Anda di halaman 1dari 14

Profil Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah

-Mempunyai fisik yg sempurna,lidah fasih dan otak cerdas.


-Memerlukan makanan,perasaan seperti manusia.
-Mempunyai istri dan anak. -Buta huruf,tidak bisa membaca dan menulis dan
tdk pernah berguru kpd siapapun.
-Dipelihara oleh Allah SWT dr segala perbuatan yg tdk baik sejak
kecil,sehingga seluruh kehidupan beliau penuh dgn keteladanan.
-Berasal dr keturunan yg mulia dan terpandang. -Berakhlak mulia, -Memulai
dakwah islam dr keluarga,dan orang2 terdekat sebelum ke masyarakat
umum.
-Tabah dlm menghadapi segala penderitaan dan cobaan dalam
menyampaikan risalah islamiah. -Memiliki taktik dan strategi dakwah yg
sangat tepat sehingga bisa berhasil. -Memiliki kepribadian yg sempurna
dalam segala segi.
-Selalu di bimbing oleh Allah SWT dngan wahyu,baik langsung al
qur'anmaupun tdk langsunghadits

Keutamaan Nabi Muhammad SAW


Tidak diragukan lagi, bahwa Allah SWT. telah melebihkan keutamaan
para nabi-nabi di atas makhluk-makhluk-Nya yang lain. Kemudian Allah SWT.
melebihkan keutamaan sebagian mereka sebagaimana firman-Nya yang
artinya: "Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian
yang lain." Dan firmanNya yang artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami
lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan
Zabur kepada Daud."
Dan nabi-nabi yang paling utama adalah lima nabi ulul azmi yang
disebutkan dalam firman Allah SWT. yang artinya: "Dan (ingatlah) ketika
Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh,
lbrahim, Musa dan Isa putera Maryam." Dalam ayat ini Allah SWT.
memulainya dengan Muhammad saw. Dan nabi yang paling utama di antara
nabi-nabi ulul azmi itu adalah Muhammad dan Ibrahim, sementara yang
paling utama di antara keduanya adalah Muhammad saw. Sesungguhnya
Allah SWT. telah meiebihkan keutamaan Muhammad saw. di atas nabi-nabi
yang lainnya dengan sebab keistimewaan yang hanya Allah berikan kepada
beliau, sebagaimana sabdanya: "Aku telah diberikan lima perkara yang tidak

diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku" . . . "dan adalah nabi diutus
kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada manusia seluruhnya."
Maka keutamaan itu terletak pada keistimewaan-keistimewaan Rasulullah,
terutama kedekatannya di sisi Tuhan, syafa' at untuk ummatnya diterima
Allah di hari kiamat, dan pada maqam terpuji yang dijanjikan untuk
Rasulullah saw.
Rasulullah saw. bersabda : "Janganlah kalian lebihkan aku atas Musa",
maka beliau mengatakan ini dari sisi ketawadhuan (kerendahan hati) dan
dari sisi pengakuan akan keutamaan Musa, karena mukjizat-mukjizat yang
telah diberikan Allah SWT. kepadanya.
Tidak

diragukan

lagi,

bahwa

Allah

SWT.

telah

memberinya

keistimewaan dengan berbicara langsung kepada Allah SWT. sebagaimana


firman-Nya yang artinya: "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan
langsung." Selain itu, Nabi kita Muhammad saw. juga mendapatkan seluruh
keistimewaan

para

nabi-nabi,

seperti

mukjizat-mukjizat

mereka,

sebagaimana yang disebutkan dalam kitab-kitab sirah



:




















