Anda di halaman 1dari 5

BAB II

ISI
1.Pengertian Proaktif
Secara Sederhana,proaktif dikenal dengan istilah menjemput bola. Freud
(Koswara, 1991) mengemukakan pandangan proaktif tentang manusia sebagai
tingkah laku yang didorong oleh penyebab-penyebab dari dalam diri manusia itu
sendiri, dan sebagian besar tidak disadari ( teori naluri). Proaktif adalah sumber
atau penyebab dalam selurah tingkah laku manusia, yang berada dalam diri
manusia itu sendiri
Menurut Covey (2002), bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar
mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku
kita sendiri dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilainilai ketimbang suasana hati atau keadaan.
Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih unuk
tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan
orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan
keempat karunia manusia yang unik kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi,
dan kehandak bebas- dan dengan menggunakan pendekatan dari dalam ke luar
untuk menciptakan perubahan . Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif
dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa
diambil setiap orang (covey, 2002).Orang yang sangat proaktif tidak menyalahkan
keadaan, kondisi, atau pengkondisian untuk perilaku mereka. Perilaku mereka
adalah produk pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai, dan bukan produk dari
kondisi mereka, berdasarkan perasaan (covey, 1997).
2.Aspek-aspek perilaku proaktif
Covey (1997) berpendapat bahwa proaktivitas terdiri dari aspek-aspek:

a. Kebebasan memilih respon


kebebasan memilih yang dimaksud Covey (1997) asdalah bebas yang
memenuhi persyaratan: yang mempertimbangkan kesadaran diri, imajinasi, kata
hati, dan kehendak bebas. Dengan mempertimbangkan bahwa penggunaan kata
berpotensi mengundang kesalahpahaman, maka Asrori (1995) mengubah istilah
memilih respon dengan istilah keluwesan dalam memilih respon.
b. Kemampuan mengambil inisiatif
kemampuan mengambil inisiatif dalam perilaku proaktif senantiasa diikuti
oleh rasa tanggung jawab. Mengambil inisiatif bukan berarti mendesak,
menjengkelkan, atau agresif (Covey,1997). Menurut Asrori (1995), kemampuan
mengambil inisiatif diartikan sebagai kemampuan untuk berbuat sesuatu tanpa
harus menunggu sesuatu itu terjaditerlebih dahulu atau tanpa pengaruh orang lain.
c. Kemampuan untuk bertangggung jawab.
Tanggung jawab menurut Asrori (1995) adalah kesadaran secara penuh
terhadap perilaku yang ditunjukkan sebagai hasil dari keputusan yang diambil
secara sadar. Kemampuan untuk bertanggung jawab dalam perilaku proaktif
mengandung dua indicator yaitu pengendalian situasi dan keberanian mengambil
resiko. Pengendalian situasi adalah kemampuan seorang individdu untuk
mengarahkan pikiran, perasaan, dan tindakannya sendiri agar tidak bergantung
pada lingkungannya, seperti bertindak sesuai apapun tanpa dipengaruhi
lingkungan. Keberanian mengambil resiko adalah kemampuan menanggung
akibat atau konsekuensi dari perbautan yang dilakukan, bahkan terhadap kejadian
yang tidak diinginkan. (Asrori, 1995).

3. Karakteristik Individu Yang Berperilaku Proaktif

Karakteristik individu yang berperilaku proaktif menurut Covey ( 2001)


adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tidak mudah tersinggung


Bertanggungjawab atas pilihan-pilihannya sendiri
Berpikir sebelum bertindak
Cepat pulih bila terjadi sesuatu yang buruk
Selalu mencari jalan untuk menjadikan segalanya terlaksana
Focus pada hal-hal yang bisa diubah dan tidak dicemaskan hal-hal yang
tidak bisa diubah.
Ciri lain orang proaktif adalah memiliki komitmen yang tinggi, yakni

senantiasa

mencari

jalan

untuk

menjadikan

sesuatu

terlaksana,

penuh

pertimbangan matang, focus terhadap hal-hal yang dapat dilakukan, dan berani
mengambil resiko dan bertanggungjawab.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Proaktif
Perilaku proaktif dipengaruhi oleh faktor yang merujuk kepada paradima
hidup inside-out. Delcos dan Herrington (Asrori, 1995) menyatakan bahwa
paradigm hidup inside-out dipandang sebagai usaha mengubah dari dalam keluar,
ditandai dengan kecenderungan berpikir menjadi (to be).
Secara umum orang proaktif tidak dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan
lingkungan social (Covey, 1997). Maksudnya orang proaktif tidak dipengaruhi
oleh faktor-faktor eksternal seperti perubahan cuaca dan perubahan perlakuan
orang lain kepada dirinya.
Covey (2001) menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
proaktif, terutama yang berkenaan dengan paradigm tentang diri sendiri atau
factor internal, antara lain: kepercayaan, motivasi, kebiasaan, dan sikap.
Sedangkan paradigm kehidupan atau factor eksternal, antara lain: teman, keluarga,
pacar, uang, barang, sekolah, tempat ibadah (Covey, 2001). Semantara bila
dikaitkan dengan factor penentu psikologis dalam pembentukan penyesuaian
social, proaktif banyak ditentukan oleh factor internal, yang meliputi kematangan
intelektual, yang meliputi kematangan intelektual, moral, emosional, dan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Asrori, M .1995. Strategi Pengelolaan Diri Untuk Pengembangan


Proaktivitas Remaja Dengan Menggunakan Model Cormier Dan Cormier.

Disertasi PBB FIP UPI Bandung : Tidak diterbitkan


Covey, Sean. 2001. The Seven Habits of Highly Effective Teens. Jakarta :

Binarupa Aksara
Covey, Stephen R. 1997. Principle Centered Leadership, Kepemimpinan

Yang Berprinsip. Jakarta : PT Dinamis Intermaster


Koswara.1991. Teori-Teori Kepribadian. Bandung : Eresco

Anda mungkin juga menyukai