Anda di halaman 1dari 82

BAB2

LANDASAN TEORI
2.1 Sistem Informasi Akuntansi
2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Bodnar dan Hopwood (2002, pl) " Sistem Informasi Akuntansi
adalah sebuah kumpulan sumber daya, seperti orang dan peralatan yang dirancang
untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi Informasi ini
yang kemudian akan di komunikasikan kepada pengambil keputusan. Sistem ini
akan menampilkan perubahan ini secara manual atau terkomputerisasi."
Menurut Romney dan Steinhart (2006, p6) "Sistem Informasi Akuntansi adalah
sebuah sistem yang

mengumpulkan, mencatat, menyirnpan dan memproses data

untuk menghasilkan informasi bagi para pengambil keputusan."


Menurut Wilkinson et al(2000, p7) "Sistem Informasi Akuntansi adalah
kesatuan struktur yang terdapat dalam sebuah entitas, seperti firma bisnis, yang
memperkerjakan sumber daya fisik dan komponen lain untuk

mengubah data

ekonomi menjadi informasi akuntasi. Informasi akuntansi ini bertujuan untuk


memenuhi kebutuhan informasi pada berbagai penguna."
Menurut O'Brien (2003, p361)

"Sistem Informasi Akuntansi adalah

sistem

informasi tertua dan paling banyak digunakan dalam perusahaan. Sistem Informasi
AKuntansi mencatat dan melaporkan berbagai transaksi binis dan kegiatan ekonomi
lainnya."
Dari empat kutipan definisi Sistem Informasi Akuntansi di atas, maka dapat
diambil sirnpulan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah sistem yang memiliki
kesatuan fungsi dalam

suatu

perusahaan. Sistem ini bertugas mengumpulkan,

9
mencatat, menyimpan, dan memproses data ekonomi menjadi informasi akuntansi
yang berguna bagi pengambil keputusan.
2.1.2 Komponen Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Romney dan Steinhart (2006, p6), ada

enam komponen dari sistem

informasi akuntansi, yaitu:


L People , yaitu orang yang mengoperasikan sistem dan menjalankan
fungsi yang bervariasi
2.

Procedures dan instructions, prosedur dan perintah baik manual maupun


otomatis

yang

terlibat

dalam

mengumpulkan,

memproses,

dan

menyimpan data tentang aktivitas organisasi.


3. Data, data mengenai organisasi dengan proses bisnisnya.
4.

Software, perangkat

lunak yang

digunakan untuk memproses data

organisasi.
5.

Information technology infrastructure, infrastruktur informasi teknologi


termasuk komputer beserta alat - alat disekelilingnya, dan alat jaringan
komunikasi

yang

digunakan

untuk

mengumpulkan,

mneyrmpan,

memproses, dan mengirimkan data serta informasi.


6. Internal control

dan security measures , pengendalian internal atau

ukuran kearnanan yang menjaga keamanan data dalam system informasi


akuntansi
2.2 Sistem lnformasi Akuntansi Penggajian
2.2.1 Pengertian Gaji
Menurut Warren et a!. ( 2005, p552), " Dalam akuntansistilah gaji diartikan

sebagai jumlah tertentu yang

dibayarkan kepada karyawan untuk

jasa yang

10

diberikan selama periode tertentu. Gaji atau upab pokok seorang karyawan sering
ditambab dengan adanya komisi, pembagian laba, atau tunjangan biaya hidup."
Menurut Homgren et a!.
jumlahnya dihitung per tabun,

(2002, p430), " Gaji merupakan pendapatan yang


per bulan,

atau

per minggu,

sedangkan upab

merupakan pendapatan yang dihitung berdasarkan tarif per jam."


Menurut Fess dan Niswonger (2000, p297) " Gaji biasanya digunakan untuk
pembayaran atas jasa manajerial, administrative, atau jasa lain yang serupa. Tarif
gaji biasanya diekspresikan dalam periode bulanan atau tabunan.
Jadi dapat disimpulkan gaji adalab jumlah total pendapatan yang dibayarkan
pada karyawan menurut suatu periode waktu tertentu atas jasa-jasa yang telah
diberikan.
2.2.2 Tujuan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian

Menurut Wilkinson et a!. (2000, pl09), " Tujuan utama dari human
resource management cycle adalah untuk memfasilitasi pertukaran kas dengan
pegawai untuk jasa yang telah diberikan. Tujuan ini mempunyai sasaran khusus,
seperti:
a. untuk memastikan status, tariff pembayaran gaji, dan membayar pengurangan
dari gaji pegawai yang diotorisasi .
b. untuk membayar jasa aktual yang telah dilakukan
c. untuk mencatat, mengklasifikasi, mendistribusikao, dan membuat laporan
biaya yang berhubungan dengan pegawai secara tepat dan akurat.
2.2.3 Aktivitas Siklus Sistem lnformasi Akuntansi Penggajian

Menurut Romney dan Steinhart (2006, p495) ada tujuh aktivitas dasar

dalam siklus aktivitas penggajiao, yaitu:

11
1. Meng-update master file penggajian
Aktivitas pertama dalam proses penggajain rm meliputi peng-update-an
master

file

penggajian untuk

merefleksikan tipe

variasi

dari

perubahan

penggajian seperti: perekrutan pagawai baru, pemecatan, perubahan tarif pajak,


atau perubahan dalam pemotongan gaji. Yang menyediakan seluruh informasi
tersebut adalah departemen Human Resourse Management (HRM).
Departemen Human Resourse Management (HRNf) memiliki akses secara
online

untuk melakukan perubahan atas

master file penggajian. Pengecekan

perubahan yang tepat atau diperboiehkan adalah seperti cek validitas pada angka
pegawai dan

tes

kelayakan untuk perubahan yang

telah dibuat

kemudian

diaplikasikan ke transaksi perubahan penggajian.


Adalah sangat penting bahwa semua perubahan penggaJian di masukan
dalam timely manner dan layak untuk direfleksikan dalam periode pembayaran
selanjutnya.
Catatan mengenai pegawai yang

berhenti atau

dipecat seharusnya tidak

langsung di hapus karena untuk beberapa laporan akhir tahun, dibutuhkan data
tentang semua karyawan yang bekerja pada saat tahun berjalan.
2. Meng-update tarif pajak dan pengurangan
Aktivitas kedua

adalah meng-update informasi mengenai tarif

pajak

dan

pemotongan lainnya. Departemen penggajian membuat perubahann ini, namun


perubahan ini biasanya jarang

teljadi. Hal tersebut terjadi ketika

penggajian menerima pemberitahuan atau

departemen

pengumuman tentang perubahan

dalam tarif pajak dan pengurangan lainnya dari pemerintah dan perusahaan
asuransi.

12

3. Memvalidasi waktu dan data kehadiran


Langkah ketiga dari siklus penggajian adalah memvalidasi data waktu dan
kehadiran setiap karyawannya. Informasi ini datang dalam bentuk berbagai jenis
forms, tergantung pada status pembayaran pegawai.
4. Menyiapkan pembayaran gaji
Departemen dimana pegawai bekerja menyiapkan data mengenai jam kerja
dan masing - masing supervisor biasanya mengkonfrrmasikan data tersebut.
Pertama file transaksi penggajian diatur berdasarkan nomor pegawai. File
yang telah diatur ini kemudian digunakan untuk menyiapkan cek pembayaran
pegawai. Untuk setiap

pegawai, catatan master

file penggajian dan

catatan

koresponden transaksi terbaca dan pembayaran kotor dihitung, pembayaran kotor


merupakan fraksi dari pembayaran tahunan, dimana fraksi merefleksikan panjang
dari periode pembayaran. Contoh , jika pembayaran dilakukan setiap bulan maka
pegawai akan menerima seperduabelas (1/12) dari gaji mereka untuk

setiap

periode pembayarannya.
Kemudian semua pengurangan terhadap gaji dijumlahkan dan dikurangkan
dari

pembayaran kotor

untuk

mendapatkan jurnlah

pembayaran

bersih.

Pengurangan gaji ini biasanya terbagi dalam dua kategori yaitu :


Pemotongan pajak
Meliputi pajak pendapatan yang dipotong dari jurnlah gaji yang
diterima.
Pengurangan sukarela
Meliputi dana pensiun , asuransi kesehatan, dan konstribusi ntuk amal.

13

Ketika pembayaran bersih telah diperoleh, maka fields untuk pembayaran


kotor, pengurangan dan pembayaran bersih utnuk setiap catatan karyawan ter
update. Mengurus catatan pendapatan kumulatif yang akurat

sangat

penting

karena pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan lainnya diberhentikan


maka

perusahaan hams

tahu

kapan

dan

apa

pemotongan untuk

setiap

karyawarmya serta informasi ini dibutuhkan untuk memastikan jurnlah pajak dan
pengurangan lainnya telah dilaporkan ke kantor pajak, asuransi perusahaan, dan
organisasi lainnya. Informasi ini juga termasuk laporan bervariasi mengenai
agensi - agensi yang

berkepentingan. Akhirnya payroll register dan cek

pembayaran pegawai dicetak.


5. Membayarkan Gaji
Setelah

cek

pembayaran

disiapkan, payroll

register

dikirimkan

ke

departemen utang untuk direview dan disetujui. Voucher pembayaran kemudian


disiapkan untuk mengototrisasikan transfer dana dari akun perusahaan ke akun
bank

penggajian. Cek

perusahaan yang

gaji

sebaiknya tidak

dituliskan ke

regular. Untuk pembatasan dan

account penggajian sebaiknya dipisahkan. Hal

account bank

pengendalian perusahaan,

ini juga

memudahkan untuk

merekonsiliasi penggajian dan mendeteksi masalah pada cek pembayaran.


