Anda di halaman 1dari 7

19/10/2015

BAHAN (materials) : sesuatu benda berwujud


yang digunakan untuk membuat barang jadi.
Bahan pasti menjadi bagian yang integral, tidak
terisahkan atau menempel menjadi satu dengan
barang jadi.

BIAYA BAHAN BAKU


Mata Kuliahnya Bu dandang,. AKUNTANSI BIAYA., Uda skalian tugasnya

Barang dalam proses (work in process) :


bahan yang sudah mengalami satu atau lebih
proses produksi, dan masih membutuhkan satu
atau lebih proses produksi agar memiliki
karakteristik benda yang siap dijual.
1

Pengertian bahan baku &


bahan pembantu

Barang jadi (finished goods) :


benda berwujud yang telah memiliki
karakteristik benda yang siap dijual,
sehingga tidak membutuhkan proses
produksi lagi.

Pengelompokan bertujuan untuk


pengendalian bahan dan pembebanan
biaya ke harga pokok produksi.

Karakteristik bahan, barang dalam


proses, dan barang jadi setiap
perusahaan berbeda.
3

19/10/2015

Menurut Halim (1996) : bahan baku


adalah bahan yang secara menyeluruh
membentuk produk selesai dan dapat
diidentifikasikan secara langsung pada
produk yang bersangkutan.

Pengertian bahan baku


Menurut Vanderbeck (2005)
Bahan baku merupakan komponen
yang mudah ditelusur ke barang jadi

Menurut Mulyadi (2005)


Bahan baku merupakan bahan yang
membentuk bagian menyuluruh
produk jadi.
5

Bahan baku ada yang menjadi pembentuk


mayoritas barang jadi secara pisik, tetapi
ada juga yang minoritas dalam
pembentukan barang jadi.
Pemakaian bahan baku ada yang lebih
mudah dihitung kuantitas penggunaannya
dibanding bahan pembantu, tetapi ada
juga bahan baku yang lebih sulit dihitung
kuantitas penggunaannya dibanding
bahan pembantu dalam pembuatan suatu
barang jadi.
7

Atau dari pendapat-pendapat tersebut


Bahan baku adalah bahan yang menempel
menjadi satu dengan barang jadi yang
mempunyai nilai relatif tinggi dibanding
nilai bahan yang lain dalam pembuatan
suatu barang jadi.

1. Bahan baku yang menjadi pembentuk


mayoritas barang jadi secara pisik.
2. Bahan baku yang menjadi pembentuk
minoritas barang jadi secara pisik.
3. Bahan baku yang mudah ditelusur ke
barang jadi secara pisik
4. Bahan baku yang sulit ditelusur ke barang
jadi secara pisik.
5. Pemakaian bahan baku ada yang lebih
mudah dihitung kuantitas penggunaannya
dibanding bahan pembantu, tetapi ada juga
bahan baku yang lebih sulit dihitung
kuantitas penggunaannya dibanding bahan
pembantu dalam pembuatan suatu barang
jadi.
8

19/10/2015

Metode pembebanan langsung


dan tidak langsung

Sisa bahan
Sisa bahan ; sisa bahan yang dudah tidak bisa
digunakan untuk membuat barang jadi yang
terjadi karena sifat alami proses produksi.
1. Nilai sisa bahan dianggap kecil (tidak
material) dan tidak dapat ditelusur ke job
tertentu.
2. Nilai sisa bahan dianggap kecil,dan dapat
ditelusur ke job tertentu atau dapat
diidentifikasikan ke BOP.

Metode pembebanan biaya produksi ke


harga pokok produksi ada 2 :
1. Pembebanan langsung
2. Pembebanan tidak langsung

3. Nilai sisa bahan dianggap material, maka


dibuatkan rekening persediaan sisa
bahan
Produk rusak
Produk jadi yang cacat (tidak sempurna)
yang secara ekonomis tidak dapat
diperbaiki.
Kerugian karena produk cacat dapat
dibebankan ke BOP jika nilainya kecil,
ataupun harga pokok penjualan jika
nilainya material.
11

10

Produk cacat
Produk jadi yangcacat (tidak sempurna)
yang secara ekonomis dapat diperbaiki,
dimana biaya untuk memperbaiki lebih
kecil dari peningkatan nilai barang jadi,
sehingga barang dijual sebagai barang
jadi.

