Anda di halaman 1dari 6

SOP P2H

STANDARD OPERATING PROCEDURE


PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN
(P2H)

PT. WIRADUTA SEJAHTERA LANGGENG

Dibuat

Disetujui

KEPALA TEKNIK TAMBANG

DIREKTUR

AGUNG SURYANTO, ST

H. HOPANDI SAID

Kebijakan dan Prosedur


SOP Pelaksanaan Pemeriksaan
Harian (P2H)

Disetujui oleh

Tanggal Terbit

Direksi

21-8-2015

Tgl. Review

Nomor Dokumen

Versi

Nomor Halaman

OPS-SOP-05-WSL

1.0

1 dari 5

SOP P2H

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN HARIAN


(P2H)
A. PERMULAAN
1. Tujuan
Menjadi pedoman dalam Pelaksanaan Pemeriksaan Harian Operator/Driver untuk
memastikan kelayakan alat berat / kendaraan yang akan dioperasikan, baik dengan
sistim Hot Change shift maupun regular, selanjutnya Laporan P2H tersebut bisa
ditindak lanjuti para Pengawas Tambang dan Mekanik crew secara konsisten.
2. Ruang Lingkup
Berlaku bagi setiap operator & driver, para Pengawas tambang dan Mekanik crew
yang ditunjuk oleh atasan yang terlibat dengan proses P2H, berlaku bagi seluruh
tambang PT. Wiraduta Sejahtera Langgeng.
3. Definisi
P2H = Pelaksanaan Pemeriksaaan Harian, Form yang digunakan oleh operator atau
driver dalam melaksanakan pemeriksaan kondisi alat yang akan dioperasikan sebelum
operasikannya.
Backlog = Adalah daftar kerusakan atas unit yang belum bisa dilaksanakan secara
langsung, untuk dilakukan pada kesempatan berikutnya yang telah diprogram lebih
dahulu
High priority = Tindakan yang harus segera dilakukan
Medium priority = Tindakan dimasukkan ke Backlog
Low priority = Tindakan berupa program maintenance berikutnya, sesuai umur alat,
menunggu spare part.

B. PETUNJUK PELAKSANAAN
Kebijakan dan Prosedur
SOP Pelaksanaan Pemeriksaan
Harian (P2H)

Disetujui oleh

Tanggal Terbit

Direksi

21-8-2015

Tgl. Review

Nomor Dokumen

Versi

Nomor Halaman

OPS-SOP-05-WSL

1.0

2 dari 5

SOP P2H
1. Operator / Driver :
a. Melaksanakan pemeriksaan harian operator sesuai isian dalam form P2H dalam
waktu relatif cepat
b. Bertanggung jawab terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan tentang kelayakan
unit untuk dioperasikan sesuai isian dari P2H tersebut
c. Menyampaikan laporkan P2H yang sudah diisi tersebut kepada atasannya untuk di
periksa dan tandatangani, selanjutnya disampaikan ke Mekanik untuk ditindak
lanjuti terhadap hasil laporan kerusakannya
d. Jika kondisi unit tidak layak dioperasikan, dilaporkan ke Mekanik admin dengan
komunikasi lewat radio, agar bisa segera dilakukan tindakan perbaikan. .
f. Mematuhi rekomendasi tertulis dari petugas Mekanik dept untuk menghentikan
unit yang dioperasikan apabila dinyatakan tidak layak operasi.
g. Mengidentifikasi potensi bahaya kerusakan atau kemungkinan terjadinya
kebakaran terhadap kondisi alat yang diperiksa ketika melaksanakan P2H dan
segera melaporkannya kepada atasan atau safety officer
h. Bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kondisi kerusakan , kehilangan dari
bagian komponen alat yang sedang dioperasikan, tanpa menyalahkan operator
sebelumnya.
i. Menjalankan proses P2H terhadap unit yang akan dioperasikan sesuai Instruksi
Kerja; Standard Operation Procedure tersebut.
2. Pengawas Tambang
a. Memeriksa kebenaran dan menandatangani laporan P2H oleh operator untuk
disampaikan ke Mekanik Dept agar segera bisa ditindak lanjuti.
b. Apabila hasil pemeriksaan P2H meragukan kelayakan alat untuk dioperasikan,
maka segera menghubungi Mekanik admin untuk mendapatkan kepastian
pengoperasian unit.
c. Meminta kembali form P2H yang telah ditindak lanjuti dan diisi oleh Mekanik
admin untuk diketahui rencana selanjutnya apakah termasuk High priority,
Medium atau Low priority.
d. Memastikan rencana Back Log dari hasil P2H operator yang belum ditindak lanjuti
agar jadwalnya bisa disesuaikan dengan kondisi kebutuhan operasi di lapangan.
e. Mematuhi keputusan dari Mekanik Dept dalam penghentian operasi unit dengan
menerima alasan teknis tertulis guna mencegah terjadinya kerusakan lebih parah
f. Bertanggung jawab terhadap kemampuan para operator dibawahnya dalam
melaksanakan proses P2H sesuai SOP P2H
g. Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa hasil pengisian form P2H oleh
operator.
j. Menjalankan proses P2H terhadap unit yang akan dioperasikan bawahannya sesuai
Standard Operation Procedure / SOP P2H
3. Trainer
a. Memberikan training tentang pelaksanaan P2H sesuai dengan SOP yang sudah
ditentukan pada setiap kesempatan training terhadap para operator .
Kebijakan dan Prosedur
SOP Pelaksanaan Pemeriksaan
Harian (P2H)

