Anda di halaman 1dari 10

Borang Portofolio

No. ID dan Nama Peserta


No. ID dan Nama Wahana
Topik
Tanggal (kasus)
Nama Pasien
Tanggal Presentasi
Tempat Presentasi
Objektif Presentasi
Keilmuan
Diagnostik
Neonatus
Deskripsi

dr. Lia Praselia


RS Panglima Sebaya
Hernia Inguinalis Reponible Sinistra
November 2015
Tn. A/ 70 tahun
No. RM :
November 2015
Pendamping :
RS Panglima Sebaya

dr. Hj. Nurdiana

Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Manajemen
Masalah
Istimewa
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia Bumil
Pasien Laki-laki, usia 70 tahun, benjolan hilang timbul pada lipat paha yang dirasakan pasien

Tujuan

sejak 1 bulan yang lalu


Menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan hernia

Bahan Bahasan

Tinjauan Pustaka

Riset

Cara Membahas
Diskusi
Presentasi dan Diskusi
Data Utama untuk Bahan Diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis : Hernia Inguinalis Reponible Sinistra

Kasus

Audit

E-mail Pos

Pasien datang dengan keluhan benjolan pada lipat paha kiri yang dirasakan pasien sejak 1 bulan yang lalu, benjolan sewarna
dengan kulit, ukuran sebesar telur ayam, hilang timbul, muncul pada saat pasien sedang berdiri lama dan mengejan, hilang pada
saat pasien duduk atau berbaring. Benjolan makin lama makin sering muncul, terutama saat pasien berdiri lama, mengejan, dan
saat mengalami tekanan emosional (stres). Pada pemeriksaan fisik didapatkan terdapat benjolan di regio inguinal sinistra, bentuk
lonjong, ukuran 2x3x2 cm, hiperemis (-), permukaan rata, konsistensi kenyal, fluktuasi (-), nyeri tekan (+).
1

2. Riwayat Pengobatan : Pasien belum pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya


3. Riwayat Kesehatan / Penyakit : Belum pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya
4. Riwayat Keluarga : tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti yang dikeluhkan pasien.
5. Riwayat Pekerjaan : Pensiunan PNS
6. Lain-lain : Daftar Pustaka :
1. A. Mansjoer, Suprohaita, W.K. Wardhani, W. Setiowulan. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi III, Jilid II. Penerbit Media Aesculapius,
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2000. Hal 313-317.
2. Dr. P. Bhatia & Dr. S. J. John. Laparoscopic Hernia Repair (a step by step approach). Edisi I. Penerbit Global Digital Services, Bhatia
Global Hospital & Endosurgery Institute. New Delhi. 2003. (Ebook, diakses 19 November 2012).
3. H G, Burhitt & O.R.G. Quick. Essential Surgery . Edisi III. 2003. Hal 348-356.
4. R. Sjamsuhidajat & Wim de Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi I. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta. 1997. Hal 700-718.
5. C. Palanivelu. Operative Manual of Laparoscopic Hernia Surgery. Edisi I. Penerbit GEM Foundation. 2004. Hal 39-58.
6. Brian W. Ellis & Simon P-Brown. Emergecy surgery. Edisi XXIII. Penerbit Hodder Arnold. 2006.
7. Gary G. Wind. Applied Laparoscopic Anatomy (Abdomen and Pelvis). Edisi I. Penerbit Williams & Wilkins, a Waverly Company. 1997.
Hasil Pembelajaran :
1. Penegakkan diagnosis Hernia
2. Edukasi dan komplikasi Hernia
2

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


1. Subjektif :
Keluhan Utama :
Benjolan pada lipat paha kiri sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit.
Riwayat Penyakit Sekarang :
Benjolan pada lipat paha kiri sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. Benjolan sewarna dengan kulit, ukuran sebesar telur ayam,
hilang timbul, muncul pada saat pasien sedang berdiri lama dan mengejan, hilang pada saat pasien duduk atau berbaring. Benjolan
makin lama makin sering muncul, terutama saat pasien berdiri lama, mengejan, dan saat mengalami tekanan emosional (stres),
kadang disertai nyeri yang hilang timbul.
Benjolan pertama kali muncul setelah pasien mengangkat karung pupuk
Mual (-), Muntah (-)
Buang angin (kentut) ada.
Riwayat demam tidak ada.
Riwayat batuk-batuk lama tidak ada.
Riwayat asma tidak ada.
Riwayat trauma pada perut tidak ada.
Buang air kecil dan buang air besar biasa.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat hipertensi tidak ada.
Riwayat sakit gula tidak ada.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada anggota keluarga yang menderita sakit seperti ini sebelumnya.

2. Objektif :
a. Vital sign
3

Keadaan umum

: Baik

Kesadaran
Tekanan darah
Nadi
Nafas
Suhu
Status Generalisata
Kulit
KGB
Kepala
mata

:
:
:
:
:

Composmentis
140/80 mmHg
86 x / menit
17 x / menit
37,2C

:
:
:
:

tidak ditemukan kelainan


tidak ditemukan pembesaran KGB
normosefal, rambut uban ada, tidak mudah rontok
konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
pupil bulat, isokor, d = 3 mm = 3 mm
deformitas (-)
deformitas (-)
sianosis bibir (-), mukosa mulut dan lidah pucat (-),
stomatitis (-), lidah kotor (-)
simetris, pembesaran KGB colli (-), pembesaran KGB supraclavikula (-), pembesaran tyroid (-), distensi vena

telinga :
hidung :
mulut :
Leher

jugularis (-), JVP 5-2 mmHg


Toraks : pulmo : inspeksi : simetris kanan dan kiri
palpasi : fremitus normal kanan dan kiri
perkusi : sonor pada kedua lapangan paru
auskultasi: vesikuler (N), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
cor

