Anda di halaman 1dari 14

REFERAT

Psikopatologi dan Kualitas Hidup Pengangguran dan Pensiunan

Oleh :
Mendy (11.2015.085)

Pembimbing :
Dr. Elly Tania, Sp. KJ

FAKULTAS KEDOKTERAN KRISTEN KRIDA WACANA


KEPANITRAAN KLINIK ILMU PENYAKIT JIWA
PERIODE : 02-14 November 2015
JAKARTA 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya
sehingga referat yang berjudul Psikopatologi dan Kualitas Hidup Pengangguran dan Pensiunan
ini dapat diselesaikan.
Referat ini merupakan salah satu pemenuhan syarat kepaniteraan klinik di bagian Ilmu
Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana.
Terima kasih penyusun ucapkan kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam
penyusunan referat ini, khususnya kepada dr. Elly Tania, Sp.KJ sebagai pembimbing yang telah
memberikan saran, bimbingan, serta dukungan dalam penyusunan referat ini.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa referat ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran sebagai masukan untuk perbaikan demi
kesempurnaan referat ini. Semoga karya ini bisa bermanfaat untuk para pembaca.
Sekian dan terima kasih.

Jakarta, 01 Oktober 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.2

DAFTAR ISI............3
BAB I : PENDAHULUAN.....4
BAB II : PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN........5
1. Definisi.............5
2. Etiologi.....6
3. Epidemiologi ...........6
4. Klasifikasi ...................... .............................7
5. Patofisiologi.....................................................................................................10
6. Penatalaksanaan.......................10
7. Prognosi ......................11
BAB III: PENUTUP........12
DAFTAR PUSTAKA..........13

BAB I
PENDAHULUAN

Pensiun adalah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan
harus diberhentikan, ataupun atas permintaan sendiri (pensiun muda). Dan pengangguran adalah
istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua
hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Mereka memiliki persamaan dimana masing-masing tidak memiliki pekerjaan.1
Pertama-tama kita harus melihat secara keseluruhan dari segi biologis, psikologis dan
sosial. Bila seseorang tidak bekerja, dia akan sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan
semakin lama akan menganggu fungsi biologis dimana orang tersebut dapat dengan mudahnya
terserang penyakit. Hal ini juga dapat menimbulkan stress, yang nantinya dapat mencetuskan
sakit fisik dan sakit pada jiwa tergantung dari kapasitas masing-masing orang. Dan terakhir juga
dapat menganggu kehidupan sosial.
Gangguan penyesuaian, somatoform, dan psikosomatik pada akhirnya dapat terjadi pada
pengangguran dan pensiunan. Pada pensiunan selain masalah ekonomi, juga terdapat stress lain
yaitu mengenai kematian karena mengingat umur yang semakin bertambah tua, serta fungsi
tubuh yang menurun akibat dari bertambahnya usia.

BAB II
PEMBAHASAN
4

Definisi
Psikopatologi

adalah

studi

tentang

penyakit

mental,

tekanan

mental,

dan

abnormal/perilaku maladaptif. Istilah ini paling sering digunakan dalam psikiatri dimana patologi
mengacu pada proses penyakit. Psikologi abnormal adalah istilah yang sama digunakan lebih
sering di bidang psikologis non-medis.1
Pensiun adalah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan
harus diberhentikan, ataupun atas permintaan sendiri (pensiun muda). Seseorang yang pensiun
biasanya hak atas dana pensiun atau pesangon. Jika mendapat pensiun, maka ia tetap dana
pensiun sampai meninggal dunia.1
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali,
sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang
sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.1
Sehingga pada referat ini akan dibahas mengenai studi mental, perilaku abnormal
maladaptif pada pengangguran dan pensiunan.
Etiologi
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari
kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.
Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya
pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat
menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.2
Akibat pengangguran bagi perekonomian Negara

Penurunan pendapatan perkapita.

Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak.

Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.

