Anda di halaman 1dari 31

Presentasi Kasus

Atika Widya Syariati

A. Laporan Kasus
IDENTITAS
Nama
: An. C
No. RM
: 33-51-72
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur
: 3 tahun
Alamat
: Beton Siman
Dirawat di RS : 31 Maret 2015 s/d 2 April 2015

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Kejang dan demam
Riwayat Penyakit Sekarang
HSMRS
Kejang selama 1 menit pada saat demam, seluruh tubuh
keluhan disertai dengan pilek pasca kejang anak tetap
sadar kemudian dibawa ke rumah sakit.
HMRS
anak menangis dan lemah demam dengan suhu 39C
pilek (+), tidak ada keluhan muntah, mual, pusing BAB
dan BAK normal.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat kejang dengan demam disangkal
Riwayat kejang tanpa demam disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

sakit serupa disangkal


epilepsi
disangkal
asma
disangkal
Hipertensi disangkal
Alergi
disangkal

POHON KELUARGA

Riwayat Pribadi, kehamilan dan persalinan


1. ANC
- G1P1A0, ibu hamil pada usia 28 tahun

- Rutin ANC
- tidak ada keluhan ataupun kelainan saat hamil

2. NC
-

lahir di bidan
UK 37 minggu
persalinan normal, tidak ada cacat bawaan
BBL 2900 gram

3. PNC
- langsung menangis

- warna kulit kemerahan


- gerak aktif

Riwayat Makanan
6 bulan : ASI eksklusif
Kesan : pasien mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan

Riwayat pertumbuhan dan perkembangan


Motorik : mencoret-coret, melepas pakaian sendiri dan makan
sendiri.
Pertumbuhan dan perkembangan baik dan sesuai dengan
umurnya.

Riwayat Imunisasi
-

0
2
4
6
7
9

bulan
bulan
bulan
bulan
bulan
bulan

:
:
:
:
:
:

BCG, Polio, Hepatitis B


Polio, Hepatitis B, DPT
Polio, DPT
Polio, DPT
Hepatitis B
campak

Imunisasi lengkap dan dilakukan di puskesmas

Sosial ekonomi dan Lingkungan

Sosial dan ekonomi


Ayah (35 tahun, petani) dan ibu (32 tahun, ibu rumah
tangga) penghasilan keluarga Rp 1.500.000,00/bulan
(keluarga merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan seharihari).

Lingkungan
Pasien tinggal dengan bapak dan ibunya. Rumah terdiri dari
ruang tamu, dapur, kamar tidur, dan kamar mandi. WC
menyatu dengan kamar mandi. Sumber air berasal dari
sumur. Ventilasi udara dan penerangan cukup.

Kesan :
keadaan sosial ekonomi cukup & kondisi lingkungan
rumah cukup baik.

Anamnesis Sistem
Cerebrospinal
: Sakit kepala (-) kejang (+) demam (+)
kardiovaskuler : sianosis (-) keringat dingin (-)
Respiratori
: batuk (-) pilek (+) nyeri tenggoirokan (-)
sesak (-)
Gastrointestinal : mual (-) muntah (-) nyeri perut (-) BAB (+)
Urogenital : BAK (+)
Muskuloskeletal : kelainan bentuk (-) nyeri sendi (-) nyeri otot
(-) bengkak (-)
Integumentum : bintik merah (-) ikterus (-)

Pemeriksaan Jasmani
Keadaan Umum : Lemah
HR
: 130x/menit
RR
: 36x/menit
suhu : 39C
Status Gizi
BB : 13 kg
U : 3 tahun
Z-Score -2SD sampai +2SD (gizi baik)

Pemeriksaan khusus
Kulit : bintik merah (-), ikterik (-), turgor baik
kepala
: ukuran normochepal, rambut warna hitam, distribusi merata
Mata : ca (-/-) si (-/-) reflek cahaya (+/+) pupil isokor, mata cekung (-)
hidung : sekret (+/+) epitaksis (-/-) nafas cuping hidung (-/-)
mulut : sianosis (-) lidah kotor (-)
leher : PKGB (-)
Thorax : - Cor
I : ictus cordis tidak tampak
P: ictus cordis kuat angkat
P: batas jantung normal
A: BJ I/II normal, reguler. Bising jantung (-)

Paru
i : simetris, ketinggalan gerak (-), retraksi dada (-)
P: Fremitus normal, masa (-)
P: sonor (+)
A: SDV (+/+) Rh (-/-) Wh (-/-)

abdomen
i : distended (-) sikatrik (-)
A : Peristaltik (+)
P : Timpani (+)
P : turgor kulit baik, nyeri tekan (-)

Ekstremitas : dalam batas normal


Refleks fisiologis: Biceps (+) triceps (+) patella (+) achiles
(+) normal

Refleks Patologis: babinsky (-) chaddock (-) oppenheim (-)


gordon (-)