Disetujui oleh

Tanggal Terbit

Direksi

21-8-2015

Tgl. Review

Nomor Dokumen

Versi

Nomor Halaman

OPS-SOP-05-WSL

1.0

3 dari 5

SOP P2H
b. Memastikan dalam training praktek operasi, bahwa setiap operator mampu
melaksanakan P2H dengan benar sesuai kondisi alat yang sedang diperiksa
c. Memberikan rekomendasi kepada atasan untuk memberikan sanksi sesuai
peraturan perusahaan terhadap setiap pelanggaran dalam pelaksanaan P2H oleh
operator atau driver yang berada dibawah pebinaannya serta terhadap Pengawas
tambang yang tidak menjalankannya SOP.

4. Mekanik
Membuat rekomendasi kepada atasan operator untuk diberikan sanksi atas temuan
terhadap setiap pelanggaran P2H oleh operator atau driver yang sedang bertugas
a. Mekanik Admin
i. Mengevaluasi dan monitor pelaksanaan perbaikan & pemeliharaan sesuai isi
laporan P2H yang diterima dari pengawas tambang dan segera dikembalikan
ke operation jika sudah ditindak lanjuti
ii. Secara random ikut mengawasi pelaksanaan P2H oleh para operator dengan
memeriksa dan menindak lanjuti terhadap form P2H oleh operator.
iii. Mempunyai wewenang menghentikan operasi alat dengan memberikan
alasan2 tehnis tertulis kepada pengawas tambang sesuai kondisi unit yang
tidak layak operasi
b. Mekanik Crew
i. Melaksanakan perbaikan sesuai hasil laporan P2H dan jadwal yang diberikan
oleh Scheduler.
ii. Memeriksa P2H dari operator guna melaksanakan perbaikan yang diperlukan.
iii. Merekomendasikan atas layak dan tidaknya unit termasud untuk dioperasikan
c. Scheduller/Planner
i. Memberikan informasi rencana selanjutnya dari laporan P2H tersebut, apakah
untuk program Backlog, Schedul perbaikan yang waktunya bisa disesuaikan
kebutuhan operasi

C. PETUNJUK PELAKSANAAN
1. Operator Alat Berat
Operator alat berat yang akan melaksanakan P2H dengan mengisi form yang baru
disesuaikan dengan form P2H (yang dibuat oleh operator sebelumnya) yang dibagikan
oleh Pengawas tambang bersamaan dengan pembagian form P2H yang kosong kepada
setiap operator yang akan bertugas.
b. P2H dilakukan sebelum dioperasikan.
c. Pelaporan hasil P2H:
Kebijakan dan Prosedur
SOP Pelaksanaan Pemeriksaan
Harian (P2H)

