Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
Batuan karbonat merupakan batuan reservoir yang sangat penting di
dalam industri perminyakan. Dari 75% daratan yang dibawahi oleh batuan
sedimen, seperlimanya merupakan batuan karbonat. Batuan karbonat adalah
batuan yang mempunyai komposisi yang lebih dominan ( lebih dari 50% ) terdiri
dari garam garam karbonat. Batuan karbonat dapat dikelompokkan menjadi 4
jenis, yaitu terumbu, dolomit, gamping klastik dan gamping afanitik. Batuan
karbonat mempunyai nilai ekonomi yang penting, sebab mempunyai porositas dan
permeabilitas yang memungkinkan terakumlasinya minyak dan gas alam. Sifatsifat fisik dari batuan karbonat sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor
pembentukannya. Dimana lingkungan pengendapan batuan karbonat dapat terjadi
pada basin, slope dan shelf. Ciri-ciri umum batuan karbonat yaitu memiliki
porositas sekunder dan permeabilitas yang tidak seragam yang terbentuk akibat
rekahan atau patahan.
Dipilihnya air sebagai fluida injeksi dikarenakan air mempunyai sifat
keefektifan yang baik dalam proses pendesakan minyak untuk berbagai kondisi
dan karakteristik reservoir, jenis-jenis batuan dan sifat-sifat fluidanya. Selain itu
air mudah diperoleh sehingga dapat menghemat biaya.
Injeksi air dapat dilakukan sebagai pressure maintenance dan secondary
recovery.
Pressure maintenance dilakukan untuk menjaga tekanan reservoir, agar
laju produksi tidak menurun drastis. Dengan menginjeksikan air pada zona
aquifer, saat tenaga pendorong reservoir masih mampu untuk memproduksikan
minyak ke permukaan.
Prinsip dasar dari pressure maintenance adalah mengusahakan agar :
a. Depletion Drive Index (DDI) menurun atau tidak dominan, yaitu dengan cara
menjaga tekanan reservoir tetap tinggi.
b. Mengganti tenaga pendorong alamiah dengan tenaga pendorong buatan yang
lebih effisien, misalnya mengganti gas cap drive dengan water drive buatan.

Injeksi air pada pressure maintenance dilakukan untuk melihat seberapa


besar perbaikan tekanan reservoir. Agar dapat menentukan besarnya laju injeksi
air optimum yang diperlukan untuk mempertahankan tekanan reservoir agar tidak
mengalami penurunan secara drastis.
Sedangkan injeksi air pada secondary recovery dilakukan pada saat
minyak sisa di reservoir sudah tidak dapat diambil dengan metode awal, atau
dengan kata lain mendorong minyak menggunakan air dengan cara yang
seefiesien

mungkin

untuk

meningkatkan

perolehan

minyak

(recovery).

Gelembung gas akan membentuk fasa yang berkesinambungan dan mengalir ke


arah sumur-sumur produksi. Terproduksinya gas ini akan mengurangi energi yang
tersedia secara alami untuk memproduksikan minyak, sehingga jumlah minyak
yang dapat diproduksikan secara alami dapat berkurang. Secara umum dapat
dikatakan bahwa penurunan tekanan yang tidak dikontrol memberi kontribusi
terhadap pengurangan recovery.
Penurunan tekanan reservoir dapat diperlambat secara alami bila
penyerapan reservoir oleh sumur-sumur produksi diimbangi oleh perembesan air
kedalam reservoir dari aquifer. Air ini berperan sebagai pengisi atau pengganti
minyak yang terproduksi, selain itu dapat berperan sebagai media pendesak.
Produksi minyak yang mengandalkan tenaga pengembangan dari gas yang keluar
dari larutan (depletion drive). Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan
proses penginjeksian air dari permukaan bumi ke dalam reservoir minyak.
Dimana air diinjeksikan ke dalam reservoir untuk mendapatkan perolehan minyak
agar dapat bergerak dari reservoir menuju sumur produksi setelah reservoir
tersebut mendekati batas ekonomis produktif melalui perolehan tahap pertama.
Penginjeksian air yang dimaksud disini merupakan penambahan energi
kedalam reservoir melalui sumur-sumur injeksi. Air akan mendesak minyak
mengikuti jalur-jalur arus (stream line) yang dimulai sumur dari injeksi dan
berakhir pada sumur produksi.
Maksud

dari komprehensif yang berjudul Peranan Karakteristik

Reservoir Pada Injeksi Air Sebagai Pressure Maintenace dan Secondary Recovery
untuk Resevoir Batuan Karbonat, ini adalah mengetahui karekteristik dari
reservoir batuan karbonat yang cocok untuk dilakukan injeksi air. Tujuannya

adalah mengetahui bagaimana injeksi air itu dilaksanakan serta faktor-faktor yang
perlu diperhitungkan dan dipertimbangkan. Dimana injeksi air ini untuk
meningkatkan perolehan dari cadangan minyak (recovery).