekat
ujung tulang

25

Gambaran Klinik
atrofi otot
nyeri lokal
sedikit pembengkakan
Pincang
Nyeri disekitar sendi
Suhu tubuh normal

26

Labolatorium
Leukosit umumnya normal, LED
Rontgen :
kavitas, diameter 1-2 cm, terutama
metafisis tibia dan femur, kadang pada
diafisis tulang panjang.
Pengobatan
Antibiotik ( 6 minggu)
Pus subperiosteal atau sinovitis
drainase bedah
27

Osteomielitis Kronik
lanjutan dari osteomielitis
akut yang tidak diobati
dengan adekuat

Dapat juga terjadi setelah


fraktur terbuka

Bakteri penyebabnya
terutama oleh Stafilokokus
aureus (75%), E. Colli,
Proteus atau Pseudomonas
28

Gambaran Klinis

Nyeri tulang
yang
terlokalisir,

kemerahan

drainase
disekitar area
yang terkena
29

Patologi
Infeksi Tulang
Sekuestrum
Hambatan resolusi dan penyembuhan spontan pada tulang
Mencegah terjadinya penutupan kloaka (pada tulang) dan
sinus (pada kulit)
Destruksi
terlihat pada
foto rontgen
Sklerosis tulang

Pemeriksaan Fisik
sinus
fistel atau sikatriks bekas operasi dengan nyeri tekan
deformitas
instabilitas
tanda-tanda dari gangguan vaskularisasi
keterbatasanjangkauan gerakan
kelainanstatus neurologis
sekuestrum yang menonjol keluar

31

Pemeriksaan Laboratorium

LED meningkat
Leukositosis
Peningkatan titer antibodi anti-stafilokokus
Pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas
untuk menentukan organisme penyebab
dan antibiotik yang tepat

32

Radiologis
1. Foto Polos
Tanda-tanda osteoporosis dan sklerosis
tulang, penebalan periosteum dan
mungkin adanya sekuestrum
2. Radioisotop scanning
dengan memakai 99mTCHDP
3. CT dan MRI
Membuat rencana pengobatan dan
melihat sejauh mana kerusakan tulang
yang terjadi
33

Gambar 18. Osteomielitis lanjut pada seluruh tibia


dan fibula kanan. Ditandai dengan adanya gambaran
sekuestrum (panah).

34

Terapi
Antibiotik ( untuk mencegah terjadinya
penyebaran infeksi pada tulang sehat
lainnya dan mengontrol eksaserbasi akut)

35

Tindakan Operatif
Mengeluarkan seluruh jaringan nekrotik,
baik jaringan lunak maupun sekuestrum
sampai jaringan sehat sekitarnya dan
irigasi kontinu beberapa hari. Kadangkala
dilakukan penanaman rantai antibiotik
dalam tulang
Sebagai dekrompesi tulang dan
memudahkan antibiotik mencapai sasaran
dan mencegah penyebaran lanjut.

36

2.7 Diagnosis
Diagnosis dini dari osteomielitis akut sangat
diperlukan karena dengan tatalaksana lebih awal
dengan pemberian antibiotik dapat mencegah
nekrosis tulang.
Penegakkan diagnosis osteomielitis adalah
berdasarkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang.9
Open biopsi pada tulang dengan pemeriksaan
histopatologi dan kultur merupakan kriteria standar
untuk diagnosis mikrobiologi osteomielitis.
Prosedur ini mungkin tidak dibutuhkan jika hasil
kultur darah positif dengan temuan radiologis
sesuai.

Pemeriksaan Penunjang
Pemerikasaan laboratorium2
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan Kultur Darah
Pemeriksaan Feses
Pemeriksaan Biopsi

Pemeriksaan Radiologis
Radiografi Konvensional
Evaluasi biasanya dimulai dengan foto polos pada
semua pasien yang dicurigai menderita osteomielitis.
Foto polos pada awalnya menunjukkan perubahan
jaringan lunak, pembengkakan otot, dan kaburnya
gambaran jaringan lunak.
Temuan awal biasanya ringan dan perubahan bisa tak
tampak jelas sampai 5-7 hari pada anak dan 10 -14
hari pada dewasa. Perubahan awal yang khas pada
tulang termasuk penebalan periosteal, lesi litik,
osteopenia, hilangnya struktur trabekular.2,9,10

Dalam 3 hari setelah gejala muncul,


gambaran foto polos yang dapat
ditemukan hanyalah gambaran jaringan
lunak di sekitar metafisis yang dikenai
berupa pembengkakan jaringan lunak
setempat yang kecil dan dalam,
sedangkan struktur tulang dan jaringan
lunak lainnya masih tampak normal pada
foto polos.8

Gambar 20. Proyeksi AP wrist terlihat


gambaran lesi osteolitik dan sclerosis
extensive dibagian distal metafisis pada
radius

41

Abses radiolusen tunggal atau multipel


bisa ditemukan pada stadium sub akut
atau kronik osteomielitis.
Abses Brodie ditemukan pada anak
anak, biasanya muncul di metafisis. Ciri
khas pada osteomielitis kronik adalah
nekrosis tulang yang terbentuk rata rata
dalam 10 hari.9,10

Gambar 19. Progres dari osteomielitis subakut yang tidak diterapi (Abses
Brodie) pada anak anak (a) ketika pertama kali diperiksa; (b) 5 bulan
kemudian; dan (c) 5 tahun kemudian.

