Anda di halaman 1dari 4

Translasi Mata Uang Asing (BAB 6 Akuntansi Internasional)

Bedakan antara proses translasi mata uang asing dan proses konversi mata uang asing! Jawab:
Translasi mata uang asing adalah proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang
ke mata uang lainnya. Sedangkan konversi antar mata uang asing adalah pertukaran dari satu
mata uang ke mata uang lain secara fisik. Perbedaannya adalah translasi hanyalah perubahan
satuan unit moneter, misalnya pada sebuah necara yang dinyatakan dalam pound Inggris
disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan
tidak ada transaksi terkait yang terjadi. Sedangkan konversi, memungkinkan adanya pertukaran
fisik yang terjadi dan ada transaksi terkait yang terjadi. Contoh translasi : suatu Negara yang
sebelumnya diekprasikan dalam pounds Inggris dapat disajikan dalam dollar AS yang ekuivalen.
Proses penyajian kembali (restating) ini yang dinamakan translasi. Contoh konversi : seorang
warga Negara AS yang berlibur ke Indonesia akan mengkonversi dollar ke dalam rupiah jika ia
akan membeli produk dijual di Indonesia yang dinyatakan dalam rupiah.

Apakah perbedaan antara pasar spot, pasar forward, dan pasar swap? Gambarkan setiap deskripsi
anda dan berilah contoh! Jawab:
Pasar Spot (Pasar Tunai) Pasar spot adalah pasar yang memfasilitasitransaksi-transaksi nilai
tukarberjalan suatu valuta, dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan
segera. Kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Transaksi spot terdiri dari transaksi
valas yang biasanya selesai maksimal 2 hari kerja. Dalam pasar spot dibedakan atas 3 jenis
transaksi, yaitu:
Cash, dimana pembayaran satu mata uamg dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam
hari yang sama.
Tom (kependekan dari tomorrow / besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya.
Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 24 jam setelah perjanjian.
Contoh: Pada tanggal 10 April 2015 seorang bapak membutuhkan US$ 12.000 untuk uang saku
anaknya yang akan sekolah di luar negeri, maka seorang bapak tersebut dapat menghubungi
bank-bank devisa atau money changer untuk dapat mengetahui dan membuat kesepakatan selling
price pada tanggal tersebut. Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 10
April 2015 adalah US$ 1 = Rp. 13.000, maka perhitungannya:
Jumlah rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x Selling Price
= US$ 12.000 x Rp 13.000
= Rp 156.000.000

Maka untuk mendaparkan US$ 12.000 diperlukan Rp 156.000.000 yang harus diserahkan paling
lambat tanggal 12 April 2015. (2 x 24 jam)

Pasar Forward adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak forward mata uang. Kurs
transaksi forward dimana akan diselesaikan telah ditentukan pada saat kedua belah pihak
menyetujui kontrak untuk menjual dan membeli. Transaksi forward biasanya terjadi bila exportir,
importir atau pelaku ekonomi lain terlibat dalam pasar valas harus membayar atau menerima
sejumlah mata uang asing pada suatu tanggal tertentu di masa mendatang.
Contoh:
Apabila perusahaan akan membutuhkan 1.000.000 mark jerman , 90 hari dari sekarang untuk
mengimpor barang dari jerman. Asumsikan bahwa perusahaan tersebut dapat langsung membeli
mark jerman untuk pengiriman langsung yaitu dari pasar spot dengan kurs spot $ 0.50 per mark.
Berdasarkan kurs spot ini maka perusahaan membutuhkan $ 50.000 ($0.50 permark x
1.000.0000) namun perusahaan belum memiliki dan saat ini juga untuk membeli mark
perusahaan dapat menunggu 90 hari dan kemudian menukarkan US$ dengan mark menurut kurs
yang berlaku saat itu, tapi perusahaan tidak mengetahui berapa kurs spot 90 hari dari seklarang.
Maka dengan mengunci kurs, perusahaan tidak perlu khawatir dengan adanya perubahan kurs
spot 90 hari ke depan.

