Anda di halaman 1dari 46

Sinusitis

By Komalah Ravendran

Anatomi

Anatomi
Sinus Maxillaris

Sinus Frontal

terletak di os frontal
mulai terbentuk sejak
bulan ke-empat fetus,
berasal dari sel-sel resesus
frontal atau dari sel-sel
infundibulum etmoid.
mulai berkembang usia 810 tahun, mencapai ukuran
maksimal sebelum usia 20
tahun.
Sinus kanan dan kiri
biasanya tidak simetris dan
dipisahkan oleh sekat yang
terletak di garis tengah

Sinus yang terbesar


Antrum Highmore
Berbentuk piramid
Dasar sinus maksila
berdekatan dengan
akar gigi rahang atas
yaitu premolar (P1 dan
P2), molar (M1 dan M2)
Ostium sinus maksila
terletak lebih tinggi
dari dasar sinus

Anatomi
Sinus Etmoid

Sinus Sfenoid

sinus etmoid seperti


piramid dengan dasarnya
di bagian posterior
Sinus etmoid beronggarongga, terdiri dari sel-sel
yang menyerupai sarang
tawon yang jumlahnya
bervariasi
sinus etmoid anterior
bermuara ke meatus
media dan sinus etmoid
posterior bermuara ke
meatus superior

Sinus sfenoid terletak


dalam os sfenoid di
belakang sinus etmoid
posterior
Sinus sfenoid dibagi
dua oleh sekat yang
disebut septum
intersfenoid

Fisiologi Sinus Paranasal


Menurut Drake (1997)
belum ada
persesuaian pendapat
mengenai fisiologi
sinus paranasal
tidak mempunyai
fungsi apa-apa,
karena terbentuknya
sebagai akibat
pertumbuhan tulang
muka.

Menurut Lund (1997)

beberapa teori yang


dikemukakan sebagai
fungsi sinus paranasal

Fisiologi Sinus Paranasal


pengaturperendam
penahan
Sebagai
Membantu
suhu
kondisi
keseimbangan
resonansi
produksi
(thermal
udara
perubahan
mukus
suara
insulator)
kepala
tekanan udara

Definisi Sinusitis

Kondisi klinis yang


karakteristiknya
adalah radang pada
mukosa sinus
paranasalis

Klasifikasi Sinusitis

Akut
Subakut
Kronis

Tipe
Dentoge
n
Tipe
Rinogen

Faktor Predisposisi

Etiologi
Sinusitis akut

Diagnosis
Kriteria Mayor

Sekret nasal yang purulen


Drenase faring yang purulen
Purulent Post Nasal Drip
Batuk
Foto rontgen (Waters
radiograph atau air fluid
level) : Penebalan lebih 50%
dari antrum
Coronal CT Scan : Penebalan
atau opaksifikasi dari
mukosa sinus

Kriteria Minor

Edem periorbital
Sakit kepala
Nyeri di wajah
Sakit gigi
Nyeri telinga
Sakit tenggorok
Nafas berbau
Bersin-bersin bertambah sering
Demam
Tes sitologi nasal (smear) :
neutrofil dan bakteri
Ultrasound

Kemungkinan terjadinya sinusitis jika :


Gejala dan tanda : 2 mayor, 1 minor dan 2
kriteria minor

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi

Palpasi

Pembengkakan di pipi
sampai kelopak mata
bawah yang berwarna
kemerahan (sinusitis
maksilaris akut)
Pembengkakan di
kelopak mata atas
(sinusitis frontalis
akut)

Sinusitis maksilaris
nyeri tekan pada pipi
dan nyeri ketuk di gigi
Sinusitis frontal
nyeri tekan pada
bagian medial atap
orbita.

Pemeriksaan Penunjang
Transiluminasi

Kesuraman pada sisi


yang sakit
Hanya dapat
dilakukan pada sinus
maksila dan sinus
frontal

Pemeriksaan Penunjang
Rontgen Sinus Paranasalis 3 posisi
Posisi AP, lateral dan Waters
menunjukkan gambaran
berupa
Penebalan mukosa
Opasifikasi sinus
(berkurangnya
pneumatisasi)
Gambaran air fluid level
yang khas akibat akumulasi
pus yang dapat dilihat pada
foto waters.

Pemeriksaan Penunjang
CT-Scan

pemeriksaan yang
dapat memberikan
gambaran yang paling
baik akan adanya
kelainan pada mukosa
dan variasi antominya

Pemeriksaan Penunjang
Sinoscopy
merupakan satu
satunya cara yang
memberikan informasi
akurat tentang
perubahan mukosa
sinus, jumlah sekret
yang ada di dalam
sinus, dan letak dan
keadaan dari ostium
sinus.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan
Mikrobiologi
Biakan yang berasal
dari hidung bagian
posterior dan
nasofaring biasanya
lebih akurat
dibandingkan dengan
biakan yang berasal
dari hidung bagian
anterior
Untuk disesuaikan
dengan pemberian
antibiotik

Laboratorium

Tes sedimentasi,
leukosit, dan C-reaktif
protein

Diagnosis Menurut
Klasifikasi
Akut, Subakut dan
Kronis

Sinusitis Maksilaris Akut


Gejala Subyektif
nyeri terasa di bawah kelopak mata hingga terasa
di gigi.
Nyeri alih dirasakan di dahi dan depan telinga
Wajah terasa bengkak, penuh dan nyeri pada
gerakan kepala mendadak
terdapat nyeri pipi khas yang tumpul dan menusuk.
Sekret mukopurulen dapat keluar dari hidung dan
berbau busuk.
Batuk iritatif non produktif seringkali ada

