Anda di halaman 1dari 52

PENGENDALIAN KEHILANGAN PRODUKSI

(LOSSES)
PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DAN KARET

OLEH
ISHMAN L SIBUEA,ST.MM
UNTUK
STIPAP MEDAN

1.Konsep Pengendalian
kehilangan
Produksi
ORGANISASI-> INDUSTRI -> PRODUKSI
PRODUKSI -> Menguntungkan karena EFISIEN

(berhasil guna )

Efisiensi Proses : - Optimalisasi


- Losses Standar
- Mutu Bagus
OPTIMAL = KAPASITAS PENUH (Efektif = Berdaya Guna)
LOSSES
= NORMATIF ( Minimaliasi Kehilangan
Produksi )
MUTU
= PERFORMANCE SESUAI DENGAN
RENCANA MUTU demi

EFISIENSI PROSES PENGOLAHAN


adalah :Suatu Upaya Menuju Efisien
1. Efisien berarti : Potensi hasil produksi dari Proses
Pengolahan diperoleh Maksimal dengan Losses Minimal.
2. Formulasi ukuran Efisiensi : dalam persen (%) adalah
( Hasil Produksi ) per (Hasil Produksi + Losses ) x 100%
EFISIENSI OPTIMAL = Poduksi Maksimal dan Losses
Normatif.
3. Lingkup efisiensi : - Rendemen Maksimal
- Losses Minimal
Losses = Potensi produksi yang hilang atau terbuang
akibat dari proses produksi yang belum sempurna (ziro
losses)
Rendemen = Jumlah Produk akhir yang diperoleh dibagi
Bahan baku yang diolah x 100%.
Rendemen Minyak KS = Jumalah CPO yg diperoleh per
TBS yang diolah x 100%
Rendemen Inti KS = Jumalah Inti yg diperoleh dibagi TBS
yang diolah x100%.

Mengapa ada
Losses?
Karena keterbatasan kemampuan menuju
sempurna dari faktor-faktor produksi yaitu:
- METODE KERJA/ TEKNOLOGI PROSES
(cara kerja mesin, penambahan bahan
pembantu,
rangkaian proses dan energi yang
digunakan)

Istilah-istilah Losses :
1. Losses Wajar : Losses Normatif pada kondisi peralatan
relatif
standar dan baik adanya serta pelaksanaan proses sesuai
dengan SOP.
2. Losses Tidak Wajar : Karena ada kerusakan atau kegagalan
mesin / peralatan dari kondisi standar/ Normatif dan atau
pelaksanaan SOP belum tertib.
3. Losses Ditolerir: Angka losses yang telah ditetapkan
sebagai
ambang batas.
4. Losses yang tidak ditolerir : Losses diatas yang ditolerir.
5. Losses Jinak : Losses yang sudah dikenal dan terdaftar
sebagai faktor perhitungan losses secara keseluruhan.
6. Losses Liar : Tidak terdaftar sebagai faktor losses, tetapi
menyebabkan terjadinya kehilangan/ berkurangnya
produksi.

PENGENDALIAN LOSIS
Tersedianya informasi yang menguraikan
karakteristik produk dan standar losis.
Tersedianya Instruksi Kerja (IK)/ Standar
Operasional Prosedur (SOP)
Pemakaian peralatan yang sesuai/ dikalibrasi/
kondisi baik.
Tersedia dan digunakan sarana/alat pemantau dan
pengukuran ( Laboratorium, alat ukur di pabrik dll)
Pemantauan dan Pengukuran dilaksanakan
dengan baik dan konsisten.
Penerapan kegiatan-kegiatan pelepasan,
penyerahan dan pasca penyerahan.

2.TITIK-TITIK TERJADINYA
LOSSES
DAN NORMA LOSSES

Stasiun Proses PKS

Pengolahan Karet

1. Penerimaan dan
Loading Ramp
2. Rebusan/Sterilizer
3. Pemipilan/Stresher
4. Digester dan Kempa
5. Pemurnian /Clarifikation
6. Pabrik Biji
(Depericarper, Riple
mill, LTDS,
Claybath/Hydrociclon.

1. Rubber Smoked Sheet


( Pengenceran,
pembekuan, sheeter)
efisiensi RSS 99%
2. Lateks Pekat
( Centrifuge, Pengolahan
BSR) Efisiensi losses 1%.
3. Crumb Rubber
( Penggumpalan,
Macerator,Crepper,)
Efisiensi 100%.