Voucher pembayaran dan payroll register kemudian dikirimkan ke kasir.
Kasir kemudian akan mereview voucher pembayaran dan payroll register setelah
itu menyiapkan dan menandatangani cek untuk mentransfer dana ke dalam akun
bank penggajian perusahaan.
Kasir juga mereview , menantangani dan mendistribusikan cek pembayaran
pegawai. Kasir kemudian akan mengambil kembali cek pembayaran yang tidak

14
di kl.aim dari

perusahaarL Hal

pembuatan dan di:rtribusi

pembayaran pa!su

h'1i dilaktL"i(a.\1 unttL4: mencegah

Daflar dari cek pembayaran yang tidak diklaim dikirimkan ke departemen


audit internal untnk investigasi

Kemudian p(J)Iroll register dikembalikan ke departemen penggajian, ya.t1g aka.t>


disirnpan berdasarka11 tanggal dengan time cards dan job time ticket. Voucher
pembayaran kemudian dik iri:mk.an
umum.
6. Menghitung Paja.'<.

yang dibayarkan karyawan


dan keuntungan untnk pegawai

Karyawac'l membayar
seeara langsur .

federal dan negara bagian memerlnkan agar pegawai

memberil-::an

tertentu da.'i gaji kotor setiap

yang dipergunakan nntuk


juga pegawai juga

ka."}'aV.'lill

kompensasi pengaJ1ggura.11. Selain itu


kesehatan, caca.t, dan premi

a.suransi lainnya. Beberapa pe1rusah!tan menawarkan pegawai mereka rencana


kenntungan yang fleksibe
asuransi kesehatan

akan ditanggung sebagian kecil

kont.ribnsi per!Siun, ditambah kredit keuntungan yang bisa

Menyediakan ja.sa ta.'llbahan ini tentlli'1ya akan mena;-r1bah pen:nintaan dari sistem
penggajian itu sendiri.
7. Membayarkar: pajak pengl1as:ilan da.'1 kesaiahan pengurar"tgan

!5
periodik menyiapakan
membayar

atau menggunakan t,ansfer dana elektronik untuk

pajak yang ada.

U'ltor pajak telah mernberitahukan kapan saja waktu untuk pajak tertentu.

Dana

sukarda dari

setiap ka:ryawan digunakan

berbagai macam

keuntungan., seperti rencana simpanan gajyang harus dibayarkan ke organisasi


yang berwenang.
2.2.4 Fangsi yang terkailt
Wilkinson et

(2000,

10) berpendapat bahwa fungsi

fungsi yang terlibat

dalam Human Resources Cycle adalah sebagai berikut:


l. Fungsi

p,.,.'"'."H lrH

Fw"lgsi personalla memiliki tujuan utarna untuk perencanaan, pengenda!ian,


dan mengkoordinasi karyawan yang berada da1am sebuah orgal'isasi. Fungsi
personalia

bawah rumngan Wakil Presiden bagian personalis.

lv! najer

jawab

memiJiki tangg>.mg

atas

dan perencanaan personalia, keamanan dan

keuntungan, hubungan industrial., pengemhangan pegawai dan administrasi


Stktnber daya manusia.
dan perencanaan personalia
perekruta..11

berhubungan dengan.

pengujian potensi karyawan, memperkerjakan karyawan yang

terpilih, mt:oilll stikan promosi yang berkualitas, prosedur pemecatan, dan


menentukan ke'bul:uhanpegav.-zi urJ.u...masa yang akan

(untuk kriteria

16
Unit

Pengembangan pegawai bruhubungan dengan masalah pelatihan

para pegawai dan pengembanangan eksekutif para manajer.


Unit

Administrasi Sumbaer Daya

perencanaan kompensasi untuk gaji,

Manusia bertanggiung jawab atas


asurans1, dan

program lain

yang

berkaitan. Unit ini juga mengatur data pegawai dan kegiatan kepegawaian
lainnya, dengan demikian , unit admisnistrasi sumber daya manusia merniliki
hubungan yang erat dengan kegiatan penggajian.
Unit Hubungan Industrial bertanggung jawab atas menjalin hubungan
dengan serikat buruh dan organisasi lainnya.
2.

Fungsi Finansial I Akuntansi


Tujuan dari manajemen fmancial dan akuntansi berkaitan secara luas dengan
dana, data, informasi, perencanaan, dan pengendalian atas sumber daya.
Unit - unit organisasi dalam fungsi ini terlibat dalam manajemen jasa
karyawan yaitu :

a. Timekeeping
Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pengendalian waktu dan
daftar kehadiran karyawan.

b. Payroll
Fungsi ini

bertanggung jawab untuk menyiapkan cek

mengurus data penggajian dan melengkapi laporan yang

pembayaran,
dibutuhkan

dengan penggajian.

c. Account Payable
Fungsi ini menurut konteks jasa

kepegawaian, merupakan menyetujui

disbursement voucher yang berhubungan denganjasa karyawan.

17
d. Cash Disbursement
Unit ini bekerja sama dengan kasir menandatangani dan mendistribusikan
paycheck.
e. Cost Distribution
Unit ini mengurus catatan- catatan yang merefleksikan biaya- biaya dari
sebuah produk secara detil.

General Ledger
Unit ini mengurus pengendalian terhadap seluruh asset, modal, biaya, dan
pendapatan.
Sebagai catatan tambahan, unit

timekeeping dan cost distribution

biasanya ditemukan dalam perusahaan manufaktur.


2.2.5 Dokumen Somber yang Biasa Digunakan
2.2.5.1 Forms oflnput

Menurut Wilkinson et al. (2000, p111) dokumen sumber yang biasa


digunakan dalam manajemenjasa kepegawaian adalah:
1. Personnel Action Forn
Formulir ini digunakan untuk

memberikan informasi kepada pihak

pihak yang terkait dengan aktivitas kepegawaian. Aktivitas ini termasuk


keputusan untuk

memperkerjakan karyawan baru,

perubahan status,

evaluasi kinerja pekerjaan, dan lain lain.


Formulir ini memberikan informasi kepada departemen penggajian
mengenai situasi atau perubahan yang mempengaruhi status pembayaran
pegawai.

Kategori lain

pengurangan.

dari

tindakan personalia

adalah mengenai

18
2.

Time Card
Kartu v.'aktu disini ada!ah kar'rn yang mencatat wak:tu yang scbenamya
yang dihabiskan karyawan di tcmpat mereka bekerja. Pada formulir ini
terdapat nama dan nmrJDr kat')'awan. Set'12.p kali pegawai masuk dan pulang,

si pegawai memasukkan kartu ke claiam time clock.


3. Job-time ticket
Job-time ticket berfokus pada pesanan kerja atau pada pekerjaau tertentu.

Setiap

ka'i karyawan upa..lmn seperti buruh p:roduksi,

memulai dan

mengakhiri pekerjaan, dia mencatat waktu pada kartu untuk pekerjaan


tertentu dan dimas;li::an ke claiam time dock seperti time card.

4. Paycheck
Bersama dengan voucher, struk, tnerupakan dokumen akhir pada siklus
manajemen SUlnber daya manusia Paycheck ini biasanya disiapkan oleh
komputer. Struk menunju_l<:an semna detail ya.11g diperlukan, tennasuk

pembayara.n ua:<g lembur berikut dengan pengurangan dari gaji karyawan.


2.2.5.2 Pertimlumgan Desain File dan Records
Memrnt Wilkinsou et a1 (2000, pliO)

dalam mendesain files dan

records,
bebernpa data manajemen perlu di ta:1yakan, misa!nya:
l. tentang siapa yang menggunakanfile tersebut,

2. untuk tujuan apa,

19

Untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut tergantung pada


bagian mana

meminta bagian aplikasi ini didesain. Ini juga dipengaruhi oleh

penyimpanan, efisiensi dalam pemeliharaan, dan aksesbiliti dari

data

yang

tersimpan.
2.2.5.3 Information Output

Berdasarkan Wilkinson et al. (2000, pl22) hasil informasi keluaran dari


siklus manajemen sumber daya manusia ini ada tiga, yaitu :

1.

Operational listings, Statements, and Required Reports


Salah satu dari output yang sering digunakan adalah payroll register.

Berisikan data yang berhubungan dengan setiap karyawan untuk setiap periode
pembayaran, tersusun dari pembayaran kotor hingga pembayaran bersih.
Output

yang

berhubungan

lainnya

adalah

deduction

register,

yang

menyediakan detail potongan dari setiap pegawai. Sedangkan cumulative

earnings register menunjukkan saldo yang diperoleh hingga saat ini, dan bisa
dalam triwulan, untuk setiap pegawainya dan untuk keseluruhan karyawan.
Laporan kontrol yang bervariasi juga diperlukan. Contohnya adalah laporan
yang menunjukkan nomor dari cek yang telah dicetak dan total saldo dari cek
tersebut.
Dibutuhkanjuga laporan untuk pemerintah meliputi Jamsostek dan pajak
penghasilan, ditambah variasi dari lainnya. Beberapa jatuh tempo setiap tiga
bulan sekali, sementara lainnya setiap akhir tahun

2.

Inquiry Screens
Sistem on-line memungkinkan personnel clerks dan lainnya

untuk

melihat data dalam catatan gaji pegawai secara individual maupun data

20
personal. Pegawai juga dapat mengakses data mereka sendiri. Akses Iainnya
berhubungan dengan penggajian per departemen atau pendapatan kumulatif per
departemen.

3.

Managerial Reports
Analisa yang bervariasi dari manajer yang berhubungan, seperti misalnya

mengenai absensi, pembayaran lembur, turn over, komisi penjualan, dan biaya
tenaga kerja tidak Iangsung. Salah satu analisa yang berguna adalah proyeksi
gaji setiap bulan untuk tahun depan. Laporan Iainnya yang sering membantu,
antara lain :
a.

Survei tarif pembayaran rata -rata untunk setiap kategori pekerjaan


hila dibandingkan dengan perusahaan serupa.

b.

Laporan kekuatan personalia, menunjukan tingkat jumlah pegawai


dan perubahannya selama beberapa bulan terkhir.

Labor distribution summary bisa disajikan dengan dua tujuan, yaitu sebagai
dasar entry bagian akuntansi dan sebagai analisa untuk pihak manajemen.
Laporan tersebut menunjukan saldo dari biaya jasa pegawai yang dikenakan
dalam beberapa akun. Bagaimanapun juga, hal tersebut bisa termasuk detail
biaya yang ditimbulan setiap pegawai dan departemen dalam berbagai tugas.
Laporan ini juga memisahkan antara biaya tenaga kerja langsung dan tidak
langsung.
2.2.6 Hubungan antara Payroll System dengan Human Resource Management

System
Menurut Hall ( 2004, p305) " Proses penggajian terintegrasi dengan Human

22
terintegrasi yaitu orar,g, s 1:ur, proses dan prosedur yang

bertindak sebagai

penyedia jaminarc yang rnasuk akal bahwa sasanm control dari perusahaan akan

tercapai.
2.3.2 Komponen Sistem Pengendaiian Inl:en1al
Menurut COSO dalam buku Romney dan Steinhart (2006, p196) "da
komponen dalam sistem pengendalian intern antara lab sebagai berikut:
1. Control Environment

Inti dari semua bisnis adalah orangnya yang memiliki sifat masil:g-masing
i'1dividu, termasuk integritas, nilai, etika, dan kemampuan lingkungan di mana
mereka beroperasi. Mereka adalah alat yang mengendalikan organisasi
merupakan dasar dari segala sesuat11.

