Anda di halaman 1dari 35

CARA KERJA YANG SELAMAT

& SEHAT PADA INDUSTRI


JASA KONSTRUKSI
-Noni Elokladeseli & Rizqi Rahayu3 Sipil 2 Pagi
Politeknik Negeri Jakarta

KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI

1. Memasuki Lokasi Proyek


Lokasi proyek yang sedang

dikerjakan dan di samping jalan


raya harus dipagari.
Orang yang tidak berwenang
dilarang masuk.
Semua orang yang memasuki
areal proyek harus memakai
tanda pengenal yang dikeluarkan
oleh masing-masing perusahaan.

Khusus tamu harus

mengenakan tanda pengenal


tersendiri yang diberikan
petugas satpam di pos jaga.
Karyawan dari kantor pusat /
wilayah sebagai tamu di
proyek harus menggunakan
tanda pengenal yang berlaku
di kantor pusat / wilayah.

KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI

2. Morning Safety Meeting


Pertemuan singkat (10-15 menit)
yang dilakukan sebelum
pekerjaan dimulai di pagi hari.
Pertemuan ini di hadiri semua
orang yang akan bekerja atau
melaksanakan pengawasan di
lapangan, baik Mandor, Kepala
Regu Kerja, Pelaksana, Site
Manager dan Subkontraktor.

Pengenalan singkat oleh


petugas K3 tentang
keselamatan kerja secara
umum maupun sesuai
perkembangan di lapangan.
Memeriksa kelengkapan
pemakaian APD (Alat Pelindung
Diri) dan kesiapan pekerja.

KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI

3. Inspeksi K3
Dilaksanakan secara

periodik oleh petugas K3


untuk menjaga standar
penerapan SMK3.
Inspeksi dilakukan terhadap
tenaga kerja perusahaan
kontraktor maupun sub
kontraktor serta pekerja
perusahaan supplier.

4. Safety Patrol
Patroli rutin oleh
petugas K3 setiap hari
untuk memonitor
keadaan lapangan dan
melakukan pencegahan
agar tidak terjadi
kecelakaan.

KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI

5. Alat Pelindung Diri

KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI

6. Rambu - Rambu

Tanda Larangan

Tanda Harus
Menggunakan

KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI

6. Rambu - Rambu

Tanda Peringatan Untuk Tanda Arah


Pekerja

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI

A. Tangga

Tangga Dari Dari


Kayujenis-jenis tangga disamping, masing Tangga Portable
masing ada kriteria-kriterianya supaya pada
Tangga Kuda-Kuda saat digunakan aman dan terhindar dari
Tangga Yang Dapat kecelakaan kerja.
Diperpanjang
Contoh pada tangga lepas mekanik,
Tangga Lepas Mekanik
alat ini harus dapat diperpanjang dan
Tangga Permanen ditumpu oleh alas yang beroda, harus
Tangga Sementara dilengkapi dengan pelataran tempat kerja
(platform) dan dilengkapi dengan pagar
pengaman pengaman (ralling) dan
pengaman kaki (toe board), jika digunakan
roda harus dikunci. jika mau dipindahkan

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI

B. Perancah
Ada 2 macam perancah, yaitu
perancah umum dan perancah
logam.
Perancah logam :

Pipa vertikal dan harisontal


harus dipasang kuat satu
sama lainnya.

Harus dipasang palang


diagonal.
Tidak boleh dipasang
radius < 5 m dari jaringan
listrik.

Pipa harisontal
memanjang
menghubungkan paling
sedikit 2 ruang antara
antara tiang vertikal .
Jarak vertikal pipa
maksimal 2 m.
Pipa harisontal
melintang / pot log
dipasang setiap tingkat
pelataran.
Pagar pengaman harus

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI

C. Bahan
Penyimpanan bahan
Penanganan Bahan Secara
Manual
Penanganan Bahan Mudah
Terbakar
Bahan Kimia Berbahaya
Gas Yang Mudah Terbakar

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
D. Instalasi Listrik
Kerja

Ikuti penggunaan listrik

Gunakan RCCB dan MCB

pada panel.
sesuai PUIL 2000
(Peraturan Umum
Jangan biarkan kabel
Instalasi Listrik).
berseliweran di lantai.
Kabel utk bekerja
Jangan menggunakan kabel
dipasang di ketinggian +
telanjang seperti stop
2 meter agar terhindar
kontak.
dari lintasan, genangan
Setelah menggunakan
air, kabel bocor /
peralatan listrik anda harus
terkelupas.
mematikan listrik.
Panel diletakkan jauh
dari tanah.
Panel mempunyai tutup

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
E. Penggunaan
Peralatan

Peralatan Manual
o Pegangan pada
peralatan manual
harus bersih, tidak
licin.

o Pegangan harus
kuat.

o Memindahkan, tidak
boleh dengan
dilemparkan, dll.