Tirik-titik terjadinya Losses Minyak

- Stasiun Rebusan berupa campuran air condensat dengan minyak akibat


proses perebusan. Losses maksimum 0.5% terhadap sample.
- St Pemipilan/Bantingan, minyak melekat pada Tankos (tandan kosong)
akibat absorbsi dan adanya buah yang tidak terpipil. Losis 1,5 2,5%
terhadap contoh.
- Pada St Ekstraksi, losses terjadi akibat proses kempa/ press. Minyak
melekat pada ampas serabut/ fibre dan pada biji (nut). Kadar minyak
losses pada ampas serabut 5-6% terhadap sample. Pada biji 0,5-1%.
- Di St Klarifikasi, losses terjadi pada alat separator ( sludge
separator). Kadar minyak bersama cairan sludge 0,4-0,6% terhadap
contoh.
Catatan: Cairan dan losses minyak dari St Rebusan dan St Klarifikasi
bergabung pada bak penampungan (sludge akhir). Losses kadar minyak
pada sludge akhir 0.5-0,6% terhadap contoh.

Titik-titik terjadinya Losses


Kernel
Losses Kernel Terjadi pada :
- Tandan Kosong maks 2% dari stasiun
Pemipilan( sebaiknya optimum tidak
terdapat brondolan )
- Pada Ampas fibre mak 1 1,5% dari unit
Mesin Ekstraksi/Kempa.
- Pada Cangkang, maks 3 4 %
dari Separator LTDS
- Pada Cangkang, maks 1,5 3% dari
Separator Clay bath/Hidrocyclon

Losses Minyak terdapat pada


Material:
a. Tandan Kosong
b. Ampas Fibre
c. Biji Kelapa Sawit
d.Draf
akhir/Limbah
Cairpada
Losses
Kernel
terdapat

Material:
a.Tandan Kosong
b.Ampas Fibre
c.Cangkang pada Separator LTDS
d.Cangkang pada Separator Clay

PERHITUNGAN PERSENTASE
(%)
LOSSES TERHADAP TBS
DIOLAH
1. Tentukan Material Balance TBS
2. Lakukan analisis laboratorium
Kandungan
Minyak/Kernel pada sample
material
( losses per sample)
3. Hitung Losses pada tiap-tiap

Contoh Material Balace Kealapa Sawit

Contoh Perhitungan: PKS Pagar Merbau


Losses Minyak Sawit maksimum yang ditolerir per TBS
diolah :
Material Balance
x
Kandungan Minyak sample
=
Losses per TBS
- Tankos 22,57
x
2%
=
0,45%
- Ampas Fibre 12,5 x
6%
=
0,75%
- Biji Sawit 11
x
1%
=
0,11%
- Drab Akhir 60
X
0,6%
=
0,36%
Jumlah
=
1,67%
Losses Kernel maksimum yang ditolerir per TBS diolah:
Material Balance
x
Kandungan Kernel Sample =
Losses per TBS
- Tankos 22,57
x
0%

ANALISIS RENDEMEN
Efisiensi Proses (Pengutipan)
RENDEMEN PER (RENDEMEN + LOSSES) X
100%

R
-------- X 100 =
(R + L )

EFISIENSI PROSES PENGUTIPAN MINYAK SAWIT


(MS):
R MS
--------------------------X 100 = %
( R MS + Losses MS )

EFISIENSI PROSES PENGUTIPAN INTI SAWIT ( IS)

Contoh: Efisiensi Pengutipan


1. Diketahui RMS = 21,5%, Losis
1,67%

Efisiensi Pengutipan Minyak =


(Rend Minyak/(Rend Minyak+ Losses minyak))
x100

(21,5/(21,5 + 1,67))x 100 = 93%


2. Diketahui RIS = 5%, Losis 0,41%

Efisiensi Pengutipan Kernel =


(Rend Kernel/(Rend Kernel + Losses

POTENSIAL RENDEMEN (ms/is)

Dipengaruhi beberapa faktor:

- VARITAS TANAMAN
> Dura (D)
> Pisifera (P)
> Tenera (D X P)
- UMUR TANAMAN
- TOPOGRAFI/KELAS LAHAN 1,2 &3
- KEMATANGAN
- PERLAKUAN PANEN
- PEMELIHARAAN
( Pemupukan/Penyiangan)
POTENSI RENDEMEN Diketahui dari Analisa
Oil Content