12

19/10/2015

Tujuan akuntansi biaya bahan:


1.
2.
3.
4.

Menentukan harga pokok bahan yang dibeli


Menentukan metode pencatatan persediaan
Menentukan metode penilaian persediaan
Menentukan besarnya biaya bahan baku
satu periode dan atau masing-masing
pekerjaan (job)
5. Menentukan nilai persediaan bahan akhir
periode, yang disajikan di akun persediaan
bahan di neraca.

13

Harga pokok persediaan bahan baku meliputi


seluruh biaya-biaya yang secara langsung
atau tidak langsung terjadi untuk
mendapatkan persediaan tersebut, pada
tempat dan keadaan yang siap untuk diolah
menjadi produk jadi.
Dengan demikian, yang termasuk harga
pokok bahan baku yang dibeli adalah:
1) Harga faktur
2) Biaya angkutan
3) Biaya-biaya lain yang berhubungan dengan
usaha mendapatkannya, seperti biaya
pemesanan, asuransi
15

HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG


DIBELI
Harga pokok persediaan bahan baku meliputi
seluruh biaya-biaya yang secara langsung atau
tidak langsung terjadi untuk mendapatkan
persediaan tersebut, pada tempat dan keadaan
yang siap untuk diolah menjadi produk jadi.
Dengan demikian, yang termasuk harga pokok
bahan baku yang dibeli adalah:
1) Harga faktur
2) Biaya angkutan
3) Biaya-biaya lain yang berhubungan dengan
usaha mendapatkannya, seperti biaya
pemesanan, asuransi
14

Alokasi biaya angkutan


kepada bahan baku yang
dibeli

16

19/10/2015

Penyelesaian:

1. Atas dasar perbandingan kuantitas


tiap jenis bahan baku yang dibeli

Contoh:
PT HASNAA membeli dua jenis bahan baku sbb:
Bahan A 6.000 kg @Rp 2.000,=Rp
12.000.000, Bahan B 4.000 kg @Rp 2.500,=Rp
10.000.000,10.000 kg
Rp
22.000.000,Biaya angkutan yang dibayar untuk kedua bahan tersebut
berjumlah Rp 500.000,Berdasarkan data diatas, hitunglah:
a. Alokasi biaya angkut untuk tiap jenis bahan!
b. Harga pokok per kg bahan baku!
17

2. Atas dasar perbandingan harga


faktur
tiap jenis bahan baku yang dibeli
Contoh:
PT PERMATA membeli dua jenis bahan baku sbb:
Bahan A
5.000 kg @Rp 3.000,=Rp 15.000.000, Bahan B 10.000 kg @Rp 2.500,=Rp 25.000.000,15.000 kg
Rp 40.000.000,Biaya angkutan yang dibayar untuk kedua bahan tersebut
berjumlah Rp 750.000,Berdasarkan data diatas, hitunglah:
a. Alokasi biaya angkut untuk tiap jenis bahan!
b. Harga pokok per kg bahan baku!
19

Alokasi biaya angkut:


Bahan A = 6.000 kg x Rp 500.000,- = Rp 300.000,10.000kg

Biaya angkut bahan A /kg


= Rp 50,-

Rp 300.000,6.000kg

b. Harga pokok bahan baku yang diangkut:


Bahan A = Rp 2.000,- + Rp 50,- = Rp 18
2.050

Penyelesaian:
. a. Alokasi biaya angkut:
Bahan A = Rp 15.000.000,- x Rp
750.000,Rp 40.000.000,= Rp 281.250,Biaya angkut bahan A /kg
= Rp 56,25