Meningeal Sign: Kaku kuduk(-) brudzinski I(-) brudzinski II(-)


kernig (-)

HASIL LABORATORIUM
NO

Parameter

Jumlah

Satuan

Nilai Rujukan

Leukosit

16.1

uL

4.0 10.0

Hemoglobin

10.8

gr/dl

11.0 16.0

Hematokrit

30.4

37.0 54.0

Trombosit

242

uL

150 450

Granulosit

11.3

uL

2.0 7.0

Ringkasan Anamnesis

HSMRS
Pasien kejang selama 1 menit, demam (+) dengan suhu 39
derajat celcius. Muntah (-), nyeri kepala (-), menggigil (-),
batuk (-), pilek (+), sesak (-), BAB (+), BAK (+) , Keluhan
lain : benjolan di leher (-), mimisan (-), bintik merah pada
kulit (-), keringat di malam hari (-).

HMRS
Setelah kejang 1 menit pasien dibawa ke rumah sakit masuk
UGD, demam (+), sesak (-), pilek (+), batuk (-), rewel (+),
muntah (-), nyeri kepala (-), menggigil (-) . Keluhan lain :
benjolan di leher (-), mimisan (-), gusi berdarah (-), bintik
merah pada kulit (-), keringat di malam (-).

Riwayat dahulu disangkal dan riwayat keluarga tidak ada.

Riwayat ANC, persalinan dan PNC baik

Pasien mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan

Pertmbuhan dan perkembangan baik sesuai dengan


umurnya

Riwayat imunisasi lengkap

Keadaan sosial ekonomi cukup dan keadaan lingkungan


rumah cukup baik

Ringkasan Pemeriksaan Fisik

Kulit : turgor baik, bintik merah (-) ikterik (-)


Kepala : ukuran normochepal, distribusi rambut merata
Mata : ca (-/-) si (-/-) reflek cahaya (+/+)
Hidung: sekret (+) epitaksis (-)
Mulut : sianosis (-) lidah kotor (-)
Leher : PKGB (-)
Thorax: SDV (+/+) Rh (-/-) Wh (-/-)
Abdomen : tidak terdapat kelainan pada abdomen
Ekstremitas : normal
Refleks fisiologis : dalam batas normal
Refleks patologis : tidak ada kelainan
Meningeal sign : kaku kuduk (-) brudzinski I (-) brudzinski II
(-) brudzinski III (-) brudzinski IV (-)

Diagnosis Banding
Kejang Demam
Definisi
bangkitan kejang
yang terjadi pada
kenaikan suhu tubuh
> 38 C per rectal
dan disebabkan oleh
proses
ekstrakranium.
Gejala
kejang yang terjadi
saat demam, usia 6
bulan-5 tahun.
Pemeriksaan fisik
Pasca kejang anak
masih sadar,
meningeal sign (-)

Meningitis
Definisi
Peradangan pada
selaput otak.

Gejala
Demam tinggi/
subfebril, kejang,
muntah, pusing.

Ensepalitis

Definisi
Radang pada
jaringan otak.

Gejala
Panas mendadak
tinggi, kejang

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik
Tidak sadar,
Kesadaran (+/-), UUB meningeal sign (-)
menonjol dan tegang,
meningeal sign (+)

DIAGNOSA KERJA
Kejang Demam

RENCANA TERAPI
Infus RL 11 tpm
Paracetamol 3 x 5 cc
Inj Fenobarbital 2x50mg
Difenhidramin klorida 3x2 Cth

31 Maret 2015
S : Pasien datang dengan keluhan kejang (+) demam (+) pilek
(+) batuk (-) mual (-) muntah (-)

O : Keadaan umum : Lemah


Tanda Vital
HR :130, RR : 36 x/menit, T : 39 derajat
Kepala : normochepal, Ca (-/-) si (-), Leher : PKGB (-),Thorax :
Sdv (+/+) rh (-/-) wz (-/-), Abdomen : dalam batas
normal,Ekstremitas : akral hangat.

A : Kejang Demam
P : Inf RL 8 tpm
Oksigen 2 lpm
Inj Lapixim 3x1/3
Inj antrain 3x1/3
Inj lapisif 3x1/3
Sanmol 3x5cc

1 April 2015
S : Kejang (-) demam (-) pilek (-) batuk (-) mual (-) muntah (-)
O : Keadaan umum : baik
Tanda Vital
HR :115, RR : 34 x/menit, T : 36,5C
Kepala : normochepal, Ca (-/-) si (-), Leher : PKGB
(-),Thorax : Sdv (+/+) rh (-/-) wz (-/-), Abdomen : dalam
batas normal,Ekstremitas : dalam batas normal.