(521) 3
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan
kepada kamiHusyaim dari Sayyar dari Yazid al-Faqir dari Jabir bin Abdullah
al-Anshari Radhiyallahuanhu dia berkata:
Rasulullah shallallahualaihiwasallam bersabda, Aku diberikanlimaperkara
yang mana belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku.
Pertama, Dahulu setiap nabi hanya diutus kepada kaumnya secara khusus,
2

sedangkan aku diutus kepada setiap bangsa merah dan hitam. Kedua,
ghanimah dihalalkan untukku, namun tidak dihalalkan untuk seorang pun
sebelumku. Dan ketiga, bumi itu dijadikan untukku dalam keadaan suci dan
mensucikan dan (sebagai) masjid (tempat sujud) juga, maka siapa pun lakilaki yang mana waktu shalat mendapatinya maka dia bisa shalat di mana
pun dia berada. Keempat, aku ditolong dengan rasa takut (yang merasuk
pada musuh di hadapanku) sejauh jarak perjalanan satu bulan. Kelima, aku
diberi syafaat.
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah
menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada
kami Sayyar telah menceritakan kepada kami Yazid al-Faqir telah
mengabarkan kepada kami Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah
shallallahualaihiwasallam bersabda, lalu dia menyebutkan hadits
semisalnya.
(Shahih Muslim 521-3)

:




















(522) 4
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari Abu Malik alAsyjai dari Ribi dari Hudzaifah Radhiyallahuanhu dia berkata:
Rasulullah shallallahualaihiwasallam bersabda: Kami diberi keutamaan atas
manusia lainnya dengan tiga hal: pertama, Shaf (barisan) kami dijadikan
sebagaimana shaf para malaikat. Kedua, bumi dijadikan untuk kami
semuanya sebagai masjid. Ketiga, dan debunya dijadikan suci untuk kami
apabila kami tidak mendapatkan air.
Dan beliau menyebutkan karakter lainnya. Telah menceritakan kepada
kami Abu Kuraib Muhammad bin al-Ala telah mengabarkan kepada
3

kami Ibnu Abi Zaidah dari Sad bin Thariq telah menceritakan kepadakuRibi
bin Hirasy dari Hudzaifah dia berkata, Rasulullah shallallahualaihiwasallam
bersabda semisalnya.
)(Shahih Muslim 522-4

:










5 )(523
Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin
Said sertaAli bin Hujr mereka berkata, telah menceritakan kepada
kami Ismail, dan dia adalah Ibnu Jafar dari al-Ala dari Bapaknya dari Abu
Hurairah Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
telah bersabda:
Aku diberi keutamaan atas para nabi dengan enam perkara: pertama, aku
diberi Jawami al-Kalim. Kedua, aku ditolong dengan rasa takut (yang
dihunjamkan di dada-dada musuhku). Ketiga, ghanimah dihalalkan untukku.
Keempat, bumi dijadikan suci untukku dan juga sebagai masjid. Kelima, aku
diutus kepada seluruh makhluk. Keenam, para nabi ditutup dengan
kerasulanku.
)(Shahih Muslim 523-5

:

(523) 6
Telah menceritakan kepadaku Abu ath-Thahir dan Harmalah keduanya
berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah menceritakan
kepadaku Yunus dari Ibnu Syihabdari Said bin al-Musayyab dari Abu
Hurairah Radhiyallahuanhu, dia berkata:
Rasulullah
shallallahualaihiwasallam
bersabda, Aku
diutus
dengan
membawa Jawami al-Kalim dan aku ditolong dengan perasaan takut (yang
dihunjamkan di dada-dada musuhku), dan ketika aku tidur aku diberi kuncikunci gudang penyimpanan bumi, lalu diletakkan di hadapanku. Abu
Hurairah berkata, Lalu Rasulullah Shallallahualaihiwasallam pergi, dan kamu
berusaha mengeluarkan sesuatu yang ada di dalamnya.
Dan telah menceritakan kepada kami Hajib bin al-Walid telah menceritakan
kepada kami Muhammad bin Harb dari az-Zubaidi dari az-Zuhritelah
mengabarkan kepadaku Said bin al-Musayyab dan Abu Salamah bin
Abdurrahmanbahwa Abu Hurairah ra berkata, Saya mendengar Rasulullah
shallallahualaihiwasallam bersabda semisal hadits Yunus. Telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi danAbd bin
Humaid keduanya berkata, telah menceritakan kepada
kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Mamar dari azZuhri dari Ibnu al-Musayyab dan Abu Salamah dariAbu Hurairah
radhiyallahuanhu dari Nabi Shallallahualaihiwasallam dengan hadits
semisalnya.
(Shahih Muslim 523-6)