2. Control Activities
Prosedur dan kebijakan per.gendalian

ditetapkan dan dijalankan untuk

membantu meyakinkan bahwa tinda.lcan yang dilakukan oleh pihak manajemen


untuk menanggulangi resiko dan

untuk mencapai tujuan organisasi terlibat

efekti:f.

3. Risk Assessment
Perusahaan hams berhati-hati terhadap risiko yang dihadapi. l:'eJ:usabEtan
membentuk suata tujuan, yang
pemasaran,

keru:mgan,

digabu.i1gkan dengan penjualan,

dai1 aktivitas lainoya

produk:si,

sehingga perusahaan

dapat

beroperasi dengan baik Peru.sahaan juga hartLmenyusun sebuah mekanisme

=tuk

rr::ec1gide;:;tif'Jmsi, menganalisis

dan

mengatur

risiko-risiko

yang

21
data personal yang saling terkait, termasuk kelli-:ttungan karyawan, perencanaan
daya rml:nu:>ai, hubllfl.gan

karyawan, kerrra::npuan karya\\'rul, tarif

penggajian. HRM sistem hams mendukung a.l,:ses yang real-time

kepada data

personal untuk peru:latalli dan pencata::an seca::a langsung apabila terjadi perubahan
da.1am status"Karyawan.

Pengerti:u. Sis:te!n Pengendali:m Internal

MenJL'"llt Gelinas (2008, p219) "Pengendalian Internal adalah suatu sistem


dengan elemen teric'ltegrasi ya.i<:ni, orang, struk:tur, proses

dan prosedur yang

bertimiak unl:uk menyediakan jaminan yang masuk aka! bahwa perusahaan akan
mencapai tujuan proses bisnisnya."
Sedangkan mermrut

dan Steinba.'i (2006, pl92) "Pengendalian

Internal adalah suatu proses yang diimplementasikan okh para direksi perusahaan,
menajemen, dan mereka yang berada

bawah araban untuk menyediakan jaminan

yang masuk a.'<al bahwa sasaran control dari perusahaan akan tercapai."
Menurut Bodnar dan Hopwood (2004, pl82) "?engendalian Internal adalah
sebuah proses yang dipenga.-uhi

dax: personel lainnya.

!ingkungan direksi perusahaan, manajemen,

didesain unuk menyediakan jaminan yang masuk aka!

tergantung dari pencapaian tujuan dari kategor::


(a) reliabilitas dari pelaporan keuangan,
(b) efektivitas dan efb;ien:si dari operasi,

23
4. Information and Communication
Yang

mengelilingi aktivitas pengendalian adalah system informasi dan

komunikasi. Mereka memungkinkan orang-orang dari perusahaan menerima dan


saling

bertukar inforrnasi yang

dibutuhkan untuk

memimpin, mengatur, dan

mengontrol operasi yang ada.


5. Monitoring
Tujuan dari monitoring ini adalah untuk

menilai

kualitas Internal Control

Structure overtime dengan memperhatikan aktivitas yang terus-menerus terjadi


dan evaluasi terpisah yang dilakukan. Memonitor aktivitas yang terus-menerus
terjadi meliputi supervision untuk karyawan dilakukan setiap hari, dan aktivitas
memonitor terpisah meliputi audit Internal Control Structure dan Accounting
record dilakukan secara periodik.
2.3.3 Tujuan Sistem Pengendalian Internal

Menurut COSO dalam buku Gelinas (2008, p216) , tujuan pengendalian sistem
internal adalah :
1. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya
2. Menghasilkan operasi yang efektif dan efisien
3. Memenuhi dalil I hukum dan peraturan
.4 Sistem Pengendalian Internal Penggajian
2.4.1 Tujuan Sistem Pengendalian Internal Penggajian

Menurut Wilkinson et al. (2000, pl26) tujuan dari sistem pengendalian


internal peggajian adalah untuk memastikan bahwa:

24
a. Semua jasa yang telah dilakukan oleh karyawan, termasuk jam kerja pada
tugas tertentu seperti

pekeljaan produksi, dicatat secara akurat dan tepat

waktu.
b. Semua karyawan dibayar berdasarkan kontrak kelja atau kebijakan lainnya.
c. Semua cek pembayaran dihitung secara

tepat

, dengan tunjangan dan

potongan gaji yang terotorisasi.


d. Semua

biaya untuk

jasa karyawan didistribusikan ke akun

yang sesua1

dengan kebijakan akuntansi.


e. Semua laporan yang dibutuhkan disiapkan secara lengkap dan akurat sesuai
dengan hokum dan aturan yang berlaku serta diserahkan tepat waktu.
2.4.2 Kontrol dalam Sistem Pengendalian Internal Penggajian

Menurut Hall (2004, p302) dalam sistem pengendalian internal penggajian


mempunyai kontrol meliputi:
1. Otoritasi Transaksi
Formulir tindakan personel adalal! untuk menyediakan control otorisasi yang
penting dalam sistem penggajian. Dokumen ini penting untuk
penipuan penggajian dengan mengidentiflkasi karyawan yang

mencegal!
terotorisasi.

Bentuk penipuan yang umum adalal! memasukkan time cards ke gaji karyawan
yang sudal! tidak bekerja lagi dalam perusal!aan. Formulir tindakan personel ini
mengizinkan departemen penggajian untuk mengatur daftar karyawan, yang
kemudian dicocokkan dengan time card.
2. Pembagian Tugas
Fungsi

timekeeping harus

terpisal! dari

fungsi

personalia. Departemen

personalia menyediakan menyediakan gaji

dengan informasi tarif

gaji.

25
Mungkin saja terdapat jarak antar tarif gaji tergantung dari pengalaman,
klasiftkasi pekerjaan, senioritas, dan jasa. Untuk mencegah penipuan, informasi
ini

harus

dihasilkan dari

sumber

yang

independent yaitu

departemen

personalia.
3. Supervisi
Area lain yang beresiko adalah timekeeping. Terkadang beberapa karyawan
akan "clock in" untuk karyawan lain yang datang terlambat atau bahkan tidak
datang. Supervisor harus mengobservasi proses clocking dan merekonsiliasi
time cards dengan kehadiran aktual.
4. Catatan Akuntansi
Jejak audit untuk penggajian meliputi dokumen berikut :
a.

Time cards, job tickets, dan disbursement vouchers.

b. Informasi jurnal, yang datang dari ringkasan distribusi tenaga kerja dan
payroll register.
c. Account buku besar pembantu, yang mengandung catatan karyawan dan
account biaya yang bervariasi.
d. Account jurnal umum : control penggajian, kas, payroll clearing (imprest
account).
5. Kontrol akses
Aset yang berhubungan dengan penggajian adalah tenaga keija dan kas.
Keduanya bisa disalahgunakan melalui akses yang tidak tepat ke dalam catatan
akuntansi. Individu yang tidak jujur dapat menyalahgunakan total time cards
yang telah terjadi dan kemudian menggelapkan kas. Mengontrol akses ke

sumber dokumen dan catatan dalam sistem penggajian adalah penting.

27

wak:tu
Fonnulir yang digur <.an l.h'ltuk m<!ncatat wak:tu kerja seorang karyawan

Register enggajian
Lapman yang rnenunjukan nama, penghasilan kotor, potongan gaji dan

bersih

serta

..

Rek:enir1g bank

yang

dilakukan

selama

periode

penggajian imprest

Kekenmcg yang menampung setoran sebesar total gaji dan upah bersih
yang dilakllkan selama periode pembayaran.

gaji
Perintah p<enaJtikllo kepoda bank Imtu_l;: membayar karyawan.

"

Ikl:tti$:1! d!stribusi biaya tenaga kerja


Laporan

menurtjill;an klasiflimsi akun utnuk penghasilan pabrik

selama periode pembayaran.


pajak gaji dan upah
d.itetapkan oleh otoritas pajak untuk diserallkan bersmra

persona!ia karyawan
memuat data mengenai ikatac> kelja setiap karyawan dan
memuat semua otorisasi personaiia yang dikeluarkan untuk karyawan

28

File computer ini berisi data terkini mengenai karyawan yang diperlukan
untuk me:: .ghitung gaji dan upah seperti klasiflkasi pekeJjtariff upah,
potongan.
"'

File induk pengr,asilan karyawan


com;mter yang berisi penghasilan kotor, potongan gaji dair upah,
serta pembayran be::sih setiap karyavvan selarna tahun berjalan hingga
tanggal pada hari itu rnenurut periode pembayaran.

2.4.3.2 Fmmgsi-fungsi

Pengendalian Terkait

Menumt Boynton et

(2001, p178) pemrosesan transaksi penggajian

melibatkan fimgsi-sungsi penggajian berikut ini :


"

'vlemu!ai transaksi penggajiau yang mencaugk:up:

o MenganglGitkaryavvan
o
"

Mengotcrisasi perubahan gaji dan upah

Penerimaan jasa, meucanglrup:

o Menyiapkan data kehadiran dan pencatatan waktu


"

Pencatatan transaksi pengajian, yang meucangkup:

o
"

Menyiapkan dac4:ar serta rneneatat g<;ji dan upah

Pembayara.'l gaji dan


o

yang mencangkup

Membayar gaJI dan upah serta menjaga upah yang belum


diambil

Menyiapkan

pajak gaji dan upah

26
6. Verifikasi independen.
Beberapa contoh verif..kasi independent da!am system penggajian :
Verr;kasi waktu : sebelum mengirimkan time cards ke bagian penggajian,

a.

supervisor hams memverifikasi keak:trrataE dan men.andatanganinya.

b. Paymaster

: weuggurmkan paymaster

untuk

mendistribusikan cek

pembayaran membantu memveriflkasi karyaViran yang masih ada.


Utang dagang : bagian utang

c.

dagang mereverifikasi ketepatan payroll

register sebeiam mt:mbml:t disbursement voucher untuk mengirinl:kan dana

ke dalm:n imprest account.


d. Jumal umum :
semllll: proses dengan r: erekonsiliasi laporan distribusi tenaga kerja dan
disbursement voucher penggajian.

A!divitas Pengendalian Transaksi Penggajian

Mern.rrut Boynton et al.(200l,pl77) dokumen dan catatan be:ikut ini


peJ1tir1g dalam melaksanakan serta mencacat tra.'1saksi penggajian :

'"

Otorisasi personalia
Memo

yang dlkeluarkan oleh

dcpartemen persor.aFa yang

menunjuk

pengangkatan seorang ka.;awan dan setiap pe:-ubahan selanjutnya atas

status karyawn itu untuk tujlumpenggaJJan.


