Anda di halaman 1dari 14

LAMPIRAN 10 :

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN


TRANSMISI 500 kV PLTA UPPER CISOKAN

September2010

1. Pendahuluan
EMP mencakup semua aktivitas berkaitan dengan pre-konstruksi, konstruksi dan operasional
Transmisi 500 kV, yang akan mengalirkan listrik dari dan ke PLTA Upper Cisokan (Cisokan Hulu)
ke Sistem interkoneksi Jawa-Bali.
1.1 GAMBARAN UMUM PROYEK TRANSMISI 500 KV

Transmisi 500kV akan menghubungkan pembangkit PLTA Cisokan Hulu dengan sistem
kelistrikan Jawa-Bali. Dua jalur akan dibangun yaitu: Transmisi Saguling Cibinong di Utara
(15,5km dan 15,9km). Panjang total transmisi baru 31,4km, dan koridor selebar 34m. Luas
Tapak Tower/Menara yang dibebaskan seluas 3.93ha, sedangkan koridor jalur untuk ruang
bebas ini akan melingkupi area sekitar 102.83ha.
Lokasi sambungan ke transmisi yang ada telah dipilih mengikuti permodelan detil terhadap
sistem transmisi Jawa Bali, untuk memperoleh efisiensi yang maksimal PLTA Cisokan Hulu dan
hambatan dan menghindari hal yang tidak perlu lainnya. Lokasi proyek jalur transmisi di
tunjukkan dalam EMP peta lampiran 2.
1.2

KERANGKA EMP

EMP ini sesuai dengan EMP PLTA Cisokan Hulu, sebagaimana ditunjukkan dalam diagram
(Gambar 1).

September2010

Gambar 1 Kerangka EMP Tahap Konstruksi

EMP(EnvironmentalManagementPlan)
RencanaPengelolaanLingkungan
PLTAUpperCisokan(UnitLingkunganPLNPHJ)
RencanaImplementasi

JaminanKualitas

KomunikasidanPelaporan

SupervisiKonstruksi

PeningkatanKapasitas
danPelatihan

PemantauanLingkungan

RencanaPemantauan,
ReviewdanRevisi

KonstruksiUtama
Manajemen
Konstruksidan
BarakPekerja
(SCMP)
Pembersihan
Lahan
Reservoir

Pengelolaan
LaluLintas

Hidrologi,kualitasair,
habitatsungai

Sosialdan
Komunitas
Hubungan
Sosial(jalan)
Pengelolaan
peninggalan
budayafisik
Proses
penanganan
pengaduan

Keaneka
ragamanHayati

PrasaranadanSarana

Pemantauan
dansurvey
faunahutan
danikan

JalanHantar

Pengembangan
Sabukhijau

JalurTransmisi
*(termasuk
operasi)

Quarry

Hubungan
Masyarakat

Kunci :
DokumenEMPUtama

ProsesSupervisi,PemantauandanJaminanKualitasEMP

SubRencanaEMP

September2010

Semua prosedur EMP PLTA Cisokan yang relevan dengan kegiatan akan diikuti. Rencana
pengelolaan lainnya berkaitan dengan EMP PLTA Cisokan relevan dengan bagian proyek ini,
dan harus diikuti adalah sebagai berikut:
1.

Rencana Pengelolaan Benda Budaya.


a. Perlindungan sumberdaya selama konstruksi
b.

2.

Prosedur penanganan bila ada penemuan

Rencana pengelolaan basecamp/barak pekerja.


a. Pengelolaan pekerja, basecamp/barak pekerja, dampak yang berkaitan dengan
kegiatan pembangunan.

Selain itu juga mengikuti LARAP jalur transmisi yang berisi prosedur untuk pengelolaan
pemukiman kembali, ganti rugi, dan isu sosial lainnya yang berkaitan dengan proses
pembangunan.