KONSEP RENDEMEN
1. Konsep Rendemen adalah Potensi
Rendemen dikurang losses.
Rendemen MS adalah Oil Content Losses.
2. RENDEMEN adalah Persentase hasil
produksi pengolahan terhadap bahan baku
yang diolah.
- Rumus Rendemen Minyak Sawit (MS) =
(Produksi MS/ TBS diolah) x 100%
- Rumus Rendemen Inti Sawit (IS) =
(Produksi IS/ TBS diolah) x 100%

HUBUNGAN RENDEMEN
TERHADAP VARITAS DURA
DURA

.
CANGKANG

- MESOKARP 35 50%
- CANGKANG TEBAL 2 8
MM.
- KANDUNGAN MINYAK
RELATIF SEDIKIT,
RENDEMEN MINYAK
RENDAH
- INTI SAWIT RELATIF BESAR,
RENDEMEN INTI TINGGI.
- TANDAN BESAR, BUAH
DALAM SATU POHON
SEDIKIT.

HUBUNGAN RENDEMEN
TERHADAP VARITAS PISIFERA

INTI SAWIT

PISIFERA
MESOKARP TEBAL
TIDAK BER- CANGKANG
INTI SAWIT SANGAT
KECIL, RENDEMEN INTI
RENDAH
- KANDUNGAN MINYAK
BANYAK RENDEMEN
MINYAK TINGGI
- BUNGA BETINA GUGUR
SEHINGGA TANDAN
KECIL, BUAH SEDIKIT.
- TIDAK EKONOMIS.

HUBUNGAN RENDEMEN
TERHADAP VARITAS TENERA

Mesokar
p

TENERA
- PERSILANGAN DURA DENGAN
PISIFERA.
- MESOKARP TEBAL 60 90%.
- RASIO MINYAK : BERAT TANDAN
22 24%. (RENDEMEN MINYAK)
- BERCANGKANG TIPIS 0,5-4 MM.
- INTI SAWIT 5 8 MM.
- RASIO INTI : BERAT TANDAN 5
6%.( RENDEMEN INTI SAWIT)
- TANDAN LEBIH KECIL DARI
PADA DURA TAPI JUMLAH
TANDAN DALAM SATU POHON
LEBIH BANYAK.
- LEBIH MUDAH DIOLAH.
- LEBIH EKONOMIS.

HUBUNGAN UMUR TANAMAN TERHADAP


RENDEMEN
Pada Lahan kelas 3

HUBUNGAN UMUR TANAMAN TERHADAP


RENDEMEN
Pada Lahan kelas 1 dan 2

PENGARUH RENDEMEN MS TERHADAP


POTENSI
NO
FRAKSI
KETERANGAN TBS RENDEMEN
FRAKSI KEMATANGAN
(%)

00

SANGAT MENTAH

MENTAH

10

MENGKAL

20

2-3

MATANG

21-24

SANGAT MATANG

24

BUSUK

10

MEMBUAT RENCANA PRODUKSI


CONTOH RENCANA RENDEMEN DAN PRODUKSI PKS
RKAP PENGOLAHAN PRODUKSI KELAPA SAWIT
TAHUN : 2015

PRODUKSI & RENDEMEN


PKS

SWS

KEBUN

TBS

MINYAK
SAWAT

Rend
MS

INTI
SAWIT

Rend
IS

MS+ IS

(TON)

(TON)

(%)

(TON)

(%)

(TON)

SWS

80.000

17.600

22.00

2.775

3,47

20.375

BCA

37.000

8.280

22.38

1.295

3,50

9.575

KWM

23.000

5.050

21.96

785

3,41

5.835

JLH.KEB.SENDIRI

140.000

30.930

22.09

4.855

3,47

35.785

PIHAK - III

40,000

7.400

18.50

1.200

3,00

8.600

TOTAL PKS

180.000

38.330

21.29

6.055

3.36

44.385

Penjelasan : Angka Warna hitam adalah data input, warna merah adalah
data hasil perhitungan. Rendemen MS dan IS warna hitam diambil dari
umur tanaman dan kelas kebun. (Lihat file : Contoh perhitungan