(523) 7
Dan telah menceritakan kepadaku Abu ath-Thahir telah mengabarkan kepada
kamiIbnu Wahb dari Amru bin al-Harits dari Abu Yunus, maula Abu Hurairah
Radhiyallahuanhu bahwasanya dia telah menceritakan kepadanya dari Abu
Hurairah Radhiyallahuanhu dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bahwa beliau bersabda:

Aku ditolong dengan rasa takut (yang dihunjamkan) di dada musuhmusuhku, aku diberi Jawami al-Kalim, ketika aku tidur maka aku diberi kuncikunci gudang penyimpanan bumi, lalu diletakkan di kedua tanganku.
(Shahih Muslim 523-7)









(523) 8
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi telah menceritakan
kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada
kami Mamar dari Hammam bin Munabbih dia berkata, Ini adalah sesuatu
yang telah diceritakan kepada kami Abu Hurairah Radhiyallahuanhu dari
Rasulullah shallallahualaihiwasallam, lalu dia menyebutkan beberapa hadits,
di antaranya:
Dan Rasulullah Shallallahualaihiwasallam bersabda, Aku ditolong dengan
rasa takut (yang dihunjamkan di dada-dada musuhku), dan aku diberi
Jawami al-Kalim.
(Shahih Muslim 523-8)

Sifat & Akhlak Rasulullah


AKHLAK MULIA RASULULLAH MUHAMMAD SAW.
Satu lagi peristiwa mencengangkan ditunjukkan Rasulullah pada saat
penaklukan
kota
Makkah.
Kota Suci dikuasai umat Islam. Lawan perang benar-benar tak berkutik. Tapi,
Nabi
Muhammad memang punya cara-cara tersendiri dalam menghadapi mantan
musuhmusuhnya.
Tak ada darah menetes di dalam ataupun sekitar Masjidil Haram.
Penghancuran
patung
berhala di sekeliling Kabah pun dilakukan atas permintaan penduduk
Makkah.
Sejak
awal,
Nabi mewanti-wanti berbagai bentuk kekerasan dan perusakan karena
musuh
tidak
lagi menyerang.
Sikap anti-pemaksaan justru mengantarakan peristiwa Fathul Makkah pada
kemenangan
yang kian gemilang. Musyrikin Quraisy berbondong-bondong memeluk Islam,
terutama
setelah pemimpin tertinggi mereka, Abu Sofyan berikut keluarganya secara
suka
rela
mengucapkan dua kalimat syahadat.
Hanya saja, kesadaran tauhid tidak selalu berlangsung segera. Seorang
panglima
Quraisy
bernama Shofwan bin Umayyah sempat berketetapan masuk Islam tapi
urung.
Dia
membutuhkan beberapa waktu untuk membulatkan niatnya itu.
Berilah saya waktu seminggu untuk berpikir, apakah saya harus masuk
Islam
atau
tidak,
kata
Shofwan
kepada
Nabi.
Jangan
seminggu,
sergah
Nabi.
Shofwan kaget dan bertanya, Apakah itu terlalu lama?
Tidak, Rasulullah menyahut, Terlalu singkat. Kuberi kau waktu selama dua
bulan.
Apakah
akan mengucapkan syahadat atau tidak. Pikirkanlah masak-masak sebab
7