Rencana ini meliputi hal sebagai berikut:


1. Kebijakan umum PLN berkaitan dengan Pembangunan jalur transmisi.
2. Peran dan tanggungjawab PLN, kontraktor, dan instansi pemerintah.
3. Dampak dan prosedur pengelolaan.
4. Prosedur pemantauan lingkungan dan sosial.
5. Kapasitas
6. Pembiayaan

1.3

Versi Dokumen

Perencanaan adalah dokumen yang dinamis, yang dapat dirubah atau dimodifikasi sesuai dengan
perkembangan proyek atau perubahan di lapangan. Prosedur review untuk perubahan atau
penyesuaian lain didokumentasikan dalam Laporan dan bab prosedur review.
EMP merupakan dokumen pengendalian, urutan perubahan harus didokumentasikan dalam bagian
ini, disertai penjelasan singkat mengenai perubahan yang terjadi.
Dokumen ini Versi ke 1
EMP ini merupakan perbaikan dokumen EMP sebelumnya yang berkaitan dengan jalur transmisi
500kV PLTA Upper Cisokan.

2.

Gambaran Umum Bagian Penting Kebijakan Umum Berkaitan Dengan


Pembangunan Jalur Transmisi.

Kebijakan ganti rugi dan rehabilitasi mengikuti peraturan Nasional mengenai pengadaan tanah,
bertujuan untuk memastikan masyarakat yang lahannya dibebaskan untuk pembangunan
nasional, yang harus di ganti rugi dengan nilai ganti rugi untuk lahan dan asset sesuai dengan

September2010

nilai lahan/asset yang harus diganti; contoh, harga yang sesuai sehingga pemilik dapat
menerima penggantian yang sama atau lebih baik dari yang dibebaskan.
Sejauh mungkin, PLN mencari semua kemungkinan untuk menghindari pembebasan lahan dan
pemindahan melalui alternatif teknis. Bila dampak tidak dapat dihindari, PLN akan mendata
secara tepat semua warga yang terkena dampak, kondisi mereka membaik atau sedikitnya tidak
menjadi lebih buruk dari keadaan sebelum adanya proyek. Ganti rugi terhadap semua asset
yang dibebaskan oleh PLN akan dilakukan sesuai dengan LARAP. PLN juga akan meningkatkan
pengetahuan masyarakat tentang proses pengadaan lahan melalui sosialisasi kepada
masyarakat, program kepedulian masyarakat, bantuan kemasyarakatan, dan mengembangkan
prosedur penanganan pengaduan, serta melakukan pemantauan untuk membantu mengatasi
berbagai masalah yang dihadapi masyarakat yang terkena dampak proyek PLN.
Kebijakan ini akan diikuti oleh PLN dan didukung oleh instansi pemerintah yang terkait dengan
jalur transmisi.
Kebijakan ini mencakup penduduk yang terkena dampak oleh proyek transmisi, tanpa
memandang status kepemilikan.
1.4

Definisi

Proyek juga mencakup semua dampak yang berkaitan dengan kegiatan PLN, seperti
keperluan untuk jalan masuk. Keluarga yang kehilangan semua aset produktif mereka (lahan
pertanian, rumah atau usaha), atau bila tersisa asset yang tidak ekonomis, akan berhak
mendapatkan ganti rugi termasuk lahan atau aset mereka yang tersisa yang tidak ekonomis
sesuai dengan nilai penggantian dan mendapatkan bantuan yang dapat meningkatkan taraf
hidup mereka atau minimal tidak menurunkan standar hidup mereka. Semua keluarga yang
terkena dampak proyek dan didata oleh panitia pengadaan tanah berhak mendapatkan ganti
rugi.
Ruang Bebas adalah ruang di sekitar konduktor dengan jarak minimum ke objek dimana tidak
ada penduduk atau bangunan fisik diijinkan. Daerah dimana PLN secara temporer tetapi tidak
dibebaskan secara tetap (permanent) disebut daerah yang digunakan sementara. Tanah atau
asset lainnya yang dibebaskan untuk daerah bebas atau sementara akan mendapatkan nilai
ganti rugi.
1.5

Menghindari atau Meminimalkan Dampak

Proyek akan mencari cara untuk meminimalkan dampak fisik bila memungkinkan dengan cara
sedikit menggeser jalur transmisi. Perhatian khusus akan diberikan untuk menghindari sejauh

September2010

mungkin daerah padat penduduk, sekolah, dan fasilitas publik lainnya, daerah perbelanjaan, dan
daerah pemukiman. Bila tidak ada opsi lain, proyek harus meninggikan tower untuk
mendapatkan areal bebas, sehingga transmisi akan terletak di atas bangunan dengan jarak
sesuai dengan yang diijinkan.