Peralatan Yang
Menggunakan Tenaga

Peralatan Yang
Menggunakan
Tekanan Angin .

Bagian-Bagian
Peralatan Yang
Bergerak Harus
Diberi Pelindung
(Guard).
Gambar : Peralatan Yang
Diberi Pelindung (Guard)

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
F. Pengoperasian Alat
Berat

Hanya operator yang di tunjuk yang berhak


mengoperasikan peralatan.

Alat beras harus dilengkapi dengan Alat


Pemadam Kebakaran (APAR).

Alat indikator pada mesin harus lengkap dan


berfungsi.

Untuk alat berat beroda yang dalam pekerjaan


bergerak maju mundur seperti Wheel Loader,
Tandem Roller, Tire Roller, Dump Truck harus
ada kaca spion, rem dan lampu rem yang
berfungsi baik, serta lampu mundur dan buzzer
untuk gerakan mundur.

Pada saat berhenti


bekerja / istirahat alat
berat harus diparkir di
tempat yang rata.

Pada saat pengisian


bahan bakar mesin
harus dimatikan.

Pengecekan sebelum
operasi : pelumas, air,
radiator, air accu,
attachment, lampu
spion, dan APAR dll.

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
G. Pekerjaan
Pengangkatan

Operator harus mempunyai SIO


Alat pengangkat sudah disertifikat
oleh Depnaker.

Operator mendapat isyarat/signal


dari 1 (satu) orang saja.

Kait dari pengangkat harus ada


kunci pengaman.

Sling harus dalam keadaan baik

Dilarang berada di bawah


muatan yang sedang
diangkat/tergantung.

Muatan yang diikat


dilepas diletakkan pada
palet.

Muatan yang panjang


diangkat dengan hati-hati
dan ada tali penahan
yang cukup panjang
untuk mengontrol
pengangkatan.

Dilarang menumpang di

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
H.Pekerjaan Galian /
Parit

Bahaya yang mungkin

Untuk mengendalikan

terjadi :

bahaya tersebut :

a.Longsor akibat getaran

a.Posisi alat berat minimal

peralatan dan tumpukan


hasil galian.

b.Kontak dengan jaringan


listrik, gas atau lainnya
akibat gas bocor, dan
tersengat listrik.

c.Tertabrak kendaraan.
d.Tenggelam

e.

1,5 meter dari pinggir


jalan.

b.Material hasil galian


ditimbun maksimal 0,6
meter dari sisi jalan.

c. Dipasang turap penahan.


d.Sebelum penggalian
diperiksa adanya utilitas
yang ada (listrik, gas, dll)
dan berapa
kedalamannya

f.
g.

Jika memotong
jalan umum harus
dilengkapi ramburambu pengaman,
diwaktu malam
harus diberi lampu.
Air yang tergenang
dipompa.
Pekerja yang
menggali di dalam
galian yang becek
harus memakai APD
misalnya sepatu
boot karet.

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
I. Bekerja
Diketinggian

Lantai terbuka, dinding

Akses keatas dapat

menggunakan tangga atau


terbuka dilindungi dengan
passenger hoist.
diberi pagar pengaman yang
tingginya 1 1,5 meter.
Pintu pada passenger hoist

Lubang pada shaft harus


diberi penutup sementara.

Lubang pada lantai


dilindungi dengan penutup
atau pagar pengaman.

Penutup harus rata dengan


lantai

Tangga sementara harus


diberi railing

harus dalam keadaan


tertutup.

Operator passenger hoist


harus mempunyai sertifikat.

Bekerja diketinggian di
sekitar bangunan perlu
dibuat platform.

Lebar platform minimal 60


cm posisinya rapat dan
dilengkapi dengan toe board
(penahan kaki) lebar 15 cm.