Rp 281.250,5.000kg

20

b. Harga pokok bahan baku yang diangkut:


Bahan A = Rp 3.000,- + Rp 56,25 = Rp
3.056,25

19/10/2015

PT INTAN membeli dua jenis bahan baku sbb:


Bahan A 7.000 kg @Rp 2.200, Bahan B 8.000 kg @Rp 1.600,Biaya angkutan yang dibayar untuk kedua bahan tersebut
berjumlah Rp 350.000,Berdasarkan data diatas, hitunglah:
a. Alokasi biaya angkut untuk tiap jenis bahan!
b. Harga pokok per kg bahan baku!
Dengan asumsi biaya angkut dialokasikan berdasarkan:
1) Perbandingan kuantitas bahan yang dibeli
2) Perbandingan harga faktur bahan yang dibeli

Metode Pencatatan Persediaan

21

2. Metode Pencatatan Periodik (pisik)


Metode pencatatan persediaan yang tidak
melakukan pencatatan dalam rekening
pertsediaan, baik ketika ada transaksi
persediaan keluar maupun masuk gudang
dan tidak dibuatkan buku pembantu
persediaan, sehingga saldo setiap saat
tidak dapat diketahui dan untuk
mengetahui saldo harus dilakukan stok
opname (perhitungan pisik) setiap akhir
periode.
23

1. Metode Persediaan Perpetual


Metode pencatatan persediaan yang melakukan
pencatatan dalam rekening persediaan ketika
ada transaksi persediaan masuk dan keluar
gudang dan dibuatkan buku pembantu
persediaan, sehingga saldo setiap saat dapat
diketahui.
Biaya bahan baku dapat diketahui seketika, yaitu
sejumlah bahan baku yang dipakai, atau yang
tersaji dalam rekening debet Persediaan Barang
Dalam Proses. Sedangkan saldo akhir
persediaan bahan baku dapat dilihat di saldo
pembantu persediaan.
22

Metode Penilaian Bahan Baku


1. FIFO (First in first out)
2. LIFO (Last in first out)
3. Rata-rata bergerak (Moving
Average)
4. Identifikasi Kusus

24

19/10/2015

Metode penilaian tersebut untuk menentukan


nilai barang yang dipakai dan nilai saldo akhir
barang jika terjadi fluktuasi harga barang, jika
harga barang tetap, maka memakai metode
apapun akan menghasilkan nilai pemakaian
dan saldo akhir yang sama.
Metode ini menimbulkan masalah penilaia pada
saat harga beli berfluktuasi.
Masalah penilaian yang muncul ketika ada
transaksi pemakaian, retur pembelian dan
retur produksi

CONTOH :
Transaksi bahan baku kain Katun di
perusahaan konveksi WINA Maret.
Semua pembelian secara kredit. Satuan
unit bahan baku kain adalah Kg.
1 Maret saldo awal 15 kg dengan harga/kg
Rp 105
3 Maret membeli ke PT WNTYA 10 kg
dengan harga /Rp 100
8 Maret dipakai 20 kg
9 Maret membeli ke PT WANDA 30 kg
dengan harga /kg Rp 80

25

10 Maret dipakai 10 kg
20 Maret membeli ke PT WINTYA 20 kg
dengan harga /kg Rp 90
25 Maret dipakai 25 kg
26 Maret membeli ke PT WANDA 20 kg
dengan harga/kg Rp 100
28 Maret diretur ke PT WINTYA 5 kG,
harga Rp 90 (tgl 20 Maret)
29 Maret dipakai 25 kg
30 Maret retur produksi dari pemakaian
29 Maret 11 kg
27

26

31 Maret hasil stock opname bahan baku


ada 21 kg.
Pertanyaan
1. Berapa biaya bahan baku bulan Maret ?
2. Berapa persediaan bahan baku akhir
tanggal 31 Maret ?

28

Anda mungkin juga menyukai