Dapat menambah hutang negara.


5

Bagi masyarakat

Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis.

Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan, karena tidak digunakan apabila


tidak bekerja.

Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.

Pensiunan disebabkan batasan umur pada setiap perusahaan atau tempat bekerja, bila
sudah lebih dari batasan umur tersebut akan diberhentikan. Dapat pula dipensiunkan dini karena
pengurangan pegawai dalam perusahaan ataupun seseorang tersebut cacat karena kecelakaan
kerja.
Etiologi, stress berat dan kronis dapat berperan sebagai pemicu timbulnya penyakitpenyakit somatic, namun beberapa peneliti meragukan validitas konsep psychosomatic medicine.
Hal ini masih merupakan psiko-kontroversial, dan beberapa factor seperti karakter, stress, factor
fisiologis, kepekaan genetic dan organ seseorang serta factor konflik emosional merupakan
factor-faktor contributor terjadi suatu penyakit.3
Epidemiologi
Jumlah pengangguran usia muda kisaran 15-24 tahun berdasarkan badan pusat statistic
dibedakan menjadi jenis kelamin laki-laki dari tahun 2011 sebanyak 22,18 %, tahun 2012
sebanyak 19,49%, tahun 2013 sebanyak 21,23%, tahun 2014 sebanyak 21,72%. Pada perempuan
di tahun 2011 sebanyak 23,79%, tahun 2012 sebanyak 19,82%, tahun 2013 sebanyak 22,12%
dan tahun 2014 sebanyak 22,94%. 4
Juga terbagi dua pengangguran di perkotaan dan perdesaan, dimana di perkotaan pada
tahun 2011 25,68%, tahun 2012 22,54%, tahun 2013 23,41% dan tahun 2014 20,08%.
Sedangkan di perdesaan tahun 2011 19,83%, tahun 2012 16,74%, tahun 2013 19,75%, dan tahun
2014 20,08%.4

Klasifikasi
6

Klasifikasi pensiun :

Pensiun normal, pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya telah mencapai
masa pensiun yang ditetapkan perusahaan.

Pensiun dipercepat, pensiun yang diberikan karena kondisi tertentu, misalnya ada
pengurangan pegawai di perusahaan tersebut.

Pensiun ditunda, pensiun atas permintaan karyawan, namun usia peminta pensiun belum
mencapai usia pensiun. Pensiun yang dana pensiunnya diberikan pada saat peminta
berusia pensiun.

Pensiun cacat, pensiun yang diberikan karena sebuah kecelakaan sehingga dianggap tidak
mampu lagi untuk dipekerjakan pada suatu perusahaan.

Klasifikasi pengangguran :
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:

Pengangguran terselubung (disguised unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak


bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.

Pengangguran setengah menganggur (under unemployment) adalah tenaga kerja yang


tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja
setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam
selama seminggu.

Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh


tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum
mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 9 macam:

Pengangguran friksional (frictional unemployment) adalah pengangguran karena pekerja


menunggu pekerjaan yang lebih baik.

Pengangguran struktural (Structural unemployment) adalah pengangguran yang


disebabkan oleh penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi
persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.

Pengangguran teknologi (Technology unemployment) adalah pengangguran yang


disebabkan perkembangan/pergantian teknologi. Perubahan ini dapat menyebabkan
pekerja harus diganti untuk bisa menggunakan teknologi yang diterapkan.

Pengangguran kiknikal adalah pengangguran yang disebabkan kemunduran ekonomi


yang menyebabkan perusahaan tidak mampu menampung semua pekerja yang ada.
Contoh penyebabnya, karena adanya perusahaan lain sejenis yang beroperasi atau daya
beli produk oleh masyarakat menurun.

Pengangguran musiman adalah pengangguran akibat siklus ekonomi yang berfluktuasi


karena pergantian musim. Umumnya pada bidang pertanian dan perikanan. Contohnya
adalah para petani dan nelayan.

