Anda di halaman 1dari 8

AUDITING TEKNOLOGI INFORMASI

1. Auditing Teknologi Informasi


Auditing sistem informasi adalah suatu sistem yang digunakan untuk menjelaskan
perbedaan dua jenis aktivitas yang terkait dengan komputer. Salah satunya adalah untuk
menjelaskan proses atau mengkaji ulang dan mengevaluasi pengedalian internal dalam sebuah
sistem pemrosesan data elektronik.
1.1.

Struktur Audit Laporan Keuangan


Auditor laporan Keuangan pada umumnya dibagi menjadi 2 yaitu auditor internal dan

auditor eksternal. Tujuan utama dan tanggung jawab auditor internal melayani manajemen
sebuah perusahaan, auditor eksternal melayani pemegang saham sebuah perusahaan,
pemerintah, dan public umum. Auditor internal umumnya melakukan audit yang dikaji ulang
dan diperiksa oleh auditor eksternal ketika mereka mengaudit laporan keuangan suatu
perusahaan. Sedangkan auditor eksternal adalah menguji kelayakan dan kebenaran laporan
keuangan sebuah perusahaan.

Sistem
Akuntan
si

Transaks
i

Laporan
Keuanga
n
Kas
Bank

Pengujian Kelayakan
Audit Interim

Piutang
Pelanggan
(Konfirmasi
Neraca)

Pengujian Substantif
Audit Laporan Keuangan

1.2.

Auditing Sekitar Komputer


Secara umum, sebuah system akuntansi terdiri dari input, pemrosesan, dan output.
Dalam pendekatan sekitar computer, porsi pemrosesan diabaikan. Sebaliknya, dokumendokumen sumber dapat dibandingkan dengan outputnya.

Dengan adanya kemajuan dalam teknologi informasi, pendekatan sekitar computer


tidak lagi digunakan secara luas. Pendekatan tersebut secara implisit mengasumsikan
bahwa tidak ada komputer.
1.3.

Auditor melalui komputer.


Auditor melalui komputer adalah proses verifikasi atas pengendalian dalam sebuah
sistem terkomputerisasi. Pengendaliannya didasarkan pada sesuatu yang relevan bagi
sistem informasi itu sendiri, sebagaimana juga pada aspek pengembangan sistem TI.
Tujuan auditor eksternal biasanya diarahkan langsung pada penilaian laporan keuangan.
Untuk auditor eksternal, standart-standart tersebut diatur secara khusus dalam AICPA
Statement of Auditing Standart. Sedangkan auditor internal dikeluarkan oleh Institute of
Auditor Internal.
Pengendali
an Aplikasi

Pengendali
an Internal

Program dan
Sistem
Aplikasi
Komputer

Pengembang
an Sistem
Aplikasi
Pengendali
an Umum

Pusat
Layanan
Komputer

Kerangka Kerja Pengendalian dalam Ligkungan


TI

1.4.

Auditor dengan komputer.


Auditing dengan komputer adalah proses pengujian substantive terhadap rekeningrekening neraca yang mana dalam proses tersebut penggunaan TI untuk melakukan kerja
audit yang biasanya dikerjakan secara manual. Penggunaan TI oleh auditor dalam
mengaudit laporan keuangan suatu perusahaan pada saat ini penting karena hampir semua
data yang akan dievaluasi oleh auditor adalah dalam bentuk elektronik.
Adapun manfaat penggunaan teknologi sistem informasi dalam audit adalah sebagai
berikut :
2

1. Kertas kerja yang dihasilhan oleh computer umumnya lebih dapat dibaca dan
konsisten.
2. Dapat menghemat waktu dengan mengurangi penelusuran, pengecekan data silang,
dan perhitungan rutin lainnya.
3. Perhitungan, perbandingan, dan manipulasi data lainnya dilakukan dengan akurat dan
tepat.
4. Penghitungan kajian analisis dapat dilakukan dengan lebih efisien
5. Informasi proyek seperti anggaran waktu dan pemantauan waktu aktual terhadap
jumlah anggaran dapat dihasilkan dengan lebih mudah.
6. Korespondensi audit standar seperti kuesioner dan daftar nama, surat-surat proposal
dan bentuk laporan dapat disimpan dan dimodifikasi dengan mudah
7. Moral produktivitas dapat ditingkatkan dengan mengurangi waktu yang digunakan
untuk tugas-tugas yang bersifat klerikal
8. Peningkatan efektivitas biaya dapat dicapai dengan menggunakan kembali dan
memperluas aplikasi audit elektronik yang ada saaat ini.
9. Mampu meningkatkan independensi personel sistem informasi.
2. Teknologi Auditing Sistem Informasi :
Teknik
Test Data