A : Kejang Demam
P : Infus INT
Inj lapixim 3x1/3
Inj antrain 3x1/3
Inj lapisif 3x1/3

2 April 2015
S : Kejang (-) demam (-) pilek (-) batuk (-) mual (-) muntah (-)
O : Keadaan umum : baik
Tanda Vital
HR :117,RR : 34 x/menit, T : 36,3C
Kepala : normochepal, Ca (-/-) si (-), Leher : PKGB
(-),Thorax : Sdv (+/+) rh (-/-) wz (-/-), Abdomen : dalam
batas normal,Ekstremitas : dalam batas normal.

A : Kejang Demam
P :Pulang

TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi
kejang yang terkait dengan peningkatan suhu tubuh (suhu diatas
38C rectal) serta penyebabnya adalah suatu proses
ekstrakranium.
Terjadi pada umur 6 bulan sampai 5 tahun.
B. Manifestasi Klinis
- Biasanya terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam
- Berlangsung singkat
- bentuk bangkitan : Tonik, klonik, tonik-klonik, fokal.

C. Klasifikasi
1. Kejang demam sederhana (Simple febrile seizure)
2. Kejang demam kompleks (Complex febrile seizure)

D. Faktor Resiko
Faktor resiko berulangnya kejang :
1. Riwayat kejang demam dalam keluarga
2. Usia kurang dari 12 bulan
3. Temperatur yang sangat rendah saat kejang

E. Patofisiologi
terdapat potensial membran yang seimbang perlu
energi +
Na-K-ATPase K+ dalam sel neuron tinggi, sedangkan
DEMAM
Na+ rendah.
(kenaikan suhu 1C)
Metabolisme basal
Kebutuhan oksigen
meningkat
meningkat 20%
Perubahan
keseimbangan
(membran sel neuron)
Difusi melalui
membran
(pertukaran ion K+ dan
Na+)
Lepas muatan listrik

Kejang

F.

Penegakan Diagnostik
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Fisik
3. Pemeriksaan Penunjang
G. Tatalaksana
1. Algoritme penghentian kejang demam
Kejang
Diazepam rektal 0,5
mg/kgBB(5menit), bawa
ke RS
Diazepam IV 0,3-1
mg/kgBB/menit(3-5 menit)
Fenitoin bolus IV 10-20
mg/kgBB kecepatan 0,5-1
mg/kgBB/menit
Rujuk ICU

2. Bila kejang berhenti dapat diberikan terapi profilaksis


intermiten atau rumatan:
a. Paracetamol 10-15 mg/kgBB/hari tiap 4-6 jam
b. Diazepam oral 0,3 mg/kgBB tiap 8 jam saat demam, atau
diazepam rektal 0,5 mg/kgBB tiap 12 jam
c. Pengobatan jangka panjang selama 1 tahun
fenobarbital 3-5 mg/kgBB/hari atau asam valproat 20-30
mg/kgBB/hari

H. Komplikasi
- apnea
- hipoksemia
- hiperkapnea
- asidosis laktak
- hipotensi arterial
- kerusakan neuron otak
I.

Prognosis
Dengan penanggulangan yang tepat dan cepat,
prognosisnya baik dan tidak menyebabkan kematian.

PEMBAHASAN
-

Hasil Anamnesis : pasien demam beberapa jam SMRS,


kemudian kejang saat demam, 1 menit, pertama kalinya,
umur : 3 tahun.

ISPA Demam Kejang Demam


Demam meningkatkan metabolisme basal dan kebutuhan
oksigen perubahan keseimbangan membran sel neuron
difusi ion K+ dan Na+ lepas muatan listrik kejang.
(Kejang Demam)

- Pasien mengalami kejang selama 1 menit dan tidak berulang


dalam 24 jam Kejang Demam Sederhana

DAFTAR PUSTAKA
Fuadi., Bahtera T., Wijayahadi N., 2010. Faktor Risiko Bangkitan Kejang
Demam Pada Anak. Sari Pediatri. 12(3): 142-149.

Pasaribu A., 2013. Kejang Demam Sederhana Pada Anak yang


Disebabkan Karena Infeksi Tonsil dan Faring. Medula. 1(1): 65-71.

Pusponegoro H., Widodo D., Ismael S., 2006. Konsensus


Penatalaksanaan Kejang Demam. Unit kerja Koordinasi Neurologi
Ikatan Dokter Anak Indonesia 2006.

Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. 2007. Kejang Demam dalam
Ilmu Kesehatan Anak. FKUI : 847-855.

Widjaja Y., Angriani H., Daud D., 2013. Identifikasi Faktor-Faktor Risiko
Pada Kejang Pertama Dalam Memprediksi Timbulnya Kejang
Berulang Pada Anak. Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
UNHAS : Makasar.

TERIMAKASIH