Anda di halaman 1dari 19

SINUSITIS

Alitha Rachma Oktavia


112015025

Anatomi Paranasalis

Kompleks Ostio-meatal
Prosessus unsinatus
Infundibulum etmoid
Hiatus semilunaris
Bula etmoid
Agger nasi
Resessus frontalis

Fungsi Sinus Paranasal


Mengatur kondisi udara
Penahan suhu
Membantu keseimbangan kepala
Membantu resonansi suara
Peredam perubahan tekanan udara
Membantu produksi mukus untuk membersihkan rongga

hidung

Epidemiologi
Setiap tahunnya 31 juta orang usia produktif.
Lebih sering terjadi awal musim gugur dan musim semi.
Meningkat seiring dengan meningkatnya kasus asma,

alergi, dan penyakit traktus respiratorius lainnya.

Etiologi
Deviasi septum.
Hipertrofi konka media.
Polip nasi.
Tumor di dalam rongga hidung.
Rinitis alergi dan rinitis kronik.
Polusi lingkungan, udara dingin dan kering

Patofisiologi
Terjadi edem pada
KOM, mukosa yang
berhadapan akan
saling bertemu
sehingga silia tidak
dapat bergerak dan
ostium tersumbat

Tekanan (-) di
dalam rongga
sinus,
menyebabkan
transudasi. (serous)

Bila menetap,
sekret yg terkumpul
dlm sinus
merupakan media
yg baik untuk
tumbuhnya bakteri

Hipertrofi, polipoid,
atau pembentukan
polip dan kista

Mukosa makin
membengkak, terjadi
perubahan pada
mukosa menjadi
kronik

Inflamasi berlanjut,
terjadi hipoksia dan
bakteri anaerob
berkembang

Diagnosis
Kriteria Mayor

Kriteria Minor

Sekret nasal yang purulen

Edem periorbital

Drenase faring yang purulen

Sakit kepala

Purulent Post Nasal Drip

Nyeri di wajah

Batuk

Sakit gigi

Foto rontgen (Waters

radiograph atau air fluid


level) : Penebalan lebih 50%
dari antrum
Coronal CT Scan : Penebalan
atau opaksifikasi dari mukosa
sinus

Nyeri telinga
Sakit tenggorok
Nafas berbau
Bersin-bersin bertambah sering
Demam
Tes sitologi nasal (smear) :

neutrofil dan bakteri


Ultrasound
Kemungkinan terjadinya sinusitis jika :
Gejala dan tanda : 2 mayor, 1 minor dan 2 kriteria minor

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi

Palpasi

Pembengkakan di pipi

sampai kelopak mata


bawah yang berwarna
kemerahan (sinusitis
maksilaris akut)
Pembengkakan di
kelopak mata atas
(sinusitis frontalis akut)

Sinusitis maksilaris

nyeri tekan pada pipi


dan nyeri ketuk di gigi
Sinusitis frontal nyeri
tekan pada bagian
medial atap orbita.

Pemeriksaan Penunjang
Transiluminasi
Rotgen sinus

paranasal
CT-Scan
Sinuscopy
Pemeriksaan
mikrobiologi

Klasifikasi Sinusitis
Sinusitis Akut

Hidung tersumbat, nyeri


tekanan pada muka,
ingus purulent, post
nasal drip, demam,
malaise, nyeri kepala,
wajah bengkak, terasa
penuh

Sinusitis Subakut

Gejala = akut, tanda


radang (-)

Sinusitis Kronik

Sukar disembuhkan dengan pengobatan medikamentosa


saja. Harus dicari factor penyebab dan factor
predisposisinya.

Sinusitis Dentogen
Penyebab penting sinusitis kronik
Infeksi gigi rahang atas seperti infeksi apikal akar gigi

atau inflamasi jaringan periodontal mudah menyebar


langsung ke sinus
Pd sinusitis maksila kronik yang mengenai satu sisi
dengan ingus purulen dan nafas berbau

Sinusitis Jamur
Infeksi jamur pada sinus paranasal
Angka kejadian meningkat dengan meningkatnya

pemakaian antibiotik, kortikosteroid, obat-obat


imunosupresan dan radioterapi
Sinusitis jamur invasif akut
Sinusitis jamur non-invasif

Penatalaksaan
Antibiotik Gol. penisilin
Dekongestan

Terapi lain dapat diberikan jika diperlukan :


- Analgesik
- Mukolitik
- Steroid
- Pencuci rongga hidung

Tindakan Pembedahan
Indikasi :
- Sinusitis kronik yang tidak membaik setelah terapi
adekuat
- Sinusitis kronik disertai kista atau kelainan yang
ireversible
- Polip ekstensif
- Adanya komplikasi sinusitis serta sinusitis jamur

Komplikasi
Kelainan Orbita
Kelainan Intraklanial
Osteomielitis dan abses subperiostal
Kelainan paru

Prognosis
Sinusitis akut memiliki prognosis yang sangat baik,

dengan perkiraan 70% penderita sembuh tanpa


pengobatan. Sedangkan sinusitis kronik memiliki
prognosis yang bervariasi. Jika penyebabnya adalah
kelainan anatomi dan telah diterapi dengan bedah,
kadang mengalami kekambuhan

TERIMA KASIH