Sinusitis Ethmoidalis Akut


Gejala Subyektif
lebih lazim pada anak
bermanifestasi sebagai selulitis orbita
Pada dewasa bersama dengan sinusitis maksilaris
dan sinusitis frontalis
Nyeri yang dirasakan di pangkal hidung dan kantus
medius
kadang-kadang nyeri di bola mata atau
belakangnya, terutama bila mata digerakkan.
Nyeri alih di pelipis
post nasal dripdan sumbatan hidung

Sinusitis Frontalis Akut


Gejala Subyektif
hampir selalu bersama-sama dengan infeksi sinus
etmoidalis anterior
nyeri kepala yang khas, nyeri berlokasi di atas
alis mata, biasanya pada pagi hari dan
memburuk menjelang tengah hari, mereda
hingga menjelang malam.
dahi terasa nyeri bila disentuh dan mungkin
terdapat pembengkakan supra orbita.

Sinusitis Sfenoidalis Akut


Gejala Subyektif
Pada sinusitis sfenodalis rasa nyeri terlokalisasi di
vertex, oksipital, di belakang bola mata dan di
daerah mastoid.
Lazim menjadi bagian dari pansinusitis, sehingga
gejalanya sering menjadi satu dengan gejala
infeksi sinus lainnya

Gejala Obyektif
pembengkakan dan edema kulit yang ringan akibat
periostitis
Pada rinoskopi anterior tampak mukosa konka hiperemis
dan edema.
Pada sinusitis maksila, frontal dan ethmoid anterior tampak
mukopus atau nanah di meatus medius
Pada sinusitis ethmoid posterior dan sfenoid nanah tampak
keluar dari meatus superior
Pada sinusitis akut tidak ditemukan polip, tumor maupun
komplikasi sinusitis
Pada rinoskopi posterior tampak mukopus di nasofaring
(post nasal drip).
Pemeriksaan penunjang : transiluminasi, radiologik dan
mikrobiologik

Sinusitis Subakut

Gejala radang
Tanda
rinoskopi
klinisnya
anterior
posterior
akut
sama
tampak
(demam,
tampak
dengan
sekret
sekret
sakit
sinusitis
dikepala
purulen
meatus
akut
hebat,
dimedius
nasofaring
nyeri
atau
tekan)
superior
sudah red

Sinusitis Kronis
Gejala Subyektif

Gejala Obyektif

Bervariasi dari ringan sampai berat,


terdiri dari :
Sekret pada hidung dan post nasal
drip yang mukopurulen dan hidung
biasanya sedikit tersumbat.
Laring dan faring , rasa tidak nyaman
dan gatal di tenggorokan.
Pendengaran terganggu oleh karena
terjadi sumbatan tuba eustachius.
Adanyeri atau sakit kepala.
Gejala mata, karena penjalaran infeksi
melalui duktus nasolakrimalis.
Gejala saluran nafas berupa batuk dan
komplikasi di paru berupa bronkhitis
atau bronkhiektasis atau asma
bronkhial.
Gejala di saluran cerna mukopus
tertelan sehingga terjadi
gastroenteritis

Tidak seberat sinusitis akut dan


tidak terdapat pembengkakan pada
wajah.
Pada rinoskopi anterior dapat
ditemukan sekret kental, purulen
dari meatus medius atau meatus
superior
dapat juga ditemukan polip, tumor
atau komplikasi sinusitis
Pada rinoskopi posterior tampak
sekret purulen di nasofaring atau
turun ke tenggorok.
Pada pemeriksaan mikrobiologi,
terdapat infeksi campuran oleh
bermacam-macam mikroba, seperti
kuman aerobS. aureus, S. viridans,
H. influenzaedan kuman anaerob
Peptostreptococcusdan fuso
bakterium

Therapi Primer Sinusitis


Akut

Irigasi Antrum
Dekongestan
Antibiotik
Analgetik
Diatermi
gelombang pendek

Antibiotik

Sinusitis Kronik
Prinsip utama penanganan:
Mengembalikan
Mengenali

Therapi Sinusitis Kronis


Antibiotika

Pembedahan
Pembedahan radikal

Sinus maksila
dilakukan operasi
Caldwell Luc
Sinus ethmoid
dilakukan
etmoidektomi.

Pembedahan
Pembedahan tidak
radikal
menggunakan
endoskopi yang
disebut Bedah Sinus
Endoskopi Fungsional
Prinsipnya adalah
membuka daerah
osteomeatal kompleks

Balloon Sinuplasty
menggunakan kateter
balon sinus yang kecil
dan lentur (fleksibel)
untuk membuka
sumbatan saluran
sinus, memulihkan
saluran pembuangan
sinus yang normal dan
fungsi-fungsinya

Komplikasi
Komplikasi orbita 5 tahapan:
Peradangan atau reaksi edema yang ringan

Komplikasi
Mukokel
suatu kista yang
mengandung mukus yang
timbul dalam sinus, kista
ini paling sering ditemukan
pada sinus maksilaris
Dalam sinus sfenoidalis,
dapat menimbulkan
diplopia dan gangguan
penglihatan
Piokel adalah mukokel
terinfeksi

Osteomielitis dan
Abses Subperiosteal
Paling sering infeksi
sinus frontalis
Nyeri tekan dahi
setempat sangat berat
Gejala sistemik berupa
malaise, demam dan
menggigil

Komplikasi
Meningitis
Abses
dura
subdural
Otak

Terima Kasih