Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

Vertikal Konglomerasi dan Merger Diferensiasi


Produk

DISUSUN

OLEH:

KELOMPOK 5
1. ARFITA

YANI
NPM.

1310061570134
2. IRAWATI

NPM. 1310061570046

3. RIZA DWI NOVRIANTI NPM. 1310061570135


4. SUSILAWATI

NPM. 1310061570055

5. M. EDHO ANOM

NPM. 1310061570104

6. ANNAS

NPM. 131006157

7. SAMSIR ALAMSYAH

NPM. 131006157

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN
STIE MUHAMMADIYAH
JAMBI 2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perubahan yang signifikan dalam lingkungan bisnis,
seperti

globalisasi,

deregulasi,

kemajuan

teknologi

informasi dan komunikasi, serta fragmentasi pasar telah


menciptakan
demikian

persaingan
menuntut

yang

sangat

perusahaan

ketat.
untuk

Kondisi
selalu

mengembangkan strategi agar dapat bertahan. Respon


perusahaan-perusahaan

terhadap

meningkatnya

persaingan ini sangat beragam. Ada yang memilih untuk


memfokuskan pada resources untuk segmen tertentu yang
lebih kecil, ada yang tetap bertahan dengan apa yang telah
dilakukannya

selama

ini

dan

ada

pula

yang

menggabungkan diri menjadi perusahaan yang besar


dalam dunia perindustrian.
Dalam APB (Accounting Principle Boards) Opinion No.
16 disebutkan bahwa, penggabungan usaha terjadi jika
satu badan usaha dengan satu atau lebih badan usaha
yang lain melakukan usaha secara bersama-sama dalam
satu

kesatuan

akuntansi.

Sedangkan

pengertian

penggabungan usaha menurut PSAK No. 22 (IAI, 2009)


adalah penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah
menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan
menyatu dengan (uniting with) perusahaan lain atau
memperoleh kendali

(control) atas aset dan operasi

perusahaan lain.
Strategi merger merupakan salah satu alternatif untuk
perluasan usaha tersebut. Dalam akuntansi dikenal tiga
macam bentuk penggabungan usaha, yaitu : konsolidasi,
merger dan akuisisi. Dengan bergabung, dua perusahaan

atau lebih menjadi lebih mungkin untuk saling menunjang


kegiatan usaha, sehingga keuntungan yang akan diperoleh
juga lebih besar dibandingkan jika perusahaan tersebut
melakukan usaha sendirisendiri
Merger merupakan perbuatan hukum yang dilakukan
oleh satu Perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri
dengan Perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan
aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri
beralih demi hukum kepada Perseroan yang menerima
penggabungan. Selanjunya, status badan hukum Perseroan
yang menggabungkan diri akan berakhir demi hukum.
Dalam

hubungannya

dengan

penanaman

modal,

Pemerintah melalui Peraturan Kepala BKPM No.12 tahun


2009 (Perka BKPM 12/2009) mewajibkan perusahaan
penanaman modal yang akan tetap meneruskan kegiatan
usaha setelah terjadinya merger untuk memiliki Izin Usaha
Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal sebelum
dapat kembali melaksanakan kegiatan produksi/operasi
komersial perusahaan merger.
Tindakan

penggabungan,

peleburan

dan/atau

pengambilalihan, disadari atau tidak, akan mempengaruhi


persaingan antar para pelaku usaha di dalam pasar
bersangkutan dan membawa dampak kepada konsumen
dan

masyarakat.

Penggabungan,

peleburan

atau

pengambilalihan dapat mengakibatkan meningkatnya atau


berkurangnya

persaingan

yang

berpotensi

merugikan

konsumen dan masyarakat. Penggabungan, peleburan atau


pengambilalihan yang berakibat nilai aset dan/atau nilai
penjualannya melebihi jumlah tertentu wajib diberitahukan

kepada Komisi, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari


sejak tanggal tanggal penggabungan, peleburan atau
pengambilalihan. Ketentuan tentang nilai aset dan/atau
nilai penjualan serta tata cara pemberitahuan dimaksud
telah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun
2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha
dan

Pengambilalihan

Saham

Perusahaan

yang

Dapat

Mengakibatkan Terjadinya Praktik Monopoli dan Persaingan


Usaha Tidak Sehat (PP No.57/2010) sebagai pelaksanaan
amanat Pasal 28 dan 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan
Usaha Tidak Sehat (UU No. 5/1999).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar

belakang

diatas

maka

penulis

merumuskan masalah sebagai berikut :