Islam
adalah
agama bagi orang-orang berakal dan menggunakan akalnya untuk berpikir.
Tiada
agama bagi orang yang tak memiliki akal.
Ketika di Mekkah dinilai kurang memberi harapan dalam berdakwah,
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sempat menyampaikan dakwahnya
ke daerah Thaif. namun apa yang terjadi ? ketika baru sampai diperbatasan
kota Thaif. Nabi disambut dengan lemparan-lemparan batu dan potonganpotongan besi. akibatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengalami
luka parah.
Pada saat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam masih dihujani batu dan
potongan besi, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam lalu berdoa ya Allah,
jangan Kau turunkan siksa kepada mereka yang melempariku. sebab mereka
bukan orang yang jahat, tapi mereka orang yang belum tau bahwa aku
adalah RasulMu. tunjukkan mereka kepada jalanMu yang benar dan
ampunilah mereka serta sayangi mereka
Demikian juga, kejadian yang serupa pernah terjadi pada waktu perang
uhud. dimana beliau terlemparkan kepada suatu lembah yang cukup dalam.
dan dengan secara kejam, seorang lawan melemparkan tombaknya yang
tajam ke muka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. pada waktu itulah
gigi Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam patah dan dari mulutnya
menyemburkan darah. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam tersungkur ke pasir
dengan muka penuh darah.
Melihat kejadian itu, seorang sahabat menjerit menangis karena mengetahui
pemimpin yang dicintainya disiksa secara kejam. dan sahabat yang menjerit
lalu berkata ya Rasulullah, doakan saja orang yang jahat dan kejam itu
supaya disiksa oleh Allah, sebab doamu pasti dikabulkan oleh Allah
Namun apa yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam ? pada
saat itu Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam lalu berdoa : ya Allah, jangan Kau
turunkan siksa kepada orang yang menombak aku. tunjukkanlah ia kepada
jalanMu yang benar dan sayangilah dia serta ampuni kesalahannya
Sungguh luar biasa akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, bahasa
tingkah lakunya mencerminkan akhlak mulia artinya ajaran Islam tidak
mengenal dendam. dendam ini sejatinya merupakan musuh iman.
aktualisasinya, pada saat seseorang memiliki iman, ia akan mengenal
8

dendam. sehingga dalam pikirannya akan terucap antara dendam dan iman
tidak mungkin bersatu dalam satu diri
Bagi umat Islam yang mampu menerapkan bahasa keteladanan Nabi itu,
Allah menjanjikan pahala yang besar. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:
()


dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa
yang memaafkan dan membalas dengan kebaikan, pahalanya [yang besar]
di tanggung oleh Allah (Quran Surah Asy Syuura:40)
Pada ayat yang lain, Allah Subhanahu Wa Taala memerintahkan,
()


Jika kamu disiksa, silahkan kamu balas dengan adil, tetapi kalau kamu
bersabar, maka langkah sabar adalah yang terbaik (Quran Surah An
Nahl:126)
()

43. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, Sesungguhnya
(perbuatan ) yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diutamakan.
Dari ayat-ayat ini jelas diterangkan bahwa Islam mengajarkan kepada
ummat Islam untuk menjadi orang yang penyabar dan suka memberi maaf,
bukanlah orang yang sabar dan yang memaafkan itu adalah termasuk halhal yang diutamakan ? (Quran Surah Asy Syuura:43)
Bentuk tubuh Rasulullah
Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. yang pernah hidup bersama Rasulullah
SAW, berkata:Saya bertanya kepada paman saya, Hind bin Abi Halah -yang
selalu berbicara tentang Nabi yang mulia- untuk menceritakan kepada saya
berkenaan dengan Nabi, agar kecintaan saya bertambah. Ia berkata, Nabi
Allah sangat berwibawa dan sangat dihormati. Wajahnya bersinar seperti
purnama. Ia lebih tinggi dari orang-orang pendek dan lebih pendek dari
orang-orang jangkung. Kepalanya agak besar dengan rambut yang ikal. Bila
rambutnya itu bisa disisir, ia pasti menyisir rambutnya. Kalau rambutnya
tumbuh panjang, ia tak akan membiarkannya melewati daun telinga. Kulit
9