@

Kartu absen

29
2.5 Pajak Penghasilan Pasal21
Undang-undang No.7 Tahun 1984 tentang Pajak Penghasilan (PPh) berlaku sejak
1 januari 1984. Undang-undang ini telah beberapa kali mengalami perubahan dan
terakhir kali diubah dengan Undang-undang No.36 Tahun 2008. Ketentuan Pasal21 UU
PPh mengatur tentang pembayaran pajak dalam tahun berjalan melalui pemotongan
pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak orang pribadi
dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan.
2.5.1 Pengertian Pajak Penghasilan Pasal21
Mengacu pada www.pajak.go.id, Pajak penghasilan pasal21 adalah pajak atas
penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain yang
diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan
pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan.
Pemotong Pajak wajib memberikan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 baik
diminta maupun tidak pada saat dilakukannya pemotongan pajak kepada orang
pribadi bukan

sebagai pegawai tetap, penerima uang tebusan pensiun, penerima

Jarninan Hari Tua, penerima uang pesangon, dan penerima dana pensiun.
Pemotong Pajak PPh Pasal21 wajib memberikan Bukti Pemotongan PPh Pasal
21 tahunan (form 1721-A1 atau 1721-A2) kepada pegawai tetap, termasuk penerima
pensiun bulanan dalam waktu 2 (dua) bulan setelah tahun takwim berakhir.
2.5.2 Pemotong PPh Pasal 21
a. Pemberi kerja yang terdiri dari orang pribadi dan badan.
b. Bendaharawan pemerintah baik Pusat maupun Daerah
c. Dana pensiun atau badan lain seperti Jaminan Sosial Tenaga Kerja
(Jarnsostek),

PT Taspen, PT ASABRI.

30
d. Perusahaan dan bentuk usaha tetap.
e.Yayasan, lembaga, kepanitia-an, asosiasi, perkumpulan, organisasi massa,
organisasi sosial politik dan organisasi lainnya serta organisasi internasional
yang telah ditentukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan.
Penyelenggara kegiatan.
2.5.3 Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal21
a. Pegawai tetap.
b. Tenaga lepas (seniman, olahragawan, penceramah, pemberijasa, pengelola
proyek, peserta perlombaan, petugas dinas luar asuransi), distributor
MLM/direct selling dan kegiatan sejenis.
c. Penerima pensiun, mantan pegawai, termasuk orang pribadi atau ahli
warisnya yang menerima Tabungan Hari Tua atau Jarninan Hari Tua.
d. Penerima honorarium.
e. Penerima upah.
Tenaga ahli (Pengacara, Akuntan, Arsitek, Dokter, Konsultan, Notaris,
Penilai, dan Aktuaris).
2.5.4 Penerima Penghasilan yang Tidak Dipotong PPh Pasal21
a. Pejabat perwakilan diplornatik dan konsulat atau pejabat lain dari negara
asing, dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja
pada dan bertempat tinggal bersama mereka, dengan syarat:
- bukan warga negara Indonesia dan
- di Indonesia tidak menerirna atau memperoleh penghasilan lain di luar
jabatan atau pekerjaannya tersebut serta negara yang bersangkutan

memberikan perlakuan timbal balik;

31
b. Pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh Keputusan
Menteri Keuangan sepanjang bukan warga negara Indonesia dan tidak
menjalankan usaha atau kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh
penghasilan di Indonesia.
2.5.5 Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal21
a. penghasilan yang diterima atau diperoleh pegawai atau penerima pensiun
secara teratur berupa gaji, uang pensiun bulanan, upah, honorariu (termasuk)
honorarium anggota dewan komisaris atau anggota dewan pengawas), premi
bulanan, uang

lembur, uang

sokongan, uang tunggu, uang

ganti rugi,

tunjangan isteri, tunjangan anak, tunjangan kemahalan, tunjangan jabatan,


tunjangan khusus, tunjangan transpot, tunjangan pajak, tunjangan iuran
pensiun, tunjangan pendidikan anak, bea siswa, premi asuransi yang dibayar
pemberi kerja, dan penghasilan teratur lainnya dengan nama apapun
b. penghasilan yang diterima atau diperoleh pegawai, penerima pension atau
mantan pegawai secara tidak teratur berupa jasa produksi, tantiem, gratifikasi,
tunjangan cuti, tunjangan hari raya, tunjangan tahun baru, bonus, premi
tahunan, dan penghasilan sejenis lainnya yang sifatnya tidak tetap;
c. upah harian, upah mingguan, upah satuan, dan upah borongan yang diterima
atau diperoleh pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas, serta uang saku
harian atau mingguan yang diterima peserta pendidikan, pelatihan atau
pemagangan

yang

merupakan

caJon

pegawai

d. uang tebusan pensiun, uang Tabungan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua,
uang pesangon dan pembayaran lain sejenis sehubungan dengan pemutusan

hubungan kerja;

32
e. honorarium, uang saku, hadiah atau penghargaan dengan nama dan dalam
bentuk apapun, komisi, bea siswa, dan pembayaran lain sebagai imbalan
sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh Wajib
Pajak orang pribadi dalam negeri, terdiri dari :
1. tenaga ahli (Pengacara, Akuntan, Arsitek, Dokter, Konsultan,
Notaris, Penilai, dan Aktuaris)
2. pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film,
bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, crew film, foto mode
peragawan/ peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis, dan
seniman lainnya;
3. olahragawan;
4. penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator;
5. pengarang, peneliti, dan penerjemah;
6. pemberijasa dalam segala bidang termasuk teknik, komputer dan
sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi
dan sosial;
7. agen iklan;
8. pengawas, pengelola proyek, anggota dan pemberijasa kepada
suatu kepanitiaan, dan peserta sidang atau rapat;
9. pembawa pesanan atau yang menemukan langganan;
10. peserta perlombaan;
11. petugas penjaja barang dagangan;
12. petugas dinas luar asuransi;

13. peserta pendidikan, pelatihan, dan pernagangan bukan pegawai

35
atau bukan sebagai caJon pegawai;
14. distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan
kegiatan sejenis lainnya.

Gaji, gaji kehormatan, tunjangan-tunjangan lain yang terkait dengan gaji dan
honorarium atau imbalan lain yang bersifat tidak tetap yang diterima oleh
Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil serta uang

pensiun dan

tunjangan

tunjangan lain yang sifatnya terkait dengan uang pensiun yang diterima oleh
pensiunan termasukjanda atau duda dan atau anak-anaknya.
2.5.6 Tidak Termasuk Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal21
a. pembayaran asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan,asuransi kecelakaan,
asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa;
b. penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan dalam bentuk apapun yang
diberikan oleh Wajib Pajak atau Pemerintah, kecuali diberikan oleh
Wajib Pajak selain Pemerintah, atau Wajib Pajak yang
Penghasilan yang

bersifat final dan

yang

bukan

dikenakan Pajak

dikenakan Pajak Penghasilan

berdasarkan norma penghitungan khusus (deemed profit).


c. iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya telah
disahkan oleh Menteri Keuangan dan iuran Jarninan Hari Tua kepada badan
penyelenggara Jamsostek yang dibayar oleh pemberi kerja;
d. zakat yang diterima oleh orang pribadi yang berhak dari badan atau lembaga
ami!zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.
2.5.7 Penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk Pegawai Tetap
Penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan (5% dari

penghasilan bruto,

36
maksimum Rp 1.296.000,- setahun atau Rp 108.000,- (sebulan); dikurangi

34
iuran pensiun. luran jaminan hari tua, dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak
(PTKP).
2.5.7.1 Penghasilan Tidak Kena Pajak
Besarnya Penghasilan Kena

Pajak

dari seorang pegawai

dihitung

berdasarkan penghasilan netonya dikurangin dengan Penghasilan Tidak Kena


Pajak (PTKP). Berdasarkan Pokok-Pokok Perubahan UU no 36 tahun 2008
tentang PPh,

pemerintah melakukan penyesuaian besarnya PTKP

yang

diberlakukan sejak tahun pajak 2009 menjadi:


1. Rp. 15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu
rupiah) untuk diri Wajib Pajak Orang Pribadi sendiri per tahun.
2. Rp. 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus

dua puluh

ribu rupiah)

tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.


3. Rp. 15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu
rupiah) tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung
dengan penghasilan suami.
4. Rp.

1.320.000,00 (satu

tambahan untuk

setiap

juta tiga ratus

dua puluh

ribu rupiah)

anggota keluarga sedarah dan

keluarga

semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi
tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap
keluarga.
2.5.7.2 TarifPajak Penghasilan Pasal21
Sesuai dengan pasal

17 Undang-undang PPh,

besarnya tarif pajak

pengasilan bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri dapat dilihat dalam

tabel 2.1 berikut ini:

39
Lapisan Penghasilan Kena Pajak

TarifPajak

Sampai dengan Rp. 50.000.000,00

5% (lima persen)

Diatas Rp.50.000.000,00 s.d Rp.250.000.000,00

15% (lima belas persen)

Diatas Rp.250.000.000,00 s.d Rp.500.000.000,00

25% (dua pu1uh lima


persen)

Diatas Rp. 500.000.000,00

30% (tiga pu1uh persen)

Tabe12.1 Tar1f PaJak Penghasilan Pasa121


2.5.8 Contoh Penghitungan Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal21

1. Roni

adalah pegawai tetap di PT Maju Terus sejak 1 Januari 2009. Ia

memperoleh gaji sebulan sebesar Rp. 2.000.000,- dan membayar iuran pensiun
sebesar Rp. 25.000,- sebulan. Saefudin menikah tetapi belum mempunyai anak
(status K/0).
l>enghitungan PPh Ps. 21 terutang

Gaji Sebulan = Rp. 2.000.000


Pengh. bruto

Rp. 2.000.000

l>engurangan

Biaya Jabatan: = 5%x Rp. 2.000.000 = Rp. 100.000


Iuran pensiun = Rp. 25.000
Total Pengurangan = Rp. 125.000
Pengh netto sebulan = Rp. 1.875.000
Pengh. Netto setahun 12 x Rp. 1.875.000
PTKP setahun:
WP sendiri = Rp. 15.840.000

Rp. 22.500.000

36
Tambahan WP kawin = Rp. 1.320.000
TotalPTKP=Rp. 17.160.000
PKP setahun = Rp. 5.340.000
PPh Ps. 21 = 5% x Rp. 5.340.000 = Rp. 267.000
PPh Ps. 21 sebulan = Rp. 22.250
2. Rocky

adalah pegawai tetap di PT Jaya Selalu. !a memperoleh gaji bulan

Desember sebesar Rp. 2.200.000,00 menerima THR sebesar


membayar iuran

pensiun sebesar Rp.