MENGHITUNG REALISASI RENDEMEN

1. Pengukuran Hasil
Produksi CPO
- Ukur tinggi/tebal CPO dalam
tangki.
- Ukur temperatur CPO
- Hitung volume CPO dengan rumus
( Luas
alas x tinggi)=> kubikasi
- Lihat pada tabel hubungan
temperatur
dengan Beraj Jenis

Daftar BJ CPO terhadap


Temperatur

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

Berat Jenis (BJ) Sesuai


Temperatur
Temperatur
Berat Jenis
(C)
(BJ)
35
0,9009
36
0,9001
37
0,8990
38
0,8982
39
0,8974
40
0,8979
41
0,8962
42
0,8956
43
0,8950
44
0,8944
45
0,8937
46
0,8931
47
0,8925
48
0,8919
49
0,8911
50
0,8905
51
0,8899
52
0,8893
53
0,8887
54
0,8881
55
0,8875
56
0,8869
57
0,8863

Berat Jenis (BJ) Sesuai Temperatur

No
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46

Temperatur
(C)
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80

Berat Jenis
(BJ)
0,8857
0,8851
0,8845
0,8839
0,8833
0,8827
0,8821
0,8815
0,8809
0,8803
0,8797
0,8791
0,8785
0,8779
0,8873
0,8767
0,8761
0,8755
0,8749
0,8743
0,8737
0,8731
0,8725

Contoh Rendemen CPO

Diketahui : Diameter (D) tangki timbun CPO 10 m,


tinggi (H) 15 m, tebal/tinggi CPO 6 m, temperatur
CPO 50C . Hitunglah Volume tangki dan tonase
CPO. Hitunglah Rend CPO jika TBS diolah 1800 t.
Jawab : Volume tangki = (x r)xH =...m
D

H
(CPO/1800)x100

Tonase CPO =
(xr) x t x BJ =ton
Rend MS=
t (satauan rendemen =%)

2.Pengukuran Hasil Produksi


Kernel
Pada prinsipnya pengukuran persediaan Kernel
adalah dengan mengukur kubikasinya.
Contoh: Jika tempat persediaan Kernel adalah
Silo Selinder, maka :
a. Ukur sisa kosong selinder dari sisi atas
selinder.
b. Kurangkan tinggi selider dengan hasil
pengukuran
= tinggi Kernel.
c. Hitung volume selinder yang berisi Kernel =>
Kubikasi
= Luas alas x tinggi Kernel.

Contoh Rendemen : Kernel

Diketahui : Diameter (D) tangki timbun Kernel 6 m,


tinggi (H1)=10 m, tinggi H2 =6 m, Berat jenis
Kernel 0,7 . Htunglah tonase Kernel dan Rendemen
Kernel jika TBS diolah 1800 ton.
Jawab : Tonase Kernel :
D

H1

- Tebal/tinggi Kernel= (H1-H2)= t


- Tonase Kernel =
(xr) x t x BJ =ton
H2

METODE PENGENDALIAN KEHILANGAN


PRODUKSI (losses)
1. Lakukan analisa Losses per sample
sebanyak mungkin dan dengan akurat.
2. Bandingkan hasil analisa dengan Standar
yang ditetapkan.
3. Jika terjadi loses diatas standar,
koordinasikan dengan bagian terkait
untuk di lakukan analisis penyebab
masalah.
4. Lakukan tindakan perbaikan.
5. Lakukan tindakan pencegahan.
6. Dokumentasikan setiap tindakan yang
dilakukan.

ANALISA LABORATORIUM
( menghitung loses per
sample)
TAHAPAN CARA MENGANALISIS
SAMPLE, LIHAT PADA FILE
( METODE ANALISIS
LABORATORIUM)

1.Analisa LOSSES MS pada


Prinsip Kerja analisa :Nut
Tahap I.
Aliran Hexan pada soklet yang melintasi sample akan
bereaksi dengan Minyak Sawit yang melekat pada
Nut. Lalu Hexan yang telah bercampur MS turun
kedalam labu gelas. Labu gelas dipanasi hingga
Hexan mendidih. Karena Hexan mendidih, maka
menguap, hingga ke atas soklet. Diatas soklet
terdapat aliran air sebagi pendingin sehinga uap
hexan terkondensasi menjadi hexan kembali lalu
mengaliri sample. Demikian seterusnya hingga
tidak ada lagi MS yang melekat pada Nut.
Hexan digunakan sebagai bahan ekstraksi karena
senyawa kimia hexan dapat berreaksi dengan CPO
membentuk senyawa baru, namun dapat dipisah
dengan menguapkan hexan.