: inspeksi : iktus tidak terlihat


palpasi : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V
perkusi : batas kiri 1 jari medial LMCS RIC V, batas kanan LSD, batas atas RIC II
auskultasi: murni, irama teratur, bising (-)

Abdomen

: inspeksi : tidak membuncit, darm contour (-),


4

darm steifung (-)


palpasi : nyeri tekan (-), defense muscular (-),
hepar, lien, dan ginjal tidak teraba
perkusi : timpani
auskultasi: bising usus (+) normal
Punggung

: CVA : nyeri tekan (-), nyeri ketok (-)

Anus

: toucher : tidak dilakukan

Ekstremitas

: akral hangat, perfusi baik, edema (-/-), paresis (-/-)


refleks fisiologis (+/+) normal, refleks patologis(-/-)

Status Lokalisata
Inguinal

: inspeksi : terdapat benjolan di regio inguinal sisnistra,


palpasi : bentuk lonjong, ukuran 2 x 3 x 2 cm, hiperemis (-),
permukaan rata, konsistensi kenyal, fluktuasi (-)
nyeri tekan (-), reposisi (-).

Laboratorium:

Hb
Leukosit
Trombosit
Hematokrit
GDS

: 10,2 gr/dl
: 3700/mm3
: 203.000/mm3
: 35%
: 68mg/dl

3. Plan :

Diagnosis : Hernia Inguinalis Sinistra Reponibel

1. Pemeriksaan Fisik1-6
Tanda - tanda vital didapatkan temperatur meningkat, pernapasan meningkat, nadi meningkat, dan tekanan darah meningkat.
Selanjutnya dari pemeriksaan status lokalis:
a. Inspeksi

Hernia reponibel : terdapat benjolan dilipat paha yang muncul pada waktu berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan menghilang
setelah berbaring.

Hernia inguinal
-

Lateralis : muncul benjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral ke medial, tonjolan berbentuk lonjong.

Medialis : tonjolan biasanya terjadi bilateral, berbentuk bulat.

b. Palpasi

Titik tengah antara SIAS dengan tuberkulum pubicum (AIL) ditekan lalu pasien disuruh mengejan. Jika terjadi penonjolan di
sebelah medial maka dapat diasumsikan bahwa itu hernia inguinalis medialis.

Titik yang terletak di sebelah lateral tuberkulum pubikum (AIM) ditekan lalu pasien disuruh mengejan jika terlihat benjolan di
lateral titik yang kita tekan maka dapat diasumsikan sebagai hernia inguinalis lateralis.

Titik tengah antara kedua titik tersebut di atas (pertengahan canalis inguinalis) ditekan lalu pasien disuruh mengejan jika terlihat
6

benjolan di lateralnya berarti hernia inguinalis lateralis jika di medialnya hernia inguinalis medialis.

Hernia inguinalis : kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funikulus spermatikus sebagai gesekan dua
permukaan sutera, tanda ini disebut sarung tanda sarung tangan sutera. Kantong hernia yang berisi mungkin teraba usus,
omentum (seperti karet), atau ovarium. Dalam hal hernia dapat direposisi pada waktu jari masih berada dalam annulus
eksternus, pasien mulai mengedan kalau hernia menyentuh ujung jari berarti hernia inguinalis lateralis dan kalau samping jari
yang menyentuh menandakan hernia inguinalis medialis.

Hernia femoralis : benjolan lunak di benjolan dibawah ligamentum inguinal

Hernia inkarserata : nyeri tekan.

c. Palpasi
Bila didapatkan perkusi perut kembung maka harus dipikirkan kemungkinan hernia strangulata.
d. Auskultasi
Hiperperistaltis didapatkan pada auskultasi abdomen pada hernia yang mengalami obstruksi usus (hernia inkarserata).
Colok dubur. Tonjolan hernia yang nyeri yang merupakan tanda Howship-Romberg (hernia obtutaratoria).
Pemeriksaan Finger Test. Menggunakan jari ke 2 atau jari ke 5. Dimasukkan lewat skrotum melalui anulus eksternus ke kanal
inguinal. Penderita disuruh batuk:

Bila impuls diujung jari berarti hernia inguinalis lateralis.


7

Bila impuls disamping jari hernia inguinalis medialis.

Gambar 8. Finger Test


Pemeriksaan Ziemen Test. Posisi berbaring, bila ada benjolan masukkan dulu (biasanya oleh penderita). Hernia kanan diperiksa
dengan tangan kanan. Penderita disuruh batuk bila rangsangan pada:

jari ke 2 : hernia inguinalis lateralis.

jari ke 3 : hernia ingunalis medialis.

jari ke 4 : hernia femoralis.

Gambar 9. Ziement Test


Pemeriksaan Thumb Test. Anulus internus ditekan dengan ibu jari dan penderita disuruh mengejan.

Bila keluar benjolan berarti hernia inguinalis medialis.

Bila tidak keluar benjolan berarti hernia inguinalis lateralis.

Gambar 10. Thumb Test

Edukasi :

a. Menjelaskan kepada keluarga pasien tentang penyakit, tindakan yang akan dikukan, prognosa dan pengobatan setelah operasi
b. Memotivasi penderita untuk mau melakukan operasi
c. Menyarankan kepada pasien untuk menghindari mengangkat beban berat agar tidak terjadi kekambuhan pada penyakit.

Konsultasi : dilakukan secara rasional perlunya konsultasi dengan dokter spesialis bedah.

10