Di sekeliling platform
di pasang railing
yang kuat.
Bekerja di ketinggian
di tepi bangunan
harus mengenakan
safety belt, safety
belt diikatkan pada
kedudukan yang
kuat.
Sebelum bekerja
tarik safety belt
beberapa kali untuk
mengecek apakah
sudah dikaitkan

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
J. Pengendalian Terhadap
Barang Jatuh

Jangan menumpuk material


di sisi platform.

Jangan membuang sampah,


bahan-bahan bekas dengan
cara melempar dari lantai
atas.

Gunakan jaring pengaman.


Gunakan platform

Gunakan cerobong sampah.


Toe board mencegah
jatuhnya bahan-bahan
peralatan maupun orang.

Peralatan manual sebaiknya


ditempatkan pada kotak
sehingga tidak berceraian
yang berakibat bisa jatuh ke
bawah.

penangkap.
Kenakan helm pengaman jika
di atas ada orang yang
sedang bekerja.

Jangan berada di bawah


muatan yang sedang di
angkat.

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
K. Pekerjaan Pembongkaran
Pekerjaan pembongkaran

harus mengajukan surat ijin


kerja (work permit).

Sebelum pembongkaran
dimulai aliran listrik dan gas
harus dimatikan.

Daerah berbahaya disekitar


gedung di beri rambu-rambu
dan di pagari.

Pembongkaran harus di awasi


seorang ahli.

Pembongkaran dimulai dari


bagian atas gedung dan
diteruskan kebawah.

Pekerja tidak boleh bekerja

Pembongkaran tidak boleh


diteruskan pada situasi
cuaca buruk, seperti angin
kencang yang dapat
merobohkan bangunan.

Untuk menghindari debu


gedung yang dirobohkan
disemprot air lebih dahulu.

Pekerja pada pembongkaran


harus menggunakan APD :
Helm pengaman dan sarung
tangan.

Pada daerah yang berdebu


harus menggunakan APD :
Masker

Untuk konstruksi
baja harus
dibongkar tingkat
demi tingkat
Bagian bagian
bangunan baja
harus diturunkan
dan tidak boleh
dijatuhkan dari
satu ketinggian.

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
L. Bekerja Di Ruang Terbatas / Tertutup
(Confined Space)
Contoh ruang

terbatas: Lubang
galian, Septic tank,
Pengolah limbah,
Tangki penimbun,
Saluran
pembuangan, Parit
galian > 2,5 m,
Lubang terbatas
dan kurang aliran
udara. Tidak
dirancang untuk
ditempati pekerja

a.
b.
c.
d.

Bahaya Ruang
Terbatas / Tertutup:
Kekurangan Oksigen
Kelebihan Oksigen
Udara Beracun
Kebanjiran diruang
tertutup.

e. Kebisingan bertambah
keras karena akustik
di dalam ruang
tertutup.

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
L. Bekerja Di Ruang Terbatas / Tertutup
(Confined Space)

Pelaksanaan Pekerjaan Di Ruang Tertutup.


a. Usahakan aliran udara segar ke dalam ruangan tertutup jangan menggunakan
oksigen murni, bisa terbakar.
b. Minta ijin kerja untuk ruangan tertutup
c. Sebelum memasuki ruang tertutup cek kadar oksigen, gas beracun dan gas yang
mudah terbakar.
d. Gunakan APD yang sesuai seperti helm pengaman, sabuk pengaman, sepatu
pengaman, sarung tangan dan masker yang sesuai.
e. Harus ada seseorang yang siaga memonitor dan tetap berhubungan dengan
pekerjaan.
f. Setelah pekerja memasuki ruangan tertutup pengawas masih tetap ditempatnya.
g. Jika menemukan pekerja jatuh di dalam ruang tertutup jangan segera masuk untuk
menolong karena bisa menjadi korban selanjutnya.
h. Laporkan kepada pengawas sebelum penyelamatan dilaksanakan
i. Jika mencoba untuk membantu pekerja yang luka di dalam ruangan tertutup jangan
tergesa-gesa. Pertama anda harus membawanya keluar dari ruang tertutup.

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
M.Bekerja Di daerah Lalu Lintas
Program Pengendalian
Lalu Lintas
a. Ambil perhatian
pengendara untuk
mengikuti arah yang
dituju.

b. Ingatkan pengendara
dengan keadaan di
depan.

c. Kurangi kecepatan
kendaraan.

d. Arahkan pengendara
untuk perlahan-lahan di
sekitar lokasi pekerjaan.