Rp. 600.000,00 dan

25.000,00 sebulan. Ikhsan Alisyahbani

menikah tetapi be1um mempunyai anak (status K/0)


PPh Pasa121 atas gaji dan THR
Penghasilan Bruto setahun = 12x Rp. 2.200.000 = Rp. 26.400.000
THR = Rp. 600.000
Jurnlah Penghasilan Bruto Rp. 27.000.000
Pengurangan:
Biaya Jabatan: 5%x Rp. 27.000.000 = Rp.1.296.000
luran pensiun 12x Rp. 25.000 = Rp.300.000
Total Pengurangan = Rp. 1.596.000
Penghasilan netto setahun Rp. 25.404.000
PTKP (K/0) setahun = Rp. 17.160.000
PKP setahun = Rp. 8.244.000
PPh Ps. 21 terutang:
5%

Rp. 8.244.000 = Rp. 412.200

PPh Pasa121 atas gaji


Penghasilan Bruto setahun = 12x Rp. 2.200.000 = Rp. 26.400.000

41
Pengurangan:
Biaya Jabatan: 5%x Rp. 26.400.000

Rp. 1.296.000

luran pensiun 12x Rp. 25.000 = Rp. 300.000


Total Pengurangan = Rp. 1.596.000
Penghasilan netto setahun Rp. 24.804.000
PTKP (K/0) setahun = Rp. 17.160.000
PKP setahun = Rp. 7.644.000
PPh Ps. 21 terutang: 5% x Rp. 7.644.000

= Rp.

382.200

PPh Pasal21 atas gaji dan THR- PPh Pasal21 atas gaji:
=

Rp. 412.200- Rp. 382.200,00

Rp. 30.000,00

.6 Konsep Analisis dan Perancangan Berorientasi Objek


2.6.1Pengertian Object
Berdasarkan Mathiassen et al. (2000, p4), "object adalah suatu entitas yang
memiliki identity, state dan behavior."
2.6.2 Keuntungan Dalam Menggunakan Object Orientation
Mengacu pada Mathiassen et al. (2000, p5), keuntungan menggunakan object
orientation adalah:

Merupakan konsep yang umum yang dapat digunakan untuk memodel hampir
semua phenomena dan dapat dinyatakan dalam bahasa umum (natura/language)
- Noun menjadi object atau class
- Verb menjadi behaviour
- Aqjective menjadi attributes

Memberikan informasi yang jelas tentang context dari sistem

42

38

Mengurangi biaya maintenance


Memudahkan untuk mencari hal yang akan diubah
Membuat perubarum menjadi

tidak bepengaruh pada modu!yang

lairh'lya

2Ai.3 Penge1'ti:Jm objected oriented analysi!i'

design

Mathiassea et al (2000, p9) menyatakan bahwa "Object Oriented Analysis

and Design merupakan suatu metode yang berguna


yang mempunyai model problem domain
da.,-, kemudian

mencari pemecat'1aan masalah

mengembangkan sistem
seperti sebuah elemen kunci

yang

logical yang

berbasisiGL"l

objek. Object Oriented Analysis and Design meru!Jakan kumpulan pctunjuk umum
dalam menganalisis dan mendesain."
Terdapat ernpat aktivitas uta.rna dalam Object Oriented Analysis and Design

yaitu :
1. Problem Domain Analysis
2. Application Domain Analysis

3. Architectural Design
4. Component Design

39

C o
[]
Des1gn

Specifications of
components

Gambar 2.1Em pat Aktivitas Utama dan Basil dari Object Oriented Analysis and
Design
2.6.4 System Choice
System Definition
Menurut Matbiassen et
merupakan suatu

a!. (2000, p24),

gambaran secara

"System Definition adalab

umum dari sistem yang berjalan dalam

perusabaan tersebut dan yang kita babas dalam skripsi ini adalab sistem
penggajian."
Rich Picture
Mengacu pada Mathiasssen eta!(2000, p25), "Rich Picture adalah sebuah
gambaran informal

yang

digunakan oleh

pengembangan sistem untuk

menyatakan pemahaman mereka terhadap sistuasi dari

sistem sedang

berlangsung."
Rich picture difokuskan pada aspek-aspek penting dari sistem tersebut,

yang

ditentukan sendiri

oleh

pengembang sistem dengan mengunjungi

40
perusahaan untuk melihat bagaimana perusahaan tersebut beroperasi, berbicara,
dengan banyak orang untuk mengetahui apa yang harus terjadi atau seharusnya
terjadi dan mungkin melakukan beberapa wawancara formal.
Contoh dari Rich Picture bisa dilihat pada gambar dibawah ini :

lj UD

;=;-l

m- = "'"'

dalflbdo;e poin dan dlstrlbulor

update pain

'

rangkap 2

.,,;., '""''"

LJj_J-"'""j'" }?bM:_
Dtb"'"""'

"!:'

.\
J

membuat lap a-an po!n

8agia!l Penju !an


faktUr

mencetak
FakM
rangkap 1

membelikan barang
menglsl form pembetlan

Dl lri!Jutcr

Barang

Gambar 2.2 Contoh Rich Picture

Kriteria FACTOR
Kriteria FACTOR terdiri dari 6 elemen yaitu:
1. Functionality : fungsi dari suatu

sistem yang mendukung fokus

application domain.
2. Application domain : bagian dari organisasi yang mengadministrasi,
memonitor atau mengontrol problem domain.
3. Condition: dalam

kondisi seperti apa sistem akan dibangun dan

digunakan.

41
4.

Technology: teknologi yang digunakan untuk menghasilkan sistem dan


dengan teknologi seperti apa sistem akan berjalan

5. Object: objek ut= da!amproblem domain

6. Responsibility: tanggung jawab keselu:ruhan sistem yang berhubungan


dengan konteks

Mengacu pada Mathiassen et aL (2000, p45), Problem Domain adala..'l bagian

dari konteks yang diatur, dimonitor atau dikendalikan oleh sistem. Tujuan d.ari
problem domain ana.Esis adalah untclk mengident:fikasi dan membuat model dari
problem domain. Tujuan dari aktivitas iu:i ad.alah membangun sebuah model yang
dapat d:gunakan untJLlc merancang dan mengimplementasikan sebuah system yang
dapat mew4Jroses, bcrkomunikasi

menyajik:an informasi mengenai problem

domain.
G!u-nbar di bawah iui merupakan akthitas dalam problem domain:
r,

Si!sl:em
DefinWon

G!tmbar 2.3 Aktivitas Problem Domain

42

Absensl

Tanggal :Date
N!K: string
iatus:Boolean

Jabatan

l.j:mMasuk:Date

-KcxleJabatan:String
-JabBIM : Char

mPulang : Date
+menglsl_data_absensi()

VarlabeiGajiYangDlterima:String

1
1

-tmencetak data absensl()

HakAkses: Sbing
+membuat_data_jabatan()

tmenylmpan_data_Jabatan()

Lambur
0..'"

+meng-updale_datajabatan()
+menghapus datajabatan()

KodeFormlembur:stl'ing
NIK:String

NIKPenurlt*Lembur:String

A!asanlembur: Olar
Tangga!Lembur:Date

,'-

+menglsl_data_lemb!X()
focetak_daleJembur()

Karyawan

K:strlng

amaKaryawan :strlng

-JenlsKelamln:Char
-Aiamat: string

-Telepon: String
-NoKTP: String
iusPerkBYIInan :String

TernpatLahlr:S1ring
Tanggallahlr:Data
-Agama :string

-PendldlkanTerakhlr:String
-Kewarganegaraan :Siring

TanggaiMliaiKelja: Date

-Oivlsi:Sbing
.Jabalan :string

PTKP :Integer
ssword :String
tatus: string

1-G;J!Pok:ok: Integer
+membuaLdata_karyawan_baru()
+meng.update_data_karyawan()
+menylmpan_data_karyawan()
fflle-non-aktifkan data karyawan()

Gambar 2.4 Contoh Class Diagram


Analisis problem domain memfokuskan pada informasi apa yang harus ditangani
oleh sistem dan menghasilkan sebuah model yang menghasilkan sebuah model.
Sebuah model yang merupakan gambar dari kelas-kelas, object-object, struktur dan
perilaku (behavior yang ada dalam problem domain). Dalam table 2.2 berikut ini
dapat dilihat aktivitas pada problem domain analisis.
isi

Aktivitas
classes

Object

dan

event

Konsep
yang

mana

yang

merupakan bagian dari problem domain

Class, object dan event

structure

Bagaimana

kelas

dan

objek

secara

Generalization,

51
konseptual digabungkan bersama?

aggregation,
association dan cluster

Behavior

Properti-properti dinamik yan


yang seharusnya dimiliki objek?

gmana

Event

trace,behavioral

pattern dan attribute

..

Tabel 2.2 Tabel aktiVItas Problem Domam Anahs1s

2.6.5.1 Class
Menurut Mathiassen et al. (2000, p53), "Class adalah gambaran atau
definisi dari kumpulan objek yang mempunyai structure, behavior pattern, dan

attribute yang bersamaan."


Mengacu pada

Mathiassen et al. (2000), kegiatan class

merupakan

kegiatan pertama dalam analisis problem domain. Ada beberapa tugas dalam
kegiatan ini, yaitu : abstraksi fenomena problem domain dengan melihatnya
sebagai objek dan event, klasifikasi objek dan event tersebut dan memilih kelas
dan event dari sistem yang akan dipelihara informasinya. Classes merupakan
kegiatan utaina untuk mendefmisikan dan membatasi problem domain.

Classes bertujuan untuk memilih elemen-elemen dari suatu problem


domain. Classes terdiri dari tiga bagian, yaitu:
I. Nama class, setiap class harus mempunyai nama untuk dibedakan dari
suatu class yang lain.
2. Attribute, merupakan kepemilikan deskriptif dari class atau event. Setiap

class boleh memiliki beberapa attribute atau sebagian saja.