3.

Peraturan Perundang-undangan dan Kebijakan yang Relevan

Peraturan dan Hukum


1. Undang-Undang Republik Indonesia No.5 Tahun 1960, Tentang Pokok-Pokok
Agraria
2. Undang-Undang Republik Indonesia No.5 Tahun 1990, Tentang Perlindungan
Sumberdaya Alam.
3. Undang-Undang Republik Indonesia No.4 Tahun 1992, tentang Perumahan dan
Pemukiman
4. Undang-Undang Republik Indonesia No.26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang
5. Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 1992, tentang Kesehatan
6. Undang-Undang Republik Indonesia No.32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan
7. Undang-Undang Republik Indonesia No.30 Tahun 2009, tentang Kelistrikan
8. Undang-Undang Republik Indonesia No.22 Tahun 1999, jo Undang-Undang No.32
tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah.
Peraturan Pemerintah
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.27 Tahun 1999, tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.41 Tahun 1999, tentang Peraturan
Kehutanan
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.25 Tahun 2000, tentang Kewenangan
Pemerintah Daerah Otonomi Provinsi
Peraturan Presiden
A. Peraturan Presiden Republik Indonesia No.36 Tahun 2005, tentang Pengadaan
Tanah Untuk Kepentingan Umum.
B. Peraturan Presiden Republik Indonesia No.65 Tahun 2006, tentang Pengadaan
Tanah Untuk Kepentingan Umum

September2010

Keputusan Menteri
1. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No.103.K/MPE/1994 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Pemantauan Lingkungan (RPL)
dalam sektor Pertambangan dan Energi
2. Keputusan Menteri Lingkungan No.48 Tahun 1996 tentang Tingkat Kebisingan
3. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No.975.K/47/MPE/99 tentang
Peraturan

Pengganti

Keputusan

Menteri

Pertambangan

dan

Energi

No.01.P/47/MPE/92 tentang Ruang Bebas Untuk Transmisi Tegangan Tinggi dan


Transmisi Tegangan Extra Tinggi.
4. Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral No.1457 K/28/MEM/2000
tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Lingkungan Dalam Sektor Pertambangan dan
Energi.
Keputusan Kepala BAPEDAL
1. Keputusan Kepala BAPEDAL No.056 Tahun 1994 tentang Pedoman Penetapan
Dampak Penting.
2. Keputusan Kepala BAPEDAL No.299 BAPEDAL/11/1996 tentang Petunjuk Teknis
Aspek Sosial dalam Kajian Analisis Dampak Lingkungan.
3. Keputusan Kepala BAPEDAL No.Kep-124/12/1997 tentang Pedoman Aspek
Kesehatan Masyarakat dalam Kajian Analisis Dampak Lingkungan.
4. Keputusan Kepala BAPEDAL No.08 Tahun 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat
dalam Kajian Analisis Dampak Lingkungan.
Peraturan Menteri
1. Peraturan Menteri Lingkungan No.08 Tahun 2006 tentang Pedoman Analisis
Dampak Lingkungan
Surat Edaran
1. Surat Edaran Menteri Lingkungan No.31/SE/MENKLH/6/1987 tentang Prosedur
Penanganan Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan.
Peraturan Daerah
1. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung No.12 Tahun 2001 tentang Perubahan
Peraturan Daerah No.1 Tahun 2001 tentang RT/RW
2. Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur No.1 Tahun 1997 tentang Rencana Tata
Ruang Kabupaten Cianjur.