Pengangguran setengah menganggur adalah pengangguran di saat pekerja yang hanya


bekerja di bawah jam normal (sekitar 7-8 jam per hari).

Pengangguran keahlian adalah pengangguran yang disebabkan karena tidak adanya


lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahlian. Pengangguran jenis ini disebut juga
pengangguran tidak kentara dikarenakan mempunyai aktivitas berdasarkan keahliannya
tetapi tidak menerima uang. Contohnya adalah anak sekolah (siswa) atau mahasiswa.
Mereka adalah ahli pencari ilmu, tetapi mereka tidak menghasilkan uang dan justru harus
mengeluarkan uang atau biaya, misalnya harus membeli paket buku LKS atau membayar
biaya kursus yang diselenggarakan oleh sekolahnya sendiri. Contoh lainnya adalah
(misalnya) seorang pelatih pencak silat yang tidak meminta gaji dari organisasinya.
Pengangguran tidak kentara ini, juga bisa disebut sebagai pengangguran terselubung.

Pengangguran total adalah pengangguran yang benar-benar tidak mendapat pekerjaan,


karena tidak adanya lapangan kerja atau tidak adanya peluang untuk menciptakan
lapangan kerja.

Pengangguran unik adalah pekerja yang menerima gaji secara rutin tanpa pemotongan,
tetapi di tempat kerjanya hanya sering diisi dengan bercerita sesama pekerja karena
minimnya pekerjaan yang harus dikerjakan. Hal ini disebabkan karena tempat kerjanya
kelebihan tenaga kerja. Pengecualian untuk pegawai atau petugas pemadam kebakaran
atau penanggulangan bencana alam. Pegawai atau petugas seperti demikian tenaganya
harus disimpan dan dipersiapkan secara khusus jika ada pelatihan atau simulasi atau
harus diterjunkan pada situasi sebenarnya.

Teori stres
Teori stress, Walter Cannon (1875-1945) pada tahun 1920-an memperkenalkan studi
sistematis tentang hubungan antara stress dengan suatu penyakit. Stress yang menstimulasi
system saraf otonom, terutama system saraf otonom, terutama system simpatis, menimbulkan
reaksi fight or flight pada binatang. Pada manusia, yang karena peradabannya tidak bisa
melakukan keduanya, stres memicu timbulnya suatu penyakit.5
Harold Wolf (1898-1962), menjelaskan hubungan antara kondisi emosi spesifik dengan
fisiologi pada saluran gastrointestinal. Holisitas berhubungan dengan hiperfungsi, sedangkan
kesedihan berkaitan dengan hipofungsi. Reaksi tersebut dianggap sebagai reaksi nonspesifik,
yang ditandai oleh situasi umum serta persepsinya terhadap suatu stressful event.5
Hans Selye ( 1907-1982) mengembangkan model stress yang disebut sebagai general
adaptation syndrome yang terdiri atas 3 fase, yaitu fase reaksi alarm, fase pertahanan yaitu saat
diharapkan terjadinya proses adaptasi, serta fase kelelahan. Stres yang dimaksud bisa berupa
kondisi yang menyenangkan ataupun yang tidak menyenangkan. Diperlukan proses adaptasi
untuk dapat menerima kedua tipe stres tersebut.5
Patofsiologi