Deskripsi
contoh
Data pengujian adalah input Transaksi pembayaran gaji
yang berisi data valid dan dengan nomor identifikasi
tidak valid

karyawan yang valid dan

tidak valid
Integrated Test Facility (ITF) ITF menggunakan baik data Transaksi pembayaran gaji
pengujian

maupun untuk

penciptaan

record

karyawan

fiktif

fiktif diproses bersamaan dengan

(vendor, karyawan) pada file transaksi pembayaran gaji


Parallel Simulation

master sebuah system


yang valid
Pemrosesan data riil melalui Penghitungan
program

audit.

Output diverifikasi

disimulasikan

dan memproses

dibandingkan dengan output bersama


Audit Software

regular
Program
digunakan
auditing

dengan
file

master

sebuah

program

audit
yang Seorang

auditor

computer menggunakan

sebuah

computer

memungkinkan

depresiasi

sebagai

alat program untuk mengekstrak


record data dari sebuah file
master
3

Generalized Audit Software GAS adalah perangkat lunak Seorang


(GAS)

auditor

audit yang secara khusus menggunakan GAS untuk


didesain

untuk mencari file computer untuk

memungkinkan

auditor item yang tidak biasa

melakukan

fungsi

pemrosesan data audit yang


terkait
Perangkat

PC Software

lunak

yang Sebuah paket spreassheet PC

memungkinkan

auditor digunakan untuk menyimpan

menggunakan
untuk
Embedded Audit Routine

sebuah

melakukan

PC kertas kerja audit dan jadwal

tugas- audit

tugas audit
Rutinitas auditing

khusus Item data yang dikecualikan

dimasukkan dalam program auditor dalam uji edit khusus


computer reguler sehingga dimasukkan dalam sebuah
data

transaksi

dijadikan
Extended Records

subjek

dapat program yang ditulis untuk


analisis sebuah file audit khusus

audit.
Modifikasi program untuk Sebuah program pembayaran
mengumpulkan

dan gaji

dimodifikasi

menyimpan data-data audit mengumpulkan


yang diinginkan

yang

untuk
data-data

terkait

dengan

pembayaran lembur
Modifikasi program untuk Sebuah program pembayaran

Snapshot

mendapatkan

output

audit yang diinginkan

data gaji

dimodifikasi

mengumpulkan
yang

Tracing

data-data

terkait

dengan

pembayaran lembur
menyediakan Sebuah program pembayaran

Tracing
sebuah

untuk

audit

terperinci gaji

ditelusur

untuk

terhadap instruksiinstruksi menentukan apakah uji edit


yang
Review

od

Documentation

dilakukan

operasi program
Sistem Perluasan
dokumentasi

selama tertentu

dilakukan

dalam

urutan yang benar


sistem Seorang auditor pemrosesan
seperti logika

sebuah

program
4

flowchart

program

yang pembayaran gaji

dikaji ulang untuk tujuan


Control Flowcharting

audit
Flowchart
teknik

analitik

grafis

untuk

atau Seorang auditor menyiapkan

digunakan sebuah

flowchart

analitik

mengkaji

ulang

menjelaskan untuk

pengendalian pada sebuah pengendalian


system
Perangkat

Mapping

lunak

pada sistem

aplikasi pembayaran gaji


khusus Eksekusi sebuah program

digunakan untuk memonitor dengan data pengujian input


eksekusi sebuah program

dipetakan

untuk

mengindikasikan

seberapa

jauh

menguji

input

pernyataan-pernyataan
program individual

3. Berbagai Jenis Audit Sistem Informasi


3.1.
Pendekatan Umum pada Audit Sistem Informasi
Dalam Audit Sistem Informasi ada 3 tahap diantaranya :
1. Tahap pertama terdiri keputusan-keputusan yang berkaitan dengan wilayahwilayah tertentu yang akan diinvestigasi, penggunaan tenaga kerja audit, teknologi