PROSES EXTRAKSI
CARA KERJA SOXKLET TAHAP 1

SAMPLE

Hot plate

PRINSIF EKSTRAKSI TAHAP 1

Aliran Hexan pada soklet yang


melintasi sample akan bereaksi
dengan Minyak Sawit yang
melekat pada Nut. Lalu Hexan
yang telah bercampur MS turun
kedalam labu gelas. Labu gelas
dipanasi hingga Hexan mendidih.
Karena Hexan mendidih, maka
menguap, hingga ke atas soklet.
Diatas soklet terdapat aliran air
sebagi pendingin sehinga uap
hexan terkondensasi menjadi
hexan kembali lalu mengaliri
sample. Demikian seterusnya
hingga tidak ada lagi MS yang
melekat pada Nut.

PROSES EXTRAKSI
CARA KERJA SOXKLET TAHAP 2

HX
N

Hot plate

PRINSIF EKSTRAKSI TAHAP 2

Pindahkan Labu Gelas ke


Soklet dengan model
tertutup. Lalu panaskan
hexan hingga mendidih.
Hexan pada labu gelas akan
menguap lalu terkondensasi
dan ditampung pada soklet
tertutup. Akibat penguapan
tesebut, hexan pada labu
gelas akan habis dan
tertinggal-lah Minyak Sawit
hasil extraksi.

Prinsip Kerja Analisa tahap II


Pindahkan Labu Gelas ke Soklet dengan model
tertutup. Lalu panaskan hexan hingga
mendidih. Hexan pada labu gelas akan
menguap lalu terkondensasi dan ditampung
pada soklet tertutup. Akibat penguapan
tesebut, hexan pada labu gelas akan habis dan
tertinggalah Minyak Sawit hasil extraksi.
Tahap III.
Timbang MS yang terdapat pada labu gelas.
Tahap IV : Hitung loses minyak per sample Nut =
Berat MS dibagi Berat Sample Nut dikali
100%

CONTOH : TAHAPAN ANALISIS LOSES PADA NUT/BIJI


1. AMBIL NUT DARI POLISHING
DRUM

2. AMBIL SAMPLE +/- 30 GRAM

ANALISIS LOSSES PADA NUT


3. TIMBANG SAMPLE NUT

4. KERINGKAN DI OVEN

5. MASUKKAN SAMPLE KEDALAM


KERTAS FILTER (TYMBLE)

6. MASUKKAN SAMPLE KEDALAM SOXKLET

.
7. EKSTRAKSI DENGAN HEXAN

8. PANASKAN DENGAN HOT PLATE

.
9. PROSES EKSTRAKSI

10. UAPKAN HEXAN DENGAN HOT PLATE

.
11. MINYAK PADA LABU GELAS

12. UAPKAN SISA HEXAN


DENGAN OVEN

.
13. DINGINKAN

14. TIMBANG MINYAK DAN LABU

2. Analisa minyak sawit pada


Ambil bagian dari serat tankos 30 gram, lalu
Tankos
ekstaksi dengan hexan.
Perhitungan Losses MS pada tankos =
(MS hasil ekstraksi dibagi serat tankos )
x(Persentase serat tankos/ berat sample
tankos)x100

3. Analisa minyak sawit pada Fibre.


Ambil sample fibre 30 gram, lalu ekstaksi
dengan hexan.
Perhitungan Losses MS pada Fibre =
MS hasil ekstraksi dibagi sample fibre x 100

4. Analisa MS pada Drab Ahir dan pada


Air Condensat
Ambil sample sludge pada aliran sludge
setelah fat put.
Keringkan sample pada oven 20 gm
Campur dan diaduk/giling dengan pasir
kwarsa.
Ekstraksi sludge kering pada pasir dengan
hexan.
Perhitungan Loses minyak pada sludge =
Hasil ekstraksi dibagi sample x 100.

Demikian juga caranya untuk kandungan


minyak pada air kondensat.