wajahnya putih dengan dahi yang lebar. Kedua alisnya panjang dan lebat,
tapi tidak bertemu.
Di antara kedua alisnya, ada pembuluh darah melintang yang tampak jelas
ketika beliau marah. Ada seberkas cahaya yang menyapu tubuhnya dari
bawah ke atas, seakan-akan mengangkat tubuhnya. Jika orang berjumpa
dengannya dan tidak melihat cahaya itu, orang mungkin menduga ia
mengangkat kepalanya karena sombong.
Janggutnya pendek dan tebal; pipinya halus dan lebar. Mulutnya lebar
dengan gigi-gigi yang jarang dan bersih. Di atas dadanya ada bulu yang
sangat halus; lehernya seperti batang perak murni yang indah. Tubuhnya
serasi (semua anggota tubuhnya sangat serasi dengan ukuran anggota
tubuh yang lain). Perut dan dadanya sejajar. Bahunya lebar, sendi-sendi
anggota badannya gempal. Dadanya bidang. Bagian tubuhnya yang tidak
tertutup pakaian bersinar terang. Segaris bulu yang tipis memanjang dari
dada ke pusarnya. Di luar itu, dada dan perutnya tidak berbulu sama sekali.
Lengan, bahu dan pundaknya berbulu. Lengannya panjang dan telapak
tangannya lebar. Tangan dan kakinya tebal dan kekar. Jari-jemarinya
panjang. Pertengahan telapak kakinya melengkung, tidak menyentuh tanah,
air tidak membasahinya. Ketika berjalan ia mengangkat kakinya dari tanah
dengan dada yang dibusungkan. Langkah-langkahnya lembut. Ia berjalan
cepat seakan-akan menuruni bukit. Bila berhadapan dengan seseorang, Ia
hadapkan seluruh tubuhnya, bukan hanya kepalanya. Matanya selalu
merunduk. Pandangannya ke arah bumi lebih lama daripada pandangannya
ke langit. Sesekali ia memandang dengan pandangan sekilas. Ia selalu
menjadi orang pertama yang mengucapkan salam kepada orang yang
ditemuinya di jalan.'
Cara bicara Rasulullah
Kemudian Imam Hasan berkata, Ceritakan kepadaku cara bicaranya.
Hind bin Abi Halah berkata, Ia selalu tampak sendu, selalu merenung
dalam, dan tidak pernah tenang. Ia banyak diamnya. Ia tidak pernah
berbicara yang tidak perlu. Ia memulai dan menutup pembicaraannya
dengan sangat fasih. Pembicaraannya singkat dan padat, tanpa kelebihan
kata-kata dan tidak kekurangan perincian yan diperlukan. Ia berbicara
lembut, tidak pernah kasar atau menyakitkan. Ia selalu menganggap besar
anugerah Tuhan betapapun kecilnya. Ia tidak pernah mengeluhkannya. Ia
10

juga tidak pernah mengecam atau memuji berlebih-lebihan apapun yang ia


makan
Dunia dan apapun yang ada padanya tidak pernah membuatnya marah.
Tetapi, jika hak seseorang dirampas, ia akan sangat murka sehingga tidak
seorang pun mengenalnya lagi dan tidak ada satu pun yang dapat
menghalanginya sampai ia mengembalikan hak itu kepada yang punya.
Ketika menunjuk sesuatu, ia menunjuk dengan seluruh tangannya. Ketika
terpesona, ia membalikkan tangannya ke bawah. Ketika berbicara,terkadang
ia bersedekap atau merapatkan telapak tangan kanannya pada punggung
ibu jari kirinya. Ketika marah, ia palingkan wajahnya. Ketika tersinggung, ia
merunduk. Ketika ia tertawa, gigi-giginya tampak seperti untaian butir-butir
hujan es.
Imam Hasan berkata, Saya menyembunyikan berita ini dari Imam Husain
sampai suatu saat saya menceritakan kepadanya. Ternyata ia sudah tahu
sebelumnya. Kemudian saya bertanya kepadanya tentang berita ini. Ternyata
ia telah bertanya kepada ayahnya (Imam Ali) tentang Nabi, di dalam dan di
luar rumah, cara duduknya dan penampilannya, dan ia menceritakan
semuanya.
Akhlak Rasulullah ketika masuk rumah
Imam Husain berkata, Aku bertanya kepada ayahku tentang perilaku Nabi
ketika ia memasuki rumahnya. Ayahku berkata, Ia masuk rumah kapan saja
ia inginkan. Bila berada di rumah, ia membagi waktunya menjadi tiga
bagian; sebagian untuk Allah, sebagian untuk keluarganya, sebagian lagi
untuk dirinya. Kemudian ia membagi waktunya sendiri antara dirinya dan
orang lain; satu bagian khusus untuk sahabatnya dan bagian lainnya untuk
umum. Ia tidak menyisakan waktunya untuk kepentingan dirinya. Termasuk
kebiasaannya pada bagian yang ia lakukan untuk orang lain ialah
mendahulukan atau menghormati orang-orang yang mulia dan ia
menggolongkan manusia berdasarkan keutamaannya dalam agama. Di
antara sahabatnya, ada yang mengajukan satu keperluan, dua keperluan,
atau banyak keperluan lain. Ia menyibukkan dirinya dengan keperluan
mereka. Jadi, ia menyibukkan dirinya untuk melayani mereka dan
menyibukkan mereka dengan sesuatu yang baik bagi mereka.
Ia sering menanyakan keadaan sahabatnya dan memberi tahu mereka apa
yang patut mereka lakukan. mereka yang hadir sekarang ini harus
memberitahukan kepada yang tidak hadir. Beritahukan kepadaku orang yang
11

