Anda di halaman 1dari 7

EMBRIO DAN ENDOSPERM

A. TUJUAN
1.
Mengamati struktur dan perkembangan endosperm.
2.
Mengamati perkembangan embrio.
B. METODE
Metode praktikum yang digunakan adalah observasi
C. ALAT DAN BAHAN
1.
Mikroskop
2.
Biji Glycine max (kedelai)
3.
Preparat penampang membujur ovulum Glycine max (kedelai) pada berbagai
stadium perkembangan embrio dan endosperm.
D. CARA KERJA

Mengamati bagian bagian pada biji kedelai yang belum dibelah.

Membelah kedelai dan mengamati bagian - bagiannya

Mengamati dengan menggunakan mikrsokop pada preparat penampang


membujur ovulum Glycine max (kedelai) pada stadium
globular,jantungng,torpedo

Menggambar yang diamati

E. HASIL DAN PEMBAHASAN

Praktikum berjudul embrio dan endosperm ini bertujuan untuk mengamati


struktur dan perkembangan endosperm dan mengamati perkembangan embrio.
Endosperm tumbuh dan berkembang lebih dahulu dibandingkan pertumbuhan dan
perkembangan embrio. Endosperm kaya akan cadangan makanan. Cadangan makanan
tersebut digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada sebagian besar
tumbuhan monokotil, endosperm berisi cadangan makanan yang dapat digunakan sampai
terjadinya perkecambahan. Pada beberapa tumbuhan dikotil, cadangan makanan
diberikan kepada kotiledon (daun biji) sebelum biji tumbuh dan berkembang lebih lanjut.
Pertumbuhan dan perkembangan embrio diawali dengan pembelahan zigot
secara mitosis menghasilkan sel basal dan sel terminal. Sel basal berkembang menjadi
suspensor. Suspensor berfungsi sebagai penghubung antara embrio dan kulit bakal biji,
serta mengalirkan nutrien dari tumbuhan induk atau dari endosperm. Sel terminal
berkembang menjadi proembrio yang melekat pada suspensor. Kotiledon mulai
berkembang membentuk tonjolan pada proembrio yang juga diikuti perkembangan
embrio. Embrio berkembang membentuk ujung batang dan ujung akar.
Pada praktikum embrio dan endosperm digunakan alat dan bahan meliputi biji
kedelai (Glycine max) dan preparat penampang membujur ovulum Glycine max (kedelai)
pada stadium globular,jantung , dan stadium torpedo.
Biji merupakan struktur yang kompleks sebagai bakal calon individu baru yang
dilengkapi dengan struktur dan bagian-bagian yang masing-masing memiliki peranan
yang berbed-beda dalam kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan benih. Di
dalam bakal biji terdapat zigot dan endosperm. Zigot akan tumbuh dan berkembang
menjadi embrio.
Pada pengamatan pertama yaitu mengamati biji kedelai yang belum dibelah. Dari
pengamatan didapatkan bahwa pada biji kedelai terlihat jelas selaput benih berwarna
keputihan dan hillus atau tali pusar biji. Biji kedelai mempunyai kulit luar yang disebut

