Anda di halaman 1dari 18

Andreas Edvan

11.2014.156

OBAT TETES TELINGA DAN


ANTIHISTAMIN

OBAT TETES TELINGA

Kloramfenikol tetes telinga


Cara kerja: menghambat sintesa protein
dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S
Cara pemakaian: Teteskan kedalam lubang
telinga 2 - 3 tetes, 3 kali sehari
Dosis Dewasa dan Anak: 1%
Indikasi: Infeksi superfisial pada telinga luar
oleh kuman gram positif atau gram negatif
Cara pemakaian: Teteskan ke dalam lubang
telinga 2 - 3 tetes, 3 kali sehari
E.S: Iritasi lokal, seperti gatal, rasa panas
K.I : Perforasi membran timpani

OTOLIN

Kloramfenikol 5%
Polimiksin B sulfat 10.000 IU
Hidrokortison 0,5 %
Benzocaine 1%
Nipagin 1%

OBAT TETES TELINGA

Gol. Kuinolon: Ofloksasin tetes telinga 0,3 %


Cara kerja: Menghambat enzim DNA girase dan
topoisomerase di inti sel bakteri sehigga bersifat
bakterisida
Indikasi: Otitis media supuratif (radang rongga
gendang telinga yang bernanah) kronis, otitis
eksterna (radang liang telinga luar)
Dosis dewasa: 2 kali sehari 6-10 tetes sehari
Dosis anak: 2 kali sehari 3-5 tetes sehari
E.S: Nyeri dan gatal pada telinga
Nama paten : Tarivid

OBAT TETES TELINGA

Gol. Aminoglikosida: gentamisin sulfat 0,3 %


5 ml
Cara kerja: berikatan secara ireversibel
dengan subunit 30S dari ribosom bakteri,
sehingga terjadi penghambatan sintesa
protein sel bakteri
Indikasi: pengobatan topikal otitis eksterna
Cara pemakaian : 3-4 tetes pada telinga
yang sakit, 2 - 4 kali sehari (setiap 6 jam)
K.I:rasa gatal, pedih, panas dan dermatitis.

OBAT TETES TELINGA


Nama paten: Otozambon 100 ml
Terdiri dari :
1. Neomisin sulfat 500 mg
2. Polymixin B sulfat 1.000.000 IU
3. Furaltadon HCL 450 mg
4. Fludrokortison asetat 100 mg
5. Lidokain HCL 4 mg
Indikasi: otitis eksterna, otitis kronik sekretif, otitis
media akut, furunkulosis, eksematosa
Cara pemakaian: teteskan 3 kali sehari sebanyak 4
tetes

OBAT TETES TELINGA


Nama paten: Otopain kemasan 8 ml
Otopain terdiri dari :
1. Polymyxin B sulfate 10000 IU
2. Neomycin sulfate 5 mg
3. Fludrocortisone acetate 1 mg
4. Lidocaine HCL 40 mg
Indikasi: Otitis eksterna dan otitis media akut
Cara pemakaian: 4 - 5 tetes ke dalam liang telinga Sehari 2
4 kali batasi penggunaannya selama 10 hri berturut-turut
E.S: hipersensitifitas, rasa terbakar
K.I: perforasi membran tympani

OBAT CUCI TELINGA


Karbogliserin 10 % tetes
Cara pemakaian: 3x4 tetes ditunggu selama
10 menit di pakai selama 3 hari
Indikasi: melunakkan serumen yang mengeras
H202 3 %
Cara pemakaian: di tetes selama 3-5 hari
sebanyak 3x3-4 tetes di tunggu sampai 3-5
menit

ANTIHISTAMIN
1. Antihistamin generasi 1 :
Difenhidramin, klorfeniramin,
prometasin, siproheptadin
2. Antihistamin generasi 2 :
Loratadin, setirisin, fexofenadin,
levosetirisin

CHLORPHENIRAMIN MALEAT

Indikasi:

iritasi hidung, mata, tenggorokan


Edema, kemerahan, iritasi karena alergi
makanan, gigitan seranga

Dosis

Oral

Dewasa : 4mg tiap 4-6 jam sekali, sampai


24mg/24 jam
Anak 2-5 th : 1mg tiap 4-6 jam sekali
Anak 6-11 th : 2 mg tiap 4-6 jam sekali,
sampai 12 mg/24 jam

CHLORPHENIRAMIN MALEAT

KI :

Perhatian :

Mengantuk dan gang koordinasi


Usia lanjut : pusing, sedasi dan hipotensi
Penderita asma bronkiale, hipertensi
E.S: sedasi, gangguan GI, hipotensi

hipersensitivitas terhadap obat ini


Gangguan sal nafas bag bawah termasuk asma
Terapi bersama dengan MAOI dapat memperpanjang/ memperkuat
efek antikolinergik (kekeringan) dari chlorpheniramin
Bayi baru lahir , ibu hamil dan menyusui

DIPHENHYDRAMIN

Indikasi

Rinitis alergika, rinitis vasomotor


Konjungtivitis alergika
Urtikaria dan angioedema ringan
Reaksi alergi
Mabuk perjalanan

Dosis :

Oral

Dewasa : 50 mg atau 20 mg , 3-4x/hari


Anak : 5 mg/kg/hari atau 150 mg/hari, sampai 300 mg/hari

Parenteral : untuk reaksi alergi

Dewasa : 10-50 mg IM, IV (100 mg), sampai 400mg/hari


Anak : 5 mg/kg/hari atau 150 mg/hari, sampai 300 mg/hari
(IM), IV dibagi 4 dosis

DIPHENHYDRAMIN

Untuk mabuk perjalanan, obat


diberikan 30 mnt sebelum perjalan,
diberikan sesudah makan serta
sebelum tidur
KI, Perhatian dan ES = CTM

LORATADIN
Cara kerja: antagonis selektif terhadap
reseptor H1 perifer tanpa efek sedasi
sentral atau efek antikolinergik
Dosis:
Dewasa, usia lanjut, anak 12 tahun tahun
atau lebih : 10 mg (1 tablet) sehari.
Anak-anak usia 2 12 tahun :
BB > 30 kg : 10 mg (1 tablet) sehari
BB 30 kg : 5 mg (1/2 tablet) sehari

LORATADIN
Indikasi: gejala alergi seperti gatal/ bersin-bersin
(Rhinitis alergi), rasa gatal dan terbakar pada
mata, urtikaria kronis
E.S: lelah, sakit kepala, mulut kering, gangguan
pencernaan, nausea
K.I: hipersensitif terhadap obat ini

SETIRIZIN
antihistamin potensial yang memiliki efek sedasi
(kantuk) ringan dengan sifat tambahan anti
alergi.
Dosis:
1) 2-6 tahun tab 2,5mg 2 x 1
2) 6-12 tahun tab 5 mg 2 x 1
3) >12 tahun tab 10 mg 1 x 1

SETIRIZINE

Indikasi : rhinitis alergi menahun ataupun


musiman, dan urtikaria idiopatik kronik
E.S: lemas, mulut kering, sakit perut
K.I: hipersensitifitas, wanita menyusui karena
kandungan aktif cetirizine diekskresi pada air
susu ibu