Untuk Mengingatkan
Pengendara

a. Gunakan rambu-rambu
untuk melambatkan
kendaraan.

b. Beri aba-aba dengan


bendera.

c. Pakai rompi dengan


pakaian mencolok serta
reflektif diwaktu malam.

d. Malam hari gunakan


penerangan di lokasi
pekerjaan agar pekerja
terlihat dari jauh

a.

Mengarahkan Lalu Lintas


Di Sekitar Lokasi
Pekerjaan
Gunakan pemisah jalur :
cones (kerucut), drum,
concreate barrier.

b. Setelah lalu lintas

menyempit arahkan ke
jalur lain.

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
N. Pekerjaan Pengelasan
Setiap memulai pekerjaan

pengelasan harus mengajukan


ijin kerja (work permit).

Tukang las harus mempunyai


sertifikat yang sesuai.

Lokasi harus bersih dari


kotoran, potongan-potongan
yang mudah ter-bakar, cecerann
oli dsb.

Sedia APAR yang sesuai.


Tukang las harus mempunyai
APD yang sesuai : helm, sarung
tangan, kaca mata las,
pelindung muka, celemek dan
pelindung kaki.

Jika menggunakan las listrik,


gunakan sarung tangan,
pakaian, sepatu boot, jangan
dalam keadaan basah, kabelkabel harus terisolasi dengan
baik.

Jika menggunakan las


oksigen, tabung harus dalam
keadaan tegak, menggunakan sandaran, tabung
tidak berdekatan dengan
panel listrik, yang
memercikkan listrik dan
bahan yang mudah terbakar.

CARA KERJA YANG AMAN PADA


PEKERJAAN KONSTRUKSI
O. Bekerja Di Atas Air

Bila bekerja ada bahaya jatuh


keair dan tenggelam, mereka
harus memakai pelampung /
baju pengaman dan alat-alat lain
yang sejenis ban pelampung.

Pelampung harus dikenakan jika


melaksanakan perjalanan di atas
air mulai dari masuk ke alat
transport sampai naik kembali
ke darat.

KESEHATAN KERJA PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
A. Kebersihan Dan Kerapihan Di Tempat Kerja
( House Keeping )

Karyawan dan pekerja harus


memelihara tempat kerjanya
masing-masing.

Tempat kerja harus bersih dan rapih.


Tempat kerja yang bersih dan rapih
dapat mencegah dari bahaya :

Tersandung
Terjatuh
Kebakaran
Sebelum membuang potonganpotongan kayu / papan yang tidak
terpakai, paku-paku yang ada harus
dicabut / dibengkokan terlebih
dahulu.

Sebelum membuang potonganpotongan kayu / papan yang


tidak terpakai, paku-paku yang
ada harus dicabut / dibengkokan
terlebih dahulu.

Peralatan dan benda kerja kecil


tidak boleh dibiarkan tergeletak
karena dapat menyebabkan
tersandung / terjatuh.

Daerah lalu lalang harus bersih


dari bahan-bahan maupun
peralatan yang melintang
dijalan.

Tempat yang licin oleh


tumpahan oli agar disiram

KESEHATAN KERJA PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
B. Kesehatan Kerja

Mencegah pekerja dari gangguan


kesehatan yang disebabkan oleh
kondisi tempat kerja.

Barak pekerja dan sekitarnya harus


bersih dari sampah. Sampah dibuang
pada tempat tertutup untuk dibawa
keluar lokasi atau ditimbun / di bakar.

Genangan air agar dikeringkan.


Sediakan WC/kamar mandi yang
cukup jumlahnya yang memenuhi
syarat kesehatan dan dijaga
kebersihannya.

Sediakan tempat cuci tangan, untuk


mencuci tangan setelah bekerja dan
sebelum makan.

Sediakan air minum yang memenuhi


syarat.

Adakan pemeriksaan kesehatan


secara berkala.

Laksanakan pengasapan (fogging)


untuk mengusir nyamuk penyebab
malaria dan demam berdarah.

Gunakan APD sesuai dengan jenis


pekerjaan.

KEADAAN DARURAT PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
A. Pencegahan Terhadap Bahaya Kebakaran
Kebakaran dapat terjadi

karena adanya 3 (tiga) unsur


yaitu :

1. Benda / bahan bakar.


2. Sumber panas.
3. Oksigen.

Kebakaran dapat di klasifikasikan


menjadi 4 (empat) yaitu :

1. Klas A : Api berasal dari


kebakaran benda padat kecuali
logam, bila terbakar
meninggalkan arang / abu.