3. Operation merupakan proses kepemilikan yang spesiflk di dalam class dan
diaktifkan melalui class object.

44
Pemilihan class bertujuan untuk mendefmisikan dan membatasi problem
domain, sedangkan pemilihan event bertujuan untuk membedakan tiap class
dalam problem domain.
Kegiatan class akan menghasilkan suatu event table. Dimensi horizontal
dari event table menggambarkan class yang akan dipilih, sedangkan dimensi
vertikal menggambarkan event

yang

terpilih, tanda

cek

digunakan untuk

mengindikasikan objek dari kelas yang berhubungan dalam event tertentu


2.6.5.2 Structure

Menurut Mathiassen et a!. (2000, p69), "Structure merupakan kegiatan


kedua dalam problem domain. Tujuan dari structure adalah untuk mencari
hubungan struktural antara kelas-kelas dan objek-objek dalamproblem domain.
Hasil dari kegiatan structure adalah membuat class diagram. "
Menurut Mathiassen et a!. (2000, p336) class diagram menggambarkan
kumpulan dari kelas-kelas dan merupakan hubungan yang terstruktur.
Menurut Mathiassen et a!. (2000, p73-77) tipe dari object oriented
structure terdiri dari dua bagian yaitu:
1. Classs structure, mengekspresikan hubungan konseptual yang statis antar
class. Class structure dibagi menjadi dua bagian yang meliputi:
a.

Generalization : sebuah kelas umum (super class) yang menjelaskan


property pada suatu kelompok kelas khusus (subclasses). Hubungan
dalam generalization dapat dikatakan sebagai hubungan "is-a", yang
artinya subclass akan mempunyai attribute dan operation yang sama
dengan superclasses.

53

Taxi

1...._1

Gambar 2.5 Generalization Structure


b.

Cluster : sebuah kumpulan dari kelas-kelas yang saling berhubungan.


Cluster digambarkan dengan notasifile folder yang didalanmya terdapat
kumpulan class yang berkaitan. Class-class yang ada pada cluster yang
berbeda dihubungkan dengan hubungan association.

cluster

'

'
I

cluster

Car

r' I t.,

Motor

IPassengerCarf

Owner

Clerk

Cylinder

II

Taxi

'

Gambar 2.6 Cluster Stucture


2.

Object structure menggambarkan hubungan yang

dinamik dan konkret

antar objek-objek dalam problem domain. Hubungan ini berubah secara


dinamis tanpa mempengaruhi perubahan pada class

description. Object

structures terdiri dari dua bagian, yaitu:


a. Aggregation : objek superior (keseluruhan) yang terdiri dari sejumlah
objek inferior (sebagian). Hubungan aggregation dirumuskan sebagai
hubungan "has-a" atau "is-part-of''

46
Car

Motor

Gambar 2.7 Aggregation Structure

b. Association: hubungan yang penting


Hubungan

association

antara sejumlah objek-objek.

digambarkan

menghubungkan class-class yang

sebagai

gar1s

relevan. Association

yang

structure

mendefmisikan hubungan antara dua buah objek atau lebih. Hasil dari
aktivitas ini adalah membuat class diagram yang berisi class dengan
hubungan struktur dengan class lainnya.
..

c_a_r_

.l o.:

Ownership

1..- ..

P_e_r_so_n _.

Gambar 2.8 Association Structure

2.6.5.3 Behavior
Menurut Mathiassen et a!. (2000, p90), kegiatan ketiga adalah kegiatan
behavior yang bertujuan untuk memodelkan apa yang terjadi dalam sistem
problem domain sepanjang waktu. Behavior bertujuan untuk membuat model
yang dinamis dari problem domain. Hasil dari kegiatan behavior adalah
membuat statechart diagram. Contoh dari statechart adalah seperti dibawah
Ill!:

47
//membuat_laporan_penambahan_poin

4ll --/-/lo_g_i_n-3> C, a_ _if-- ) --'-n_og_o_u_t )>

//men

""c'etak_)fa
ktur

Gambar 2.9 Statechart Diagram


Perilaku dari suatu objek ditentukan oleh urutan event (event trace) yang
harus dilewati oleh objek tertentu sepanjang waktu. Contoh:
Bagian keuangan :
login- membuat_laporan_penambahan_poin- mencetak_faktur -logout
Mengacu pada pendapat Mathiassen et a!. (2000, p93) ada tiga jenis
notasi dalam behavioral pattern yaitu:
I. Sequence : sekumpulan event muncul satu per satu
2. Selection : teljadi peilihan satu event dari sekumpulan event yang muncul.
3. Iteration : sebuah event muncul sebanyak no!atau beberapa kali.

2.6.6 Application Domain Analysis


Menurut Mathiassen et a!. (2000, p

115), ''Application Domain adalah

organisasi yang mengatur, memonitor atau mengendalikan problem domain.

56

Requirements

Gambar 2.10 Aktivitas Application Domain Analysis


Analisis application domain memiliki tiga kegiatan yang dapat dilihat dalam
table 2.3 berikut ini:
Aktivitas

lsi

Konsep

Usage

Bagaimana sistem berinteraksi dengan

Use case dan actor

orang dan sistem dalam konteks?


Functions

Apa

kemampuan

sistem

dalam Function

memproses informasi?
Interfaces

Apa

kebutuhan-kebutuhan

tampilan Interface, user interface

layar yang system targetkan


Tabel2.3. Tabel

dan system interface

. .

Applicatio n

. .

Akti VJ tas
2.6.6.1 Usage
Menurut Mathiassen et al. (2000, pll8), "Kegiatan usage merupakan
kegiatan pertama dalam application domain analysis yang

bertujuan untuk

menentukan bagaimana aktor-aktor yang merupakan pengguna atau system lain


berinteraksi dengan sistem yang dituju. Interaksi antara actor dengan system

tersebut dinyatakan dalam use case."

57

49
Mathiassen et a!. (2000, p120) menyatakan bahwa, "use case adalah pola
sistem untuk berinteraksi dengan actor dalam application domain", sedangkan
"actor adalah abstraksi dari pengguna atau system

lain yang berinteraksi

dengan sistem target". Tujuan dari application domain analysis adalah untuk
menganalisis kebutuhan dari pengguna sistem. Prinsip dari aktivitas ini adalah:
- menentukan application domain dengan use case
- mengevaluasi use case dalam kerjasama dengan user
hasil dari usage adalah deskripsi lengkap dari semua use case dan actor yang
ada, yang digambarkan dalam actor table dan use case diagram. Use case
diagram adalah diagram yang menggambarkan fungsi dari sebuah sistem dan
berbagai macam pengguna yang akan berinteraksi dengan sistem.
Untuk mengidentifikasikan actor adalah dengan menentukan bagian dan
tugas dari bagian apa saja yang berhubungan atau terlibat langsung dengan
konteks sistem yang dituju. Masing - masing actor memiliki peranan yang
berbeda. Actor yang digambarkan dalam actor specification yang memiliki tiga
bagian, yaitu tujuan, karakteristik, dan contoh. Tujuan menunjukan peranan
dari actor dalam sistem target sedangkan karakteristik menggambarkan aspek
aspek yang penting dari actor.
Use case dapat dikatakan gambaran suatu interaksi antara sistem dengan
actor. Untuk menggambarkan suatu use case dapat menggunakan statechart
diagram, use case specification atau keduanya. Use case specification terdiri
dari tiga bagian, yaitu use case, objects danfunction. Use case menjalankan
urutan dari sistem yang berjalan, objects menunjukan actor apa saja yang

59
berhubungan dengan aktivitas use case tersebut, dan function akan dijelaskan
setelah usage. Contoh use case diagram dapat dilihat pada garnbar 2.11 ini :

System lnformasi Kursus PT.


WebMath
Pendaftaran

Pembayaran

Admlnlstrat.:lr

Pembalajal'l!ln

Gambar 2.11 Contoh Use Case Diagram

2.6.6.2 Function
Menurut

Mathiassen

et

a!.

(2000,

p138),

"Kegiatan function

memfokuskan pada bagaimana cara sebuah sistem dapat


dalam melaksanakan pekerjaan mereka."

membantu actor

Function memiliki 4 tipe yang

berbeda, yaitu:
1. update, function

ini disebabkan oleh

event

problem

domain dan

menghasilkan perubahan dalam state atau keadaan dari model tersebut.

51
2.

Signal, function ini disebabkan oleh perubahan keadaan atau state dari
model yang dapat menghasilkan reaksi pada konteks. Reaksi ini dapat
berupa tampilan bagi aktor dalam application domain, atau intervensi
langsung dalam problem domain.

3. Read, function ini disebabkan oleh kebutuhan informasi dalam pekerjaan


aktor dan berisi perhitungan yang melibatkan informasi yang disediakan
oleh aktor atau model .
4.

Compute, function
pekerjaan aktor

ini

disebabkan oleh

kebutuhan informasi dalam

dan berisi perhitungan yang melibatkan informasi yang

disediakan oleh aktor atau model, hasil dari function ini adalah tampilan
dari hasil komputasi.
Hasil dari kegiatanfunction adalahfunction list yang lengkap, yang merinci
function yang kompleks. Function list dibuat berdasarkan use case description.
Kompleksitas function list dimulai dari yang simple hingga very complex.
Untuk
problem

mengidentiflkasikan function adalah


domain yang

dinyatakan dalam kelas

dengan melihat
dan

event

deskripsi

yang

dapat

menyebabkan munculnya function read dan update, dan melihat deskripsi


application domain yang dinyatakan use case yang dapat menimbulkan segala
macam tipe function.
2.6.6.3 User Interface
Menurut Mathiassen et a!. (2000, p151), "Interface menghubungkan
sistem dengan semua aktor yang berhubungan dalam konteks." Terdapat dua
jenis interface, yaitu

52

user interface yang menghubungkan pengguna (user) dengan sistem


dan

sistem interface yang menghubungkan sistem dengan sistem lainnya.


Sebuah user interface yang baik, harus dapat
pekerjaan dan

pemahaman user

ditentukan oleh

kegunaan atau

terhadap sistem.

beradaptasi dengan

Kualitas user

interface

usability tersebut bagi pengguna. Usability

tergantung pada siapa yang menggunakan dan situasi pada saat sistem tersebut
digunakan. Oleh sebab itu usability bukan sebuah ukuran yang pasti dan
objekti
Suatu user interface harus dapat menangani berbagai macam pengguna
yang memiliki kemampuan dan kapabilitas yang berbeda. User interface sangat
sulit untuk dikembangkan apabila tidak menerima umpan balik berupa ide yang
berarti pengguna. Suatu system interface tidak hanya dapat digunakan untuk
sistem administrasi tetapi dapat digunakan pada sistem-sistem lainnya. System
interface lebih banyak digunakan pada monitoring system dan control system.
Ada empat jenis dialog penting dalam menentukan user interfitce, yaitu:
a. Menu-selection. Suatu jenis dialog yang terdiri dari daftar pilihan-pilihan
yang dapat atau mungkin dilakukan dalam user interface.
b. Farm filling. Merupakan pola klasik yang digunakan untuk mengentri
data.
c. Command Language. Merupakan suatu jenis dialog yang memungkinkan
pengguna memasukkan dan memulai format perintah sendiri.