Gangguan somatoform merupakan kelompok besar dari berbagai gangguan yang


komponen utama dari tanda dan gejalanya adalah tubuh. Gangguan ini mencakup interaksi
tubuh-pikiran. Pada pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya kaitan
dengan keluhan pasien. Gangguan ini meliputi gangguan somatisasi, gangguan konversi,
hipokondriasis, body dysmorphic disorder, dan gangguan nyeri.2
Gangguan psikosomatik secara umum merupakan gangguan satu atau lebih factor
psikologis atau masalah perilaku yang secara jelas memperburuk perjalanan atau hasil kondisi
medis umum, atau secara jelas meningkatkan risiko seseorang mengalami hasil atau kondisi yang
lebih buruk.
Perubahan kehidupan, Thomas Holmes dan Richard Rahe membuat skala penilaian reaksi
penyesuaian yang terjadi akibat perubahan peristiwa kehidupan, penilaian dilakukan peristiwa
kehidupan, penilaian dilakukan terhadap seratus orang dari berbagai latar belakang. Mereka yang
menghadapi stres secara optimis lebih jarang mengalami gangguan psikosomatis ketimbang
mereka yang menghadapinya dengan pesimis, kalaupun terjadi gangguan, biasanya akan lebih
cepat pulih kembali.2
Gangguan penyesuaian, didefinisikan sebagai gejala-gejala emosional atau perilaku yang
bermakna secara klinis dan terjadi sebagai respons terhadap satu atau lebih stresor yang nyata.
Gejala timbul dalam tiga bulan terjadinya stesor dan menghilang dalam waktu enam bulan
setelah tidak ada stresor. Pada orang dewasa, perempuan dengan gangguan penyesuaian
jumlahnya dua kali daripada laki-laki. 2
Gangguan penyesuaian diperkirakan terjadi karena terdapat stresor. Walaupun adanya
stresor merupakan komponen esensial dari gangguan penyesuaian, namun stress adalah salah
satu dari banyak factor yang menentukan berkembangnya, jenis dan luasnya psikopatologi.
Hingga sekarang, etiologi belu pasti dan dapat dibagi atas beberapa factor berikut : Genetic,
biologic, dan psikososial
Penatalaksanaan

10

Untuk penatalaksaan harus dilihat juga dari segi biologis, psikologis dan sosial. Dimana
bila pasien mengeluhkan nyeri namun pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan apapun
maka akan ditatalaksana pada psikologis dan sosial.2
Psikoterapi secara individual ada kesempatan untuk mengeksplorasi makna stressor bagi
pasien sehingga dapat diselesaikan, perlu memberikan dukungan, berbagai alternative untuk
mengatasi dan empati. Terapi kelompok bermanfaat bagi kelompok pasien yang mengalami
peristiwa yang sama misalnya para pensiunan, atau yang pasien mengalami dialisis karena
kegagalan ginjal dapat pula memberikan terapi keluarga.6
Terapi kombinasi pada psikosomatik dalam keadaan akut yang utama adalah terapi
medis. Pada umumnya diberikan antiansietas dan antidepresan serta famakoterapi untuk penyakit
konkomtannya. Aspek psikiatrik juga diperhatikan dimana terapi harus focus pada pengertian
terhadap motivasi dan fungsi mekanisme yang terganggu serta membantu pasien mengenali
penyakit dan dampak dari pola adaptif terhadap penyakitnya tersebut.6
Peran utama psikiater dan dokter lain dalam menterapi pasien adalah dengan membawa
pasien untuk mengubah perilaku sehingga terjadi proses penyembuhan yang optimal. Idealnya
secara bersama dokter dan pasien bekerja sama dan menentukan jenis sikap terapi serta
melakukan negosiasi terhadap pilihan terapi untuk mencapai hasil yang sama-sama disetujui.2
Prognosis
Secara mental health, dalam segi ilmu kesehatan jiwa disimpulkan beberapa tanda-tanda individu
yang normal dan sehat. Tanda-tanda tersebut dapat dilihat melalui:7

Sikap terhadap diri


o Mampu menerima keadaan diri sebagaimana adanya, realistis dan bertangung
jawab.
o Memiliki identitas diri yang adekuat, juga sikap terhadap diri yag adekuat.
Persepsi terhadap realita
o Individu mempunyai pandangan yang realistis (sesuai kenyataan) terhadap diri
sendiri, dunia, lingkungan, orang lain, maupun segala sesuatu yang ada di

lingkungan
Integrasi diri

11

o Memiliki kepribadian utuh, bebas dari ketidakmampuan mengatasi inner conflict,

mempunyai toleransi cukup baik terhadap stress.