KASUS LOSSES
UMUM
ANALISIS
PENYEBAB
LOSSES

1.Minyak terdapat
pada Tankos
( tankos
menyerap
MINYAK
SAWIT
DAN INTI
SAWIT
minyak = absorbsi ).
1. STALK TO BUNCH (TANKOS)
2.Buah masih tertinggal di Tankos (tidak parameter
losses)
Penyebab :
1.Buah Mentah => Buah sulit di pipil.
2.Merebus kurang baik =>
-Buah sulit dipipil.
-Tandan buah rebus basah yang mengakibatkan
absorbsi minyak tinggi.
3.Unit Bantingan ( thresher)=>
-Putaran Drum Bantingan terlalu kencang ( diatas 23
rpm ) = > buah tinggal masih banyak.
-Terlalu lambat ( dibawah 23 rpm) => Absorbsi tinggi.
-Mengisi drum terlalu banyak => buah tertinggal
banyak, absorbsi tinggi.
4.Konstruksi thresher +> kemiringan, formasi
konstruksi didalam drum, diameter dan panjang drum.

KEHILANGAN Minyak PADA PRESS FIBRE TO


BUNCH
(AMPAS SERABUT)
KASUS UMUM
1.Minyak melekat pada ampas serabut
( fibre )
2.Kebocoran / tumpahan minyak dari Digester
3.Kegagalan Kempa.
PENYEBAB
1.Proses Perebusan kurang baik.
2.Hasil Degester kurang lumat.
3.Lobang pengeluaran minyak dari degester
tumpat
4.Worm Screw Press Aus
5.Permukaan Screw tidak halus
6.Mesin press kurang tekanan lawan ( 40-50
bar)
7.Air delusi kurang panas.
8.Kebocoran di talang-talang
9.Kelalaian Operator.

KEHILANGAN MINYAK PADA NUT (Biji Sawit)


KASUS UMUM
1.Minyak Melekat pada
permukaan Nut ( Biji Sawit )
PENYEBAB
1.Proses Perebusan Kurang
sempurna/ kurang matang
rebus.
2.Buah Kurang matang panen
( mentah )
3.Proses di Degester kurang
sempurna. Lobang pengeluaran
minyak tumpat.
4.Proses di mesin press kurang
sempurna.

LOSSES PADA DRAB AKHIR


( FINAL EFFLUENT)
1. Minyak masih terdapat pada
drab akhir.
2. Minyak terdapat pada kolam
IPAL.
PENYEBAB
1. Operasional Sludge Separator
kurang baik. /Tidak dijalankan.
2. % Minyak dari stasiun rebusan
tinggi
3. Proses recovery sangat
singkat.
4. Temperatur sludge <90C
5. Pengutipan minyak dari Pit Put
tidak tuntas.

Contoh Recovery minyak


pks SWH

Rangkaian aliran drab akhir

PKS SWH

Latihan Penyelesaian Kasus

I.Diketahui data sebagai berikut:


1. Rencana Produksi TBS bulan September 2015 sbb:
- Kebun SWS 5000 t RM 23%, RI 5%
- Kebun BSN 3000 t RM 22%, RI 4,0%
- Kebun KWM 2000 t RM 22,5% RI 4,5%
- Pihak ke III 4000 t RM 18 % RI 3,5%
2. Realisasi Pengolahan Bulan September 2015
- TBS Kebun SWS 5500 t
- TBS Kebun BSN 2500 t
- TBS Kebun KWM 3000 t
- TBS Pihak ke III 4500 t
- Sisa persediaan CPO pada tanggal 31 Agustus 2014,sebanyak 150 ton,
- Produksi yang dijual/ dikirim pada bulan September sd tanggal 29 , CPO = 3000 t,
- Hasil stock opname pengukuran persediaan produksi pada tanggal 30 September
2014 sebagai berikut:
- tinggi CPO, 2 m, temperatur 50 C. Diameter tangki timbun 20 m.
3. Data analisa laboratorium rata-rata bulan September adalah sbb:
- Losses CPO : Pada Tankos 2%, pada fibre 7%, pada biji 1,2% dan pada air drab
akhir 0,6%.
- Material Balance : tankos 23%, fibre 12%, biji 11% drab akhir 60%,
II. Ditanya
1. Hitunglah capaian realisasi rendemen CPO terhadap rendemen rencana.
2. Hitunglah efisiensi pengutipan CPO.
3. Bila rencana efisiensi pengutipan CPO 93%, bagaimana pendapat anda dengan

SEKIAN DAN TERIMAKSIH


(SELAMAT UJIAN)
SELAMA
T UJIAN
MAS OR
NENG