62
d. Direct manipulation.

Pengguna memilih object dan

.fUnction atas oQjek dan melihat


Kegiatan dari

melaksanakan

interaksi mereka tersebut.

interface didasarkan atas hasil dari kegiatan-kegiatan

sebelumnya yang dilakukan, problem domain, fuinction dan use case. Hasil

waupun system

interface yang

lengkap. Interface element hams juga

dilengkapi dengan suatu navigation diag-ram

yang

me"lyediakan sebuah

ringkasan dari elemen-elemen tersebut.


Sequence Diagram

Sequence diagram menggamba.rkan interaksi antara beberapa object.


Sequence diagram memba.'ltu seorang analis untuk mengidentifikasi rincian

da.ri kegiatan yang dibui.uhkan untuk menjalank:an fungsi da.ri sebuah use
case.Tidak ada suatu sequence diagram yang tepat untuk use case tertentu,
melainkan ada beberapa kemungkiiJan sequence diagram yang masing-masing
dari diagram tersebut dap>t; i.ebih atau kurang dalam memenuhi kebutu.lmn dari
use case. Conto:h

gambar sequence diagram dapat dilibat di bawah ini :

'
'

tuc;,tent
createO

_I

VVIndows:NIIal,

''

createO

.I

ystNIIaj

Ia

get_nllal()

'

result()

------------

select*()

'

result()

select"'"()

result()
Close()
close()

Gam bar 2.12 Contoh Sequence Diagram


2.6.7 Architecture Design
Mengacu pada

Mathiassen et a!. (2000, pl75), Architecture Design adalah

merancang arsitektur secara garis besar yang terdiri dari komponen dan proses.
Kegiatan

archirecture

design

bertujuan

untuk

membangun

sistem

yang

terkomputerisasi. Arsitektur membentuk sistem sesuai dengan :fungsi sistem tersebut


dan dapat memenuhi criteria desain tertentu.

Gam bar 2.13 Aktivitas Architectural Design

Kegiatan-kegiatan yang dilakakan di dalam desain arsitektur dapat dilihat pada


le 2.4 di bawah
J

Kcgiatan

TKondisi
1

---

isi

TKondisi

Criteria

d-an

-c-ri-ter-3a u ,ntllk I

C-r-it-erio-n-. -

---i

' pendesainan
1

l
j

I Bagairnana

Component

i
dibentuk

sistem

menjadi komponen-komponen

Pracess --+1-=Bagaimana

process

I Architectucomnonent I
I

'"

sistem : Archite ture proc s

! didistibusikan dan dikoordDasi

'

Tabe!2.4 Tabel Aktivitas Architecture Design

Criteria
Mathlassen et al. (2000, p177) menyatakan bahwa tujtlfu'l dari sebuah
criteria adalah uni:uk mempersiapkan prioritas dari

sebuah perancangan.

Konscp utama ?ada aktvitas criteria, yaitu:


e

Criteria : menentukan property yang diingi.'lkan dari sebua arsitektur.

" Condition: hal-hal yang bersilat teknis, organisasional, kelebihan dan


keterbatasan manusia ya..'lg terlibat dalam tugas.
Criteria adzlah suatu sifut istimewa dari sebuah a..>"Sitektur. Aktivitas
bertujuan untuk membuat desain. Desain yang bagus bukan hanya dinilai dari
sifutnya, tetapi ap tbil'a terdapat kekmangan

'

menjadi tidak berguna dalam

Karakteristik dalam membuat design yang baik adalab sebagai berikut :

>

Desain yang baik tidak memiliki kelemaban


Prinsip ini memperlibatkan tujuan utama dari object criteria design.

Prinsip ini menimbulkan penekanan pada evaluasi kualitas berdasarkan review


dan eksperimen dan membantu dalam menentukan prioritas dari kriteria. Ada
beberapa

kriteria

umum

yang

digunakan

dalam kegiatan

desain yang

berorientasi objek, yang dapat di libat pada tabel berikut ini:


Criteria

Usable

Ukuran
Kemampuan sistem untuk menyesuaikan diri dengan konteks,
organisasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan teknis.

Secure

Ukuran kemanan sistem dalam menhadapi akses yang tidak


terotorisasi terhadapa data dan fasilitas.

Efficient

Eksploitasi ekonomis terhadap fusilitas platform teknis.

Correct

Pemenuhan dari kebutuhan.

Reliable

Pemenuhan ketepatan yang

dibutuhkan untuk melaksanakan

fungsi.

Maintainable

Biaya untuk menemukan da memperbaiki kerusakan.

Testable

Biaya untuk mernastikan babwa sistem yang dibentuk dapat


melaksanakan fungsi yang diinginkan.

Flexible

Biaya untuk mengubab sistem yang dibentuk.

Comprehensible

Usaba

yang

diperlukan

untuk

mendapatkan

pemabaman

terhadap sistem.

Reuseable

Kemungkinan untuk menggunakan bagian sistem pada sistem

66
lain yang berhubungan.
Biaya untuk mernindahkan sistem ke platform teknis yang

Portable

berbeda.
Interoperable

Biaya untuk menggabungkan sistem ke sistem yang lain.

Tabel2.5 Cntena untuk Software Quality


Desain yang baik mempunyai criteria yang seimbang
Tidak

semua kriteria neniliki prioritas. Beberapa criteria dapat

objektivitas secara

keseluruhan, sehingga dapat

menunjukkan

mewakili beberapa criteria

lainnya.
Desain yang baik adalah usable, flexibility dan comprehensibility
Kriteria ini bersifat universal dan dapat digunakan pada hamper setiap proyek
pengembangan sistem, bagaimanapun mengorganisasikannya menunjukkan tiga
criteria ideal pada proyek pengembangan sistem.
Usable menspesifJkasikan kualitas pada sistem yang pokok tergantung
bagaimana cara
organisasi dan

keljanya. Flexibility
kondisi teknik.

memuat sistem

arsitektur merubah

Sedangkan comprehensibility

memberikan

peningkatan pada sistem terkomputerisasmodel dan deskripsi harus mudah


untuk dipahami.

2.6.7.2 Component Architecture


Menurut Mathiassen et a!. (2000, p190), " Component Architecture
adalah suatu

struktur sistem yang

terdiri dari

komponen yang

saling

berhubungan dan Komponen merupakan kumpulan begian-bagian program


yang membentuk suatu kesatuan dan memiliki fungsi yang jelas."

Tujuan dari component architecture ini adalah untuk membuat struk:tur


sistem yang komprehensif dan flexible. Dengan ektivitas awalnya adalah
dengan mengurangi tingkat kompleksitas dengan pemisahan focus
kemudian merefleksikan struk:tur konteks yang

stabil,

dan

sistem,

menggunakan

kompinen yang telah ada. Sedangkan hasil dari kegiatan ini adalah class
diagram dengan spesifikasi dari komponen yang kompleks.
Beberapa pola yang dapat digunakan untuk merancang Component
Architeture adalah sebagai berikut:
1. layer architecture pattern
Merupakan bentuk yang paling umum dalam software, yaitu terdiri dari
beberapa komponen yang dibentuk menjadi beberapa lapisan-lapisan yang mirip
dengan prinsip OSI Layer pada model jaringan, dimana lapisan yang berada di
atas tergantung pada lapisan yang berada dibawahnya, begitu pula sebaliknya,.
Arsitektur ini sangat berguna untuk memecahkan sistem menjadi komponenkomponen.
I

<<Component

Layer

i+1

Upward interface

<<component

Layer;

<<component>>

Layer

Downward interface

;.1

Gambar 2.14 Layered Architecture Pattern

2. Generic architecture pattern


Pattern ini dapat digunakan untuk menguraikan sistem dasar yang terdiri dari
interface, function, dan model component. Model component berada di layer
yang paling bawah kemudian dilanjutkan oleh function layer yang paling atas
adalah interface layer.
'

nenl Interface

component
User Interface

I
I
I

...

CCmponent
Function

Componenh>
Model

I
I Technical

latform

Component

COmponent
DBS

U/S

CCmponent
Svstem Interface

I I

I
I
I

componenb>
NS

Gambar 2.15 The Generic Architecture Pattern


3. Client server architecture pattern
Pattern ini dibangun untuk mengatasi sistem yang didistribusikan di beberapa
proses yang tersebar. Arsitektur ini terdiri dari sebuah server dan beberapa client.
Server memiliki kumpulan operation yang dapat digunakan oleh client. Client
menggunakan server secara independent. Bentuk distribusi dari bagian sistem
harus

diputuskan antara client

perancangan sistem atau

dan server.

subsistem, pada

Identifikasi komponen, di dalam


umumnya dirnulai

dengan layer

architecture yang menggunakan interface, function dan model component.

I
component

Component

})

))

Client,

<<Component

Ill

))

Client,

Clienh

"'
'

/
/
/

Component
))

Server

Gambar 2.16 The Client-Server Architecture Pattern

Berikut ini adalah beberapa jenis ditribusi dalam arsitektur client-server


dimana U adalah user interface, F adalah function, dan M adalah Model yang
dapat dilihat dalam tabel2.6 dibawah ini :
Client

Server

Achitecture

U+F+M

Distributed presentation

F+M

Local presentation

U+F

F+M

Distributed fonctionality

U+F

Centralized data

U+F+M

Distributed data

Tabel2.6 Jenis Distribusi pada Client-Server Architecture

Hasil dari suatu component architecture adalah component diagram yang


menunjukkan hubungan antar

komponen (dalam hal ini adalah server dan

beberapa client). Contoh component diagram dapat dilihat pada gambar dibawah
ini:

61

Cllent..._Karyawan

Cllen\_Menager_HRD

11

11

Intue r.f a ce

Int

'

[: :0. I
'
'
11:

'
sysmm

Interface

er f a ce

r:: -

u .. . I

sysom

Interface

Server

11!
Sys;tem

-----

--------------

Interface

Gambar 2.17 Component Diagram

2.6.7.3 Process Architecture


Menurut Mathiassen et a!. (2000, p209), "Process Architecture adalah
struktur eksekusi sistem yang terdiri dari proses yang saling bergantungan."
Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk mendefmisikan struktur sistem. Menurut
Mathiassen et a!. (2000, p209)

ada empat

konsep

yang harus diketahui

diantaranya adalah:
1. Process architecture adalah struktur eksekusi sistem yang tersusun dari

proses yang saling bergantungan.