Kemampuan diri
o Dapat mengembangkan diri baik secara fisik, intelektual, emosi/kemampuan
sosial, sehingga dapat mengatasi masalah yang dihadapi di dalam kehidupan

secara baik.
Otonomi
o Dapat mengambil keputusan secara memadai, dapat menyesuaikan diri, dan

mampu bertanggung jawab.


Pertumbuhan dan aktualisasi diri
o Individu cenderung ke arah yang semakin matang (mature), mampu
mengembangkan potensi dan dapat memenuhi kehidupan diri sendiri sebagai
manusia.

Bila individu masuk dalam kriteria diatas maka prognosis akan baik, namun bila tidak termasuk
kriteria individu cenderung mengalami prognosis yang buruk.

12

BAB III
Penutup

Pensiun adalah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan
harus diberhentikan, ataupun atas permintaan sendiri (pensiun muda). Seseorang yang pensiun
biasanya hak atas dana pensiun atau pesangon. Jika mendapat pensiun, maka ia tetap dana
pensiun sampai meninggal dunia.
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali,
sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang
sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Setiap individu memiliki kapasitas stress yang berbeda-beda. Pada pensiunan dan
pengangguran, setiap individu akan memberikan hasil yang berbeda. Ada individu yang biasa
saja, ada juga yang sampai mengalami psikosomatik untuk itu penanganan tiap individu akan
berbeda. Akan tetapi setiap individu harus diliat dari segi bio, psiko dan sosial untuk penanganan
yang maksimal.
Tatalaksana individu juga berbeda tergantung dari masalah yang ada, bila individu
cenderung mengeluh kearah somatik maka akan diobati dengan farmakoterapi dilanjutkan
dengan psikoterapi, begitu pula sebaliknya bila keluhan mengarah ke psikis diberikan psikoterapi
dan farmakoterapi ataupun terapi kombinasi.

13

Peran utama psikiater dan dokter lain dalam menterapi pasien adalah dengan membawa
pasien untuk mengubah perilaku sehingga terjadi proses penyembuhan yang optimal. Idealnya
secara bersama dokter dan pasien bekerja sama dan menentukan jenis sikap terapi serta
melakukan negosiasi terhadap pilihan terapi untuk mencapai hasil yang sama-sama disetujui.

Daftar Pustaka
1. Vaillant GE, Valliant CO. Normality and mental health. In: Sadock BJ, Sadock VA, eds.
Kaplan & Sadock's Comprehensive Textbook of Psychiatry. 8th ed. Vol. 1. Baltimore:
Lippincott Williams & Wilkins,2005, p.583-98.
2. Hadisukanto G, Kusumadewi I, Kandou JE. Buku ajar psikiatri : Gangguan Somatoform ;
Faktor Psikologik yang Mempengaruhi Kondisi Medis ; Gangguan Penyesuaian. Ed 2.
Jakarta : FKUI, 2014, h. 287-303, 310-21.
3. Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan & Sadocks Synopsis of Psychiatry : Behavioral Sciences
/ Clinical Psychiatry. 10th ed. Lippincott Williams & Wilkins, 2007, ch.56.
4. http://www.google.com/Jenis pensiun berdasarkan Undang-undang Dasar Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun
5. Depp CA, Jeste DV. Definitions and predictors of successful aging: A comprehensive
review of larger quantitative studies. Am J Geriatri Psychiatry. 2006, p.6-20.
6. Scheidlinger S. Group psychotherapy and related helping groups today: An overview. Am
J Psychother. 2004, p.265-80.
7. Mueller TI, Kohn R, Leventhal N, Leon AC, Solomon D, Coryell W, Endicott J,
Alexopoulos GS, Keller MB. The course of depression in elderly patients. Am J Geriatr
Psychiatry. 2004, p.22-9.

14