1. Apa itu integrasi vertical ?
2. Apa maksud dari merger-merger vertikal ?
3. Bagaimana peraturan-peraturan vertical?
4. Apa maksud dari direferensiasi ?
5. Apa motif-motif dari merger ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dan penjelasan tentnag
integrasi vertical
2. Untuk mengetahui maksud dari merger-merger vertikal
3. Untuk mengerti dan memahami bagaimana peraturanperaturan vertical
4. Untuk mengetahui
direferensiasi
5. Untuk memahami

pengertian

dan

penjelasan

dari

maksud dan motif-motif dari merger

dirferensi
.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Integrasi Vertical
Integrasi vertical tersebar secara luas.hampir semua
perusahaan melakukan satu seri operasi yang sesungguhnya
secara

prinsip

seringkali

dapat

dipisah-pisahkan.integrasi

besar.penjadwalan,koordinasi

pengoperasian,penghematan
pengiriman,dan

banyak

panas

ekonomi

tahap-tahap
atau

keuntungan-keuntungan

biaya
teknis

lainnya dilakukan.
Integrasi vertical diluar dugaan sulit diukur,walaupun
pengertian dasarnya

cukup

wajar.salah

satu

metodenya

adalah menghitung tahap-tahap produksi,semakin banyak


jumlah tahapan yang dicakup,semakin besar integrasinya.
1. Rintangan untuk memasuki Pasar
Rintangan memasuki pasar juga dianggap penting
bagi perusahaan-perusahaan yang sudah terlebih dahulu
4

mapan

dalam

kepentingan

suatu

industry

tertentu.kepentingan

perusahaan

menjadi

lebih

terlindungi.perusahaan juga tidak perlu khawatir kalau


pangsa pasarnya tiba-tiba menurun karena direbut oleh
perusahaan baru.
2. Input-Input Kritis
Integrasi mencegah

terjadinya

penawaran

input

dalam pasarr,sehingga perusahaan perusahaan yang


tidak

masuk

dalam

integrasi

tidak

mendapat

bagian.perusahaan yang secara rasional terintegrasi dapat


memilih untuk menjualnya pada harga yang secara cukup
tinggi.tetapi banyak perusahaan-perusahaan actual lebih
senang untuk memakai semuanya untuk berjaga-jaga
terhadap resiko kekurangan input di masa yang akan
datang

B. Merger-Merger Vertikal
Merger adalah salah satu dari beberapa cara untuk
memperoleh keuntungan dari integrasi vertical. Pertumbuhan
integral

memungkinkan

adanya

integrasi.walaupun

memerlukan waktu yang agak lama.pertumbuhan internal


akan

menambah

kenyataannya

pangsa

kapasitas
pasar

dan

yang

persaingan.pada

tinggi

menimbulkan

anggapan bahwa biaya-biaya sosial dari merger vertical


melebihi

keuntungan.ketidakseimbangan

biasanya

tidak

begitu besar,dan beberapa kasus tertentu akan condong kea


rah lain.

C. Peraturan-Peraturan Vertical

Peraturan-peraturan vertical meningkatkan perdebatan


sejak

tahun

1960.peraturan-peraturan

territorial

dan

perlindungan harga penjualan kembali.


1. Peraturan-Peraturan Teritorial
Peraturan-peraturan dapat ditetapkan berdasarkan
daerah-daerah,harga-harga

atau

dimensi-dimensi

lain.peraturan-peraturan tersebut biasanya meningkatkan


keuntungan para dealer agar kesetiaan dan kekuatan para
dealer meningkat
Setiap situasi menyangkut 2 kelompok utama:
a. Unit-unit local biasanya lebih sering mempunyai daerah
monopoli yang luas dan eksklusif
b. Para supplier umumnya lebih senang bila persaingan
yang maksimum pada tingkat eceran.karena dapat
meluaskan tingkat output yang dapat dijual pada hargaharga yang disukai.
2. Pengendalian Harga Penjualan Kembali
Pengendalian harga penjualan kembali(PHPK) adalah
penetapan harga eceran oleh produsen manufaktur yang
sebenarnya.banyak barang yang diperdagangkan secara
adil termasuk buku-buku,kamera,alat-alat kecantikan,dll
Seringkali harga yang dianjurkan tidak mempunyai
kekuatan,harga-harga

yang

ditetapkan

untuk

mobil

hanyalah harga dasar untuk member diskon.


Pengaruh Besarnya Perusahaan
Besarnya perusahaan adalah sesuatu yang dimengerti
oleh setiap orang tetapi tak seorang pun dapat mengukurnya
dengan pasti.seorang dapat menganalisa secara garis besar
dengan yakin.tetapi hati-hatilah dalam menarik pelajaran atas
perbedaan-perbedaan

marginal

tentang

ukuran

perusahaan.suatu perusahaan mungkin mempunyai assetaset

raksasa

tetapi

jumlah

tenaga

kerja

yang

sedikit
6

sekali.seperti yang dicontohkan oleh perusahaan-perusahaan


minyak dan perbankan yang cenderung begitu.
KEKUATAN PASAR
Suatu perusahaan yang besar memperoleh kekuatan pasar
dari besarnya perusahaan tersebut secara harfiah,dalam
banyak