testa atau spermodermis yang bertekstur keras, berfungsi untuk melindungi biji yang
berada di dalamnya. Testa (kulit benih) biasanya berkembang dari integumentum
(selaput bakal biji). Testa pada kedelai berupa selaput yang menyelubungi benih. Pada
tanaman angiospermae kulit benih terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan kulit luar sebagai
pelindung bagian dalam biji dengan sifat tipis, kaku, keras seperti kayu atau batu, dan
tegmen berupa lapisan kulit dalam yang biasanya tipis berupa selaput . Biji berbentuk
bulat agak lonjong atau bulat.Warna kulit biji bervariasi: coklat tua dan coklat keputihan
(krem).Pada pengamatan terdapat adanya hillus.Hillus merupakan bagian kulit luar biji
bekas perlekatan dengan tali pusar.Pada kedelai,hillus kelihatan kasar dan mempunyai
warna yang berlainan dengan bagian lain kulit biji. Pusar biji terlihat sangat jelas.
Pengamatan yang selanjutnya adalah pengamtan pada kedelai yang sudah
dibelah.Dari hasil pengamatan terlihat jelas perbedaan dari masing-masing bagian dalam
struktur biji Glycine max (kedelai) yang masih utuh dan telah terbelah menjadi 2 bagian
dimana masing-masing memiliki peranan yang berbeda . Biji Glycine max (kedelai)
termasuk kedalam golongan tanaman dikotil memiliki kotiledon sebanyak 2 keping
.Pada biji kedelai bagian dalam dapat dilihat adanya radikula,plumula,dan kotiledon.
Radikula atau biasa disebu dengan akar lembaga merupakan calon akar yang akan
menjadi radix primaria atau akar tunggang. Radikula tumbuh menembus kulit biji
melalui mycropyl.Sedangkan biji juga dijumpai adanya plumula. Plumulae dari embrio
kedelai terlihat jelas tampak berupa titik tumbuh pada ujung batang lembaga. Plumula
pada nantinya yang menjadi bakal daun serta radikula yang menjadi bakal
akar. Pada pengamatan diketahui bahwa kotiledon mempunya bagian yang karena
mengisi sebagian besar dari struktur benih secara keseluruhan. Kotiledon atau daun
lembaga merupakan salah satu jaringan cadangan makanan untuk proses pertumbuhan
dan perkembangan benih, dimana kotiledon mengisi sebagian besar bagian benih.
Kotiledon mempunyai fungsi sebagai tempat cadangan makanan, tempat fotosintesis ;
kotiledon (daun lembaga) pada saat berkecambah tumbuh menjadi hijau, dan baru jatuh
paa waktu yang agak lama dan sebagai penghisap zat makanan dari pituh lembaga dan
tidak langsung tampak dari luar serta tidak memperlihatkan keping biji.
Menurut Amstrong (2009), berdasarkan pembelahan sel endosperm primer dan
perkembangannya, endosperm dibedakan menjadi 3 tipe yaitu: 1. nuclear Pada tipe ini

pembelahan inti endosperm primer (secara mitosis) yang pertama serta pembelahan
selanjutnya tidak diikuti oleh pembentukan dinding sekat, sehingga inti tetap bebas. 2.
seluler Pembelahan pertama inti endosperm primer dan pemebelahan selanjutnya diikuti
oleh pembentukan dinding sekat. Di sini kantong embrio terbagi dalam ruanganruangan, walaupun di antaranya ada yang mengandung lebih dari satu inti. Misalnya
pada Peperomia. 3. helobial Tipe ini merupakan tipe intermediair antara tipe pertama
dan tipe kedua. Misalnya pada Helobiae, Zea mays atau Oryza sativa.
Praktikum yang selanjutnya yaitu pengamatan pada perkembangan embrio
pada stadium globular, jantung, dan stadium torpedo.Perkembangan embrio pada
stadium globular ditandai dengan

adanya sel sel penyusun badan embrio dan

suspensor. Suspensor merupakan struktur yang bersifat sementara dan biasanya dijumpai
pada ujung radikula dari embrio.Suspensor merupakan hasil pembelahan melintang dari
sel basal, sedangkan sel terminal akan membelah memanjang membentuk proembrio
tetrad. Suspensor membelah melintang beberapa kali. Sel apikal membelah vertikal
dengan bidang pembelahan tegak lurus bidang pertama, pada tahap ini proembrio berada
pada tahap kuadran. Setiap sel kuadran membelah melintang menghasilkan stadium
oktan. Setiap oktan membelah periklinal menghasilkan protoderm di sebelah luar yang
akan berdiferensiasi menjadi epidermis. Sel sebelah dalam akan membentuk meristem
dasar, sistem prokambium, hipokotil . Pada tahap ini proembrio berada pada tahap
globular. Pada perkembangan embrio stadium globuler, suspensor mengalami
perkembangan yang maksimum. Suspensor mempunyai peranan sebagai organ penyerap
makanan dari jaringan somatic didalam bakal biji uang kemudian menyalurkannnya
pada embrio yang sedang berkembang,sebagai penyimpan cadangan makanan, dan zat
pengatur tumbuh bagi perkembangan embrio. Menurut Amstrong (2009) pada masa
transisi dari stadium globular menuju perkembangan embrio selanjutnya yaitu stadium
jantung akan terjadi diferensiasi organ embrionik dan jaringan yang ada didalamnya.
Menurut Estiti (1995).embrio tahap globular kemudian mengalami pendataran dibagian
apeks, pada tahap ini embrio pada tahap jantung
Pada pengamatan yang berikutnya yaitu pengamatan perkembangan embrio pada
stadium jantung. Dari hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa perkembangan embrio
pada stadium jantung ditandai dengan adanya suspensor, badan embrio, dan endosperm.