tidak sanggup menyampaikan keperluannya kepadaku. Orang yang


menyampaikan kepada pihak yang berwenang keluhan seseorang yang tidak
sanggup menyampaikannya, akan Allah kokohkan kakinya pada Hari
Perhitungan. Selain hal-hal demikan, tidak ada yang disebut-sebut
dihadapannya dan tidak akan diterimanya. Mereka datang menemui beliau
untuk menuntut ilmu dan kearifan. Mereka tidak bubar sebelum mereka
menerimanya. Mereka meninggalkan majlis Nabi sebagai pembimbing untuk
orang di belakangnya.
Akhlak Rasulullah di luar rumah
Aku bertanya kepadanya tentang tingkah laku Nabi yang mulia di luar
rumahnya. Ia menjawab, Nabi itu pendiam sampai ia merasa perlu untuk
bicara. Ia sangat ramah kepada setiap orang. Ia tidak pernah mengucilkan
seorang pun dalam pergaulannya. Ia menghormati orang yang terhormat
pada setiap kaum dan memerintahkan mereka untuk menjaganya kaumnya.
Ia selalu berhati-hati agar berperilaku yang tidak sopan atau menunjukkkan
wajah yang tidak ramah kepada mereka. Ia suka menanyakan keadaan
sahabat-sahabatnya dan keadaan orang-orang di sekitar mereka, misalnya
keluarganya atau tetangganya. Ia menunjukkan yang baik itu baik dan
memperkuatnya. Ia menunjukkan yang jelek itu jelek dan melemahkannya.
Ia selalu memilih yang tengah-tengah dalam segala urusannya.
Ia tidak pernah lupa memperhatikan orang lain karena ia takut mereka alpa
atau berpaling dari jalan kebenaran. Ia tidak pernah ragu-ragu dalam
kebenaran dan tidak pernah melanggar batas-batasnya. Orang-orang yang
paling dekat dengannya adalah orang-orang yang paling baik. Orang yang
paling baik, dalam pandangannya, adalah orang-orang yang paling tulus
menyayangi kaum muslimin seluruhnya. Orang yang paling tinggi
kedudukannya disisinya adalah orang yang paling banyak memperhatikan
dan membantu orang lain.
Cara Rasulullah duduk
Imam Husain berkata, Kemudian aku bertanya kepadanya tentang cara
Rasulullah duduk. Ia menjawab, Rasulullah tidak pernah duduk atau berdiri
tanpa mengingat Allah. Ia tidak pernah memesan tempat hanya untuk
dirinya dan melarang orang lain duduk di situ. Ketika datang di tempat
pertemuan, ia duduk dimana saja tempat tersedia. Ia juga menganjurkan
orang lain untuk berbuat yang sama. Ia memberikan tempat duduk dengan
cara yang sama sehingga tidak ada orang yang merasa bahwa orang lain
12