USG

USG dapat menunjukkan perubahan sedini


mungkin 1-2 hari setelah timbulnya gejala. USG
dapat menunjukkan keabnormalan termasuk abses
jaringan lunak atau penumpukan cairan (seperti
abses) dan elevasi periosteal. 2 USG juga dapat
digunakan untuk menuntun dalam melakukan
aspirasi. Tapi, USG tidak digunakan untuk
mengevaluasi cortex tulang.

44

CT Scan
CT Scan dapat menilai intregitas tulang,
disrupsi kortikal dan keterlibatan jaringan lunak.
Selain itu CT Scan juga dapat memperlihatkan
adanya edema, fistula intraoseus, dan defek
kortikal yang mengarah ke traktus sinus
jaringan lunak.10
Peran utama teknik ini dalam osteomielitis
adalah mendeteksi sequestra pada
osteomielitis kronik, berupa nekrosis tulang
yang pada foto polos bisa tertutupi osseous
abnormal disekitarnya.

Gambar 23. pasien laki laki umur 43 tahun dengan infeksi Staphilococcus aureus
dalam pemberian kontras IV- CT Scan enhanced dari femur distal menunjukkan rim
enhancing abses (tanda panah kecil) pada jaringan lunak dan peningkatan dari
synovium (tanda panah besar) pada suprapatellar bursa. Peningkatan attenuation pada
ruang medular bersamaan dengan lokasi infeksi.11

MRI
MRI dapat mendeteksi dini osteomielitis dan menilai
luasnya keterlibatan serta aktivitas penyakit dalam kasus
infeksi kronis tulang.
MRI dapat memperlihatkan luas dan lokasi osteomielitis
sekaligus perubahan patologi sumsum tulang dan jaringan
lunak. MRI memungkinkan deteksi dini osteomielitis dan
menilai perluasan dari keterlibatan dan aktivitas penyakit
pada kasus kronik.
MRI dipertimbangkan sebagai teknik pencitraan yang paling
bermanfaat untuk mengevaluasi pasien dengan suspek
osteomielitis karena kemampuannya untuk memperlihatkan
perubahan pada kandungan air di sumsum tulang dengan
resolusi struktur dan ruang yang sangat baik.
MRI sangat sensitif untuk mendeteksi osteomielitis secara
dini, 3 5 hari setelah onset infeksi.

Gambar 25. X-Ray dan MRI gambaran


sequesterum pada distal femur bagian
metafisis

48

Gambar 26 Osteomielitis Hematogen: Abses Brodie. (A, B) foto polos AP dan lateral dari tibia distal yang
tampak gambaran abses (tanda panah) berbentuk lingkaran, oval, dan lesi radiolusen dengan sklerosis
disekelilingnnya yang meluas hingga ke sendi terdekat. (C) T1 weighted axial pada MRI tampak lesi
hipointens berlobulus di intramedular dengan batas yang jelas. (D, E) T1 weighted coronal dan T2 fat
suppressed menunjukkan keterlibatan sumsum tulang. (F) T2 fat suppressed Sagital memperlihatkan lesi
sirkular hiperintens dan berbatas tegas. 9

Gambar 27. Primary chronic


osteomyelitis of the tibia

Gambar 28. Osteomielitis


Kronik

50

BONE SCAN

51

PET SCAN

52

Diagnosis Banding
Demam rematik

Selulitis

nyeri berpindah dari satu sendi ke sendi lainnya


carditis
nodul-nodul rematik
erythema marginatum

kemerahan superfisial yang melebar


limfangitis

pembentukan tulang yang lebih banyak


infiltrasi tumor
penulangan patologik ke dalam jaringan lunak
segitiga Codman

Osteosarkoma

Ewing Sarkoma

tulang yang bersifat infiltratif


reaksi periosteal yang kadang-kadang menyerupai kulit
bawang yang berlapis-lapis dan massa jaringan lunak
yang besar

53

OSTEOSARKOMA

SARKOMA EWING

54

Komplikasi

Septikemia

Infeksi yang
bersifat metastatik

Artritis Supuratif

Gangguan
Pertumbuhan

Osteomielitis
Kronik

Fraktur Patologis

55

Prognosis

Angka
mortalitas 1%

Angka
morbiditas
tinggi

Terapi efektif
dlm 48 jam
2/3
sembuh

Kronis
terapi
terlambat
56

MATUR SUWUN

57