September2010

4. Peran dan Tanggungjawab


PLN bertanggungjawab atas pengelolaan dan pelaksanaan EMP Transmisi pada seluruh
tahapan proyek, walaupun tanggungjawab pembangunan diwakilkan kepada Konsultan
Supervisi, sebagai wakil PLN. Dalam operasional, PLN atau yang mewakilinya akan
bertanggungjawab terhadap pengelolaan dan pelaksanaan EMP.
Tabel 1. Ringkasan Peran dan Tanggungjawab
Institusi
PLN PHJ (Unit
Lingkungan Hidup)

Tanggungjawab

Pelaksanaan, Pemantauan dan mematuhi EMP termasuk kinerja


kontraktor, subkontraktor, staff dan Konsultan Supervisi.
Review kinerja EMP dan membuat perubahan yang diperlukan
untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan di lokasi kegiatan.

Kesesuaian aktivitas
pengesahannya.

Komunikasi dan pelaporan insiden, pemantauan dan informasi


lainnya ke PLN dan ke instansi Pemerintah sesuai dengan
Kebutuhan.

PLN atau Anak


Perusahaannya

Implementasi Rencana Pengelolaan Lingkungan operasional.

Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan selama operasional


Komunikasi dan pelaporan insiden, pemantauan dan informasi
lainnya ke PLN dan ke instansi pemerintah sesuai dengan
kebutuhan.

Konsultan Supervisi

Supervisi konstruksi dan pelaksanaan Rencana Pengelolaan


Barak/Basecamp Pekerja oleh Kontraktor.

Bekerja sesuai dengan EMP


Mengkomunikasikan dan melaporkan insiden, pemantauan dan
informasi lainnya ke PLN sesuai kebutuhan.
Membuat rekomendasi ke PLN hal yang sesuai untuk peningkatan
Pengelolaan lingkungan di lokasi kegiatan.

Kontraktor

proyek

dengan

EIA/AMDAL

dan

Menyiapkan dan melaksanakan rencana pengelolaan konstruksi


dan barak/basecamp pekerja, konsisten dengan dokumen ini.
Memelihara dan menjaga semua dokumen administrasi dan data
lingkungan sesuai dengan EMP dan melaporkan data tersebut
kepada Konsultan Supervisi

Semua Staf dan


Subkontraktor

Direktorat Jenderal Listrik


dan Pengembangan
Energi (Pengawas
Kelistrikan)

Supervisi tentang Pengelolaan lingkungan dan Pemantauan


Mereview laporan lingkungan dan Pemantauan dari PLN

Camat Bojongpicung dan


Camat Rongga

Supervisi tentang sosialisasi dan prioritas penerimaan tenaga


kerja lokal

September2010

Bekerja sesuai dengan EMP dan sub-rencana


Membuat rekomendasi ke kontraktor, Konsultan Supervisi
dan/atau PLN yang mungkin diperlukan untuk meningkatkan
pengelolaan lingkungan di lokasi kegiatan.

Institusi

Tanggungjawab

Kantor Dinas Lingkungan


Hidup Kabupaten Cianjur

Review laporan lingkungan dan pemantauan dari PLN

Supervisi EMP dan Pemantauannya

BPLHD Provinsi Jawa


Barat.

Mereview laporan lingkungan dan Pemantauan dari PLN

Kantor Lingkungan Hidup


Kabupaten Bandung
Barat

Mereview Laporan Lingkungan dan Pemantauan dari PLN

Supervisi EMP dan Pemantauannya

BPN Kabupaten Bandung


Barat

Supervisi dan pengelolaan lingkungan

Supervisi LARAP sepanjang jalur Transmisi

BPN Kabupaten Cianjur

Supervisi dan pengelolaan lingkungan

Supervisi LARAP sepanjang jalur Transmisi

Perhutani

Supervisi LARAP sepanjang jalur Transmisi

Dinas Tenaga Kerja


Kabupaten Bandung
Barat dan Kabupaten
Cianjur

Supervisi tenaga kerja lokal

5. Masyarakat Lokal
Tabel 2 Berisi daftar desa Terkena proyek dan Komponen Kegiatan Proyek
Tabel 2 Desa-Desa Di Jalur Transmisi
Kabupaten