2. Processor adalah sebuah sebuah peralatan yang dapat mengeksekusi
sebuah program.
3. Program component adalah modul fisik dari kode program

4. Active object adalah sebuah objek yang telah ditugaskan oleh sebuah proses.

72
Pada process architecture, sumber daya yang digunakan secara bersama
perlu diidentifikasikan untuk mencari bottleneck. Bottleneck artinya kemacetan
yang terjadi pada proses. Seperti yang telah disebutkan bahwa untuk mencari
bottleneck, kita perlu memperhatikan penggunaan processor, external device,
tempat

penyimpanan data atau juga sistem koneksi. Hasil dari process

architecture adalah membuat deployment diagram.


Dlvlsl

g=-u_K----, I
:

SEJ '
i

8'-""'"'"' l;--J

' -- - -

HRD

;"-""""1 ::=J

g=-,_s----,e.wl

g =.-ltl
---_ ---- " o
-,----------- ---------------------------------- --g _j
so

g _KSol
'
'

j
Gambar 2.18 Deployment Diagram

Menurut Mathiassen et a!. (2000, p220), sumber daya yang ada pada

73
umumnya digunakan secara bersama adalah:

63
a. Processor. Penggunaan processor secara bersamaan terjadi apabila dua

atau Jebih proses yang dieksekusi secara bersarnaan pada satu processor.
b.

Program component. Program Component digunakan secara bersamaan


apabila dua atau lebili proses yang seeara bersamaan memanggii operasi
pada komponeu.

c.

External device. External device digunakan secara bersamaan pada saat


terjadi pernrosesan dua atau lebili pada suatu pera!atan.
Contoh : penggunaan printer yang terhubung melalui jaringan.

Beberapa pola distribusi dalam Proeess Architectu.re :

1. Centralized Pattern
Mengacu pada Mathiassen et al.(2000, p215), pada pola

dite::rcpatkan pada server dan

ini smeua data

hanya meng-handle user interface saja.

Keselumhan model dan semua fhngsi bergantung pada server dan client hanya
berperan seperti terminaL

64
2. Distributed Pattern
Mengacu pada Mathiassen et al.(2000, p217), pola ini merupakan kebalikan
dari centralized pattern. Pada pola ini, semua didistribusikan pada client dan
server hanya diperlukan untuk melakukan uodate model diantara clients.

:Client

More
client

Gam bar 2.20 Deployment Diagram untuk Distributed Pattern

3. Decentralized Pattern
Mengacu pada Mathiassen et al.(2000, p219), pola

ini dapat dikatakan

merupakan gabungan dari kedua pola sebelumnya. Pada pola

ini,

client

mengirnplementasikan model yang lokal, sedangkan server akan memakai


model common (umum).

65

Gam bar 2.21Deployment Diagram untuk Decentralized Pattern


2.6.8 Component Design
Menurut Mathiassen (2000, p231), " Component Design adalah menentukan
implementasi kebutuhan dalam kerangka arsitektural. Kegiatan desain komponen
berawal dari spesifikasi arsitektural dan kebutuhan sistem, sedangkan basil dari
kegiatan ini adalah spesifikasi dari komponen yang saling berhubungan. Berikut ini
adalah beberapa kegiatan dari desain komponen dapat dilihat pada tabel2.7 :
Kegiatan
Model component

Konteks

Konsep

Bagaimana suatu model di gambarkan

Model component

sebagai class dalam sebuah sistem.

dan attribute

Function

Bagaimana suatu function

Function component

component

diimplementasikan.

dan operation

Connecting

Bagaimana komponen-komponen

Component dan

component

dihubungkan.

connection

Tabel2.7 Tabel Aktivitas Component Design

77
2.6.8.1 Model Component
Berdasarkan Mathiassen (2000, p235), "Model Component adalah
bagian dari

sistem yang

mengimplementasikan model

problem domain."

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengantarkan data historis dan sekarang
ini kepada fungsi, interface dan kepada user dan sistem lainnya. Terdapat dua
aktivitas utarna dalam kegiatan model component ini adalah :
1.

Mempresentasikan event sebagai classes, structures, dan attributes

Class diagram dari aktivitas analisis direvisi dengan merepresentasikan secara


sistematis event dari objek-objek dalam classes, structures, dan attributes yang
baru
2.

Memilib representasi yang paling mudah dari events

Jika

common even

hanya

terlibat dari

iterasi

saja,

kita

mungkin harus

menguraikan dan membandingkan alternatif desain yang mendasar.


Terdapat dua jenis events yang harus direpresentasikan, yaitu private
events dan common events. Private events adalah events yang hanya terlibat
dalam

objek

problem domain. Panduan untuk

merepresentasikan private

events:
Event yang muncul dalam sequence dan selection :
a. Merepresentasikan event ini sebagai atribut state dalam class yang
dideskripsikan dalam statechart diagram. Setiap satu event muncul,
sistem akan memberikan nilai baru dari atribut state tersebut.
b. Mengintegrasikan atribut yang dari events yang terlibat dengan class.

Event yang muncul dalam iterasi :

67
a. Merepresentasikan event ini sebagai class baru, mengikatkan mereka
dengan class yang dideskripsikan dengan statechart diagram dengan
menggunakan struktur agregasi. Untuk setiap iterasi, sistem akan
menghasilkan objek baru dari class.
b. Mengintegrasikan atribut event ke dalam class baru.

Common events adalah events yang melibatkan beberapa objek.


Maka panduan untuk merepresentasikan common events adalah :
Jika events terlibat dalam statechart diagram dalam cara yang berbeda,
representasikan

hal

tersebut

dalam

relasinya

dengan

class

yang

menawarkan presentasi yang paling sederhana.

Jika events terlibat dalam statechart diagram dalam cara yang sama, kita
harus mempertimbangkan kemungkinan representasi yang berlawanan satu
sama lain.
Hasil dari model component ini adalah berupa versi revisi dari class

diagram dari aktivitas analisis. Revisi ini biasanya terdiri dari penambahan
class, atribut dan struktur baru untuk merepresentasikan events.
2.6.8.2 Function Component
Menurut Mathiasen (2000, p252), "Function Component adalah bagian
dari sistem yang

mengimplementasikan kebutuhan fungsional." Aktivitas ini

bertujuan untuk memberikan user


mengakses model dan

interface dan

komponen sistem lainnya

menentukan implementasi dari

aktivitas utarna dalamfunction component ini, yaitu :

1. Membuat desain dari tipe-tipe fungsi

fungsi. Terdapat dua

79
Desain dari implementasi fungsi individual bisa berdasarkan dari pertanyaan
dasar dari desain untuk setiap masing-masing tipe fungsi.
Tipe Fungsi
Untuk semua tipe

Pertanyaan Utarna

Bagaimana sebarusnya fungsi diimplementasikan sebagai


operasi di class yang berbeda?

Bagaimana operasi utama aktif dan apa input data yang


digunakan?

Objek dan koneksi apa yang terlibat dalam menampilkan


operasdan bagaimana mereka diidentifikasikan?

Apa feedback dari operasi utama?

Update

Bagaimana kita menentukanjika suatu update adalah legal?

Read

Atribut dan koneksi mana yang harus dibaca, dan bagaimana mereka
ditemukan?

Compute

Algoritrna mana yang harus digunakan?

Signal

Aturan apa yang digunakan dalam signal?

. .

Tabel2.8 Pertanyaan utama berdasarkan desam t1pe fungs1


2. Menspesifikasikan operasi yang kompleks

Hasil utarna dari aktivitas ini adalah class diagram untuk function component
dan ekstensi dari model's component class diagram. Hasil kedua dari aktivitas
ini adalah spesiflkasi untuk setiap operasi yang kompleks.
Empat pola Function Component :

Model Class Placement

69
Po!a ini menempatkan operation dalam model component class dan berguna
ketika sebuah operation mengclcses hanya sebuah single

object atau struktur

aggregation yang sederhana. Po!a ini juga dapal digu..rmkar: ketika beberepa
object terlibaJ: namun hanya jika tanggung jawab operation ter:;eb"ilt dapat dengan
jelas ditempatkan pada salab. satu ;node/ class.

" Function Class Placement


Pola ini digunakan ketika tanggu..""lg jawab operation tidclc dapat dengan jelas
ditempaJ:kan da!am model class. Sebaliknya satu atau lebihfonctional-component

clctSs dapat di.gambarka.ll. dengan menempatkan operation yang

merealisasikan

function.
'"

Strategy
Pola ini digu.11akan untuk mendefinisikan seku.'l!pulan oper-ations yang umum

terenkapsulasi dan tidclc dapat dipertuk:arkan

.,

Active Function
Active signal .function dapat direalisasikan sebagai operation yang secara
permanen aktif dan berkala memberikan sinyal kepada interface. Active

function ditempatkan sebagai active object dan per:formancenya tergantung dari


state model component
2.6.!1.3 Connecting Components
Berdasarkan Mathiassen

(2000,

p271),"

adalah nenyambu.ngkan antar komponen yang


aktivitas yang

Conneeting Components

ada dalan1 system." Dalam

lain, kita memodelkan hubungarr antar kompor.en sebagai

dependencies. Dependencies ini bisa direalisasikan dalarn beberapa cara.

70
Dalam aktivitas

ini,

kita

mendesain koneksi

antar

komponen untuk

mendapatkan desain yang komprehensif dan fleksibel.


Prinsip dalam aktivitas ini adalah menghasilkan hubungan komponen
dengan cohesion yang tinggi dan coupling yang rendah, dimana kita

harus

menukarkan untuk mendapatkan class dan komponen dimana keduanya kohesif


dan mempunyai coupling, yaitu :
a.

Outside coupling : sebuah class atau component yang berhubungan langsung


dengan properti publik dari class atau component lainnya.

b.

Inside coupling : sebuah operasi yang berhubungan langsung dengan operasi


lainnya, properti private dalam class yang sama.

c.

Coupling from below : class spesialisasi yang berhubungan langsung dengan


properti private dalam super class

d. Sideways coupling : class yang berhubungan langsung dengan properti


private dalam class yang berbeda.

Anda mungkin juga menyukai