Disetujui oleh

Tanggal Terbit

Direksi

21-8-2015

Tgl. Review

Nomor Dokumen

Versi

Nomor Halaman

OPS-SOP-05-WSL

1.0

4 dari 5

SOP P2H
Mengajukan Form P2H yang sudah diisi sesuai kondisi alat yang akan
dioperasikan untuk diperiksa dan ditandatangani pengawas tambang dan
selanjutnya menyerahkan rangkap pertama tersebut pada saat selesai operasi
kepada pengawas tambang..
Operator menyerahkan laporan P2H yang sudah ditanda tangani oleh
pengawas tambang untuk diproses menyerahkan kedua rangkap tersebut ke
Mekanik Admin untuk ditindak lanjuti.
Setelah ditindak lajuti dan diisi oleh Mekanik Dept, maka disimpan Mekanik
Dept sebagai pertimbangan penjadwalan perbaikan atau sebagai arsip.
d. Jika kondisi alat memerlukan penanganan CEPAT oleh Mekanik, maka cepat
laporkan via radio dan pastikan laporan kerusakan, diterima dengan jelas oleh
Pengawas Tambang dan Workshop.
e. Tetap melaporkan kepada Pengawas Tambang secepatnya apabila didalam
pergantian shift kerja dari Operator sebelumnya, terjadi kerusakan, kehilangan
komponen atas unit/alat berat yang akan dioperasikan.

2. Pengawas Tambang
a. Memeriksa hasil P2H dan menandatangani hasil P2H tersebut sebelum unit
dioperasikan.
b. Secepatnya menindak lanjuti laporan kerusakan alat oleh operator ke Workshop.
c. Memeriksa & menandatangani P2H dan melanjutkannya ke Mekanik Admin.
d. Memonitor laporan P2H yang sudah diajukan ke Mekanik dept dan tindak
lanjutnya dari Mekanik Dept.
3. Mekanik Admin
a. Memeriksa permintaan perbaikan dari Operation melalui hasil laporan P2H.
b. Menindak lanjuti laporan P2H sesuai skala prioritasnya dan memutuskan atau
menginstruksikan operasi dilanjutkan atau tidak.
c. Operasi dilanjutkan jika kerusakan tidak berpotensi terhadap keselamatan
Operator, mengakibatkan kerusakan unit/alat berat lebih parah dan sesuai aturan
yang berlaku.
d. Stop operasi jika kerusakan berpotensi terhadap keselamatan Operator,
menyebabkan kerusakan unit/alat berat lebih parah (biasanya berdasarkan
rekomendasi dari Mekanik) dan sesuai aturan yang berlaku.
e. Berkoordinasi dengan pihak Mekanik terkait (Scheduler, Mekanik Crew, dll) untuk
rencana tindakan yang akan dilakukan.
f. Pihak Mekanik berhak merekomendasikan untuk penghentian operasi jika
kerusakan berpotensi menjadi lebih parah.
g. Menginformasikan rencana tindakan yang akan dilakukan, dengan mengisi form
P2H yang diterima dan mencatat semua data2 penting dari kesimpulan laporan
P2H kedalam Machine Hystorical Card.
4. Scheduler / Planner
Mekanik Crew menindaklanjuti laporan P2H yang diterima dengan menjadwalkan
jadwal perbaikan dengan bekerjasama dengan fihak dept operation.
Kebijakan dan Prosedur
SOP Pelaksanaan Pemeriksaan
Harian (P2H)

Disetujui oleh

Tanggal Terbit

Direksi

21-8-2015

Tgl. Review

Nomor Dokumen

Versi

Nomor Halaman

OPS-SOP-05-WSL

1.0

5 dari 5

SOP P2H

D.

DOKUMEN TERKAIT

Form P2H

Kebijakan dan Prosedur


SOP Pelaksanaan Pemeriksaan
Harian (P2H)

Disetujui oleh

Tanggal Terbit

Direksi

21-8-2015

Tgl. Review

Nomor Dokumen

Versi

Nomor Halaman

OPS-SOP-05-WSL

1.0

6 dari 5