Kecamatan

Desa

Total:2
BandungBarat

Total:3
Rongga

Total:11
Sukaresmi

Jalur Transmisi

Utara1
Utara2

Cianjur

Bogongpicung

Cibarengkok

Utara1
Utara2

Haurwangi

Utara2

Hegarmanah
Jatisari
Kemang

Utara1
Utara1
Utara2

Mekawangi

Utara2

Neglasari
Ramasari
Sukajaya

Utara1
Utara1
Utara1

Sukarama

Utara1
Utara2

Sukaratu

Utara1
Utara2

September2010

Tabel 3 Dampak Penting dan Prosedur Pengelolaan

NO
I

SIGNIFIKANSIDAMPAK
TAHAPPRAKONSTRUKSI

1 Kegelisahandankeresahansosial
terhadapmasyarakatlokalselama
desain

MAKSUD/TUJUAN

PROSEDUR

Meminimalkankegelisahandan
Melaksanakansosialisasitetapdengan
keresahansosialkeluargayangtanah,
masyarakatsekitar.
rumahataubangunannyadijalur
Mendiskusikanmasalah,dampakdanresikodari
transmisi
konstruksidanoperasional
Mengembangkanpengetahuandan
Mencaritimbalbalikdaridesainfinal
partisipasidalamproyek
Dapatmembentukbagiandariproseskonsultasi

LARAP.
Untukmeminimalkankegelisahandan Sosialisasiumumkemasyarakatyanglebihluas.
keresahansosialmasyarakatyanglebih Mendiskusikanmasalah,dampakdanresikodari
luas
konstruksidanoperasional
Mengembangkanpengetahuanumum Dapatmenjadibagiandariproseskonsultasi
mengenaiproyek
LARAP.

2 Kegelisahanataukekhawatiran
pemiliklahan/penghunibangunan
karenapembebasanlahan
II TAHAPKONSTRUKSI
1 Kesempatanbekerjauntuk
masyarakatsekitar

Meminimalkankeresahandan
kekhawatiranpemilik/pengguna
lahan/bangunan

Memaksimalkankesempatanpekerja
sekitar,berdasarkanposisidan
keahlianlokalyangtersedia

MengikutiProsesLARAP

Memilikikebijakaninternaluntuk
mempekerjakanmasyarakatsekitarberdasarkan
posisidankeahlianlokalyangtersedia
MemastikanKontraktormemilikikebijakanuntuk
mempekerjakanmasyarakatsekitarberdasarkan
posisidankeahlianlokalyangtersedia
Mengumumkan/mengiklankansecaralokal
posisiyangtersedia

2 Berkurangnyabinatangyang
dilindungikarenapekerjaproyek

Gangguanterhadapmasyarakat
sekitarolehpekerjaproyek

Tidakadabinatangyangdiperbolehkan Pendidikantenagakerja
untukdicari,diburu,dikoleksiuntuk
digunakanataudijualataujugadisakiti Pemantauandanpelaporaninsiden
olehtenagakerja
Gangguanterhadapmasyarakatsekitar Mengikutiprosedurkomunikasimasyarakat
harusdiminimalkan
dalamLARAP
Pekerjaharusmengikutiprosedurrencana
pengelolaanlingkungankonstruksiuntuk
meminimalkangangguan
Melaksanakanprosespengaduan

3 Erosidansedimentasikebadan
perairandanpembuangan
penebanganvegetasikebadan
perairan

Kualitasairdanhabitatsungaidijaga
sesuaidengankualitasnyasekarang

4 Buanganpolutanketanahatau
badanperairan

Pembuanganpolutanyangdisengaja

Pekerjaharusmengikutiprosedurrencana
pengelolaanlingkungankonstruksi
Pemantauandanpelaporaninsiden
Pekerjaharusmengikutiprosedurrencana
pengelolaanlingkungankonstruksi

September 2010
10

NO

SIGNIFIKANSIDAMPAK

MAKSUD/TUJUAN
Semuatumpahanharusdibersihkan
secaratepat

PROSEDUR
Pemantauandanpelaporaninsiden

5 PembersihanVegetasitanpaadanya Tidakadapembersihanvegetasiyang MengikutiinstruksiPLN


kompensasitepatyangsesuai
dilakukantanpainstruksidariPLNatau Meminimalkanjumlahpembersihanvegetasi
denganyangdisetujuiatauyang
TimLARAP
Sedapatmungkinmelakukanpembersihan
dilaksanakan
vegetasisecaramanualdanmenghidari
pembersihanvegetasidenganmesin
Membuangmaterialkelokasibuanganyang
sudahdisediakan
MengikutirencanapengelolaanPCR