2. Klas B : Api berasal dari benda


cair dan gas yang mudah
terbakar.

3. Klas C : Kebakaran yang


diakibatkan oleh listrik.

4. Klas D : Kebakaran yang


diakibatkan oleh bahan logam ;
magnesium, titanium.

KEADAAN DARURAT PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
A. Pencegahan Terhadap Bahaya Kebakaran
Disetiap gedung yang sedang

Jenis alat pemadam kebakaran ringan (APAR),

berdasarkan komposisi zat yang digunakan untuk


memadamkan terbagi atas :

1. Pemadam api tepung kimia kering (Dry Chemical


Powder)

2. Tepung kimia regular untuk memadamkan api


dari kelas B dan kelas C

3. Tepung kimia serba guna (multipurpose) dapat


memadamkan api dari kelas A, B dan C.

4. Tepung kimia kering, khusus memadamkan api


kelas D (logam).

5. Pemadam api air.


6. Hanya dapat memadamkan api kelas A.
7. Pemadam api busa

dibangun dimana terdapat


barang-barang dan alat-alat
yang mudah terbakar.
APAR harus diletakkan
ditempat yang mudah
1. APAR
dilihat dan dicapai.
APAR harus diperiksa
2. Saluran air yang
cukup dengan
dalam jangka waktu
tekanan besar.
tertentu yang dijaga agar
tidak terjadi kerusakan
APAR harus tersedia
teknis.
pada :
Bahan-bahan yang mudah
a. Bangunan dimana
terbakar seperti serbuk
terdapat barang
gergaji, potongan kayu
yang mudah
yang tidak terpakai tidak
terbakar.
boleh terkumpul ditempat
b. Ditempat pekerjaan
kerja.
Ditempat kerja dimana
tenaga kerja
dipekerjakan harus
tersedia :

KEADAAN DARURAT PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
A. Pencegahan Terhadap Bahaya Kebakaran
Ditempat kerja dimana tenaga kerja
dipekerjakan harus tersedia :

1. APAR
2. Saluran air yang cukup dengan tekanan
besar.

APAR harus tersedia pada :


a. Bangunan dimana terdapat barang
yang mudah terbakar.

b. Ditempat pekerjaan pengelasan.


c. Disetiap gedung yang sedang dibangun
dimana terdapat barang-barang dan
alat-alat yang mudah terbakar.

APAR harus diletakkan ditempat yang


mudah dilihat dan dicapai.

APAR harus diperiksa dalam jangka waktu


tertentu yang dijaga agar tidak terjadi
kerusakan teknis.

Bahan-bahan yang mudah terbakar seperti


serbuk gergaji, potongan kayu yang tidak
terpakai tidak boleh terkumpul ditempat
kerja.

Dilarang merokok, menyalakan api dekat


bahan yang mudah terbakar.

KEADAAN DARURAT PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
B. Tanggap Darurat
Membuat skenario tanggap

Menyediakan

darurat yang mungkin terjadi

Kebakaran
Gempa bumi
Banjir
Huru hara
Ancaman boom

Menetapkan tim tanggap darurat

perlengkapan untuk
keadaan darurat

Mengadakan pelatihan
terhadap petugas tim
tanggap darurat bekerja
sama dengan pihak luar
untuk : pemadam
kebakaran dan P3K.

APAR
Kotak P3K beserta
isinya.

Tandu
Jalur evakuasi, peta

Mengadakan simulasi

evakuasi dan tempat


dan uraian tugasnya, antara lain
berkumpul.
petugas pemadam kebakaran dan

P3K. Megaphone, HT
Ambulance /
kendaraan pengangkut

keadaan darurat yang


diikuti tim tanggap
darurat beserta seluruh
pekerja proyek.
Mengadakan evaluasi
hasil simulasi untuk
perbaikan pada skenario
keadaan darurat yang ada.

KEADAAN DARURAT PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
C. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Prinsip-prinsip pertolongan pertama a) Pendarahan
pada kecelakaan

Mencegah kehilangan darah dalam


jumlah yang besar.

Mempertahankan pernapasan dan


detak jantung.

Mencegah korban agar tidak


mengalami cedera tambahan.

Mencegah hilangnya kesadaran /


pingsan.

Membawa korban ke dokter, ruang


darurat ataupun rumah sakit.