lebih mulia ketimbang dia. Ketika seseorang duduk di hadapannya, ia akan


tetap duduk dengan sabar sampai orang itu berdiri atau meninggalkannya.
Jika orang meminta sesuatu kepadanya, ia akan memberikan tepat apa yang
orang itu minta. Jika tidak sanggup memenuhinya, ia akan mengucapkan
kata-kata yang membahagiakan orang itu. Semua orang senang pada
akhlaknya sehingga ia seperti ayah bagi mereka dan semua ia perlakukan
dengan sama. Majlisnya adalah majlis kesabaran, kehormatan, kejujuran dan
kepercayaan. Tidak ada suara keras di dalamnyadan tidak ada tuduhantuduhan yang buruk. Tidak ada kesalahan orang yang diulangi lagi di luar
majlis. Mereka yang berkumpul dalam pertemuan memperlakukan
sesamanya dengan baik dan mereka satu sama lain terikat dalam kesalehan.
Mereka rendah hati, sangat menghormati yang tua dan penyayang kepada
yang muda, dermawan kepada yang fakir, dan ramah kepada pendatang dari
luar.
Cara Rasulullah bergaul dengan sahabatnya
Aku bertanya kepadanya bagaimana Rasulullah bergaul dengan sahabatsahabatnya. Ia menjawab, Rasulullah ceria, selalu lembut hati, dan ramah.
Ia tidak kasar dan tidak berhati keras. Ia tidak suka membentak-bentak. Ia
tidak pernah berkata kotor, tidak suka mencari-cari kesalahan orang, juga
tidak suka memuji-muji berlebihan. Ia mengabaikan apa yang tidak
disukainya dalam perilaku orang begitu rupa sehingga orang tidak
tersinggung dan tidak putus asa. Ia menjaga dirinya untuk tidak melakukan
tiga hal: bertengkar, banyak omong, dan berbicara yang tidak ada
manfaatnya. Ia juga menghindari tiga hal dalam hubungannya dengan orang
lain: mengecam orang, mempermalukan orang, dan mengungkit-ungkit
kesalahan orang. Ia tidak pernah berkata kecuali kalau ia berharap
memperoleh anugerah Tuhan. Bila ia berbicara, pendengarnya menundukkan
kepalanya, seakan-akan burung bertengger di atas kepalanya. Baru kalau ia
diam, pendengarnya berbicara. Mereka tidak pernah berdebat di
hadapannya. Jika salah seorang di antara mereka berbicara, yang lain
mendengarkannya sampai ia selesai. Mereka bergiliran untuk berbicara di
hadapannya. Ia tertawa jika sahabatnya tertawa; ia juga terkagum-kagum
jika sahabatnya terpesona. Ia sangat penyabar kalau ada orang baru
bertanya atau berkata yang tidak sopan, walaupun sahabat-sahabatnya
keberatan. Ia biasanya berkata, Jika kamu melihat orang yang memerlukan
pertolongan, bantulah ia. Ia tidak menerima pujian kecuali dari orang yang
tulus. Ia tidak pernah menyela pembicaraan orang kecuali kalau orang itu

13

melampaui batas.
meninggalkannya.

Ia

menghentikan

pembicaraannya

atau

berdiri

Diamnya Rasulullah
Kemudian aku bertanya padanya tentang diamnya Nabi. Ia berkata,
Diamnya Nabi karena empat hal: karena kesabaran, kehati-hatian,
pertimbangan, dan perenungan. Berkaitan dengan pertimbangan, ia lakukan
untuk melihat dan mendengarkan orang secara sama. Berkaitan dengan
perenungan, ia lakukan untuk memilah yang tersisa (bermanfaat) dan yang
binasa (yang tidak bermanfaat). Ia gabungkan kesabaran dengan lapangdada. Tidak ada yang membuatnya marah sampai kehilangan kendali diri. Ia
berhati-hati dalam empat hal: dalam melakukan perbuatan baik sehingga
orang dapat menirunya; dalam meninggalkan keburukan sehingga orang
berhenti melakukannya; dalam mengambil keputusan yang memperbaiki
ummatnya; dan dalam melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan
dunia dan akhirat.

14