6 Gangguanataukerusakanterhadap
bendabudayaakibatpembersihan
lahan

Untukmenghindarikerusakanatau
kehancuranbendabudayayangbaru
ataubelumditemukan

7 Kekhawatiranterhadapradiasi
medanlistrikdanmaknit(EMF)
terhadapkesehatanataugangguan
listrik

Meminimalkankeresahanmasyarakat Mensosialisasikankepadamasyarakatmengenai
mengenaidampakyangdapatterjadi
masalahdanresiko
daritransmisilistrik

Tersetrumatauterjatuh

III TAHAPOPERASI
1 Kekhawatiranterhadapradiasi
medanlistrikdanmaknit(EMF)
terhadapkesehatanataupada
gangguanlistrik

Menghindarikecelakaanataukorban
jiwaberkaitandenganinfrastruktur
danoperasionaltransmisi.

Mensosialisasikankepadamasyarakatmengenai
resiko

Meminimalkankeresahanmasyarakat Mensosialisasikankepadamasyarakatmengenai
berkaitandengandampakyangdapat
masalahdanresiko
terjadidaritransmisilistrik
MengumumkanhasilpemantauanEMF
Melaksanakanprosespengelolaanpengaduan
Mengoperasikantransmisisesuai
denganstandarSNI

2 Tersetrumatauterjatuhatau
Menghindarikecelakaanataukorban
menyebabkanlukalukaataukorban
jiwaberkaitandenganinfrastruktur
jiwa
danoperasionaltransmisi.

MengukurradiasiEMFsesuaidenganstandarSNI
Mengamankantowerdanmenyediakanpapan
pemberitahuan.
Memberikanprosedurkeadaandaruratdan
detailkontak
Menyimpancatataninsiden

3 Pemangkasanpepohonanyangtidak Meminimalkanjumlahpemangkasan
memilikiijin.Berkurangnyaproduksi
pepohonan,konsistendengan
pepohonandanhabitathutan
persetujuandenganpemiliklahan

Pendidikandanpelatihanpekerjapemelihara
mengenaidaerahlahanyangtercakupdalam
pemeliharaan,danprosedurpenebanganyang
tepat.

September 2010
11

Tabel4.RencanaPemantauanLingkungandanSosial

NO

SIGNIFIKANSIDAMPAK

I TAHAPPRAKONSTRUKSI
1. Kegelisahandankeresahan
sosial

2. Kekhawatiranpemiliklahan/
bangunanakibatpembebasan
lahan

MAKSUD/TUJUAN

PROSEDUR

Mengukurkeefektifandan
kesuksesansosialisasiselamapra
konstruksi.Mengertiapamasalah
yangsedangterjadidimasyarakat
danmembangunlebihlanjut
programuntukmengembankan
pengertiandanpenerimaan

Melaksanakanwawancaradengansampel
keluargadarimasyarakatsekitar.
Wawancaramemfokuskanpadaapayang
dimengertikeluargamengenaiproyek,dan
timbalbalikdarimerekamengenaisosialisasi
yangterbaru.Menggunakanhasiluntuk
mengembangkanprogramkonsultasi
sebelumsampai/selamakonstruksi.

Secaraformalmereviewhasildari
proseskompensasiLARAPsesuai
denganpertemuandan
memperhitungkanharapandari
pemiliklahandanbangunan.

MenggunakanprosesLARAPuntuk
mensurveipemiliklahandanbangunan
dalamprogramkompensasisesuaidengan
kepuasanmerekadenganprosesdanhasil
kompensasi.