kasusu

pengaruh

ukuran

perusahaan

mungkin

kecil,terutama bila halangan untuk memasuki pasar hanyalah


elemen struktur pasar yang kecil.isu ini bersifat terbuka
dimana beberapa analisis memperlihatkan pengaruh yang
besar dan analisis lain menilai pengaruhnya kecil.
KONTROL DAN KEPEMIMPINAN
Hal-hal ini menolong dalam menilai peranan ukuran
perusahaan.pada kenyataannya para manajer mempunyai
control penuh atas perusahaan.dalam banyak kasus mereka
menyimpang

jauh

keuntungan.tetapi

dari
secara

usaha
umum

memaksimumkan
pada

perusahaan-

perusahaan basar,otonomi manajerial tidak terlalu basar,dan


para manajer tidak merasakannya.
X-EFISIENSI DAN SKALA EKONOMI
Derajat x-efesiensi pada setiap perusahaan besar akan
mencerminkan

keseimbangan

antara

kemajuan-kemajuan

tersebut dengan pengaruh birokrasi ketat secara umum.tentu


saja

ukuran

perusahaan

sering

menghasilkan

perolehan

pecuniary dri harga input yang lebih rendah.


STABILITAS DAN PEENCANAAN
Orang lain mencatat bahwa banyak perusahaan besar
berfluktuasi secara tajam selama beberapa tahun.bahkan
beberapa perusahaan di antara 200 perusahaan besar pernah
gagal.mereka juga mencatat bahwa perencanaan perusahaan
besar tidak selalu lebih unggul kualitas atas konsekuensinya.

KONDISI NPEKERJAAN DALAM PERUSAHAAN


Perusahaan

perusahaan
besar

cenderung

mempekerjakan para pekerjanya pada tugas-tugas yang


monoto9n

dan

cenderung

tidak

banyak

berubah.jenis

pekerjaan ini akan sangat memperbesar tingkat stress para


karyawan daripada jenis pekerjaan yang bervariasi.
KEKUATAN POLITIK
Masih diperlukan banyak penelitian untuk meneliti jauh
pengaruh-pengaruh
meningkatkan
efesiensi

ini.ukuran

kekuatan

yang

pasar

perusahaan
dan

juga

sepertinya

menyebabkan

berlebihan.perusahaan-perusahaan

besar

memperoleh stabilitas,tetapi lembam dalam soal biaya ukuran


perusahaan juga menghasilkan kekuatan politik.

D. Diversifikasi dan Keuntungannya


Di Indonesia ada beberapa perusahaan yang sangat
menonjolkan diversifikasi produk sebagai cara untuk meraih
laba yang besar.contoh mie instan.walaupun produknya sama
tetapi perusahaan berusaha untuk membuat perbedaan
dalam hal rasa pembedaan rasa ini dimaksudkan untuk
menjaring barbagai konsumen yang ada. Diversifikasi secara
umum dpat berupa:
1. Perluasan produk(menambah pada rangkaian produk)
2. Perluasan secara geografis(produk sama,lain daerah)
3. Kemurnian(tidak ada hubungannya dengan barang lain.
E. Merger
Sebenarnya merger itu ada banyak jumlahnya,tetapi
mereka hanya Nampak sebagai ujung roda dari transaksitransaksi di pasar yang tidak pernah berakhir.merger dapat
terdiri

dari

macam:horizontal,vertical,dan

konglomerat.setiap macam merger mempunyai isu pokok


yang berbeda,dan dapat memberikan penghematan atu juga
mengurangi persaingan.
1.
Motif-Motif Merger
Motif utama Dari adanya merger tentu saja adalah
untuk

mendapatkan

keuntungan.merger

dapat

meningkatkan keuntungan dengan berbagai cara.merger


juga dapat memberikan Tujuan-tujuan lain(cth:mencari
kebesaran usaha).tiga lasa utama bagi perumusan merger
adalah:
a. Kekuatan Pasar Langsung Dan Keuntungan
Jika perusahaan yang dihasilkan merger memiliki
kekuatan pasar yang lebih besar,perusahaan tersebut
dapat mencapai keuntungan yang lebih banyak.
b. Teknik-Teknik Penghematan(Technical Economies)
Beberapa
teknik-teknik
penghematan
dapat
dimungkinkan dalam kaitannya dengan merger:
1) Skala
ekonomi.dimana
merger
horizontal
memungkinkan

untuk

itu.jika

perusahaan-

perusahaan yang bergabung kedua-duanya dibawah


sekala efisian minimum
2) Perusahaan pada 2 tingkat produksi.
3) Diversifikasi ekonomi dapat muncul dari konglomerat
c.

merger
Penghematan Keuangan(Pecuniary Economies)
Ada
bermacam-macam
penghematan
keuangan,yang

memberikan

keuntungan

financial

tanpa menambah penggunaan sumber-sumber daya


yang ada
1) Perusahaan-perusahaan

yang

bergabung

dapat

menekan pembelian input pada tingkat harga yang


rendah.misalnya suatu perusahaan berharap dapat
mengurangi

biaya

pembelian

input

setelah

bergabung atau merger dengan perusahaan lain

2) Peraturan-peraturan perpajakan dan akuntansi dapat


meningkatkan

kemampuan

mendapatkan

keuntungan.perusahaan-perusahaan diijinkan untuk


menyatukan

kerugian

dan

keuntungan

diperoleh dari kegiatan mereka.