Transaksi Swap melibatkan pembelian spot dan penjualan spot atau pembelian forward atas
suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk
mengambail keuntungan darai tiangkat suku bungan yang lebih tinggi di suatu negara asing,
sembari dalam kesempatan yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak
menguntungkan dari kurs nilai tukar valuta asing.
Contoh:
Seandainya tinkat suku bunga di Amerika Serikat lebih tinggi dari di Swiss, maka para investor
Swiss dapat membeli dolar pada pasar spot dan menginvestasikannya dalam surat berharga
hutang yang berdenominasi dolar dengan pengembalian yang lebih tinggi, seperti surat treasuri
AS 6 bulan,. Namun demikian, dengn melakuakan hal tersebut, investor Swiss tersebut akan
kehilangan nilai relatifnya terhadap franc Swiss dalam perioade 6 bulan tersebut. Untuk
melindungi diri dari kemungkinan ini, para investor Swiss secara bersamaan dapat menjual dolar
yang mereka harapkan untuk di terima dalam 6 bulan dengan menggunakan kurs forward yang
terjamin. Transaksi swap semacam itu akan berjalan baik apabila perbedaan suku bunga antara
AS dan Swiss lebih besara dari pada diskonto kurs forward dolar ( yaitu perbedaan antara kurs

spot dan kurs forward 6 bulan dolar). Seiring berjalannya waktu, para pedagang mata uang akan
menghilangkan perbedaan ini, sehingga menimbulkan paritas suku bunga.

Apakah yang dimaksud dengan kurs saat ini, kurs historis, dan kurs rata-rata dalam konteks
translasi mata uang asing? Nilai tukar mana yang meningkatkan keuntungan dan kerugian
translasi mata uang asing? Mana yang tidak? Jawab:
Kurs kini (current) adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan.
Kurs historis adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing pertama kali
diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi.
Kurs rata-rata adalah rata-rata sederhan atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai
tukar historis.
Penggunaan kurs nilai tukar historis melindungi laporan keuangan dari keuntungan dan kerugian
translasi mata uang asing yaitu dari kenaikan atau penurunan dalam equivalen dolar saldo mata
uang asing yang timbul dari fluktuasi kurs translasi antar periode pelaporan. Sedangkan pilihan
kurs nilai tukar yang paling tepat tidak terlalu jelas karena setiap mata uang dalam suatu waktu
dipengaruhi oleh beberapa jenis kurs nilai tukar.

Apakah perbedaan antara keuntungan/kerugian transaksi dengan keuntungan/kerugian translasi


mata uang asing? Jawab:
Keuntungan dan kerugian translasi mencerminkan kenaikan dan penurunan ekuitas investasi
asing dalam mata uang domestik dan harus diakui, sedangkan keuntungan dan kerugian transaksi
timbul akibat selisih kurs. Keuntungan dan kerugian transaksi disajikan dalam lapora L/R tahun
berjalan dalam pos keuntungan dan kerugian transaksi mata uang asing.

5. Pada kondisi bagaimana translasi mata uang asing mempengaruhi inflasi asing? Jawab:
Penggunaan kurs kini untuk mentranslasikan biaya perolehan aktiva non-moneter yang berlokasi
di lingkungan berinflasi pada akhirnya akan menimbulkan nilai ekuivalen dalam mata uang
domestik yang jauh lebih rendah daripada dasar pengukuran awalnya. Pada saat yang bersamaan,
laba yang ditranslasikan akan jauh lebih besar sehubungan dengan beban depresisasi yang juga
lebih rendah. Hasil translasi seperti itu dengan mudah dapat lebih menyesatkan pembaca ketika
memberikan informasi kepada pembaca. Penilaian dolar yang lebih rendah biasanya
merendahkan kekuatan laba akutal dari aktiva luar negeri yang didukung oleh inflasi lokal dan
rasio pengembalian atas investasi yang terpengaruh inflasi di suatu operasi luar negeri dapat

menciptakan harapan yang palsu atas keuntungan masa depan. FASB menolak penyesuaian
inflasi sebelum proses translasi, karena penyesuaian tersebut tidak konsisten dengan kerangka
dasar penilaian biaya historis yang digunakan dalam laporan keuangan dasar di AS. Sebagai
solusi FAS No 52 mewajibkan penggunaan dolar AS sebagai mata uang fungsional untuk operasi
luar negeri yang berdomisili dilingkungan dengan hiperinflasi. Prosedur ini akan
mempertahankan nilai konstan ekuivalen dolar aktiva dalam mata uang asing, karena aktiva
tersebut akan ditranslasikan menurut kurs historis. Pembebanan kerugian translasi atas aktiva
tetap dalam mata uang asing terhadap ekuitas pemegang saham akan menimbulkan pengaruh
yang signifikan terhadap rasio keuangan. Masalah translasi mata uang asing tidak dapat
dipisahkan dari masalah akuntansi untuk inflasi asing.