II TAHAPKONSTRUKSI

1 Berkurangnyabinatangyang
Mencatattiapinsidenpercobaantindakan
Tidakadabinatangyang
dilindungiakibatpekerjaproyek
atautindakanperburuanyangberhasil,
diperbolehkanuntukdicari,diburu,
termasukjenisbinatang,status
dikoleksiuntukdigunakanataudijual
perlindungan,jumlahdanmetodenya.
ataujugadisakitiolehtenagakerja
Mencatatbuktibinatangyangterbunuh
sepanjanglokasiproyek
2 Erosidansedimentasikebadan Kualitasairdanhabitatsungaidijaga Observasikeberhasilanpekerjaantanahdan
perairandanpembuangan
sesuaidengankualitasnyasekarang
upayaupayapengendaliansedimen.
penebanganvegetasikebadan
Observasikualitasairmengenaiperubahan
perairan
warnadankejernihannya.
Observasipenyimpanancatatan
Pemantauandanpelaporaninsiden
3 Pembuanganpolutanketanah
ataubadanperairanterkait
Pembersihanjalur,
pembersihanlokasitower,
konstruksifondasi

Memantaukeefektifan
penanggulangandanupaya
pencegahandanmembuat
perubahanbilaperlu

Observasikeberhasilanpenanggulanganair
buangandanupayaupayapencegahan.
Observasikualitasairyangdekatterhadap
perubahanpadawarna,kejernihandan
kelicinanakibatminyak/diesel.
PengukuranpH
Penyimpananobservasidanpemantauan
catatan
Pemantauandanpelaporaninsiden

Pembersihanvegetasitanpa
ijinterkaitpembersihanjalur
danlokasiproyek

Memantaupembersihanvegetasi
yangtelahselesaidikerjakansesuai
denganrencanayangdiusulkandan
persetujuankompensasi.

Mengobservasipembersihanvegetasi

Kebisinganyangberdampak
padapendudukakibat
kegiatanproyek

Memantaukebisingandilokasi
penduduksekitar

Mengukurkebisingansesuaidengan
KeputusanMenteriNo.48Tahun1996
TentangTingkatKebisingan.

III TAHAPOPERASI

1 Kekhawatiranterhadapradiasi Memantaukeefektifansosialisasi
medanlistrikdanmaknit(EMF)
berkenaandenganoperasionaljalur

September2010

SurveiMasyarakatsekitarmengenai
keterlibatanmerekadalamkonsultasi,

13

NO

SIGNIFIKANSIDAMPAK

MAKSUD/TUJUAN

terhadapkesehatanataupada
gangguanlistrik

transmisi.

pemahamanmerekadalamproyekdan
kekhawatiranlainnya.Memasukkantimbale
balikmasyarakatkedalamproses
pengelolaan.

MengukurradiasiEMF

MengukurradiasiEMF,sesuaidengan
standarSNI

2 Kebisinganpadakeluargaakibat Memantaukebisinganpadalokasi
transmisilistrik
keluargasekitar
3 Penebanganvegetasiyangtidak
memilikiijin.Berkurangnya
produksipepohonandan
habitathutan

Tersetrumatauterjatuhatau
menyebabkanlukalukaatau
korbanjiwa

PROSEDUR

Mengukurkebisingansesuaidengan
KeputusanMenteriNo.48Tahun1996
TentangTingkatKebisingan.

Meminimalkanjumlahvegetasiyang Mengobservasimetodedanhasil
pembersihanvegetasi
dipindahkanatauditebangkonsisten
denganpersetujuandenganpemilik
lahan

Memantaukecelakaanataukorban
jiwaberkaitandenganinfrastruktur
danoperasionaltransmisi

Menyimpancatatansegalainsiden

6. Komunikasi dan Laporan

Tabel 5. Ringkasan Laporan (Contoh)


Jenis dan Tujuan
Laporan
Datapemantauan
medanlistrikdan
medanmaknit(EMF)

Frekuensi Laporan
Dalamjangkawaktu1bulan
setelahmendapatkan
laporan/analisishasil
pemantauan.

Pelapor
PLN

Laporan dikirimkan ke:


InstansiPemerintah(mengacuTabel1
RingkasanPerandanTanggungJawab)

7. Review dan Laporan Perbaikan

Review EMP Jalur Transmisi akan dilakukan oleh PLN PHJ

8. LAMPIRAN

Lokasi proyek dan rute jalur transmisi Lihat EMP Lampiran 2

September2010

14