audit yang akan digunakan, dan pengembangan anggaran waktu dan atau biaya
audit itu sendiri.
2. Tahap kedua dalam audit sistem informasi adalah kaji ulang dan evaluasi
terperinci. Dalam tahap audit ini, upaya diarahkan pada penemuan fakta dalam
bidang atau wilayah yang dipilih untuk diaudit.
3. Tahap ketiga dalam audit adalah pengujian. Tahap pengujian sebuah audit
menghasilkan bukti kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Uji
kepatuhan dilakukan untuk menyediakan jaminan kepastian bahwa ada
penendaliaan internal ia dilakukan sesuai yang telah dituliskan dalam dokumentasi
sistem.
3.2.

Audit Aplikasi Sistem Informasi


Pengendalian aplikasi dibagi menjadi tiga wilayah umum: input, pemprosesan, dan
output. Audit aplikasi biasanya meliputi pengkajian ulang pengendalian yang ada
5

disetiap wilayah tersebut. Tehnologi khusus yang digunakan akan tergantung pada
kecerdasan dan sumberdaya yang dimiliki auditor. Data pengujian, ITF, atau
simulasi parallel dapat digunakan untuk pengendalian uji pemprosesan. Transaksitransaksi yang dipilih untuk audit dapat dihasilkan melalui modul audit embedded
atau program audit terpisah. GAS dapat pula digunakan untk mengkaji ulang filefile transaksi dan atau output.
3.3.

Audit Pengembangan Sistem Informasi


Tiga wilayah umum yang menjadi perhatian audit dalam proses
pengembangan sistem adalah standart pengembangan sistem, manajemen proyek,
dan pengawasan perubahan program. Teknik audit yang sering digunakan untuk
masing-masing area tersebut adalah kaji ulang dan pengujian dokumentasidokumentasi terkait.
Standart pengembangan sistem adalah dokumentasi yang berkaitan dengan
desain, pengembangan, dan implementasi sistem aplikasi. Eksistensi standart
pengembangan sistem merupakan pengendalian umum yang utama dalam sistem
yang terkomputerisasi.

3.4.

Audit Pusat Layanan Komputer


Pengendalian yang mengatur operasi pusat layanan komputer melengkapi
pengendalian aplikasi yang dikembangkan dalam sistem aplikasi tetentu.
Pengendalian umum yang mengatur operasi komputer juga membantu memastikan
ketersediaan yang berkesinambungan atas sumber daya pusat layanan komputer.
Sistem mainframe yang berkaitan dengan pusat layanan komputer besar biasanya
memiliki persyaratan suhu dan kelembapan khusus yang mengatur AC. Bidang
lainnya yang terkait erat dengan pengendalian lingkungan adalah keamanan secara
fisik pusat itu sendiri.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan karenanya pengendalian
juga

diperlukan

untuk

area

tersebut.

Pengendalian

diperlukan

untuk

mempertahankan kestabilan sumber daya dan juga untuk menyediakan sebuah


alternative sumber daya jika terjadi kegagalan. Pengendalian manajemen atas
operasi pusat layanan komputer juga bidang yang memerlukan perhatian. Area ini
meliputi tehnik-tehnik yang digunakan untuk menganggarkan faktor-faktor beban
perlengkapan, statistik penggunaan proyek, anggaran dan bentuk perencanaan staf,
dan rencana akuisisi perlengkapan. Sistem pekerjaan akuntansi adalah bentuk
pengawasan umum lainnya atas operasi.
6

DAFTAR PUSTAKA
1. George H. Bodnar, William S. Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
2. https://wisudarini.wordpress.com/2011/11/02/audit-teknologi-informasi/
3. http://www.slideshare.net/ahmadbijan/bab-13-5313303
4. http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/06/15/audit-sistem-informasi-akuntansiteknologi-sistem-informasi-2/