3) Merger
memberikan
keuntungan
kekuatan

pasar(melalui

yang

promosi.jika

advertensi,jaringan

penjualan,dan usaha-usaha promosi lainnya)

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Integrasi vertical tersebar secara luas.hampir semua
perusahaan melakukan satu seri operasi yang sesungguhnya
secara
seringkali

prinsip

dapat

dipisah-pisahkan.integrasi

besar.penjadwalan,koordinasi

ekonomi

tahap-tahap

pengoperasian,penghematan panas atau biaya pengiriman,dan


banyak keuntungan-keuntungan teknis lainnya dilakukan.

10

Merger adalah salah satu dari beberapa cara untuk


memperoleh keuntungan dari integrasi vertical. Di Indonesia ada
beberapa perusahaan yang sangat menonjolkan diversifikasi
produk sebagai cara untuk meraih laba yang besar.contoh mie
instan.walaupun produknya sama tetapi perusahaan berusaha
untuk membuat perbedaan dalam hal rasa pembedaan rasa ini
dimaksudkan untuk menjaring barbagai konsumen yang ada.
Diversifikasi secara umum dpat berupa:
1. Perluasan produk(menambah pada rangkaian produk)
2. Perluasan secara geografis(produk sama,lain daerah)
3. Kemurnian(tidak ada hubungannya dengan barang lain.
Sebenarnya merger itu ada banyak jumlahnya,tetapi
mereka hanya Nampak sebagai ujung roda dari transaksitransaksi di pasar yang tidak pernah berakhir.merger dapat
terdiri dari 3 macam:horizontal,vertical,dan konglomerat.setiap
macam merger mempunyai isu pokok yang berbeda,dan dapat
memberikan penghematan atu juga mengurangi persaingan.

DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Husni Mubarok, Pengantar Bisnis, Kudus: Nora media Enterprese, 2010
Muhammad Husni Mubarok, Strategi Korporat & Persaingan Bisnis dalam Meraih
Keunggulan Kompetitif, Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2009
Jeff Madura, Pengantar Bisnis, Jakarta: Salemba Emban Patria, 2001
Suyadi Prawirosentono, PENGANTAR BISNIS MODERN Studi Kasus Indonesia dan
Analisis Kuantitatif, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2002

11

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa yang telah melimpahkan karunia-Nya, sebab hanya
karena anugrah-Nya lah makalah ini dapat terselesaikan tepat
pada waktunya.
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas yang diberikan. Adapun tema dari makalah ini adalah
Vertikal Konglomerasi dan Merger Diferensiasi . Selain
itu,

penyusun

juga

menyadari

bahwa

makalah

ini

dapat

terselesaikan karena bantuan dari berbagai pihak. Maka oleh


karena itu ribuan terima kasih penyusun hanturkan kepada
semua pihak yang telah membantu kami dalam menyusun
makalah ini.
Kami juga mengharapkan agar segala daya dan upaya
yang

telah

diberikan

dalam

penulisan

makalah

ini

dapat

12

bermanfaat bagi para pembaca. Namun, kami juga menyadari


bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk
perbaikan makalah ini.
Jambi, Januari 2016
Penulis

DAFTAR
i ISI
Kata Pengantar................................................................................
i
Daftar Isi..........................................................................................
ii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
.....................................................................................
.....................................................................................
1
B. Rumusan

Masalah

13

.....................................................................................
.....................................................................................
3
C. Tujuan
Penulisan
.....................................................................................
.....................................................................................
3
BAB II PEMBAHASAN
A.

B.

C.

D.

E.

Integrasi
Vertical
.....................................................................................
.....................................................................................
4
Merger-Merger
Vertical
.....................................................................................
.....................................................................................
5
Peraturan-Peraturan
Vertical
.....................................................................................
.....................................................................................
5
Diversifikasi
dan
Keuntungannya
.....................................................................................
.....................................................................................
7
Merger
.....................................................................................
.....................................................................................
8

BAB III PENUTUP


A.

Kesimpulan
.....................................................................................
.....................................................................................
10

DAFTAR PUSTAKA............................................................................
11

14

ii

ii

15

Anda mungkin juga menyukai