Balutkan perban, kain bersih disekitar luka. Tekan


secara kuat bila perlu dengan kedua tangan.

Ikatkan kain / perban dengan kencang, baringkan


korban.

Angkat bagian yang luka hingga lebih tinggi dari


anggota badan yang lain, kecuali jika terjadi patah
tulang.

Hangatkan badan pasien dengan selimut atau jaket


hingga datangnya paramedis.

Beri alas dimana korban tergeletak.


Jangan beri minuman terutama alkohol jika korban
tidak sadarkan diri atau jika ada kemungkinan korban
menderita luka dalam.

KEADAAN DARURAT PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
C. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
b) Patah tulang terbuka dan tertutup
) Bagian dimana tulang patah diusahakan agar jangan banyak bergerak.
) Balutlah pada bagian yang memar/luka meskipun belum tentu tulang nya patah.
) Gunakan satu papan spalk untuk tangan dan dua atau tiga papan untuk kaki dan ikatlah
pada pita kain ataupun tali yang lunak.

) Ikatlah beberapa tempat pada bagian tubuh yang patah sehingga sendi yang berhubungan
tidak dapat bergerak.

) Apabila papan spalk khusus patah tulang tidak ada, lengan yang patah untuk sementara
ditempel / digantung didada.

) Khusus bagi tulang belakang / punggung yang patah penderita digeser dengan hati-hati
pada meja datar yang kuat, jangan sekali-kali mengangkat badan penderita.

) Segera panggil Ambulan dan bawa kerumah sakit untuk pertolongan lanjutan.

KEADAAN DARURAT PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
C. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
c) Pernapasan yang terhenti
Pindahkan korban keruangan terbuka.
Lakukan pernapasan buatan, pastikan bahwa petugas telah cukup mendapat
pelatihan untuk hal ini.

Padamkan sumber gas atau asap.


Jauhkan pekerja lain dari area kecelakaan.
Yang perlu diingat ; jangan memasuki area kecelakaan yang penuh gas atau
asap tanpa alat bantuan pernapasan dan jangan lakukan seorang diri.

KEADAAN DARURAT PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
C. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
d) Tersengat
listrik

Pisahkan korban
dengan jaringan
listrik, matikan
saklar listrik atau
pisahkan korban
dengan batang
kayu.

Jika korban
pingsan beri napas
buatan.

e) Serangan jantung
f) Luka Bakar
Segera bawa korban kerumah sakit Basahkan pakaian korban untuk
dengan ambulans dan jangan
gunakan kendaraan pribadi apabila
kendaraan tidak memungkinkan.

Tetap tenang yakinkan korban.


Kendorkan baju, celana dan ikat
pinggang yang dikenakan korban.

Letakkan korban dalam posisi yang


paling menguntungkan yaitu antara
duduk dan terbaring.

Jangan biarkan korban kedinginan.

mengurangi luka bakar tetapi


jangan berlebihan.

Tutup anggota tubuh yang terbakar


dengan kain bersih, basahi kain
untuk mengurangi panas, tapi
jangan berlebihan.

Baringkan pasien, atur sehingga


kepala lebih rendah dari tubuh jika
mungkin tinggikan kaki.

Jika korban sadar beri minum.


Segera bawa korban ke rumah
sakit untuk pertolongan lanjutan.

KEADAAN DARURAT PADA PEKERJAAN


KONSTRUKSI
C. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
g) Iritasi bahan kimia
Segera basuh kulit yang terkena bahan
kimia dengan air sebanyak-banyaknya,
ganti pakaian yang dikenakan korban.

h) Mata
Cuci mata dengan air bersih dan kedip-kedipkan
mata.

i) Gigitan ular / hewan berbisa


Tutup bagian yang terkena bahan kimia Jangan panik.
denngan kain bersih.
Baringkan korban jika mungkin.
Jika kondisi korban cukup parah baringkan
Segera bawa korban ke rumah sakit/poliklinik
korban atur sehingga kepala lebih rendah
dari tubuh jika mungkin tinggikan kaki.

Jika korban sadar berikan minum.


Segera bawa kerumah sakit untuk
pertolongan lanjutan.

terdekat. Beri informasi yang jelas mengenai hewan


yang menggigit / menyengat jika mungkin bawa
bangkainya.

j) Keracunan
) Segera cari pertolongan dokter dan beri informasi
yang jelas mengenai racun yang tertelan.

Thank You