Pada stadium jantung dapat dilihat bahwa keeping biji melengkung membentuk lipatan
seperti jantung dan letak ujungnya berlekatan dengan susupensor.Pada stadium ini
embrio tumbuh dan endosperm berkembang dari stadium inti bebas menjadi seluler.
Menurut Budiwati (2014) ,pada stadium jantung sel susupensor mulai berdegenerasi dan
akhirnya remuk tertekan oleh embrio yang semakin membesar.Endosperm pada stadium
jantung telah mengalami selularisasi yaitu tidak adanya stadium inti bebas. Selularisasi
embrio merupakan Pembelahan mitosis inti endosperm primer yang diikuti dengan
pembentukkan dinding sekat. Disini embriosae terbagi dalam ruangan-ruangan walau
ada yang mengandung lebih dari 1 inti. Pada ke dua sisi embrio tahap jantung akan
membelah lebih cepat dibandingkan bagian tengah sehingga membentuk embrio tahap
torpedo. Pemanjangan ini terus terjadi membentuk embrio tahap kotiledon Suspensor
membantu embrio masuk kedalam endosperm untuk mendapatkan makanan. Embrio
tahap kotiledon yang terus tumbuh akan melengkung didalam ovulum. Disini dapat
dilihat suspensor sudah mengecil.
Pada pengamatan didapatkan hasil bahwa pada stadium torpedo dapat diamti
adanya kotiledon,plumula,hipokotil, dan endosperm.Perkembangan embrio pada
stadium torpedo jika dilihat tampak bahwa kotiledon melengkung .Menurut teori, pada
stadium torpedo terjadi determinasi hipokotil dan radikula,serta terjadi diferensiasi
prokambium. Pada perkembangan embrio tumbuhan dikotil akan terbentuk epikotil dan
hipokotil. Epikotil terletak di atas kotiledon. Di ujung epikotil terdapat plumula, yaitu
berupa ujung batang dan sepasang calon daun sedangkan hipokotil terletak di bagian
bawah kotiledon. Hipokotil berujung di calon akar (radikula). Tipe perkembangan
embrio tergolong ke dalam tipe Onagrad.Zigot megalami pembelahan secara transversal
dimana sel embrio hanya sedikit. Formulasi embrionik dapat menunjukkan hubungan
antara masing-masing sel dengan sel-sel yang lain selama segmentasi dengan
memperhatikan asal jumlah disposisi dan fungsinya.
F. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
Endosperm tumbuh dan berkembang lebih dulu dibandingkan pertumbuhan dan
perkembangan embrio.Perkembangan embrio terdiri atas 3 stadium yaitu stadium
globular,jantung, dan torpedo.

DAFTAR PUSTAKA
Amstrong, W.P. 2009. The Peanut: A Subterranean legume. Diakses online melalui
http://waynesword.palomar.edu/ecoph8b.htm, pada hari Rabu tangal 03 Januari
2014, jam 14.00 WIB.
Budiwati.2014.Dikat Reproduksi dan Embriologi Angiospremae.Yogyakarta :FMIPA
UNY.
Hidayat,Estiti.1995.Anatomi tumbuhan berbiji. Bandung: ITB.
Suhandoyo,dkk.2014.Petunjuk Praktikum Biologi Perkembangan.Yogyakarta:FMIPA
UNY.